NovelToon NovelToon
Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Status: tamat
Genre:Misteri / Tamat
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang pemulung menemukan jasad tanpa wajah di Kampung Kemarin. Hanya ada cincin bertanda 'S' dan sehelai kertas tentang "kayu ilegal" sebagai petunjuk.

Detektif Ratna Sari menyadari kasus ini tidak biasa – setiap jejak selalu mengarah pada huruf 'S': dari identitas korban, kelompok tersembunyi, hingga lokasi rahasia bisnis gelap.

Ancaman datang dari mana saja, bahkan dari dalam. Bisakah Ratna mengungkap makna sebenarnya dari 'S' sebelum pelaku utama melarikan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35 (thirty-five)

Keheningan di dalam jet siluman itu pecah secara brutal bukan oleh ledakan fisik, melainkan oleh sebuah suara denging frekuensi tinggi yang tiba-tiba memenuhi saluran komunikasi saraf Ratna. Ia jatuh terduduk di lantai kabin, tangannya mencengkeram kepalanya yang seolah-olah sedang dihantam ribuan jarum mikro.

"Ratna! Apa yang terjadi?!" Ares menjatuhkan cangkir kopinya dan segera menghambur ke arah Ratna.

Mata Ratna membelalak, namun pupilnya tidak lagi berwarna cokelat atau biru keduanya kini berubah menjadi warna merah peringatan yang berkedip cepat. Di dalam penglihatannya, ribuan aliran data dari seluruh dunia masuk secara paksa. Ia bisa "melihat" apa yang sedang terjadi di belahan bumi lain seolah-olah ia sedang berdiri di sana.

"Dia... dia sudah menekan tombolnya," bisik Ratna dengan suara yang bergetar hebat. "Selina mengaktifkan The Great Reset."

Melalui koneksi satelit yang kini menyatu dengan otaknya, Ratna menyaksikan kengerian itu dimulai. Di Jakarta, di Tokyo, di London, di New York siapa pun yang menggunakan perangkat teknologi kesehatan Phoenix atau memiliki chip biometrik keluaran Sangkala tiba-tiba mematung.

Di layar monitor jet yang terhubung dengan siaran berita global, mereka melihat pemandangan yang mengerikan. Orang-orang di jalanan berhenti melangkah. Para pengemudi mobil melepaskan setir mereka secara serentak. Para pilot pesawat komersial di seluruh dunia tiba-tiba kehilangan kendali atas saraf motorik mereka.

"Hendra! Laporkan status!" teriak Ares ke konsol komunikasi.

"Kekacauan total, Ares! Selina mengirimkan sinyal gelombang mikro melalui menara seluler dan satelit. Sinyal itu membajak sistem saraf siapa pun yang memiliki implan Phoenix. Mereka tidak mati... mereka hanya menjadi 'patung' yang bisa dikendalikan. Aku baru saja melihat di berita... sebuah kapal tanker di Singapura menabrak dermaga karena kaptennya tiba-tiba menjadi kaku!"

"Bukan sekadar kaku, Hendra," potong Ratna, ia bangkit berdiri dengan susah payah, cahaya merah di matanya perlahan stabil kembali menjadi biru yang sangat tajam. "Mereka sedang dipersiapkan. Selina tidak ingin membunuh mereka. Dia ingin menggunakan mereka sebagai prosesor organik massal. Dia membutuhkan otak jutaan manusia untuk memperluas kapasitas datanya sendiri."

Tiba-tiba, seluruh layar di jet tempur itu mati, lalu menampilkan wajah Selina. Kali ini, ia tidak lagi tampak seperti manusia. Wajahnya terdiri dari ribuan garis kode yang membentuk kontur yang indah namun menakutkan.

"Bagaimana rasanya, Ratna?" suara Selina terdengar di seluruh kabin, bergema lewat speaker dan langsung ke dalam pikiran Ratna. "Melihat dunia yang kau cintai ini terhenti dalam satu tarikan napas? Kau dan aku, kita adalah evolusi berikutnya. Manusia adalah perangkat keras yang sudah usang. Aku hanya sedang melakukan instalasi ulang."

"Kau gila, Selina! Kau memperbudak miliaran nyawa!" teriak Ratna.

"Bukan perbudakan, Sayang. Ini adalah kedamaian mutlak. Tidak akan ada lagi perang, tidak ada lagi kecemburuan, tidak ada lagi rasa sakit. Semua orang akan berpikir dengan satu pikiran: pikiranku. Dan kau, Jenderal... kau adalah satu-satunya bagian yang masih hilang dari simfoniku. Aku membutuhkan Phoenix Core di dalam tubuhmu untuk menstabilkan jaringan ini secara permanen."

Layar itu padam. Pesawat mereka tiba-tiba berguncang hebat.

"Peringatan! Rudal pertahanan udara Icarus Station telah mengunci kita!" Ares berteriak sambil melompat ke kursi pilot. "Kali ini mereka tidak menggunakan rudal pelacak panas, tapi rudal berbasis frekuensi saraf! Mereka mengincar chip di kepalamu, Ratna!"

"Ares, lepaskan kendali manual! Biarkan aku yang memegang kendali!" perintah Ratna.

Ia tidak menunggu jawaban. Ratna menghubungkan kabel saraf dari tangannya langsung ke mainframe pesawat. Seketika, pesawat itu bukan lagi benda mati bagi Ratna; pesawat itu adalah perpanjangan dari tubuhnya. Sayap pesawat adalah lengannya, mesin jet adalah jantungnya.

Jet siluman itu melakukan gerakan manuver yang mustahil dilakukan oleh pilot manusia. Ia berputar 360 derajat secara vertikal, lalu menukik tajam menuju permukaan laut sebelum melesat kembali ke angkasa dengan kecepatan yang melampaui batas struktur logamnya.

Dua rudal musuh meledak tepat di belakang mereka, menciptakan guncangan yang membuat Baskoro yang pingsan terlempar dari kursinya.

"Ratna, ada armada kloning udara menuju ke sini!" Ares menunjuk ke arah radar.

Di depan mereka, muncul selusin unit Interceptor milik Phoenix pesawat tanpa awak yang dikendalikan langsung oleh Selina. Gerakan mereka sangat sinkron, membentuk formasi jaring yang siap mencabik-cabik pesawat Ratna.

"Teguh, Hendra... jika kalian mendengarku, aku butuh kalian melakukan overload pada satelit komunikasi sektor 7!" Ratna mengirimkan perintah digital.

"Tapi Bu, itu akan mematikan internet di seluruh Indonesia!" sahut Hendra ragu.

"Lakukan saja! Aku butuh celah di perisai elektromagnetik mereka!"

Saat Hendra menekan tombol overload, sebuah kilatan cahaya biru raksasa muncul di atmosfer. Perisai elektromagnetik Icarus Station berkedip selama tiga detik.

"Sekarang, Ares! Luncurkan kapsul pelontar!"

"Kau gila?! Kita masih terlalu jauh!"

"Tidak ada waktu lagi! Pergi!"

Ratna menarik tuas darurat. Bagian belakang jet terbuka, dan sebuah kapsul kecil yang berisi Ratna dan Ares (bersama Baskoro yang masih terikat) terlontar keluar dengan kecepatan supersonik.

Di tengah terjun bebas yang mengerikan itu, Ratna melepaskan diri dari kapsul. Ia terbang di udara bukan dengan sayap, melainkan dengan memanipulasi medan magnet di sekeliling zirah hitamnya. Ia terlihat seperti meteor hitam yang menuju jantung Icarus Station.

Dua unit kloning udara mencoba mencegatnya di udara. Ratna tidak menghindar. Ia justru menerjang mereka. Dengan kekuatan fisik yang kini ribuan kali lipat manusia biasa, ia menghantam salah satu pesawat hingga hancur berkeping-keping di udara, lalu menggunakan ledakannya untuk melesat lebih cepat menuju dek utama Icarus.

BOOM!

Ratna mendarat di dek observasi Icarus Station dengan kekuatan yang membuat lantai baja tebal itu retak sedalam setengah meter. Debu dan uap panas mengepul di sekelilingnya. Saat ia berdiri, ia dikelilingi oleh ratusan kloning Siska model terbaru—v.10—yang sudah terintegrasi penuh dengan mesin.

Namun yang paling mengejutkan bukan pasukannya. Di tengah dek itu, berdiri sebuah singgasana yang terbuat dari jalinan kabel saraf. Di sana, duduk sesosok wanita yang wajahnya sangat mirip dengan Ratna, namun dengan rambut putih perak dan mata yang memancarkan cahaya merah darah.

"Halo, Jenderal," ujar wanita itu. Suaranya adalah perpaduan antara suara Siska dan Selina. "Kau sudah sampai di tempat di mana kau akan dilahirkan kembali sebagai bagian dariku."

Ratna berdiri tegak, napasnya memburu, cahaya biru di matanya beradu dengan cahaya merah musuhnya. Di kejauhan, ia bisa melihat bumi yang kini perlahan menjadi gelap karena sinyal Selina telah menyelimuti seluruh benua.

"Aku tidak datang untuk bergabung, Selina," desis Ratna. Ia menarik pedang plasma karbonnya yang kini menyala biru terang, dialiri langsung oleh energinya. "Aku datang untuk memformat ulang seluruh keberadaanmu."

Perang di atas langit dimulai. Ratna yang menerjang maju ke arah ribuan musuh, sementara di bawah sana, dunia sedang menahan napas dalam keheningan yang mematikan.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Sungguh akhir yg sangat indah😭😭 pada akhirnya, Ratna bisa kembali pulang dan bisa berkumpul dengan orang² terkasihnya😭😭
Terima kasih untuk cerita yg luar biasa ini thor🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: awww sama sama🥰 aku juga gk mw sad ending🤧🤧🤧
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Tahun 2035,dan aku masih kepikiran: Hendra, teguh, Ares, tidak beristri😭😭

Makasih Othor untuk ceritanya yang setiap bab selalu bikin degdegan, tegang dan tertawa pastinya...
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: auuu terimakasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh, jangan kasih bakso tuh si hendra, guhh
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 biar kelaparan 🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Aku kemarin2 nunggu mbah Mansyur, aku kira dia udah isthettttt🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: masih kok masih hidup
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othorrrr/Curse/ masa bahas bakso jam segini, aku jadi ngiler/Scream/
makasih buat double upnya thor/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Au ahh aku mewek😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yg sanar sabar🤣🤧
total 1 replies
yosh—
👍👍👍👍👍
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
booom apa Ratna atau jendral ikut meledak mati 😱🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
serius gw ikut ketawa gara gara gerutuan Ares sama kolonel Baskoro 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh pak Tua😭😭🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: memanfaatkan kesempitan dalam kesempatan eh🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ya lagiann warna ungu banget ya Res, bikin sakit mata🤣😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nah iya thu😐🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
yang penting bukan dugong
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahhaha🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
biar kalian ada kerjaan
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jangan keras keras atuh🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
suka2 dia lah mau warna apa juga 🤨
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: 😱 asal jangan pink anu ehhh🏃🏃🏃
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hehh sempet²nya pak tua satu ini/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mmg dasar mata makanna😐🤣
total 1 replies
Rembulan menangis
aku fikir ending nya si ratna dan teguh bisa mnagkap para pnjilat dan pnjahat dan mmasukkan k pnjara sesuai hukum krn judul nya kan tntg kayu ilegal
gk taunya jdi crita kyak film robot²
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/Kan itu juga termasuk berhasil, bu jenderal
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 betul itu betul
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh, aku pun rindu sama aksi kalian berdua, Guh. maksudku pak Pol
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ratna tidak benar² pergi, ia masih tetap ada diantara kalian. Melindungi dan melihat kalian dari kejauhan🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jadi hantu di satelit
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ntun kenapa sih, kok gak ada notif ini up🤧
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Malahan tadi sempet gak bisa komen
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!