"Apa kita jalani aja dulu, sampai kita merasa bosan."
"Lah kok, Abang bilang kayak gitu, sama aja itu gak ada hubungan, gak ada ikatan, aku gak mau terjebak dalam satu hubungan yang bernama Friendzone, apa itu? Hubungan yang buat muak aja!!"
Seketika dengan sekali tarikan nafas, Embun mengeluarkan semua isi hatinya mengenai perkataan Gerry tadi, dengan seluruh kata-kata yang ada di fikirananya tanpa berfikir ulang untuk ia ucapkan.
Ikuti dan tunggu cerita selanjutnya. Terima kasih.
❌ DILARANG PLAGIAT KARYA SAYA
Dipublish: 13 September 2020
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si Gadis Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
"Emm, bagaimana kalau kita ke Dapper Clean dahulu, karena banyak sepatu yang mau aku cuci, kamu tak masalah kan?" tanya Roy pada Embun.
"Terserah" jawab Embun lagi singkat.
"Tunggu, tunggu, dia mau ke Dapper Clean mana ya? jangan sampai ke tempat Bang Gerry, bisa salah paham Bang Gerry nanti sama aku, pasti Dapper Clean yang lain, iya pasti Dapper Clean yang tempat lain,semoga saja" gumam Embun dalam hati.
Roy pun tak lupa memakai sabuk pengaman dan menyalakan mesin mobil lalu menginjak pedal gas dengan kilometer standar menuju Dapper Clean yang dituju.
Selama didalam mobil tidak ada percakapan yang terjadi antara Roy dan Embun, hanya sekali-sekali Roy melirik Embun yang asik melihat jalanan dan membuang muka tanpa mau melihat kearahnya.
Roy pun dengan berani memegang salah satu tangan Embun yang tengah asik ditaruh diatas pahanya.
"Apa-apaan si, jangan kurang ajar, setir mobil aja, itu tangan dikondisikan" ucap Embun dengan nada suara sedikit meninggi dan menghempaskan tangan Roy.
"Kamu kok jadi beda Mbun, aku kan hanya pegang tangan saja, kamu kok sampai marah seperti itu?aku serius minta maaf masalah 2 tahun lalu, masa kamu tak bisa memberi aku maaf dan kasih aku kesempatan ya, mau kan kamu jadi pacar aku lagi, kamu masih sendiri kan" ucap Roy dengan memasang wajah sendu.
"Kalau aku bilang engga ya engga, kamu paham bahasa manusia kan! Masalah 2 tahun itu cukup buat aku trauma dekat dengan laki-laki dan masalah aku sendiri apa berdua bukan urusan kamu, urusi saja masalah kamu dan pribadi kamu jangan ikut campur masalah pribadi aku apalagi mengusiknya, PAHAM!" ucap Embun dengan menekankan kata paham tersebut.
"Tapi aku tak akan mundur, selama janur kuning belum terpasang dan tenda juga aku tetap mau kamu disamping aku, kalau bisa aku akan halangi semua laki-laki yang dekat sama kamu, ingat itu" ucap Roy tegas.
"Terserah" ucap Embun singkat.
Tanpa mereka sadari, waktu menuju Dapper Clean yang Roy tuju sudah sampai dikarenakan mereka selama perjalanan hanya ribut masalah 2 tahun lalu.
Seketika mata Embun melotot
"Apa-apaan dia, kenapa kesini si, bahaya ini kalau Bang Gerry ada, semoga Bang Gerry tidak ada ya Tuhan, Amin" gumam Embun berharap Gerry tidak ada di Dapper Clean.
"Ayo turun, kenapa kamu melamun" ucap Roy seraya mematikan mesin mobil yang sudah ia parkirkan tepat didepan Dapper Clean tersebut dan melepaskan sabuk pengaman, tiba-tiba mengagetkan Embun yang masih diam dengan semua pikirannya.
"Iya iya sabar dong, jangan kagetin gitu" jawab Embun ketus seraya membuka sabuk pengaman dan merapikan sedikit pakaiannya yang kusut.
"Aku tak ada niat buat kagetin kamu, kamu saja yang daritadi melamun, entah melamun apa" ucap Roy lirih masih bisa didengar Embun, Embun hanya melototkan matanya.
Roy pun membuka bagasi mobilnya lalu mengambil sepatu yang akan dicuci yang telah ia masukkan kedalam totbage, lalu ia menutup kembali bagasi mobil dan menggandeng tangan Embun.
"Gak usah ya gandeng, gandeng, aku bukan Nenek Nenek apalagi anak kecil" ucap Embun menghempaskan kembali tangan Roy.
"Oke, oke, maaf ya , ya sudah ayo masuk" jawab Roy.
Mereka pun masuk kedalam lalu Roy menghampiri salah satu karyawan disana dan melakukan transaksi, sedangkan Embun melirik kesemua ruangan takut-takut ada Gerry disana yang melihat ia dan Roy masuk bersama.
"Mas, Mas" panggil Embun pada salah satu karyawan tersebut.
"Iya Ka, ada apa" jawab salah satu karyawan tersebut.
"Mau tanya, Bang Gerry ada tidak?" tanya Embun pada karyawan itu.
"Oh, Abang Boss tidak datang hari ini, dia bilang sibuk" jawab karyawan itu.
"Sibuk apa ya kalau boleh tahu?" tanya lagi Embun.
"Saya tidak berani tanya sama Abang Boss, Ka, ada yang ditanya lagi? Kalau tidak ada saya tidak lanjut kerja Ka? ucap karyawan itu.
"Oh iya, maaf, maaf ya Mas, sudah ganggu, dilanjut aja Mas, sekali lagi saya minta maaf" ucap Embun yang tidak enak telah mengganggu waktu karyawan tersebut.
"Mari Ka" ucap karyawan tersebut. Embun hanya menggangukan kepalanya dan tersenyum untuk membalas ucapan karyawan tersebut.
"Hemm, Abang sibuk apa ya aku jadi penasaran, aku juga yang sedikit lupa sama dia, dan sudah beberapa hari ini juga Abang tak ada chatt aku, semoga Abang sehat-sehat, Amin" gumam Embun dalam hati yang masih memikirkan sang pujaan hati.
"Ayo" ucap Roy tiba-tiba.
Embun pun seketika tersadar dari lamunannya dan bergegas berdiri. Roy pun dengan berani menggandeng tangan Embun kembali.
"jangan gandeng-gandeng, kamu tuli apa yang tadi aku bilang" ucap ketus Embun. Dijawab Roy dengan menaikan bahunya tanda itu tidak perduli dengan semua ucapan Embun yang menusuk dihati.
Mereka pun masuk kedalam mobil tak lupa memakai sabuk pengaman dan Roy menyalakan mesin mobil lalu menginjak pedal gas.
"Tunggu, tunggu, ini bukan jalan ke rumah aku, kamu mau bawa aku kemana ROY" tanya Embun yang menyadari kalau itu bukan jalan menuju rumahnya dan ia pun bertanya disertai nada teriak.
"Santai saja Mbun, aku tidak akan bawa kamu kemana-mana, hanya aku butuh kita berdua saja, jarang-jarang kamu mau keluar sama aku, dan pastinya kamu suka" jawab Roy yang tidak tahu malu membawa anak gadis orang entah kemana.
"POKOKNYA PULANGKAN AKU, KALAU TIDAK AKU TURUN DARI SINI" ucap Embun berteriak keras dengan wajah yang sudah merah padam, ya emosi Embun sudah memuncak dengan berhadapan dengan laki-laki tidak tahu malu macam Roy.
"Sayang jangan teriak-teriak nanti pita suara kami bisa rusak, dan kalau kamu mau turun silahkan, aku tidak melarang" jawab Roy dengan tangan yang satunya membelai rambut Embun.
Embun pun membuka pintu mobil tapi naasnya pintu tersebut sudah dikunci otomatis oleh Roy.
"BUKA, BUKA, BUKA" teriak Embun kembali yang mendapati pintu mobil terkunci oleh Roy.
Roy pun memberhentikan mobilnya dipinggar jalan dan melepas sabuk pengamannya.
"Aku sudah menahan semua teriakan dan caci maki kamu tapi kamu semakin menjadi dan terkesan menjatuhkan harga diri aku Embun. Kamu nurut apa kata aku, atau aku tidak segan-segan mencium kamu lebih parah lagi, kamu paham" ucap Roy seraya mencengkram dagu Embun dengan tatapan tajam layaknya harimau yang ingin menerkam mangsanya, seketika Embun diam dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Good girl" ucap Roy dengan mengelus pipi Embun dan seketika raut wajah Roy kembali ramah lagi.
Roy pun kembali memakai sabuk pengaman dan menyalakan mesin mobil melanjutkan perjalanan mereka yang masih dirahasiakan oleh ia sendiri.
"Dasar laki-laki gila, punya 2 kepribadian, aku mengalah karena tidak mau kamu macam-macam sama aku, dasar psikopat, manusia aneh" gumam Embun dalam hati..
baca jg bukalah hatimu untukku ya..
Dukunganku mendarat ✨💐
Semangat yaaa 🔥
udah kangen sama si Rudy yang kelewat
gemessinnnn saking gemesnya jadi pengin nampol eekkkhhhh candaaaa jahahahaha😂😂😂🙈🙈🙈
walah walahhhh sabar mama embun😌😌😌 anakmu memang begitu sikapnya, dah lah terimain aja wkwkwkwk itu kan juga hasil goyangan anda dan suami anda eeeehhhh🤣🤣🤣🤣🙈🙈🙈
enak banget ya kerja di rumah embun😌😌😌 dianggap keluarga 😍😍😍 iya sih pasti orangtuanya Rudi merasa gak enak, toh itu majikannya 😳😳😳
mama embun takut calon bayinya bersifat kayak embun astaga ngakak bangettt🤣🤣🤣🤣 semoga sikapnya kagak kayak kakaknya ya bund😂😂😂😂