Warning
Harap Bijak dalam membaca!
Seorang Mafia Kondang yang tidak percaya menemukan seorang gadis yang terdampar di pulau pribadi miliknya dalam keadaan masih hidup. Namun masalah muncul ketika ia tidak tahu siapa gadis itu karena dia hilang ingatan setelah pengalaman tragis dialaminya.
Disisi lain Pria Mafia itu akan dijodohkan dengan wanita pilihan ayah nya, yang jelas dia akan menolak nya karena pekerjaan yang terlalu beresiko.
Nasib gadis terdampar itu mengalami hal buruk karena tak sengaja bertemu pria mafia itu.
Bagaimana dia akan menemukan kembali ingatan nya? Dan bagaimana pria mafia itu apakah menerima perjodohan nya atau dengan pertumpahan darah?
Silahkan baca disini yaa^^
OrchidCho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OrchidCho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35
...Budidayakan Like/Vote sebelum membaca, cerita ini hanya fiksi untuk hiburan semata^^...
...Happy Reading!...
...⋋*。・🍷・。*⋌...
Alice mendongak melihat Chris yang berdiri, Chris yang menatapnya pun mendekat tangannya terulur mengusap kening Alice.
"Seberapa keras kau mencoba lari, kau tidak akan bisa lepas dariku" ucap Chris dengan suara beratnya, yang terdengar sangat menakutkan bagi Alice.
Alice pun menepis tangan Chris dan langsung bangkit dengan cepat, lalu ingin berlari kembali, namun usahanya gagal karena Chris sudah memegang lengannya lebih dulu.
"Lepass!!" pekik Alice mencoba melepas cengkraman tangan Chris yang begitu kuat.
"Sekali ini saja, beri aku kesempatan lagi" pinta Alice dengan mata melasnya.
Chris yang mencengkram kedua lengan Alice, dengan tatapan tajamnya tanda nya ia sudah sangat marah.
"Kau pikir aku akan menurutinya" pungkas Chris yang tanpa aba-aba langsung menggendong Alice dipundak nya.
"Turun kan aku!!" berontak Alice sambil digendong oleh Chris.
"Diamlah, atau aku benar-benar akan menggunakan kekeràsan" ancam Chris lagi yang terus berjalan hingga sampai digerbang rumah nya lagi. Anak buah nya langsung menutup gerbang, Chris pun menurunkan tubuh Alice dari pundaknya disaat yang sama tangan Alice menarik pistól dari belakang celana milik Chris yang memang ia sembunyikan disana. Dan langsung membidik ke arah Chris.
"Buka gerbang nya" pinta Alice sambil mengarahkan pistól pada Chris.
Chris yang reflek pun mengangkat kedua tangannya saat ditodong pistól oleh Alice.
"Aku tidak mau" tolak Chris dengan santai.
"Aku bisa menarik pelatuk nya!" pekik Alice yang terus mengancam untuk dibuka gerbangnya.
"Kau tidak bisa membunúhku dengan itu, coba saja, tembak!" terang Chris yang melirik Zac yang tepat dibelakang Alice.
"Kubilang tembak!!"
Tak
Alice menarik pelatuk nya namun tidak ada yang terjadi, saat ia cek ternyata tidak ada satupun peluru disana.
"Kau akan menyesal karena sikapmu ini" ucap Chris lalu dari belakang Zac menyingkap rambut Alice dan menyuntikkan sesuatu di leher Alice.
Suk
"Ahhh" Alice sedikit kaget reflek memegang lehernya dan perlahan kesadarannya mulai hilang.
Brukk
Tubuhnya tergeletak bahkan pistol nya pun sudah lepas dari tangannya.
"Bawa dia" perintah Chris pada dua anak buahnya, yang patuh langsung menggotong tubuh Alice.
...****************...
Didalam kamar mandi dengan wajah santai Chris menyalakan air dalam bathtub yang terbaring Alice keadaan tak sadarkan diri dengan tangan terikat ke atas, sedangkan kaki diikat dengan ikat pinggang milik Chris dan dikaitkan ke tiang untuk handuk, jadi ia tidak bisa bangun dari bathtub, setelah menyalakan air Chris pun pergi tanpa tahu makin lama air pun semakin terisi. Disitu Alice belum juga sadar.
Suara air yang terus terisi sudah mencapai wajahnya,
Dan baru saat itu ia terbangun, alangkah kagetnya ia mencoba melepaskan diri namun nihil keadaan air semakin tinggi, sudah memenuhi telinganya, semakin terus ia mencoba melepaskan diri air gemercik mengenai wajahnya.
"Hah .. Tolong" lirih Alice karena wajahnya sudah terendam air.
Blubuk
Blubuk
Buih-buih air yang dari bathtub kini wajah dan seluruh badan nya sudah terendam air. Didalam air Alice terbayang-bayang saat dirinya jatuh dalam lautan yang gelap, dan dingin membuat rasa takut dan panik merasukinya.
'Siapapun Tolong aku' batin Alice yang ia nampak sudah tida bergerak-gerak.
Saak
Suara ikat pinggang di potong dengan pisau, Chris lah yang memotong nya, namun melihat belum ada pergerakan, Chris memotong tali yang mengikat kedua tangan Alice.
Saak
Saak
Tali sudah terpotong namun Alice tetap diam di dalam air bathtub. Chris pun berjongkok lalu menarik kedua tangan Alice tanpa mematikan air keran.
Splaasshh
"Uhukk.. Haaa" nafas berat Alice yang dari dalam air, ia nampak masih panik, dengan reflek ia memeluk tubuh Chris dengan erat, aksi itu membuat Chris juga terdiam membiarkan Alice memeluknya meski tahu pakaiannya jadi basah.
Dipelukan Alice nampak merutuki dirinya dalam hati, tangan nya sambil mencengkram pundak lebar Chris terasa bergetar. Chris yang merasakan pundaknya,tangannya terulur mematikan air bathtub.
'Trauma Siàlàn' batin Alice yang masih memeluk Chris.
Dirasa cukup Alice dengan tiba-tiba melepaskan pelukannya membuat ia terduduk dalam air bathtub.
"Maaf, tiba-tiba aku memelukmu" ucap Alice sambil menunduk.
"Tak apa, itu mengingatkan mu dengan sesuatu tidak asing bukan?" santai Chris yang menatap Alice. Alice yang mengerti maksud Chris pun melihat Chris sambil mendongak serta cucuran air menetes dari pangkal rambutnya.
Tanpa aba-aba Chris menggendong Alice Ala bridal Style, mengeluarkan nya dari bathtub, lalu membawanya ke closet dan mendudukkan tubuh Alice disana.
"Ganti pakaian mu atau kau mau aku yang menggantikannya" pungkas Chris.
"Aku saja, keluar" dingin Alice yang memeluk dirinya tanpa menoleh ke Chris.
Tanpa bicara lagi Chris keluar dari kamar mandi, hingga terdengar pintu tertutup.
"Ssibàl. Sekarang aku punya trauma, tidak bisa begini, kapan dia datang mengundangnya? Hah" monolog Alice yang nampak menahan kekesalan nya bahkan mengacak rambutnya.
Alice pun membuka bajunya dan melihat ada kemeja milik Chris ia pun memakainya tanpa mengenakan dalamàn.
Dengan ujung rambut sedikit basah, raut wajah Alice yang sangat datar keluar dari kamar mandi.
"Kemari.. Duduklah" sahut Chris yang sedang memotong dadu daging Wagyu.
Alice yang terdiam sejenak mendapati sikap Chris yang tiba-tiba berubah, tak mau memikirkan lebih pun Alice berjalan mendekat pantry dan duduk melihat Chris yang sibuk menyiapkan bahan.
Mereka terdiam hanya terdengar suara sibuk Chris dengan peralatan masak, begitu juga dengan Zac hanya mengamati suasana ini karena ia juga tidak mengerti kenapa Chris tiba-tiba memasak setelah berlarian ke dalam hutan.
"Dia sedang menemani Tuan muda memasak kah?" ucap pelan Zac yang menggeleng melihat mereka sebelum pergi dari sana.
Dan bahkan Alice pun dengan sabar tanpa berbicara apapun hanya memperhatikan Chris memasak. Sampai beberapa menit pun akhirnya satu piring spaghetti terhidang didepan Alice yang menatap spaghetti yang berasap karena baru matang.
"Makan lah" ujar Chris yang menaruh garpu didekat piring spaghetti nya.
Alice terdiam hanya melihat spaghetti itu tanpa menyentuhnya, Chris paham kecurigaan nya, Chris mengambil garpu dan menusuk daging dan memakannya dengan santai.
"Hmm .. Matang sempurna" memuji masakannya bahkan sampai memejamkan matanya saking menikmati masakannya.
"Giliranmu" Chris meraih tangan kanan Alice untuk memegang garpu.
Alice pun menusuk daging dadu itu dan memasukkan dalam mulutnya, ia kagum dengan rasanya, ternyata Chris pandai memasak.
"Bagaimana? Makan malam dengan daging Bam" ceplos Chris yang menyenderkan tubuhnya di pantry sambil melihat gerak-gerik Alice.
"Apa?" Alice mengeluarkan daging yang baru ia kunyah dari mulutnya ditangan nya. Apa maksudnya daging anjing peliharaannya?.
"Aku bercanda, Sebejat diriku tidak akan melukai hewan" tersenyum puas Chris lalu beranjak pergi dari sana.
Alice menahan amarah nya melihat Chris yang pergi dengan santai setelah mengerjainya.
......................
Keesokan paginya Alice sudah rapih dengan baju maid nya, sedang mengelap kaca besar rumah ini.
Ceklek
Pintu depan terbuka terlihat lah wanita masuk dengan membawa koper, lalu dibelakangnya ada Chris yang mempersilahkan wanita itu masuk.
Dia adalah Eliza yang melihat terpana melihat isi rumah milik Chris.
"Rumah yang bagus" senyum Eliza.
"Thanks" jawab Chris.
"Semuanya berkumpul" sahut Chris pada para pelayan nya termasuk Alice yang ikut berbaris berkumpul.
"Dengar, layani wanita ini. Karena dia akan menjadi Nyonya dirumah ini" terang Chris yang sedikit membuat para pelayan kaget.
"Baik Tuan" jawab beberapa pelayan, tidak dengan Alice yang tetap diam.
...灬。•✨•。灬...
...Jangan lupakan tinggalkan jejak yah^^...
...OrchidCho...