Trio Psikopat Klan Pratomo ( lanjutan GD3 )
- Kirana, seorang fotografer lepas, mencari pria yang sudah memberikan anak padanya karena one night stand. Kirana tahu dia dimanfaatkan oleh pria itu untuk mendapatkan informasi tapi selama dia mencari ayah putra semata wayangnya, pria itu seperti hantu. Hingga dirinya tahu siapa pria itu dan Kirana akan meminta pertanggungjawaban Yagami.
- Princess Margareth dari Swedia adalah biang kerok hingga suatu hari dia memergoki prince Alucard de la Borde sedang membunuh seorang pria di apartemen karena hendak membunuh dirinya. Maggie, yang nyaris dibunuh oleh Alucard, bernegosiasi dengan pria psikopat itu. Maggie bersedia menikah demi dua kerajaan dengan syarat, Alucard berhenti membunuh. Apakah berhasil?
- Dirandra sudah dibidik oleh badan intelijen Jepang saat dirinya memberikan kuliah tentang racun karena kasus pembunuhan pejabat kotor disana. Chief Tora Matsumoto menuduh gadis itu pelakunya.
8th generation klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gendong ....
Stockholm Swedia
Alucard menoleh saat mendengar pintu kamar Margareth dibuka. Tampak seorang dokter wanita masuk bersama dengan perawat yang mendampinginya. Keduanya terkejut saat melihat Alucard di dalamnya. Otomatis kedua orang itu membungkuk hormat ke Alucard yang hanya mengangguk dengan wajah dingin seperti biasanya.
"Selamat siang Prince Alucard, selamat datang di Stockholm," salam dokter itu.
"Siang," jawab Alucard pendek membuat Margareth menatap gemas ke tunangannya.
"Siang dokter. Bagaimana dengan kaki saya? Apakah saya boleh pulang?" tanya Margareth dengan wajah ceria.
"Kaki anda memang terkilir tapi tidak parah. Hanya saja besok saat anda menikah, saya sarankan untuk tidak memakai sepatu hak tinggi dulu. Biarkan pergelangan kaki anda sehat dulu."
"Lebih bagus kamu pakai Crocs dan sudah pasti tidak terlihat karena tertutup gaunmu," celetuk Alucard sambil berdiri dan memilih duduk di sofa sementara dokter memeriksa Margareth.
Margareth tampak berpikir. "Bukan ide yang jelek."
Alucard menaikkan sebelah alisnya. "Really?"
"Iya. Pakai Crocs warna putih dikasih jibbitz berlian ... Keren kan sayang?" kerling Margareth.
Alucard memilih untuk diam dan tidak komentar karena sudah bisa dipastikan, Margareth akan lebih ngaco lagi.
"Kaki anda sudah tidak bengkak seperti kemarin tapi anda tidak boleh jalan dulu dan harus memakai kursi roda atau Kruk," ucap dokter wanita itu.
"Harus pakai Kruk dulu ya princess," timpal suster yang paham princess nya sangat bandel.
Margareth hanya mengangguk. "Kruk tidak ada, kan ada calon suamiku yang bisa menggendong aku," senyumnya sambil melihat ke arah Alucard yang tetap memasang wajah datar.
Dokter dan suster hanya tersenyum kikuk karena ekspresi Alucard membuat mereka tidak nyaman.
"Kalau begitu, kami permisi dulu, my princess, my prince." Keduanya pun pergi meninggalkan Alucard dan Margareth berdua lagi.
"Aku harus menggendong kamu?" tanya Alucard dengan nada dingin.
"Tidak mungkin Per kan? Bisa-bisa kamu nanti cemburu. Berabe, papa Drak," jawab Margareth dengan tetap memasang wajah sok imut.
"Ampun deh!" Alucard pun berdiri dan berjalan hendak keluar.
"Drak! Kamu mau kemana?" tanya Margareth bingung.
"Cari minum!"
"Eh, tidak usah pergi!" Margareth lalu mengambil bel kecil diatas nakas dan membunyikannya. Tak lama pengawal yang ada di depan pintu pun masuk ke dalam kamar.
"Kamu memanggil pengawal kamu ... Dengan bel?" Alucard menatap bingung.
"Praktis kan? Debbie, tolong kamu ambilkan minum ... Sayang, kamu tadi mau minta minum apa?" tanya Margareth ke Alucard.
"Oh, bir dingin. Ada?"
"Akan saya ambilkan, my prince."
"Terima kasih Debbie," senyum Margareth. "Oh sama makanan juga. Yang enak!"
Debbie mengangguk. "Baik my princess." Wanita itu pun keluar dari kamar dan Alucard menatap Margareth.
"Besok kamu pulang dijemput Marcell atau gimana?" tanya Alucard.
"Dijemput mother ... Kamu hari ini menginap di rumah sakit kan Papa Drak?"
"Haruskah?"
Margareth pun langsung manyun. "Please deh Papa Drak. Aku kan tunangan kamu ... Mesra dikit lah!"
Alucard memutar matanya malas. "Manja!"
"Aah, manja sama calon suami juga. Masa tidak boleh?" cengir Margareth.
"Malam ini saja!"
"Ya iyalah. Kan aku pulang besok. Gimana sih papa Drak satu ini?" balas Margareth.
Alucard hanya menatap dingin ke arah Margareth.
***
Alucard akhirnya menginap di kamar rawat inap Margareth. Pria itu menolak diberikan fasilitas karena dia hanya semalam saja disana dan tidak perlu merepotkan banyak orang. Alucard hanya meminta bantal dan selimut saja sementara Sven sudah memberikan koper Alucard untuk berganti pakaian.
Menjelang pukul delapan malam, Alucard dan Margareth sudah makan malam bersama dengan makanan yang dibawakan oleh Ratu Astrid. Wanita itu merasa senang karena putrinya tidak sendirian dan yang menemani juga calon suaminya sendiri.
"Terima kasih ya Al ... Kamu mau datang kemari dan menemani Maggie. Tante tidak bisa kebayang berada disini bersama dengan anak itu tanpa harus ribut tidak bermanfaat," ucap Ratu Astrid saat tadi datang.
"Tante ... Saya pun juga sudah ribut tidak bermanfaat dengan Maggie," balas Alucard masih tanpa ekspresi.
"Semoga Maggie bisa lebih kalem ya Al. Dan ... Lebih berfaedah!"
Alucard hanya mengernyitkan keningnya.
Oh ya ampun. Memang satu keluarga kacau ini! - batin Alucard.
Dan sekarang, dia berada satu kamar dengan tunangannya yang tampaknya sangat senang ditemani oleh Alucard.
Sejujurnya, Alucard tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari ia akan menginap di ruang rawat inap rumah sakit, bukan menemani ayah atau ibunya atau Andre melainkan Margareth yang super nekad membuat kakinya terkilir akibat terpeleset saat panjat dinding.
“Dari semua cara manusia terluka,” gumam Alucard sambil menatap kaki Margareth yang dibalut perban, “ini yang paling … licik.”
Margareth mendengus. “Hei! Pijakan panjat dindingnya saja yang jahanam padaku!"
"Jahanam? Memangnya kamu tidak ada istilah lain?"
"Lha terus apa? Menyebalkan? Harusnya aku yang merasa sebal karena aku gagal sebagai spiderwoman."
Alucard duduk bersedekap di sofa yang ukurannya jelas tidak ramah bagi sosok tinggi dan memakai kaos hitam serta celana rumah seperti dirinya saat ini. Kursi itu mengeluarkan bunyi 'kreett' setiap kali ia bergerak.
“Kursi ini lebih kejam daripada pemburu vampir,” keluhnya. Alucard menoleh dengan wajah datar. “Aku terlalu lebay?"
Margareth langsung menutup wajah dengan tangannya sambil tertawa. “Sudah, duduk manis saja. Jangan bikin masalah.”
Alucard hanya cemberut. "Apa aku ke hotel saja?"
Margareth langsung mendelik. "Papa Drak! Awas kalau kamu tengah malam berubah jadi kelelawar dan pergi meninggalkan aku!"
Alucard mengacuhkan ucapan asal Margareth dan merebahkan tubuhnya diatas sofa yang tidak nyaman.
"Goodnight, Maggie Blok!" balas Alucard sambil menarik selimutnya.
"Eh? Goodnight papa Drak," balas Margareth.
Gadis itu melihat Alucard memejamkan matanya dan tak lama terdengar nafas teratur dari pria itu. Margareth melihat side profile Alucard yang menurutnya sangat khas bangsawan Eropa. Margareth juga tahu dalam darah Alucard terdapat banyak campuran ras disana yang membuat seperti itu.
Papa Drak itu ganteng tapi psycho - batin Margareth.
Margareth merasa selama dia bersama Alucard, tidak pernah merasa terancam — kecuali saat mereka pertama kali bertemu di apartemen pria itu. Selanjutnya, Margareth merasa pria itu punya sisi baiknya. Gadis itu pun menguap karena pengaruh obat dan memang jam tidurnya. Tak lama, dia pun menyusul Alucard ke alam mimpi.
Keesokan paginya, Alucard bangun terlebih dahulu dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Meskipun para orang di Eropa tidak setiap hari mandi tergantung musim, Alucard dan Andre mengadaptasi kebiasaan orang Indonesia dari sang ibu dengan mandi sehari dua kali. Kecuali musim dingin ekstrim, mereka tidak mandi setiap hari karena tidak berkeringat dan fokus dengan kebersihan area pribadi seperti ketiak, intim dan wajah.
Setelah Alucard keluar dari kamar mandi dengan baju rapi dan wangi, Margareth tersenyum ke arah tunangannya.
"Kamu kenapa tersenyum?" tanya Alucard.
"Selamat pagi calon suami. Aku boleh minta tolong?"
"Minta tolong apa?" balas Alucard sambil memasukkan baju kotor ke kantong khusus.
"Aku mau pipis."
"Terus?"
"Gendong ...." Margareth menatap Alucard dengan wajah genit.
Tunangannya menoleh kearahnya. "Seriously?"
***
Yuhuuu up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
siapa ya? yang jelas masih ada hubungan keluarga dengan gummy bear 😅😅😅
sudah saatnya keluarga tau tentang Killy dan Kirana
bocil btuh aspirin ktanya....🤣🤣🤣....
hayooo....udh ktmu sm sppunya mskpn ga sngja....tar kl udh ktmu smua,d jmin hboh.....mga kirana mau nkah deh,biar status killy jlas....
hyoloh papa drak magiie cembuluuu ituu 😅