NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Surat cinta dari Dara

Ketika bel istirahat berbunyi, semua orang di dalam kelas langsung berhamburan keluar menuju ke tempat tujuannya masing-masing. Tapi itu tidak berlaku bagi Anindia dan ketiga temannya, mereka masih berada di dalam kelas karena Dara yang sedang menulis sesuatu yang entah apa.

"Dar, ayo ke kantin! Gue udah laper nih, lo malah nulis apa coba? Jangan-jangan lo lagi nulis wasiat sebelum pergi ke ilahi," ujar Yudhi dengan maksud bercanda namun justru mendapat sebuah pukulan di kepalanya oleh Edo.

"Mulut lo di jaga!" Ujar Edo yang merasa kesal dengan candaan Yudhi yang terlalu blak-blakan.

Yudhi langsung melontarkan tatapan tajam ke arah Edo dan langsung menggosok kepalanya yang terasa sakit. Ia heran dengan Edo yang selalu saja tertuju pada kepalanya jika ia sedang bercanda seperti ini.

"Kebiasaan banget lo, Do!" Ujar Yudhi.

Sementara Anindia hanya menanggapinya dengan gelengan kepala ketika melihat kebiasaan dua teman laki-lakinya itu. Ia pun langsung menghampiri Dara lebih dekat, penasaran dengan apa yang di tulis olehnya.

"Dar, kamu kenapa sih? Senyum-senyum sendiri dari tadi, lagi nulis apa?" Ujar Anindia kepada sahabatnya itu.

Dara hanya menatap Anindia dengan tatapan salah tingkah yang sangat kentara. Bahkan, ia memeluk kertas yang ditulisnya dengan penuh semangat. Ia juga memejamkan matanya sejenak, tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi orang yang akan menerima suratnya itu.

"Aaa, gue gak sabar deh pengen kasih ini ke Keanu. Gimana ya kira-kira reaksinya, duh gak kebayang deh pas dia baca ini. Terus gimana kalo dia tiba-tiba nembak gue? Aaa gemes deh!" Ujar Dara yang terlalu percaya diri.

Rasa penasaran kini sirna bersamaan dengan rasa cemburu yang muncul ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Dara. Bagaimana mungkin Anindia bisa mendukung Dara untuk dekat dengan Keanu, terlebih Keanu adalah suami rahasianya. Ia hanya bisa terdiam tanpa kata, dengan seutas senyum yang terlihat sedikit dipaksakan.

"Jangan kepedean lo, belum tentu juga dia suka sama lo," ujar Yudhi yang langsung menimpali.

"Cih, ngapain sewot sih lo, Yudhi?" Ujar Dara sembari memutarkan bola matanya.

"Udahlah ayo ke kantin, aku haus banget mau beli minum," ujar Anindia mengalihkan pembicaraan.

Tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya, Anindia pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kantin. Tenggorokannya benar-benar terasa kering karena teriknya matahari. Ia hanya bisa berharap bahwa Keanu tidak menerima surat dari sahabatnya itu.

Ketiga temannya pun langsung mengikuti di belakang, bahkan Dara langsung berlari kecil untuk menyelaraskan langkahnya dengan Anindia. Sementara Edo dan Yudhi berjalan santai di belakang mereka.

"Nindi, menurut lo gimana reaksi Keanu kalo gue kasih surat ini?" Ujar Dara dengan seutas senyum cerianya.

"Enggak tau, Dar." Jawab Anindia singkat bahkan terdengar tidak bersemangat, yang hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Dara.

Tidak ada perbicangan lagi di antara keduanya, Dara pun langsung terdiam karena begitu antusiasnya untuk memberikan surat cintanya itu untuk Keanu. Sementara Yudhi dan Edo, mereka berdua membahas tentang game yang bisa didengar jelas oleh Anindia.

Mereka berempat terus berjalan menuju kantin, sesekali membalas senyum dan sapa murid-murid dari kelas lain ketika berpapasan di koridor. Setibanya di kantin, mereka langsung memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan.

"Duduk di mana kita?" Tanya Anindia kepada ketiganya.

"Di lapangan basket yuk, lagian kita cuma pesan makanan ringan dan minuman aja, bukan makanan berat," ujar Dara mengusulkan.

"Boleh deh, kalian gimana?" Ujar Anindia kepada Yudhi dan Edo.

"Ngikut aja," ujar Edo singkat.

"Bebas, yang penting bukan di rumah mantan aja," ujar Yudhi menimpali membuat ketiganya meledak dalam tawa ringan.

"Haha belum move on ya Yudhi?" Ujar Anindia sembari menaik-naikkan alisnya, bermaksud untuk menggoda Yudhi.

"Daripada mikirin mantan mending cari yang baru," ujar Yudhi dengan nada santainya.

Anindia dan Dara hanya menanggapinya dengan tawa, sementara Edo langsung kembali ke sifat santainya. Mereka pun menunggu pesanannya selesai, setelahnya mereka pun langsung melangkahkan kakinya keluar dari kantin setelah membayar makanan dan minumannya.

Setibanya di lapangan basket sekolah, mereka memutuskan untuk duduk di bawah sebuah pohon di atas rerumputan hijau. Udara yang segar dan angin sepoi-sepoi cukup untuk mengurangi rasa panas hari ini. Di bawah pohon itu mereka berbincang tentang berbagai hal, mulai dari membahas ujian serta rencana setelah lulus SMA.

Sementara itu di sisi lain, tepatnya di kelas Niko dan Ariga, Keanu sedang duduk santai bersama dua orang temannya itu. Niko dan Ariga membahas tentang balapan yang mereka lakukan tadi malam, sementara Keanu hanya menyimak cerita kedua temannya.

"Gila! Lo pasti gak percaya men! Gue menang balapan tadi malam, mana hadiahnya gede banget lagi!" Ujar Niko dengan antusiasnya.

"Iya, pake motor gue makanya lo menang," ujar Ariga menimpali.

Keanu hanya menanggapinya dengan anggukan singkat, seakan sudah tidak tertarik lagi dengan yang namanya balapan. Ia yang sebelumnya begitu antusiasnya ketika membahas tentang balapan, kini justru terlihat acuh tak acuh menanggapinya.

"Woi bro! Lo diem aja dari tadi, kenapa?" Ujar Niko sembari menepuk punggung Keanu cukup kuat.

"Enggak papa, cuma laper aja," ujar Keanu sembari melirik jam tangannya. "Kantin yuk."

Niko dan Ariga langsung beranjak dari duduknya, diikuti dengan Keanu yang juga melakukan hal yang sama. Keanu langsung melangkah dengan gaya jalannya yang khas, dengan tangan yang ia sisipkan ke balik saku celana.

Di antara mereka bertiga, Keanu lah yang paling mencolok. Bukan hanya terkenal karena kerusuhan nya di antero sekolah tempo hari, melainkan juga tinggi badan dan sifatnya.

Mereka bertiga berjalan menuruni anak tangga menuju ke arah kantin untuk mengisi perut mereka. Saat menuruni anak tangga terakhir, mata Keanu tidak sengaja tertuju pada Anindia di kejauhan yang sedang berbincang dengan teman-temannya.

Di saat yang bersamaan, ternyata Anindia pun menoleh ke arah Keanu, membuat jantung Anindia langsung berdegup kencang. Keanu hanya tersenyum samar bahkan mengedipkan sebelah matanya sejenak, sebelum akhirnya ia pun kembali melanjutkan langkahnya.

Anindia langsung menunduk, ia menahan senyum karena kedipan maut Keanu. Untung saja teman-temannya tidak menyadari hal itu, karena sedang fokus berbincang-bincang.

"Dasar Keanu, kamu nakal banget," batin Anindia.

"Nindi, kamu dipanggil Bu Ayu ke ruangannya."

Saat itu, tiba-tiba saja seorang teman sekelasnya menghampiri dan memberitahu Anindia bahwa dirinya dipanggil oleh wali kelasnya. Hal itu jelas saja membuat Anindia langsung menoleh dengan rasa penasaran yang tinggi. Bahkan, ketiga temannya pun langsung menghentikan pembicaraannya dan langsung menoleh ke arah gadis itu juga.

"Aku? Ada apa ya?" Ujar Anindia sembari berdiri.

"Enggak tau sih, Nindi. Bu Ayu gak jelasin apa-apa, aku cuma sampaikan amanah aja," ujar gadis itu dengan seutas senyum.

"Oh okelah, thanks ya," ujar Anindia kemudian, yang hanya diangguki singkat oleh gadis itu sebelum akhirnya ia pun melangkah pergi.

"Ada apa Nindi?" Tanya Dara penasaran.

"Enggak tau, Dar. Aku ke ruang wali kelas dulu ya, guys? Kalian duluan aja ke kelas, ntar aku nyusul," ujar Anindia langsung berbalik pergi tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya.

"Ya udah kita juga ke kelas, yuk!" Seru Dara kepada Yudhi dan Edo.

Saat berdiri, mata Dara tak sengaja tertuju pada Keanu. Ia pun memutuskan untuk langsung menghampiri dan memberikan surat cintanya. Yudhi dan Edo hanya menggelengkan kepalanya, pasalnya Dara yang mengajak mereka kembali ke kelas, tapi Dara justru melangkah ke lain arah.

"Keanu, tunggu!" Ujar Dara yang berlari mengejar Keanu di koridor.

Keanu dan kedua temannya langsung menghentikan langkahnya, lalu langsung menoleh ke arah suara yang memanggil Keanu. Keanu hanya menatapnya dingin, sementara dua temannya langsung merasa penasaran.

Dengan senyum malu-malu, Dara mengeluarkan secarik kertas di balik saku roknya. Lalu memberikannya kepada Keanu, membuat Keanu menaikkan sebelah alisnya.

"Tolong dibaca ya, Keanu." Ujar Dara dengan wajah yang malu-malu.

"Cihuy! Ada yang dapat surat cinta, nih!" Ujar Niko.

"Eeaa, dapat surat dari penggemar nih, ketua." Ujar Ariga yang juga ikut-ikutan.

Keanu tidak bereaksi apa-apa, bahkan tangannya tak tergerak sedikitpun untuk meraih kertas di tangan Dara. Ia hanya menatap dingin, seakan tidak peduli dengan reaksi orang-orang di sekitarnya.

"Aku... Aku suka sama kamu, Keanu," ujar Dara dengan seutas senyum bahkan terlihat jelas bahwa wajahnya mulai memerah saat ini. Tanpa aba-aba, ia pun langsung menarik tangan Keanu dan menyelipkan secarik kertas itu di tangannya.

"Ekhem!"

Niko dan Ariga langsung berdehem keras, mereka berpikir bahwa perubahan Keanu mungkin karena suka dengan Dara. Sementara Keanu hanya menatap tanpa ekspresi, seakan tidak terpengaruh dengan godaan teman-temannya.

"Sorry, Dar. Gue gak bisa," ujar Keanu singkat, namun terdengar sangat menusuk bagi Dara. Bahkan, kedua temannya pun langsung terkejut dengan jawaban dari Keanu.

Dara yang awalnya tersenyum, kini ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi murung. Ia merasa malu karena langsung ditolak mentah-mentah oleh Keanu. Bahkan, ia pun langsung menarik tangannya yang masih memegang tangan Keanu.

"Kenapa Keanu?" Ujar Dara dengan suara yang terdengar bergetar.

"Karena ada hati yang harus gue jaga," ujar Keanu dingin yang langsung melangkahkan kakinya setelah mengucapkan kata-kata itu.

Dara langsung terkejut dengan penuturan Keanu, begitu juga dengan kedua temannya yang tak kalah terkejutnya. Keanu pun kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah kantin, diikuti Niko dan Ariga di belakang. Mereka langsung meninggalkan Dara yang terdiam diri di tempat.

"Wah gue kira lo berubah karena Dara, ternyata dugaan gue salah!" Ujar Ariga setelah menjauh dari Dara.

"Dara itu cantik lho, masa iya lo gak suka sama dia? Minimal lho baca dulu lah suratnya, malah lo tolak gitu aja," ujar Niko kemudian.

"Berisik lo berdua," ujar Keanu dingin.

Niko dan Ariga hanya menanggapinya dengan tawa dan gelengan kepala. Sifat cool dari temannya itu tidak pernah hilang sejak dulu, mereka tahu bahwa Keanu berubah karena seseorang. Tapi, mereka berdua tidak tahu siapa gadis yang telah meluluhkan hati temannya itu.

Setibanya di kantin, mereka bertiga memesan makanan dan minuman lalu duduk di meja kantin. Niko dan Ariga pun mengalihkan pembicaraan, mereka tahu bahwa Keanu sedang tidak ingin membahas tentang Dara saat ini.

Sementara itu di ruang wali kelas, Anindia yang sudah duduk di depan wali kelasnya kini menyimak apa yang diinginkan oleh gurunya itu. Ia duduk di sebuah kursi yang berhadapan langsung dengan wali kelasnya, hanya terhalang sebuah meja kayu saja.

"Jadi Anindia, ibu minta tolong buat rekap absensi bulan ini ya? Berhubung sekretaris kelas sedang sakit, ibu minta tolong sekali sama kamu. Ibu butuh datanya hari ini, paling lambat sebelum pulang sekolah ya, nak?" Ujar wali kelasnya.

"Baik Bu," ujar Anindia dengan anggukan dan seutas senyum.

Setelah berbincang dengan wali kelasnya, Anindia pun berpamitan kepada gurunya sebelum akhirnya berlalu pergi dari dalam ruangan. Ia pun langsung menuju ke arah kelas untuk merekap absensi sesuai perintah gurunya.

Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba saja Dara menghampiri Anindia dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca oleh Anindia.

"Lho Dar? Kok sendirian? Gak bareng Yudhi dan Edo?" Ujar Anindia sembari menoleh ke arah belakang Dara.

"Enggak, mereka udah ke kelas," ujar Dara singkat.

"Kenapa sih, kok bete gitu?" Ujar Anindia kemudian.

"Kayaknya Keanu udah punya pacar deh, gue langsung di tolak," ujar Dara kemudian. "Tapi gue gak mau nyerah gitu aja, gue harus bisa dapetin Keanu."

Deggg!

Seperti tersambar petir di siang bolong, kata-kata Dara begitu menyakitkan hati Anindia. Seandainya saja Dara tahu bahwa Keanu bukan memiliki pacar, melainkan istri. Tapi Anindia sama sekali tidak bisa mengatakannya, ia yakin bahwa Dara pasti akan menjauhinya karena berpikir bahwa Anindia telah melakukan hubungan di luar menikah.

"Hmm, ke kelas yuk, Dar. Entar lagi udah bel masuk," ujar Anindia mengalihkan pembicaraan.

Dara hanya mengangguk singkat, mereka pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kelas. Dara terus saja mengutarakan ambisinya untuk mendapatkan Keanu, sementara Anindia hanya terdiam tanpa kata. Ia merasa terjebak dalam situasi ini, dan ia memutuskan untuk membicarakan hal ini dengan Keanu nanti. Dengan harapan bisa bertukar pikiran dan berbagi solusi dengan suaminya itu.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!