NovelToon NovelToon
Jangan Lagi Menangis Mama

Jangan Lagi Menangis Mama

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cerai / Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Janda / Mengubah Takdir
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: Penggemar Senja

Anak adalah titipan,anak adalah amanah,dan kewajiban kita sebagai orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.
Dan Dinda,yang diusia muda sudah menjadi ibu sekaligus ayah bagi tiga buah hatinya harus berjuang keras menafkahi meskipun ada begitu banyak rintangan yang harus dihadapi.
Mampukah Dinda melewati ujian hidupnya seorang diri,sekuat dan segigih apa perjuangannya untuk ketiga anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penggemar Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hari pertama kerja,,

"pa,udah pulang? udah makan belum?" tanya Dinda saat melihat Yoga muncul dari pintu penghubung dengan ruang utama rumah itu

"udah" jawab Yoga singkat

"besok pagi mama mulai kerja pa" Dinda memberi tahu dengan wajah sumringah

Yoga menghentikan langkahnya dan menoleh pada Dinda

"bagus dong,gak nyusahin lagi sekarang,gk bikin pusing,udah bisa nyari duit sendiri" Yoga tersenyum mengejek,seketika wajah dengan senyum sumringah tadi berubah datar,Dinda terdiam.

"jangan kamu dengerin omongannya,Din" Zaida mencoba menghibur saat putranya telah masuk ke kamar

"harusnya gak usah diajak ngomong kak,anggap aja dia gak ada" bela Agung

Dinda tetap terdiam,merasa tak enak hati,boro boro ditanya kerja dimana,keperluan kerjanya gimana,yang ada malah dikecewakan seperti itu.

mungkin itulah yang disebut punya suami tapi rasa janda,,

Setelah melihat Galang tampak mengantuk,Dinda langsung menggendong bocah itu dan membawanya ke kamar,membuatkan susu dalam botol kemudian meninggalkannya sebentar untuk mengambil Nabila yang berada dalam gendongan Agung.

Kedua buah hatinya sedang menyusu dalam botol mereka masing masing,sambil menidurkan anak anaknya,Dinda mengucap syukur atas rezeki dari Allah untuk anak anaknya,kebutuhan mereka banyak yang membantu sehingga mereka tak kekurangan.

Setelah kedua anaknya terlelap di ranjang mereka,Dinda pun segera menuju ke ranjangnya untuk merebahkan diri,harus tidur sekarang biar gak kesiangan besok pagi,tapi baru saja akan terlelap,tangan Yoga menelusup ke dalam dasternya,memancing birahinya,sudah lama Yoga tidak menyentuhnya,Dinda tersenyum dan menyambut suaminya penuh gairah.

Setelah membalas perlakuan lembut Yoga,alangkah kagetnya Dinda saat nama wanita lain yang disebut Yoga di antara deru nafas birahinya,tubuh Dinda seketika terasa kaku,sungguh nyawanya seperti sudah berada di pangkal tenggorokan,sulit rasanya untuk bernafas,hatinya begitu sakit,air mata mengalir deras dari kedua sudut matanya,ingin menghentikan Yoga tapi sedikitpun tak ada keberanian untuk melawan,Dinda hanya mampu diam saja,tak sudi rasanya untuk membalas lagi.Dinda membiarkan saja suaminya mendapatkan penuntasan.

Setelah selesai melakukan penuntasan,Yoga langsung terbaring kembali dan tertidur,tinggal Dinda yang tergugu sendirian,sakit hatinya digauli ketika suami sedang mabuk lebih sakit saat mendengar suami tercintanya menyebut nama wanita lain.

Dinda ******* ***** dasternya,menahan rasa sesak di dadanya,ingin berteriak ingin marah tapi apalah daya,dirinya tak punya kekuatan sebesar itu untuk melawan Yoga,dalam kegalauan batinnya Dinda bangkit untuk membersihkan diri ke kamar mandi.

***

Setelah kejadian semalam,Dinda berusaha untuk melupakan saja,walaupun perih rasa di hatinya tapi yang penting suaminya tetap bersamanya,itu saja pikirnya,memang bodoh sekali pemikirannya,tapi bukankah cinta memang begitu? membutakan mata siapa saja yang sedang dirasukinya.

Dinda berpakaian rapi,bersiap untuk pergi setelah mengurus kedua anaknya pagi itu.

dert,,dert,,dert

suara getaran dari ponsel Yoga terdengar oleh Dinda,segera dilihatnya untuk mengwtahui siapa yang menelpon suaminya sepagi ini.

'Hera' gumam Dinda

seperti tak asing nama itu, nama yang diaebut sebut suaminya saat semalam sedang menggaulinya.

Hera mana ini? apa mungkin... ah gak mungkin,masa iya si Hera,Dinda baru terpikir setelah semalam coba untuk mengabaikan.

telpon itu berhenti bergetar setelah tak terangkat oleh Yoga,orangnya mati,batin Dinda sambil menatap Yoga,tapi entah mengapa tak bisa menatapnya dengan kebencian,ketika menatapnya,hanya tatapan cinta yang ada.

Dinda tak berniat membangunkan suaminya,hanya memberi sedikit kecupan kecil di pipi sang suami,setelah itu Dinda bergegas keluar,takut Agung sudah menunggu.

"udah siap kak?" tanya Agung saat melihat Dinda keluar dari kamarnya

"udah,yuk" Dinda menghampiri kedua buah hatinya yang sedang bermain diawasi Usman dan Zaida

"gak perlu kuatir,kerja aja yang bener,Galang sama Bila diawasi bapak sama ibu" ucap Usman

Dinda mengangguk dan kemudian mencium punggung tangn kedua mertuanya dengan takdzim

"doakan ya pak,bu" pamit Dinda

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam" sepasang paruh baya itu menjawab serentak.

***

"ini kak tokonya?" tanya Agung

"kayanya,coba kakak tanya dulu nama pemiliknya"

setelah bertanya pada pegawainya,Dinda mengangguk kembali pada Agung.

Agung pun melambaikan tangannya dan melajukan motornya kembali.

Dinda melangkah masuk ke dalam toko menuju lantai 3 dimana pemilik toko sudah menunggunya.

"selamat pagi ko,saya Adinda" sapa Dinda

"oh ya selamat pagi,silahkan masuk,silahkan duduk" sambut sang pemilik dengan ramah

Setelah melakukan interview,sang pemilik toko langsung memerintahkan adminnya untuk mengantarkan Dinda dan memberi tahu apa saja yang harus dilkukannya,Dinda mengikuti anak buah pemilik toko itu menuju lantai paling bawah.

" Ini tempat kamu,aku ajarin cara pengoperasiannya ya" Dinda mengangguk dan memperhatikan semua arahan dari admin yang bernama Devi itu.

tak lama mengajari,Dinda langsung paham

"kalau ada apa apa langsung panggil aku ya" ujar Devi

"iya Dev,makasih ya" ucap Dinda

"oke kak,selamat bekerja" sahut Devi dan segera berlalu dari tempat itu

Di hari pertama bekerja,Dinda tak terlalu banyak mengalami kesulitan,banyak pula yang mengajarinya,sikapnya yang supel dan ramah membuat dia diterima dengan baik disana,Dinda sangat bersyukur.

" besok bawa bekal dari rumah ya" ujar Anggi salah seorang pramuniaga yang bertugas di lantai 2 saat makan siang.

"eh iya,tadi aku gak tau soalnya" jawab Dinda

"iya gak papa,dulu aku juga begitu" ucap Anggi

"kamu udah lama kerja disini?" tanya Dinda

"baru mau 2 bulan" jawab Anggi

"betah?" tanya Dinda lagi

"ya dibetah betahin,soalnya cari kerja susah" Anggi terkekeh,,Dinda pun ikut terkekeh

mereka tampak langsung akrab,termasuk dengan beberapa karyawan lain,cewek dan cowok berbaur jadi satu,setelah bertahun tahun tak memiliki teman akhirnya sekarang Dinda bisa bercengkrama lagi dengan teman teman baru.

***

Dinda bekerja selama 8 jam dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore,karena kasir ada pergantian,kecuali untuk pramuniaga,mereka bekerja selama 12 jam,karena belum ada ketentuan bekerja selama 8 jam dari pemerintah,seperti saat ini.

Jam 5 sore Dinda telah bersiap untuk pulang,tak ada yang menjemput karena tak ada yang tau jam berapa pulangnya,namanya juga hari pertama,saat akan keluar pintu tak sengaja Dinda bertabrakan dengan seseorang yang akan masuk membawa 2 tumpuk kardus,sehingga kardus kardus itu pun terjatuh,untung kardus snack,bukan kardus pecah belah,sehingga mereka selamat.

"eh maaf,gak keliatan"ujar pria itu,namanya Dian,posisinya sebagai orang gudang

"gak papa" Dinda melempar senyuman dan dibalas oleh Dian,untuk sesaat Dian terdiam dan menatap Dinda meskipun hanya dari belakang saja,karena tatapan Dinda saat ini sedang fokus ke jalan raya.

1
Sirot Judin
lanjut Thor 👍💪💪💪💪
Sirot Judin
tetap 💪💪💪💪💪👍 Thor
Sirot Judin
👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️🌹🌹🌹🌹
Sirot Judin
semangat 💪 Thor kalau bisa cepat cepat di obatin kasian kan anak anak ⭐⭐⭐❤️❤️❤️🌹🌹🌹😍🥰
Sirot Judin
💪💪💪💪 tetap 💪❤️🌹 Thor
Sirot Judin
astaghfirullah kejam sekali tu orang 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪 Thor ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sirot Judin
👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dapur Mama lina
sediiiihhhh
Baek chanhun
ibu Zaida yg terhormat,
itu blm seberapa, karma yg
di terima oleh anak mu yg tersayang.
siapkan mental, siapkan pisik.
dan berlapang dada.
thanks mbak 💪😍
Hanzo
kok blm rilis jg ya
mama iez
betul sekali 🤗
Baek chanhun
next Mbak 💪🥰
Suyadi Yadi
klu Dinda bodoh tetap bersamamu yoga Karena Dinda pintar makanya minta cerel sama kamu
Hanzo
mantap, lanjutkan thor /Applaud/
mama iez: terima kasih 🤗🙏
total 1 replies
Suanti
jgn mau kembali sama yoga lebih baik cepat ngurus surat cerai
mama iez: siap kk 🤗 terima kasih responnya,ikuti terus updatenya ya 🙏🤗
total 1 replies
Hanzo
hhmmmmmmmmh,,,gantung lg thor 😂
Hanzo: siap thor, tencuuu
total 2 replies
Baek chanhun
next Mbak 💪🥰
Hanzo
krikk...kriikkk...krrriiikkk
Baek chanhun
aduh Thor Ngantung banget
bacanya, kayak buah dd Ng pake
bra, tergantung tapi masih nempel
di dada, kalo novel ini di hati.
thanks mbak 💪🥰
mama iez: wkwkwkwkwk,,iya kakak maaf,soalnya lagi sibuk,jadi nulisnya gak bisa banyak 😁🙏 diusahakan update terus deh biar cepet selesai juga 🤗
total 1 replies
Suyadi Yadi
betul itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!