Lulu gadis tomboy putri dari keluarga miskin yang dijodohkan dengan seorang pangeran dari keraton jogjakarta, sebagai balas budi keluarga kerajaan atas jasa almarhum Ayahnya yang telah menyelamatkan nyawa putra mahkota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 35 #Lulu ketemu
"kau manis sekali Lulu" kata Damar Langit
Mendengar ucapan Damar Langit Pemuda didepannya langsung tersedak, hingga makanannya menyembur kewajah tampan Damar Langit. Tentu saja Ia langsung marah dan memakinya.
" dasar tidak sopan, tidak tahukah engkau siapa aku!! " makinya sambil menatap pemuda didepannya yang masih saja menunduk
"woii, apa kau tuli!! " kata Damar yang kini mengangkat wajah pemuda itu
Mereka saling menatap kini, membuat Damar kaget melihat pemuda didepannya.
Pemuda itu segera berlari keluar menjauh dari Damar Langit. Menyadari pemuda yang berada dihadapannya sudah tidak ada, Damar Langit yang sedari tadi diam mematung kini langsung beringsut keluar mengejar pemuda itu.
"sial kenapa larinya begitu cepat! " umpat Damar Langit
Ia segera melesatkan mobilnya mengejar pemuda itu, tapi sayangnya ia tak menemukan jejaknya. Ia memarkinkan mobilnya disamping ruko tua yang sudah tidak dipakai lagi.
Ia memandangi sekeliling ruko, bolamatanya berhenti kepada sesosok manusia yang sedang duduk dibawah pohon rindang.
"tidak salah lagi, itu pemuda yang tadi! " kata Damar langit sambil berjalan pelan kearahnya.
Ia sengaja berusaha berjalan tanpa mengeluarkan suara, ia takut kalau pemuda itu akan lari lagi ketika menyadari kehadirannya.
"kena kau! " kata Damar Langit yang berdiri didepan pemuda itu
Pemuda itu mencoba berlari namun Damar segera menarik tangannya, ia meronta berusaha melepaskan diri darinya. Usahanya sia-sia karena tenaganya tak cukup kuat untuk melawan sang pangeran. Damar berusaha membuka topi yang dikenakan pemuda itu, dan benar saja ia tercengang dengan apa yang dilihatnya.
"Lulu!! " teriak Damar melihat sosok yang ia khawatirkan ada didepannya
Ia segera memeluknya tanpa menghiraukan Lulu yang meronta mencoba melepaskan diri darinya.
"lepasin!! "teriak Lulu
"aku tidak akan melepaskanmu lagi Lu, aku tak mau kehilanganmu untuk yang kedua kalinya" kata Damar yang makin erat memeluknya.
Lulu hanya bisa pasrah, tak bisa dipungkiri ia juga merasakan hal yang sama dengan Damar.
Ia yang telah menahan rindu untuk beberapa waktu lalu, tak mampu menyembunyikan lagi perasaannya. Lulu akhirnya melingkarkan tangannya dipinggang Damar Langit.
Tak terasa kristal bening mulai berkejaran turun melintasi pipi merahnya. Damar mulai melepaskan pelukannya dan menatapnya. Ia kemudian menyeka Airmatanya dengan saputangan miliknya.
*Cup
Sebuah kecupan mendarat dikening Lulu, Ia hanya tersipu malu dengan apa yang dilakukan oleh Damar.
"sekarang ayo kita pulang" ajak Damar
Lulu hanya mengangguk dan berjalan mengikuti Damar Langit. Ia membukakan pintu mobilnya, menyuruh Lulu duduk disampingnya.
"masuklah ratuku" kata Damar mempersilahkan Lulu masuk kedalam mobilnya
Lulu hanya tersipu mendapat perlakuan seperti itu, rona merah dipipinya menggambarkan betapa ia tersanjung atas perhatian dari Damar Langit.
Tak lupa Damar memasangkan sabuk pengaman Lulu, matanya saling bertemu ketika ia memasangkan save belt kepadanya, Ia tak mampu menyembunyikan perasaannnya yang tak karuan ketika menatap wanita yang mulai mengisi relung hatinya yang hampa.
Begitu juga Lulu yang memalingkan wajahnya untuk menutupi kegugupannya.
Mereka hanya terdiam selama perjalanan pulang, mereka tak dapat berkata-kata karena menutupi kegugupannya masing-masing, sesekali mereka saling menoleh dan hanya tersenyum bersama. Suasana yang aneh bukan??.
😁😁😂😂😂
Sesampainya dikeraton Damar segera menemui Paman Danar Gumilang, ia kemudian memberitahukan bahwa Lulu sudah diketemukan. Danar Gumilang merasa lega karena Lulu telah kembali keistana.
Danar Gumilang segera memerintahkan dayang istana untuk memanggil Lulu agar menemuinya.
Dayang istana segera menuju kamar Lulu.
*tok.. tok.. tok!! suara dayang Istana mengetuk pintu
"silahkan masuk" kata Lulu dari dalam
Dua orang dayang istana segera masuk menemuinya.
"nona, Yang mulia Bendara pangeran Haryo Danar Gumilang memanggil anda? " kata seorang Dayang
"pasti dia akan membahas hukumanku karena mencoba kabur dari istana" Lulu membatin
Lulu hanya mengangguk dan kemudian mengikuti dua dayang tersebut. Setibanya diruangan khusus Danar Gumilang, dayang istana segera pergi meninggalkannya.
"ada apa paman memanggilku?" tanya Lulu
"kenapa kau kabur dari istana nona, apa anda sudah tidak mau lagi tinggal disini? " Danar Gumilang balik bertanya
"bukan itu masalahnya paman" jawab Lulu
"lalu apa? "tanya Danar Gumilang
"haruskah aku ceritakan masalahku dengan Maya kepadanya? " batin Lulu
"maaf paman Itu sangat pribadi, saya tidak bisa menceritakannnya kepada paman? "
"apa karena Candramaya? " selidik Danar Gumilang
"darimana ia tahu kalau aku kabur gara-gara Maya? " gumam Lulu
Lulu hanya terdiam tak berani menjawab lagi.
"baiklah, karena kau sudah mencoba kabur dari keraton berarti nona secara tidak langsung telah melanggar disiplin kerajaan. Oleh karena itu nona akan mendapat sangsi selama satu minggu tidak boleh keluar dari keraton" ucap Danar Gumilang
"tapi kalau sekolah masih bolehkan? " tanya Lulu
"anda juga tidak diperbolehkan masuk sekolah selama seminggu, pihak keraton yang akan mengurus izinnya kesekolah" jawab Danar Gumilang
Lulu hanya tertunduk lesu, membayangkan betapa boringnya selama seminggu hanya berdiam didalam kamar. Kemudian paman Danar menyuruhnya kembali kekamarnya.
Pagi harinya, Lulu sengaja bangun siang karena ia tau taakan pergi kesekolah hari ini.
"banguun!!!, anak perawan jam segini belum bangun mau jadi apa kamu!! " teriak seorang wanita yang berusaha menarik selimutnya dan menggoyang-goyangkan badannya
"aduuuh, siapa sih pagi-pagi ganggu aja" kata Lulu sambil mencoba membuka matanya
"ibuuukkk!!! " teriak Lulu kaget karena melihat ibunya kini ada dihadapannya
Ia mencoba mencubit pipinya takut kalau ia hanya bermimpi.
*plaakk!!!
"aduh sakit tau bu, kenapa ibu nampar Lulu sih " kata Lulu sambil menyungutkan wajahnya
"kan biar cepet lu, kalau dicubit mah gak berasa tapi kalo ditampar kan berasa, hehehe" kata Bu siti sambil tertawa kecil
"Ayu sama bapak gak ikut bu? " tanya Lulu
"ikut, cuma Ayu lagi Selfi didepan, kalau bapak lagi menemui yang mulia Sri Sultan" kata Bu Siti menjelaskan
"terus Ibu kesini dalam rangka apa? " tanya Lulu
"ya kangenlah sama kamu, memang kamu gak kangen sama ibu" kata Bu Siti
"kangenlah" kata Lulu sambil memeluk ibunya
"tapi gak mungkinlah kalo cuma kangen doank ibu sampai kesini" tanya Lulu yang mulai melepaskan pelukannya
"iya nduk kamu benar, kemarin yang mulia Sri Sultan memberi kabar bahwa pernikahanmu dimajukan jadi kami diundang datang kemari" kata Bu Siti menjelaskan
"apa dimajuin!!! " kata Lulu sambil membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang didengarnya.