Menjalani Takdir Pernikahan yang Begitu Rumit Untuk Sania..
" Katakan Apa Salah Ku Sehingga Kau Memberikan Aku Ujian Seberat Ini! " Sania Terduduk Pilu Saat Menyadari Takdir Pernikahan Nya Tidak Sesuai Dengan Semua Nya....
Mampukah Sania Bertahan Atau Ia Akan Memilih Pergi....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom young, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hal-35
( Kebenaran Yang Di Sembunyikan )
Sania Keluh, bibir Nya Tidak Mampu Mengucapkan Sepatah Kata Pun. Air Mata Nya Jatuh Di pipi nya. " Sania Katakan Apa yang Terjadi? " Salma Memegangi Lengan Sania. Sambil Menggoyahkan Nya
Sementara Kasim Hanya Melihat Salma Dan Sania Yang Keduanya Sama-Sama Menangis.
" Maafkan Aku Sebelum nya. tapi Tolong jagan Katakan Hal Yang Sebenarnya Pada Ibu Ku di Kampung. Aku Disiani Hanya Di anggap Sebagai Pembantu Di Rumah Pak Aditya, keluarga nya menerima Ku Dengan Baik. Namun Aku Hidup Disana Bukan Sebagai Menantu, tapi Sebagai Pembantu, Dan Pernikahan Ku Dan Pak Aditya Tidak Ada Yang Tahu Disana, hanya Aku Saja dan Pak Aditya yang Tahu." Ucap Sania Dalam. bibirnya Bergetar. bahu Nya naik Turun Terisak.
Salma Dan Kasim Yang Mendengar Hal Itu Merasa Bersalah, Karena Sania Merasakan Hal Sepahit Ini Karena Ulah Ibu Nya, Andai Saja Saat Itu Ibunya Tidak Memperdaya Warga Desa Untuk Menikahkan Sania dan Pak Aditya Mungkin Nasib Sania Tidak Akan Seperti ini.
" Sania...kami Minta Maaf Karena Tidak Tahu Penderitaan Yang Kau Alami Di Kota Ini " Salma Memeluk Sania Erat. Mereka Berdua Sama-Sama Terisak.
" Tolong Salma, Kau Jangan Katakan Apa Pun. Pada Ibu Kalau Kau Pulang Kampung Nanti " Ujar Sania Masih Terisak Di Bahu Salma.
" Kamu Tenag Saja Sania, Sebagai Bentuk Maaf Ku Karena Tindakan ibu Yang Tidak Bermanusiawi Pada mu Kau Ikut kami Sekarang, Tinggalkan Pak Aditya. Derita Mu Cukup Berat Sania, Luka-Luka Mu Tidak Main-Main. " Salma Menarik Lengan Sania.
ia Hampir Saja Membawa Sania Pergi Namun Tidak Berselang Lama Aditya Datang Mencari Sania. " Sania..." Pekik Aditya. ia Menemukan Sania Yang Sedang Terisak Di Gandeng Oleh Salma.
Melihat Aditya Datang Salma Dan Kasim Memandag Wajah Pak Aditya Sinis.
" Sania Kau Darimana Saja? Aku mencari Mu Kemana-Mana." Ucap Aditya Mengusap Kening Nya.
" Untuk Apa Kau Mencari Sania Pak, Kau Adalah Laki-Laki Yang Tidak Punya Hati. Kau Mempermainkan Perasaan Wanita, Kau Kejam Pak Menganggap Istri Mu Sendiri Sebagai Pembantu!" Ucap Salma Ia Memicingkan Mata Nya Tepat Di Hadapan Aditya.
Aditya Tidak Merasa Asing, Dengan Wanita Yang Berada Di Depan Nya. Aditya Kembali Mengingat-ingat.
Aditya Sadar Kalau Wanita yang Ada Di Hadapan Nya Adalah Teman Nya Sania, Yang Kala Itu Membantu Pernikahannya Menghias Wajah Sani.
" Eh-iya Kamu Salma Kan Kuliah Disini Juga? " Aditya Basa-Basi. ia Pura-Pura Melupakan Ucapan Salma.
" Jagan Berani-Berani Kau Bermuka Dua Di Hadapan Kami Pak, Kami Akan Membawa Sania Tinggal Bersama Kami " Ucap Salma. Sania Terdiam Saat Salma Mulai Menggandeng Tangan Nya.
Tidak Berselang Lama Karina Datang Menghampiri Mereka Berempat, Seketika Sania Menipiskan Tangan Salma Perlahan, ia Mengisyaratkan Agar Tidak Berbicara Apa-pun Di Hadapan Karina.
" Ah-Sania Ternyata Kamu Disini, Kami Tadi Mencari Mu Ke Mana-Mana " Karina Tersenyum Masam.
" Iya-Kak Tadi Aku Kebelet Terus Cari Toilet " Ucap Sania Terbata.
" Ouh-Yah, Kamu Juga Kasim Salma Sedang Apa disini? Kalian Belum Pulang? " Karina Melihat Mereka Bergantian.
Sania Menatap Karina Dan Kasim Bergantian. Nampak Sekali Wajah Mereka Meradang. " Tidak Papa Kami Tadi Hanya Kebetulan Lewat Saja " Salma Beralasan.
" Yah Sudah Sania Ayo Kita Pulang? " Ucap Karina lembut Mengajak Sania Pulang.
Seperginya mereka, Salma Segera Mengusap Air Mata Nya, Melihat Sania Yang Mulai Hilang Dari Pandangan. " Apa Yang Harus Kita Lakukan Sekarang Sim? " Salma Menatap Nanar
" Aku Juga Bingung Mba " Kasim Terdiam, Ia Mengingat Ngawang, Perasaan Nya Di Hati Tidak Bisa Di Bohongi, Pemuda Seperti. Kasim Jatuh Cinta Pada Sania.
Selama Dua Tahun Ini Kasim Memendan Perasaan Nya Pada Sania, Tidak Ada Siapa pun. Yang tahu Apa Lagi Salma, Kasim Memendam Perasaan Itu Sendiri.
Awalnya Saat Melihat Pernikahan Sania Dan Pak Aditya Saat itu Ia Melihat nya Hatinya Amat Sakit, Namun Saat Dulu Ia Berusaha Mendekati Sania, Pasti Sania Akan Lebih Sakit Ia Tahu Sang Ibu Sangat Tidak Suka Pada Sania.
Namun Sekarang Saat Melihat Sania Mengatakan Yang Sebenarya Hatinya Terasa Tercabik Ia Tidak Percaya Kalau Wanita Yang Tidak Bisa Ia Miliki itu. Malah Di Sakiti Oleh Pria Lain. Tidak Ada Keberaniannya Untuk Mengungkapkan itu.
" Mba Ada Yang Mau Ku Sampaikan " Ucap Kasim, Pemuda Tampan Jangkung Ikut kini Akan Jujur Tentang Perasaan Nya Pada Sania.
" Iya Sim Kamu Mau Bilang Apa? Nggomng Aja." Salma Masih Tetap Fokus Berjalan.
" Mba Sebenarya Aku-Suka Dengan Sania " Tanpa Ragu Kasim Mengucapkan itu.
Salma Kaget Seketika Ia Langsung Menoleh Wajah Sang Adik. " sim.. Kau Tidak sedang Mimpi Kan? " Salma Menepuk-Nepuk Pipi Sang Adik.
" Tidak Mba " Kasim Menggeleng Cepat.
Tidak Ada Raut Kebohongan Dalam Wajah Kasim, Ia Mengatakan Yang Sebenarya.
" Sejak Kapan sim... Kenapa Kamu Ngak Bilang Ke Mba? "
" Sudah Lama Mba, Tapi Kasim Ngak Mampu Buat ngucapin itu, Kasim Takut Kalau Ibu Malah Tambah Benci Sama Sania. " Kasim Menarik Nafas Dalam.
" Perjuangkan Cinta Mu Sim, Semua Belum Terlambat " Salma Mendukung Sang Adik.
" Ku Pikir Awalanya Perniakah Pak Aditya Dan Sania Bahgia Mba, Namun Saat Mendengar Semua Nya Aku Semakin Yakin Dengan Perasaan Ku Ini "
" Mba Mendukung Mu Sim, Perjuangan jika Kau Benar-Benar Tulus Mencintai Sania " Salma Menepuk Pundak Sang Adik.
" Lalu Bagimana Dengan Ibu Mba? " Kasim Merasa Bimbang Dengan Ibunya Karena Sudah Pasti Sang ibu Takan Setuju!
" Kamu Tenag Saja, Nanti Mba Bantu Semua Nya, Setelah Kita Lulus kuliah Kamu Kerja Sim... kumpulkan Uang Buat Biaya Nikah Kamu Dengan Sania, Kalau Masalah Ibu Biar Mba Yang Nggomng Nanti "
Mendengar Persetujuan Sang Kaka, Hati Yang Terasa Hampa Kini Merasa Subur Lagi. Kasim kembali Memberi Harapan Baru Untuk hati Nya.
.
.
Sesampainya Di Rumah Terlihat Wajah Aditya Masam Nampak Sekali Ia Memendam Semua nya.
" Kau Kenapa Adi Kenapa Wajah Mu Tidak Enak Di Pandang?" Tegur Kak Salim Saat Mereka Berdua Sedang Bersantai Menikmati Secangkir Kopi.
" Tidak Papa Kak " Aditya Mengusap Kening Nya Yang Terasa Nyeri.
" Kulihat Belakangan Ini Kau Nampak Sibuk Sekali Aditya, Ada Apa Sebenarya? Kau Bisa Ceritakan Itu Pada Ku " Salim Menyeruput Kopi Nya.
Kening Aditya Berdenyut begitu Nyeri, ia Kembali Teringat Ucapan Salma Yang Sanagt Terbesit Dalam Otak Nya. Ia Tahu Semua Ini Adalah Kesalahannya Namum Aditya Sendiri Saat ini Sudah Mencoba Perlahan Membuat Semua Orang Tahu Kalau Sania Adalah Istri Nya, Entah Nanti Sania Di terima Atau Tidak Di Kelurga Ini. Mungkin Jika Tidak Di Terima Aditya Lebih Baik memilih Pergi Dan Tingal Bersama Sania.
.
.
.
" Bersambung "