NovelToon NovelToon
Balas Dendam Istri Yang Dianggap Buta

Balas Dendam Istri Yang Dianggap Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Setelah mengalami kebutaan selama bertahun-tahun, Samira Hadid justru mendapatkan kembali penglihatannya lewat kecelakaan jatuh yang melukai kepalanya.

Ia kembali melihat dunia yang dulu terasa gelap. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama saat ia melihat suaminya memeluk wanita lain di dapur rumah mereka.

Terkepung rasa sakit dan kemarahan, Samira memutuskan untuk tetap berpura-pura buta dan mengamati semua permainan licik sang suami.

Lalu, ia mulai memutuskan pembalasan dendam. Ia bertekad untuk mengambil kembali semua yang telah suaminya rebut dan mencari kebenaran yang selama ini disembunyikan darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 01

Malam itu sama seperti malam-malam sunyi lainnya. Sunyi yang membuat dadanya terasa kosong. Tidak ada suara televisi, tidak ada denting sendok di dapur, bahkan tidak ada langkah kaki Arga yang biasanya menjadi penanda waktu bagi Samira.

Rumah itu terasa terlalu besar untuk seseorang yang selama 4 tahun telah hidup dalam kegelapan. Samira duduk di tepi ranjang, jari-jarinya meremas kain selimut. Ia sudah memanggil nama suaminya beberapa kali, namun tak satu pun jawaban datang.

“Arga?” panggilnya entah yang sudah ke berapa kali.

Tapi ruangan di kamarnya tetap sunyi. Hanya detak jam dinding yang terdengar pelan.

Ia menghela napas pelan. Biasanya, pada jam seperti ini suaminya sudah pulang. Jika pun terlambat, ia selalu memberi kabar. Tapi malam itu, ponselnya bahkan tidak berbunyi, dan rumah terasa asing.

Dengan gerakan hati-hati, Samira berdiri. Telapak kakinya menyentuh lantai yang dingin. Ia meraba-raba dinding, mengikuti tekstur yang sudah begitu dikenalnya. Setiap langkah ia hitung, setiap sudut rumah ia hafal seperti garis hidupnya sendiri.

“Arga?” panggilnya lagi, kini suaranya sedikit lebih keras.

“Larissa? Kau di mana?” Ia memanggil asisten mereka. Tapi bahkan Larissa pun tak menjawab.

“Ke mana mereka? Kenapa rumah ini terasa sunyi sekali?” gumamnya sambil meraba-raba dinding.

Ada sesuatu yang membuat dadanya tidak tenang. Naluri yang selama ini ia abaikan berdenyut pelan. Mungkin hanya perasaannya saja. Tapi perasaan itu terlalu nyata untuk diabaikan.

Ia melangkah menuju tangga dengan hati-hati, setiap langkahnya penuh perhitungan. Biasanya Arga tidak mengizinkannya turun sendiri, tapi malam itu Samira merasa harus mencari suaminya.

Tangannya meraba pegangan tangga. Langkah pertama ia berhasil turun. Begitu pun di anak tangga berikutnya. Namun, saat ia melangkah lagi. Samira merasa kakinya menginjak sesuatu yang licin.

Waktu seolah berhenti baginya. Samira ragu untuk kembali melangkah. Ia takut untuk bergerak, karena sekali saja ia bergerak, Samira tahu ia pasti akan langsung tergelincir jatuh.

Tangannya mencengkeram pinggiran tangga dengan erat, sambil berharap suaminya akan segera pulang dan membantunya. Namun, tanpa ia duga-duga, seseorang justru mendorong punggungnya.

Tubuhnya kehilangan keseimbangan, dunia terasa berputar baginya, dan udara seakan terhisap keluar dari paru-parunya.

“Argh!” Samira memekik ngeri.

Hanya beberapa detik saja, tubuhnya jatuh, berguling turun ke tangga, kepalanya membentur sisi tangga. Rasa nyeri langsung menjalar dari bahu hingga ke tengkuk, lalu sebuah hentakan keras menghantam kepalanya.

Gelap.

Namun bukan gelap seperti biasanya. Bukan kegelapan yang selama ini memenjarakan penglihatannya.

Samira meringis pelan menahan nyeri di beberapa bagian tubuhnya, ia bahkan dapat merasakan cairan merah di pelipisnya. Lalu perlahan, Samira membuka mata.

Ada yang berbeda dengan penglihatannya saat itu. Samira merasa sekelilingnya menggelap, tapi perlahan, ada seberkas cahaya samar.

“Sakitnya … “ ringis Samira seraya menghalangi matanya dari cahaya lampu.

Cahaya itu terasa menyilaukan bagi mata yang selama ini selalu berada dalam kegelapan. Matanya mengerjap pelan, berusaha menyelaraskan pandangannya yang terasa masih asing.

Seakan tak percaya dengan apa yang terjadi padanya, Samira mengangkat tangannya. Ia bisa melihat tangannya lagi. Bukan hanya itu, ia bahkan bisa melihat sekelilingnya.

Tangannya gemetar saat ia benar-benar merasa penglihatannya telah kembali. Ia meraba mata dan wajahnya sendiri. Ia menyentuh pelipisnya dan merasakan cairan menempel di sana.

“Darah,” gumamnya, melihat tangannya yang ternoda darah dari pelipisnya sendiri.

“Apa … apa yang terjadi? Apakah aku sedang bermimpi?” bisiknya lirih. Tapi merasakan tubuhnya yang merasa sakit, ia tahu bahwa ia sedang tidak bermimpi.

Ia menelan ludah, jantungnya berpacu keras. Kenyataan itu terasa tidak mungkin dan mustahil baginya. Bertahun-tahun ia hidup tanpa cahaya, dan kini penglihatannya kembali?

“Pelan-pelan, bagaimana jika wanita buta itu mendengar suara kita?”

“Tenang saja, dia tidak akan bisa melihat kita.”

Samar-samar, Samira mendengar suara tawa seorang wanita dan laki-laki dari arah dapur. Dan ia mengenali suara itu. Perlahan, masih dengan rasa sakit yang mendera, Samira berusaha mendekat ke arah dapur untuk memastikan ia tak salah dengar.

Samira membeku begitu mengintip ke arah dapur. Ia tak bisa berkata-kata, seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Samira mengucek matanya pelan.

“A-apa ini? Suamiku … Larissa. Mereka? Mereka …..”

Napasnya tercekat, ia membalikkan badan, berharap apa yang dilihatnya tidak benar-benar nyata.

“Tidak … tidak mungkin. Ini tidak mungkin terjadi,” gumam Samira masih tak percaya.

Tetapi begitu ia melihat ke arah dapur lagi, ia melihat semuanya dengan begitu jelas.

Arga menunduk, membisikkan sesuatu kepada perempuan itu lalu suaminya mencium perempuan itu dengan mesra. Perempuan yang tak lain dan tak bukan adalah Larissa, asisten rumah tangga mereka.

Tubuh Samira membeku sepenuhnya. Dadanya terasa sesak, seolah udara di sekitarnya menghilang. Dunia yang baru saja ia lihat kembali terasa lebih menyakitkan daripada gelap yang pernah ia alami.

Ia ingin berteriak memanggil nama Arga dan bertanya mengapa. Namun yang keluar hanyalah keheningan. Air matanya mengalir tanpa ia sadari, membasahi pelipisnya. Samira menggigit bibirnya sendiri agar tidak bersuara.

Perempuan itu tertawa kecil lagi, lalu berkata sesuatu yang membuat jantung Maya terasa diremas.

“Wanita buta itu tidak akan tahu, kan?”

Arga tertawa pelan. “Tenang saja. Dia bahkan tidak bisa melihat apa pun. Wanita yang tidak berguna itu tidak bisa dibandingkan denganmu, Sayang.”

Kalimat itu menghantam harga diri Samira jauh lebih keras daripada jatuhnya tubuh Samira tadi.

“Beraninya kau melakukan ini kepadaku,” monolog Samira. Tangannya terkepal kuat, ia bersiap untuk melawan keduanya sekarang juga.

Tetapi, sesuatu membuatnya berhenti.

“Aku sudah bosan hidup selama 4 tahun dengan perempuan buta itu. Aku lelah selalu menjadi matanya. Sepertinya ini sudah saatnya bagi kita untuk menyingkirkannya dari rumah ini,” kata Arga, masih memeluk Larissa.

Perempuan itu terlihat mengangguk setuju. “Kau seharusnya melakukan hal itu sejak lama, sudah 4 tahun aku terus menunggu,” katanya dengan manja.

“Ya, tapi sebelum itu aku harus membuatnya menandatangani surat wasiat agar semua hartanya menjadi milik kita,” katanya lagi, kali ini kembali mencium perempuan itu dengan mesra dan penuh gairah.

Samira memejamkan mata, merasakan sesak yang menyentak dada. Air matanya jatuh tanpa suara. Namun di balik rasa hancur itu, sesuatu yang lain justru tumbuh.

Kesadaran. Amarah. Dan juga dendam.

Ia tidak akan membuka mata sekarang. Tidak akan berteriak. Tidak akan mengungkap bahwa ia bisa melihat.

Karena jika ia melakukannya, semuanya akan berakhir terlalu cepat. Sementara ia masih ingin tahu seberapa jauh kebohongan ini berjalan dan seberapa dalam pengkhianatan itu berakar.

Ia ingin melihat dengan mata terbuka dan hati yang tidak lagi buta. Samira menarik napas pelan, lalu membiarkan tubuhnya terkulai seolah masih pingsan. Tangannya sengaja menarik vas bunga hingga terjatuh dan menimbulkan bunyi pecahan yang nyaring.

Kedua orang yang sedang bercumbu itu seketika menoleh bersamaan dan terkejut melihat tubuh Samira terjatuh di bawah dengan pelipis yang berdarah.

Arga sontak langsung berlari panik sambil memanggil-manggil nama istrinya berkali-kali.

“Bagaimana ini? Mungkinkah dia mendengar kita tadi?” tanya Larissa berbisik, takut dan cemas.

Arga menggeleng, “Tidak mungkin. Lihat pelipisnya, dia berdarah. Sepertinya dia tidak berhati-hati saat berjalan lalu tersandung dan kepalanya mungkin terbentur vas bunga ini.”

“Samira? Bangunlah, Samira.” Arga terus memanggil, namun Samira tetap bergeming. Berpura-pura pingsan.

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang hanya kebahagiaan yg akan menghampirimu Samira 😔
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
omooo.. sejak kapan ray?
HK: Sejak ...
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
karepmu
HK: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Astiana 💕
baru 20 bab masa dah tamat, cerpen kah🙏
HK: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
cinta semu
jgn bilang kayak film India ,,setelah musuh ny mati ,,,polisi ny datang 🤣🤣
HK: Kak 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
cinta semu
q lebih suka cepat tamat .. daripada lama sampai bab ny banyak tamat kagak malah di gantung iya ...🤣🤣yg penting kn happy. ending 💪
HK: Betul 🤭🤭🤭
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
lanjut dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga berjodoh dengan Rayhan 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah Wanita hebat 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu karmamu 😔
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa mereka akan mati bersama..?
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Good job Samira 👍🏻
Siti Siti Saadah
pertarungan yg cukup tegang samira punya dokter reyhan kenapa ngga bantu cari cara melawan arga
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu yg akan tertipu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar orang gila 😏
Rosmayanti 80
dikit se x update nya trs LM pula update 🙏😄🤭
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
dikit ihh
HK: Ngejar target Nyak 🤣
total 1 replies
Siti Siti Saadah
arga ternyata sungguh terlalu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jahat sekali kamu Arga 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!