Bagaimana jadinya, jika pernikahan harus terjadi akibat tersebarnya sebuah video mesum? Itulah yang dialami Raisa dan Naufal. Dua orang yang memiliki sifat sangat berbeda, terpaksa harus hidup bersama diumur yang masih sangat muda.
Penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya?
Ikuti cerita selanjutnya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Pertempuran Sengit
Tahan Naufal. Kamu pasti bisa menahan beberapa hari lagi. Anggaplah ini hukuman karena sudah membiarkan istri secantik Raisa dibiarkan perawan sampai saat ini.
.
.
.
Tibalah hari dimana, Naufal, Raisa, Kevin, dan Lia akan berpergian untuk mengecek beberapa toko furniture yang cukup besar, milik perusahaan.
Kevin memutuskan mereka berempat untuk naik mobil yang sama, dengan Naufal yang menyetir.
Tentu saja, Naufal mengikuti bosnya itu. Saat Raisa ingin duduk di kursi depan bersama Naufal, tiba-tiba Lia langsung mendahuluinya dan langsung duduk disamping Naufal tanpa permisi.
Raisa yang melihat itu tentu saja sangat emosi, saat ia ingin protes, Kevin dengan cepat berbicara dan membentak Raisa yang terlalu lama.
"Cepetan naik, nanti terlambat. Kamu ini udah nggak sopan, lelet lagi" bentaknya.
Ingin sekali Raisa meninju mulut Kevin yang pedas itu, namun ditahannya untuk sementara waktu. Dengan terpaksa, ia duduk dikursi belakang bersama Kevin, dan ia harus melihat Naufal duduk bersebelahan dengan Lia.
Selama perjalanan, kesunyian menyertai mereka. Tidak ada obrolan apa-apa, sampai tiba-tiba Lia mengajak ngobrol Naufal.
"Naufal, kamu rencana lulus nanti mau lanjut kuliah atau kuliah sambil kerja?".
Sebelum menjawab, Naufal sempat menatap ke arah kaca untuk melihat ekspresi Raisa. Tentu saja, saat ini ekspresinya sangat bete.
"Belum tahu" jawab Naufal singkat.
"Kalau aku sih, rencananya mau lanjut kuliah baru habis itu kerja".
Hening
Naufal tidak merespon perkataan Lia. Karena merasa tidak mendapat jawaban, dia kembali bertanya.
"Kamu udah punya pacar?" tanya Lia.
Mendengar hal itu, seketika Naufal langsung mengerem mendadak, membuat yang lainnya hampir membenturkan kepalanya.
Ciiiitttt
"Apa-apaan kamu Naufal? Kenapa tiba-tiba ngerem mendadak?" teriak Kevin yang kesal.
"Maaf, Pak" kata Naufal, kembali menenangkan dirinya dari keterkejutan tadi.
Ih dia malah nggak jawab lagi. Apaan sih, tinggal bilang aja punya apa susahnya. Dasar, pengen banget dibilang jomblo pasti. Si Lia lagi ngapain tiba-tiba nanya kayak gitu. Gerutu Raisa di dalam hati.
"Kamu grogi ya Naufal ditanya sama Lia? Nggak usah grogi, kelihatan cocok kok kalian berdua" ucap Kevin.
"Beneran Pak?" tanya Lia, dengan ekspresi senang.
"Iya benar. Kalau Naufal nggak jawab, berarti dia belum punya pacar. Jadi, kamu sepertinya punya kesempatan Lia" ujar Kevin.
"Wah semoga aja ya, Pak".
Lia dan Kevin tertawa bersama, berbeda dengan Naufal dan Raisa yang sama sekali tidak tertawa.
Kirain Lia bisa jadi teman baru, ternyata pelakor juga ya. Oke, kita lihat nanti. Berani macam-macam sama suami gue, gue botakin kepalanya pakai tangan gue sendiri.
Kini musuh Raisa bertambah satu, bukan hanya Kevin tetapi bertambah lagi menjadi Lia.
Naufal yang sedari tadi menyetir hanya bisa terdiam. Di dalam hati, ia terus berdoa agar istrinya tidak mengamuk.
"Kamu udah punya pacar?" tanya Kevin kepada Raisa.
"Udah!" kata Raisa dengan nada jutek.
"Biasa aja dong. Cuma ditanya juga" kesal Kevin.
"Ya Bapak ngapain nanya-nanya privasi saya? Hak saya dong" balasnya dengan tidak kalah sengit.
Heran. Pegawai magang baru kenapa lebih galak sih. Gumam Kevin, yang masih bisa didengar oleh mereka.
Raisa tidak menggubris perkataan Kevin dan lebih memilih melihat ke arah luar jendela mobil.
Akhirnya, tibalah mereka di sebuah toko furniture. Raisa masih dengan raut wajah bete, karena melihat kedekatan Lia dan Naufal.
Lia terus mencari kesempatan untuk bertanya sesuatu kepada Naufal, yang membuat pandangan Naufal menjadi teralihkan darinya.
"Kamu kenapa dari tadi bete? Cemburu sama Naufal dan Lia?" tanya Kevin, yang tiba-tiba sudah berada disebelahnya.
"Nggak tuh. Ngapain cemburu" ucap Raisa.
"Kalau nggak cemburu nggak usah cemberut. Saya disini ngajak kalian biar kalian semua jadi tahu apa pekerjaan yang harus dilakukan. Kemarin bilangnya nggak mau disuruh-suruh lagi".
"Iya-iya bawel banget sih Bapak. Jadi apa nih yang harus aku lakuin?" tanya Raisa.
"Baru kali ini saya lihat pegawai songong kayak kamu. Untung aja saya baik. Kesini, saya ajarin" panggil Kevin.
"Baik darimananya" gerutu Raisa.
Saat ini Raisa sedang bersama Kevin. Kevin mengajari Raisa apa yang harus dilakukannya, tentu saja Raisa mendengarkannya dengan baik.
Dari kejauhan Naufal melihat kedekatan keduanya. Ada rasa cemburu dihatinya, namun ia cepat-cepat menghilangkan rasa cemburu itu. Ia percaya, istrinya pasti tidak akan berpaling darinya.
Naufal kembali fokus mengajari Lia, yang sedari tadi terus bertanya.
Setelah selesai memeriksa beberapa toko, Kevin mengajak ketiganya untuk makan siang bersama sebelum balik ke kantor.
"Saya ini kurang baik apa coba, makan aja saya traktir kayak sekarang ini. Jarang-jarang loh saya kayak gini" ucap Kevin, dengan bangga.
"Wah, makasih ya, Pak. Saya terharu loh" kata Lia.
Naufal dan Raisa hanya diam tanpa mengucapkan apa-apa.
"Loh kenapa kalian berdua hanya diam? Nggak ada ucapan terima kasih sama sekali karena sudah ditraktir?".
"Makasih Pak" kata Naufal.
Raisa hanya diam dan tetap melanjutkan makanannya.
"Kamu kenapa diam? Dasar ya kamu, udah nggak sopan, songong, nggak tahu terima kasih lagi".
"Bapak itu dari tadi kenapa sih? Kalau traktir kita cuma untuk dapat pujian mending nggak usah traktir. Nggak ikhlas banget jadi orang" ujar Raisa penuh emosi.
"Kamu benar-benar bikin saya jadi hilang kesabaran ya".
Kevin bangkit dari kursinya karena sangat emosi, kini wajahnya sudah merah padam.
Bukan Raisa namanya kalau tidak melawan, ia juga bangkit dari kursinya mencoba menantang Kevin. Tapi, dengan cepat Naufal segera melerainya.
"Tolong Pak, Raisa. Jangan berkelahi disini. Banyak yang lihat".
Raisa dan Kevin kembali duduk dikursi masing-masing dengan saling menatap tajam.
Setelah selesai makan, Kevin langsung meminta balik ke kantor dengan perasaan masih sangat kesal.
Kini ia tidak ingin duduk bersebelahan dengan Raisa, jadi ia meminta Lia yang duduk disampingnya.
Mendengar itu, membuat Raisa tersenyum puas. Karena saat ini ia bisa duduk bersebelahan dengan Naufal.
Lia yang mendengar bosnya memintanya duduk disampingnya, tentu saja tidak merasa senang. Namun, ia mencoba terlihat baik-baik saja dan menyembunyikan rasa tidak sukanya.
Sesampainya di kantor, Raisa langsung menarik Naufal ke arah tangga darurat, agar menghindar dari Kevin dan Lia.
"Beb, hati-hati sama Lia ya. Dia itu bibit pelakor" kata Raisa.
"Kirain dia udah jadi teman kamu" ucap Naufal.
"Tadinya sih gitu, tapi pas aku cermati baik-baik ternyata nggak".
"Iya aku akan hati-hati. Kamu juga hati-hati sama Pak Kevin".
"Kenapa si tukang marah itu?".
"Ya hati-hati aja. Dia kan sensian orangnya".
"Tenang aja. Dia berhadapan dengan seorang Raisa Nur Azizah. Nggak bisa berkutik dia. Tenang beb".
"Dasar, istri aku ternyata hulk ya. Jago banget ngebantahnya".
"Iya beb. Aku kan istri kamu".
"Iya beb. Udah balik duluan ke ruangan nanti habis itu aku nyusul".
"Oke. Bye beb. Love you, my husband" kata Raisa, mencium jauh Naufal.
Naufal membalas ciuman jarak jauh Raisa, kemudian berkata "Love you too, my wife".
Mampir thor🙋🙋