NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:922
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Peter dan Hana bersyukur karena kecelakaan itu tidak membuatnya sampai hilang ingatan seperti yang dokter katakan pada Hana. Peter meminta alamat dan nomor ponsel kedua orang tua Hana untuk memberikan informasi tentang kecelakaan itu, namun Hana melarangnya dengan alasan tidak ingin membuat kedua orang tuanya cemas atau gelisah karena dirinya.

  Peter: "Kedua orang tuamu harus tahu, Hana." ucapnya sedih.

  Hana: "Tidak, jangan. Aku tidak ingin membuat mereka cemas." ucapnya pelan. "Mereka tidak boleh tahu penyebab kecelakaan ini." ucapnya lagi dengan mata berkaca-kaca.

  Peter: "Kenapa, Hana?" tanyanya dengan rasa ingin tahu. Hana menghela nafas berat, seakan ingin mengatakan kejadian yang sebenarnya kepada Peter, namun ia ragu-ragu. "Katakanlah padaku, Hana. Jangan ragu-ragu, kita adalah teman. Aku ingin membantumu." ucapnya pelan dengan hati yang tulus.

  Hana: "Saat aku ke toko pakaian untuk anak-anak, aku bertemu dengan Sari." ucapnya dengan suara berat.

  Peter: "Siapa Sari?" tanyanya dengan rasa penasaran.

  Hana: "Sari adalah istri kedua mas Aldo. Ia mantan sahabatku." ucapnya.

  Peter: "Apa yang terjadi antara kamu dan Sari?" tanyanya lagi. Hana menghela nafas panjang, ia menatap wajah Peter dalam-dalam dan mengatakan semua yang terjadi antara dirinya dan Sari di dalam toko pakaian itu.

  Hana: "Bukan salahku jika mas Aldo masih mencintaiku, Peter. Sari menghinaku di depan semua orang." ucapnya dengan mata berkaca-kaca. "Sari menuduhku ingin merebut mas Aldo darinya sampai ia dan mas Aldo akan berpisah." ucapnya dengan suara yang tersendat-sendat. "Aku sangat malu, Peter. Semua mata menatapku dengan tatapan sinis dan jijik." ucapnya lagi.

  Peter: "Sari sangat keterlaluan." ucapnya dengan geram.

  Hana: "Jangan mengatakan hal ini pada istrimu, ya. Aku tidak ingin Meta kepikiran." ucapnya dengan penuh perhatian. "Telpon Meta dan katakan keadaanku baik-baik saja." ucapnya lagi.

  Peter: "Aku akan memberitahukannya nanti saat aku pulang ke rumah, Hana." ucapnya dengan wajah datar. "Kamu harus tenang dan sabar, ya. Semuanya akan berlalu, kok." ucapnya lagi dengan wajah tenang. Hana menatap Peter sambil tersenyum kecil.

  Hana: "Terima kasih, Peter. Kamu dan Meta sangat baik terhadapku." ucapnya pelan. "Bagaimana keadaan Meta?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Peter: "Meta masih dalam pengobatan. Tiap bulan aku membawanya ke rumah sakit untuk mengontrol kesehatannya." ucapnya lagi sambil tersenyum kecil.

  Hana: "Setelah keadaanku pulih, aku akan menemuinya." ucapnya dengan penuh keyakinan. "Sampaikan salam dan terima kasihku padanya, ya. Meta selalu perhatian terhadapku." ucapnya dengan penuh haru. Peter teringat pada Feri, dan mengatakannya pada Hana.

  Peter: "Pengemudi motor yang menikung mobilmu bernama Feri. Ia sangat jujur dan bertanggung jawab." ucapnya dengan bangga. "Feri menyuruhku membawa mobilmu ke bengkel dan bersedia menanggung biaya kerusakan mobilmu." ucapnya lagi.

  Hana: "Ia tak perlu melakukannya, kok. Aku tidak akan menuntutnya." ucapnya dengan rasa tidak nyaman. "Bukan kesalahannya juga sepenuhnya." ucapnya lagi dengan rasa bersalah. "Aku juga tidak hati-hati, Peter." ucapnya lagi dengan penuh kesadaran.

  Peter: "Aku akan menelponnya bahwa kamu sudah sadar dari pingsanmu." ucapnya dengan penuh keyakinan.

  Hana: "Maaf, Peter. Aku sudah merepotkanmu." ucapnya dengan rasa tidak nyaman.

  Peter: "Kamu bicara apa, sih? Kita adalah teman, Hana." ucapnya. "Apakah perlu aku menjemput Kenzo ke sini? Bagaimana jika ia mencarimu, Hana?" tanyanya dengan cemas. Hana terdiam, ia memikirkan Kenzo yang sedang berada di rumah bersama mbok Titi. Perkataan Peter membuatnya gelisah memikirkan Kenzo.

  Hana: "Baiklah, Peter. Aku akan memberikan alamat rumahku padamu." ucapnya dengan yakin. "Aku harus menelpon mbok Titi dulu." ucapnya lagi. Peter memberikan ponsel Hana ke tangan Hana, karena sebelumnya Feri telah memberikannya padanya. Hana mulai menelpon mbok Titi agar membawa Kenzo ke rumah sakit untuk menemuinya. "Biar mbok Titi yang datang bersama Kenzo, ya. Aku tidak ingin merepotkanmu lagi." ucapnya dengan rasa tidak nyaman.

  Peter: "Baiklah, Hana. Aku akan menunggu mereka datang menemanimu, setelah itu aku akan pulang." ucapnya dengan rasa peduli.

Hana: "Pulanglah, Peter." pintanya pelan. "Meta membutuhkanmu di rumah, aku sudah tidak apa-apa lagi." ucapnya lagi. "Meta sendirian di rumah." ucapnya dengan rasa kasihan.

Peter: "Baiklah, jika kamu memaksa. Aku akan pulang sekarang. Aku akan katakan pada Meta, bahwa kamu memaksa diriku pulang." ucapnya sambil tersenyum lebar. Hana tertawa kecil mendengar penuturan Peter, ia tidak ingin merepotkan Peter lagi karena ia tahu Meta juga membutuhkan Peter di rumah.

Hana: "Kamu ini." ucapnya sambil menghela nafas ringan.

Peter: "Aku pulang dulu, ya. Hubungi aku jika kamu membutuhkan sesuatu." ucapnya dengan rasa peduli.

Hana: "Iya, terima kasih." sahutnya pelan. Peter membalikkan badannya, ia melangkah pelan meninggalkan Hana di atas ranjang pasien. Setelah Peter pergi Hana menghela nafas panjang, terlintas dalam pikirannya saat Sari menghina dirinya di dalam toko pakaian anak-anak. Hana mulai merasakan masalahnya dengan Aldo belum selesai padahal ia sudah berpisah dengan mantan suaminya itu.

Peter melaju dengan mobilnya di jalan raya, di tengah perjalanan tiba-tiba ia memutar mobilnya dan kembali melaju menuju kantor Aldo. 25 menit berlalu, Peter tiba di depan kantor Aldo. Dengan penuh percaya diri Peter berjalan pelan memasuki ruangan Aldo.

Peter: "Aku ingin bertemu dengan pak Aldo." ucapnya kepada Cindy yang merupakan sekretaris Aldo.

Cindy: "Apakah mas sudah ada janji dengan pak Aldo?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Peter: "Iya." ucapnya berbohong. Peter sengaja berbohong agar Cindy bisa segera mempertemukannya dengan Aldo.

Cindy: "Tunggu sebentar, ya, mas." ucapnya sambil melangkah masuk ke ruangan Aldo. Beberapa menit kemudian, Cindy mempersilahkan Peter masuk ke kantor Aldo. "Silahkan masuk, mas." ucapnya. Peter melangkah masuk ke ruangan Aldo.

Aldo: "Peter? Ada apa? Apakah kedatanganmu ada hubungannya dengan kontrak kita?" tanyanya dengan heran dan rasa penasaran.

Peter: "Kedatanganku bukan tentang bisnis kita." sahutnya sambil menatap Aldo dengan tatapan tajam.

Aldo: "Ada urusan apa?" tanyanya lagi dengan rasa penasaran.

Peter: "Ini tentang Hana dan Sari." ucapnya tegas. Wajah Aldo berubah tegang, ia menatap kedua mata Peter dalam-dalam, mata Peter memancarkan kemarahan terpendam.

Aldo: "Ada apa dengan mereka?" tanyanya dengan rasa penasaran.

Peter: "Apakah kamu sungguh tidak tahu, Aldo?" tanyanya dengan rasa curiga.

Aldo: "Aku tidak mengerti dengan maksudmu, Peter. Bicaralah dengan jelas." ucapnya dengan heran. Peter menghela nafas panjang, ia menatap kedua mata Aldo dalam-dalam.

Peter: "Hana sedang berada di rumah sakit. Semua karena ulah istrimu, Sari." ucapnya dengan suara keras. Aldo terkejut, ia tidak percaya dengan pernyataan Peter.

Aldo: "Ada apa dengan Hana? Kenapa dia masuk rumah sakit?" tanyanya dengan cemas.

************************************

1
Sunaryati
Aldo kok belum dapat karma, ya
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!