NovelToon NovelToon
Hati Yang Kau Abaikan

Hati Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.

Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Hujan deras.

MOU perjanjian kontrak sudah ditandatangani. Ameera sudah disibukkan proyek mewujudkan setiap rancangannya dalam bentuk pakaian.

Beberapa pakaian telah dipajang ke manekin. Tinggal mencari beberapa model untuk memperagakan hasil rancangannya nanti dalam fashion week bergensi yang digelar di ibu kota. Beberapa minggu lagi.

Karena waktu semakin mepet, Ameera lebih banyak mencurahkan perhatiannya, pada proyek mereka.

Edgar, menyediakan rumah produksi yang lebih luas dan nyaman untuk Ameera menuangkan ide-idenya. Sehingga Ameera harus bolak balik kemarkasnya. Terkadang malah menginap kalau pekerjaannya begitu mendesak.

Ameera dibantu beberapa staff, mulai dari menjahit dan menyelesaikan segala pernak-pernik jahitan. Tapi untuk menggunting bahan dan pecah mode masih ditanganinya langsung bersama Richi.

Waktu Ameera lebih banyak tersita di rumah produksi yang diberi nama "SELASIH II" dalam beberapa bulan terakhir ini. Untunglah Celia tidak rewel dan merasa nyaman dengan Papi Seno dan Mami Saras.

Setelah positif hamil, kasih sayang Seno dan Saras kepada Celia semakin berlimpah. Keduanya sepakat menjadikan Celia sebagai anak sulung. Ketulusan hati keduanya tidak diragukan lagi dalam mengasihi Celia. Terlebih karena Celia membawa berkah dan rejeki kepada kehidupan rumah tangga mereka.

Impiannya untuk memiliki seorang anak sudah lama pupus. Saat dokter menjatuhkan vonis kalau rahimnya bermasalah. Dengan kehadiran Ameera dan Celia waktu itu, telah mengubah hidup mereka. Keduanya jatuh cinta pada Celia yang menggemaskan.

"Papi, pelut Mami tambah besal. Kata Mami ada dedek bai." seru Celia polos saat Seno menemaninya bermain.

"Iya sayang. Di pelut Mami ada dedek bai, Celi sayang tidak sama dedek?"

"Iya Pi.Seli tayang ama dedek. Tapi dedek masih bobo di pelut Mami." Seno terkekeh mendengar ucapan Celia yang masih cadel. Tawa kerasnya itu membuat Saras yang tengah menonton drakor sampai mengalihkan perhatiannya.

"Apa yang lucu sih, Pi" seru Saras heran mendengar tawa suaminya. Saras beranjak dari tempat duduknya. Turut bergabung dengan suaminya.

"Celia bilang dedeknya bobo dalam perutmu, Mi. Makanya Papi ngakak, merasa lucu." Seno mengusap perut istrinya, lembut.

"Celia memang pintar." Saras turut tertawa sambil mengelus rambut Celia.

"Eh, Ameera kok belum pulang ya ,Mi. Sudah jam berapa ini. Kasihan dia lagi ngejar target. Mana hujan deras pula di luar."

"Iya, ya Pi. Akhir-akhir ini Ameera bekerja sangat keras. Demi impiannya juga sih. Tapi aku khawatir dengan kesehatannya." desah Saras juga mencemaskan sahabatnya itu.

"Jangan-jangan Ame, terhalang hujan, Pi. Aku telpon dulu." lanjut Saras lagi.

"Tunggu sebentar Mi, siapa tau masih sibuk atau tengah dalam perjalanan pulang." larang Seno. Takut nanti Ameera salah paham karena kelamaan jemput Celia.

"Oh, iya ya, Pi. Mami gak kepikiran kesana." ucap Saras saat suàminya mengutarakan keberatannya.

Sementara itu di tempat Ameera bekerja. Mereka hanya tinggal bertiga. Satpam dan seorang petugas kebersihan yang memang tinggal di disana. Mereka adalah pasangan suami istri. Jadi hanya Ameera saja yang belum pulang.

Richi sudah mengajak pulang tadi. Namun, Ameera menolak karena masih memeriksa hasil jahitan. Sudah kebiasaan rutinnya, memeriksa hasil jahitan sebelum pulang. Setelah selesai, saat berkemas mau pulang, hujan deras malah turun.

Satu dua menit menunggu, dan kini sudah hampir satu jam. Hujan belum juga reda, malah semakin bertambah deras. Bila sudah begini, di area tertentu sepanjang perjalan pulang, pasti akan ada yang banjir. Membuat Ameera malah enggan untuk pulang.

Ameera sejak tadi hendak memberitahu keterlambatannya pulang ke Saras. Tapi jaringan terganggu dan tidak bisa menghubungi sahabatnya itu.

"Gimana Bu, baiknya menginap saja malam ini. Di luar hujannya deras sekali." Agung menyarankan kepada Ameera. Memang ada sebuah kamar tempat istirahat selain kamar tempat tinggal Agung dan istrinya, Santi.

Bukan itu yang menjadi masalah bagi Ameera. Dia hanya ingin pulang untuk putrinya. Sekalipun Celia aman dan nyaman bersama sahabatnya. Namun, untuk malam hari saat tidur, Celia harus bersamanya.

"Aku akan menunggu sampai hujan reda. Celia tidak biasa tidur terpisah." sahut Ameera cemas juga melihat curah hujan yang masih tinggi.

Ameera melihat dari balik jendela, berharap hujan akan segera berhenti.

Tiba-tiba sebuah mobil datang. Cahaya dari kedua lampunya menyorot, menembus jendela kaca tempat Ameera duduk. Suara klakson terdengar berkali-kali. Karena pintu gerbang sudah ditutup.

"Aduh, ada tamu rupanya. Siapa tamu yang datang tiba-tiba ya, Bu. Ditengah hujan deras begini." guman Agung ragu untuk membukakan pintu gerbang.

"Kamu lihat saja ke sana. Gerbangnya jangan langsung dibuka." saran Ameera yang juga agak cemas. Tidak biasanya datang tamu ke "home work" ini, apalagi di tengah hujan pula.

Ameera melihat Agung memperhatikan pengemudi mobil. Dari kejauhan, Ameera melihat sang supir melongokkan kepalanya dari pintu mobil. Lalu Agung membukakan pintu gerbang. Mobil silver itu pun mamasuki area parkir.

"Edgar?" bisik Ameera saat mengenali mobil itu. Ada apa dia datang kemari malam-malam begini. Ditengah hujan deras pula.

Edgar mengibaskan percikan air hujan dari mantelnya setelah tiba di teras. Lalau mantelnya digantungkan dekat pintu.

Edgar sendiri juga kaget saat melihat sepeda motor Ameera masih ada di area parkir. Jadi, Ameera juga terhalang hujan deras. Bukankah jam waktu pulang sudah lama lewat. Apakah Ameera lembur? Tapi kenapa sendirian. Mana Richi?

Dia sendiri memang sering telat pulang. Tadi saat pulang hujan tiba-tiba turun. Dia sempat mampir di sebuah kafe sambil menunggu hujan reda. Tapi dia dapat informasi kalau jalan arah ke rumahnya tergenang banjir.

Mau balik ke perusahaan sudah kejauhan. Edgar memutuskan singgah di home work Selasih II. Tidak mengira kalau Ameera masih berada disana.

"Pak Edgar?" ucap Ameera terbata, heran melihat kemunculannya di tengah hujan.

"Ameera belum pulang ya?" seru Edgar juga sedikit kaget. Walau sudah mengetahuinya, saat melihat sepeda motor Ameera di area parkir. Juga bertanya pada Agung saat di tempat parkir. Hanya saja dia bingung apa yang menahan Ameera sehingga belum pulang.selain karena hujan. Padahal jam kerja sudah lama berakhir.

"Agung, apa Nona Ameera masih di dalam?" tanya Edgar usai Agung mengarahkan mobilnya ke area parkir. Di sana dilihatnya sepeda motor Ameera masih parkir.

"Eh, iya Pak. Bu Ameera belum pulang."

"Apa karena terhalang hujan?"

"E-gh, anu Pak. Bu Ameera memang selalu pulang paling belakangan. Dan kebetulan karena hujan, jadi lebih lama Pak."

"Nona Ameera sering lembur ya?" kening Edgar mengernyit heran.

"Hampir setiap malam, Pak. Bu Ameera pulang paling cepat sehabis magrib."

Edgar menggelengkan kepalanya. Ternyata Ameera seorang pekerja keras. Apa dia tidak peduli dengan kesehatannya. Lembur hampir setiap malam. Richi bahkan tidak pernah melapor padanya.

"Belum pulang juga?" sapa Edgar basa-basi.

"Saya terhalang hujan, Pak." sahut Ameera formil.

"Saya juga. Ada info terjadi banjir di lampu merah. Saya iseng kemari karena tempat ini yang terdekat untuk singgah. Tidak disangka Anda belum pulang. Padahal jam kerja sudah lama berakhir."

"Tadi saya memeriksa beberapa hasil jahitan, Pak." ***

1
checangel_
Hukum alam memang tak bisa diganggu gugat 🤧
kalea rizuky
nah gini tegas g bertahan alasan anak itu goblok. ending nangis mending kayak ini tegas
Linda pransiska manalu: mmakasih, semoga lanjut membaca Mak. bukan sekedar mampir🙏🙏
total 1 replies
Linda pransiska manalu
nanti balik lagi mak
Sunaryati
End kok masih menggantung
Aquarius26
loohh kok end thor,,
Aquarius26: padahal ceritanya bagus thor🥺
total 2 replies
checangel_
Kesabaran Bu Rina yang selembut kapas 🤧/Facepalm/
checangel_
Anak yang penurut pada Ibunya /Hey//Facepalm/
Sunaryati
Dulu kemana Nek, saat serumah. Setelah pergi kok diakui
Linda pransiska manalu: ntah, neneknya merasa paling tersakiti. padahal dia pelakunya. 🤭
total 1 replies
checangel_
Akur ya kalian berdua sebagai sahabat, jangan sampai ada gunjingan di belakang 😇
checangel_: Alhamdulillah lega Reader dengarnya 😄
total 2 replies
checangel_
Karma Ibu Mertua kah ini?🤧/Facepalm/
Linda pransiska manalu: yo yes. setiap perbuatan pasti ada karmanya Mak.
total 1 replies
Sunaryati
Rasakan dendam pribadi kok dilampiaskan saat bekerja, perusahaan yang kena,? Nikmati pindah rumah tahanan, Zita
Linda pransiska manalu: betul Mak. karena emosi sesaat dia menghancurkan dirinya sendiri.
total 1 replies
checangel_
Pesona Ameera pada suami dan selingannya /Facepalm/
Sunaryati
Tamat sudah riwayatmu yang busuk penuh tipu daya, termasuk Caleb pernah merasakan bahkan rumah tangganya hancur
Sunaryati
Langsung ketahuan pelakunya, namun belum ada bukti maka belum bisa melakukan langkah selanjutnya
Aquarius26
lanjut thor 😁
Sunaryati
Caleb, kamu yang selingkuh, kamu yang bawa selingkuhan ke rumah. Dan kalian sudah bercerai, saat tahu kemampuan Ameera, sekarang ingin kembali, jangan mimpi!!. Yang untung Bos Edgar nih dapat durian runtuh, merasakan ciuman gratis dari desainer Selasih. /Drool//Drool//Drool/
Linda pransiska manalu: entahlah Mak, merasa paling tersakiti dianya. padahal yang nyakiti siapa.
total 1 replies
Anonymous
ya terus apa urusan Lo Richi GOBLOK 🖕
Sunaryati
Tendang saja jika tak minggir, atau panggil saja Edgar dengan suara manja. Harapan Nak Richi agar Amee dan Edgar berjodoh emak aamiin kan
Linda pransiska manalu: Amin juga Emak.😍
total 1 replies
Sunaryati
Semoga awal kesuksesan kamu Ameera, untuk mengepakkan sayap, mengasah dan mengaplikasikan keahlian dan kemampuan kamu di bidang Fashion
Sunaryati
Resepsionis itu dapat penilaian pertama dari tamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!