NovelToon NovelToon
Cinta Ksatria Yudha Di Ufuk Cakrawala

Cinta Ksatria Yudha Di Ufuk Cakrawala

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Keluarga / Karir / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:729.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

Deminya ia rela mempertaruhkan nyawa. Pengabdian dan sumpah setia selalu menjadi prinsip di atas segalanya. Namun ketika pengabdian dan sumpah setia itu diuji dengan penghianatan, akankah ia berpaling dari janjinya?

"Kami mengabdi tanpa menghitung untung, berjuang di atas harapan sang bumi pertiwi, di seluruh penjuru langit khatulistiwa kami mengudara, mengumandangkan sumpah setia pada negri."

Bersama gadis pujaan hati, kisah Lettu Pratama Adiyudha mengudara melintasi cakrawala bumi pertiwi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Requires a sincere heart

Udah persis acara mos yang apa-apa mesti cepet, apa-apa mesti serba sat set sampe lukis alis aja udah persis gambar gunung anak tk.

Namun kembali, bagi Clemira hal ini sudah biasa karena dirinya tumbuh di keluarga militer, lagipun ia tak perlu dandan sampe bedak cekung hingga dasar atau ngabisin maskara ampe mesti di air-in. Hanya dengan pelembab dan liptint serta eyeliner saja dirinya sudah siap.

"Duh, mau makan aja ampe ngga sempet gini!" Tyas nyemilin coklat cashew bercampur kacang yang sengaja ia bawa sebagai bekal, mana rambut masih basah persis bebek kecebur got.

Berdiri dalam sikap istirahat, tak membuat mereka diam, memang dasarnya para calon nakes ini bukanlah serdadu, jadinya kaki mereka keriting tak karuan saat lettu Wijaya menggelar briefing singkatnya, beda halnya dengan para prajurit yang tetap kokoh meski lalat atau nyamuk mengerubungi kaki gelar arisan disana, bibirnya mengatup diam tanpa sepatah kata pun, beda dengan para nakes yang sudah usil satu sama lain.

Hanya saja poin yang tak bisa mereka lewatkan dan paling penting adalah medan yang dilewati sesekali terjal dan berliku.

"Saya tidak bisa menjamin terjadi atau tidaknya gesekan dengan beberapa oknum gerakan pemberontak, namun bisa saya pastikan jika keselamatan tim medis adalah prioritas utama kami." Pungkas lettu Wijaya setidaknya membuat para nakes ini berbisik khawatir bak lebah, namun mereka pun sejak awal sudah menduga jika hal ini adalah kemungkinan terburuk wilayah penugasan field trip kali ini.

"Tau gini gue bakalan pura-pura cacar mo nyet kemaren ke dosen," gumam Wawa ketika mereka mulai membubarkan diri, dan pernyataan itu memancing tawa kecil teman-temannya yang berjalan menuju barak obat, untuk mempersiapkan peralatan medis dan obat-obatan untuk dibawa.

Tas gendongnya ditarik seseorang ke belakang saat Clemira hendak melangkah.

"Eh,"

"Pasti belum sarapan," tembaknya menduga.

Clemira nyengir sambil menggeleng, lantas Tama menarik pergelangan Clemira dan mengajaknya ke sisi lain di belakang tenda aparat, "mau kemana ih, masih pagi..." kekeh Clemira usil, otaknya itu emang ngga jauh-jauh dari pikiran ngeres.

Tama menoleh dan menatapnya datar, "kamu tuh bahaya kalo sama orang lain."

"Cowok lain maksudnya?" kikik gadis itu.

Tama menggenggam satu kotak ransum tentara dan meraih kursi lipat kecil yang ada di dekat tenda, "pegang dulu," pintanya menyerahkan satu kotak ransum, tangannya ikut menghangat saat mendapati genggamannya merasai alumunium ransum.

Tangan Tama yang begitu telaten membuka dan membenahi kursi sambil berjongkok, "duduk disini."

"Tapi nanti telat mas, aku mau bantu beresin alat medis dulu..."

"Duduk." Jelas Tama kini sedang bertitah, bukan menawarkan.

"I..iya." gadis itu duduk manis disana.

"Makan dulu, nanti mas yang tanggung jawab kalau kamu telat. Justru mas ngga bisa tanggung jawab kalo salah satu tenaga medisnya kenapa-napa..."

Clemira mengangguk dengan lengkungan bibir getir, jujur saja ia tak puas dengan jawaban Tama "cih, jadi bukan karena perhatian nih?! Jadi cuma karena takut tenaga medisnya semaput di sana?!" Clemira menyuap dengan suapan-suapan besar, kalo bisa akan ia lahap bersama wadahnya sekalian nih ransum!

Tama menyunggingkan bibir seraya mendengus geli, "kalo nanti kamu sakit, yang nanti bikin ulah disini siapa?"

Clemira meninju dada Tama keras membuat Tama sedikit tersentak namun lelaki itu justru tertawa. Nasi dan ikan cakalang aja rasanya seperti tenderloin steak ditaburin emas kalo disuapin sama orang terkasih.

"Mas udah makan?"

Tama mengangguk, padahal tadinya Clemira berharap Tama belum makan juga biar sehati, terus mereka saling suap-suapan, persis adegan film rhoma-ani. Tapi prianya itu memang kaku kelewatan, gagal romantis deh! Mana nyuap, nyuap sendiri lagi! Hufft, ngga niat menawarkan bantuan nyuapin gituh?!!!

"Kirain tau aku belum makan, mas juga nungguin buat sarapan sama-sama...." ucap Clemira diantara kunyahan suapan-suapan besarnya, antara lapar dan kesel bercampur satu.

Alis Tama mengernyit, "biar apa? Ya kalo keburu lapar, masa iya harus ikut-ikutan nahan lapar...makanan sudah tersedia, kenapa mesti dianggurin," jawab Tama.

Dan demi apa?! Wajah Clemira sudah asem pagi-pagi, ngalahin asamnya kehidupan. Jawaban yang kelewat jujur itu nyatanya menusuk.

"Bisa ngga sih romantis dikit?!" kunyahannya semakin cepat hingga tak terasa nasi di kotak sudah ludes. Tama mengurai senyuman, "nah kan cepet!"

Clemira masih setia menukikkan alisnya saat Tama merebut kotak kosong itu dan menyerahkan sebotol air mineral pada gadisnya.

"Kebayang ngga kalo kita makan berdua? Kamu masih lapar, saya masih lapar...waktunya habis kebuang cuma buat mesam mesem?" ujar Tama masih belum bisa meredakan kekesalan Clemira.

"Jahat ih!" ia bersidekap dada.

Tama sudah berdiri dan membuang wadah kotor itu, meminta Clemira angkat pan tat dengan sadisnya, udah dibikin kesel diusir pula!

"Lagian realistis saja. Kalo saya kelaparan. Yang mau ngurusin sama lindungin kamu siapa?" tanya nya terkesan seperti sebuah pernyataan, ia lantas menarik tangan Cle dan mengajaknya kembali bergabung dengan yang lain.

Praktis senyum merekah tersungging di bibir Clemira, gadis itu tertawa renyah, "bener juga! Kalo tentaranya kelaperan terus aslamnya naik, yang mau jagain tim medis siapa?! Hahahaha!"

Huuuuu! Darimana aja neng?!

Sorakan mewarnai kembalinya Clemira.

"Sabar wahai rakyat!" jawabnya dengan santai.

"Dicariin dari tadi, nyungseb dimana?!!" ujar Tyas nyinyir.

Clemira tersenyum, tanpa menjawab.

"Maaf, tadi saya minta tolong saudari Clemira untuk mengurus sesuatu." Ujar Tama membuat semua tak lagi berkomentar.

"Kalo gitu saya permisi, menunggu di depan." pamit Tama setelah mengantar Clemira ke barak obat.

*****

Mereka kembali masuk ke dalam truk Reo yang dikemudikan Prasasti.

"Bismillah."

Ada dokter Ryan di paling pojok, nurse Hani yang duduk berhadapan dengannya lalu Dian, Novi, Wawa dan Tyas, serta kotak-kotak obat dan peralatan medis menengahi mereka, Clemira yang duduk tepat di samping Tyas bersampingan langsung dengan Tama dan beberapa personel prajurit lain.

Satu mobil dan dapat mendampingi Tama langsung begini, adalah moment yang tak akan Clemira tukarkan dengan apapun, bahkan sebongkah berlian pun. Sebagai seorang anak perwira, Clemira memang tau pekerjaan dan resiko dari pekerjaan ayahnya tersebut, bahkan sudut kesatuan mana yang ia tak tau, namun untuk terlibat dan merasakan sejujurnya ini adalah kali pertama.

Mobil berguncang hebat mengocok perut dan sekujur tubuh saat melintasi jalanan dengan kontur jauh dari kata rapi. Bahkan beberapa kali truk sempat mogok, ban mobil terjebak di lubang.

"Njirrr, perut gue mual lagi!" Dian memegang perut dan keningnya.

Sesekali Tama turun bersama prajurit lain untuk membantu mobil bergerak, sampai seragam dan sepatu deltanya terbalut lumpur tebal.

Seperti sekarang, jalanan sedikit menanjak dan belum tersentuh pembangunan negri memaksa mereka kembali turun demi mengurangi beban truk.

"Turun dulu, biar bisa naik!"

Clemira turun bersama yang lain, melihat para prajurit dari sisi lain.

"Satu, dua----!"

"Kasih dorongan!"

Brruummmmm!

Putaran roda mobil mencipratkan lumpur basah sisa hujan belakangan ini sepertinya.

"Menjadi abdi negri dan masyarakat memang tidak mudah, guys. Perlu hati tulus dan nurani hebat untuk sesama..." ucap dokter Ryan, meski usianya tak seudzur umma, namun tak bisa dipungkiri pengalaman menjadi abdi masyarakat yang ia geluti sepaket gelar dokternya itu sudah menobatkan Ryan menjadi salah satu dokter spesialis di jajaran dokter berdedikasi yang ada di tanah air, ia juga terkenal sebagai dokter relawan yang selalu siap dikirim ke belahan nusantara manapun demi menolong sesama, begitu yang Clemira baca dari biografinya di internet.

"Berat ya dok," sahut Wawa.

Ia menggeleng, "engga. Kalo kita lakuinnya dari sini..." tunjuknya ke arah dada. Clemira tersenyum mendengar dokter ngga waras itu bisa bijak juga.

Setelah dorongan ketiga, mobil akhirnya bisa naik dan melaju lancar, "yeee!" para calon nurse itu berseru kegirangan, tak lupa mereka pun dibantu untuk berjalan menuju mobil oleh para prajurit.

Tangan kotor Tama menggenggam tangan Clemira untuk membantunya, "tanganku kotor, nanti setelah sampai cuci aja."

Clemira menggeleng seraya tersenyum manis, begitu keras perjuangan mereka, tidak lain untuk menolong sesama, "makasih."

.

.

.

.

.

.

1
mrsdohkyungsoo
cimoy dijadikan ancaman
yetti silvia
sukaaaaaa banget
༄⃞⃟⚡Nuyy¹⁸☕
🤣🤣🤣🤣
༄⃞⃟⚡Nuyy¹⁸☕
wakk cerita nya lucu jadi bacanya ikutan mesem²
Anonymous
apa judul novel Gio kak
Anonymous
Terimakasih kak Sin
cerita yang sangat 👍
Anonymous
Sudah aku baca ksk 👍👍👍
Anonymous
Cimoy selamat berbahagia bersama cinta Ksatria Yudha 👍
Anonymous
Jangan sakit Cimoy
Anonymous
lancarkanlah jalannya agar bayi mungilnya dapat diselamatkan
Anonymous
Serba sulit hidup dibumi Timur
Air sulit jalan masih sulit dll fll dll setba sulit
Anonymous
hidup dipedalaman drngan keterbatasan air
Anonymous
Cimoy nggemesin banget
Anonymous
Eh ada yang cekit hati dengar dokter panggil "sayang "
Anonymous
Duh Cimoi .....renang pakai mukena 🤣🤣🤣🤣
Anonymous
ngakak cimoy lucu
Anonymous
Cle lu ngapain diatas panggung 🤣
Anonymous
Clemira .....ngspain disitu🤭
Anonymous
Syukurlah bang Tama dan Bang Pras udah bebas dan tetap dinas di irsatusnnya
Anonymous
Teuku Agrarussel hebat 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!