NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dihancurkan

Bangkit Setelah Dihancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Trauma masa lalu / CEO / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: Kumi Kimut

Kehidupan Nana berubah total saat sang ibu tiada. Nana terpaksa tinggal bersama ayah dan ibu tiri yang memiliki dua anak perempuan. Perlakuan saudara tiri dan ibu tiri membuatnya menderita. Bahkan saat dirinya akan menikah, terpaksa gagal karena fitnah sang ibu tiri.

Setelah semua kegetiran itu, Nana memilih untuk bangkit. Dia bersumpah akan membalas semua perbuatan jahat yang dilakukan oleh ibu dan saudara tirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 - Penyesalan Jordan

“Kamu ngomong apa sih, Na? Gak seharusnya kamu seperti itu. Kamu adalah orang yang selama ini mendukungku. Kamu ingat saat aku dalam masalah? Kamu yang bikin aku bangkit?” ucap Tasya mencoba memberikan dukungannya kepada sang sahabat. Tasya melirik kepada Nana yang pandangannya lurus ke depan, tapi tampak kosong.

Tasya menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Nana lalu menatapnya.” Kenapa berhenti disini? Kamu ingin sesuatu?” Wajah Nana begitu pucat sampai Tasya tidak tega. Dia memeluk Nana.” Hiks, kamu yang sabar ya Na? Semuanya pasti akan berakhir. Kamu gak perlu cemas. Tuhan berpihak pada orang-orang sabar dan tawakal.” Tangis Tasya pecah. Air mata Nana pun mengalir tapi tanpa ekspresi membuat Tasya semakin tersedu-sedu.

______

Sementara itu…

Mobil Jordan baru saja sampai di rumah sakit. Dia lantas keluar dari mobil dan berlari menuju meja administrasi. Wajahnya sangat panic.” Sus? Pasien atas nama Nana sudah pulang?” 

“Sudah dok, baru saja. Kenapa? Apa dokter ada urusan dengannya?” tanya sang suster kepo.

Jordan hanya menggeleng lalu menghela nafas.” Siapa yang membawanya pulang? Apa ada kontaknya?” Jordan sangat cemas. Dia berharap bisa menemukan Nana secepatnya.

“Tidak ada detail alamat atau namanya karena di sini cuma tertera nama wakil Nana,” jelas sang suster.

“Loh, kenapa gak jelas sih? Harusnya kamu nanya siapa yang membawa pasien pulang? Nanti kita akan mendapatkan masalah kalau ada pasien yang kabur. Citra rumah sakit kita akan menjadi buruk di masyarakat!”

Suster agak takut dengan perubahan ekspresi Jordan. Dia lantas membela diri.” Maaf sebelumnya dok, tapi… orang yang membawa pulang nona Nana jelas alamatnya tapi saya tidak bisa memberikan info kepada dokter. Ini terkait keselamatan pasien.” Akhirnya suster mau jujur. Jordan berpikir keras.” Apa Dimas yang membawa Nana pulang? Dia ingin menikahi gadis itu kah?” batin Jordan mengira-ngira. Pada akhirnya dia hanya berdebat dengan suster lalu pergi begitu saja.

Langkahnya sangat berat masuk ke dalam mobil. Nenek Rita yang masih standby disamping kursi kemudi menatap Jordan.”Nana pulang sama siapa?”

“Gak tahu, Nek. Kalau menurutku sama Dimas.” Wajah Jordan makin kecut. Ada kemarahan yang terpendam.

Nenek Rita menepuk pundak Jordan.” Yang sabar, cucuku. Semuanya akan baik-baik saja. Kamu gak perlu mikirin hal yang belum pasti. Nenek yakin kalau Nana pulang bersama orang yang bisa menjaganya.” 

“Semoga saja nek.” Jordan tampak putus asa. Nenek memahaminya.” Sayang, kalau jodoh itu gak akan kemana. Tapi, kalau gak berusaha nyari bakal kemana-kemana.”

“Ya,” jawab Jordan singkat.

Jordan lantas menghidupkan mesin mobilnya meninggalkan rumah sakit itu.

____

Sesampainya di rumah Nenek …

Nenek turun dari mobil, tapi Jordan masih duduk ditempatnya.” Nak? Kamu gak turun?”

“Gak nek, nanti aja.”

Nenek Rita menghela nafas.” Nanti nenek cari dimana Nana berada. Kamu tidak perlu cemas.”

“Nenek mau cari dimana? Emangnya nenek tahu keberadaan Nana?”

“Kalau usaha pasti ketemu. Kamu tenang aja. Istirahatlah… besok kita liburan.”

“Astaga nenek, Jordan lagi banyak masalah kok disuruh liburan?”

“Haha…karena itu. Kamu harusnya refreshing. Mau gak?”

Jordan menggelengkan kepalanya. Ia meletakkan keningnya dipermukaan stir.”Nenek … sepertinya aku sudah jatuh cinta sama cewek itu.”

_____

Rumah Tasya…

Nana rebahan di kamar tamu. Tasya berada di sampingnya sambil membuat teh hangat.” Nana… kamu udah lebih baik kan?”

“Ya lumayan, terima kasih Tasya.”

“Ya sama-sama. Ini tehnya, masih hangat lho.”

“Hm.”

Tasya beranjak dari tempat duduknya lalu melihat ponsel. Disana ada grup SMA dulu.

“Na, di grup SMA ada yang mau ngajak liburan. Kamu ikut gak?”

“Gak ah, ngapain? Aku lagi gak pengen kemana-kemana.”

“Jangan gitu.. kita liburan dong nyari cowok baru….” Tasya melirik kearah Nana.” Ups sorry.”

“Kamu saja yang nyari jodoh. Aku malas.”

Tasya asyik meng-scroll percakapan satu demi satu digrup itu… lalu muncul nama Jordan.

“Loh, Jordan? Siapa dia Na? Kamu kenal gak? Kenapa dia masuk ke grup SMA kita?”

Deg!

Nana merasakan darahnya berdesir. Rasanya tidak mungkin kalau itu Jordan yang sama dengan dokter itu.

“Coba aku lihat foto profilnya.”

“Hm.”

Tasya memberikan ponselnya kepada Nana. Gadis itu pun mengecek… dan…

“Astaga….!”

***

Bersambung ….

1
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!