Kisah seorang wanita bernama Kiko, karena trauma masa lalu nya membuat Ia jijik jika di sentuh oleh seorang pria.
Lebih parahnya akan membuat Ia panik, gemetar bahkan Pingsan.
apalagi Pria itu Tampan.
kemudian Ia bertemu dengan seorang Pria Tampan dan anehnya Ia bisa bersentuhan langsung dengannya, Karena hal itu lah yang membuat Kesalah Pahaman ini Terjadi.
Kiko tidak tahu bahwa Pria tersebut adalah Pria mapan, tampan dan berhati dingin. banyak di Gilai oleh banyak kaum hawa.
Pria tersebut tak lain bernama Dion, pengusaha muda sukses yang memiliki kuasa serta segalanya.
ikutilah Kisah mereka, jangan di lewatkan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memberi Pundak
Mereka bertiga sudah tiba di depan supermarket, terlihat Kiko tengah berjalan beriringan dengan Riko dan asik mengobrol.
sial, kenapa pria tengik itu lengket banget sih.
Dion yang tak terima lantas menginjak tali sepatu lepas milik Riko,
BUGH
Riko langsung jatuh terperanjat ketika melangkah.
"Riko, kau tidak apa apa?" tanya Kiko membelalak ketika teman yang disampingnya tiba tiba jatuh
"ah, aku tidak apa apa"
dengan ragu Kiko memberikan telapak tangannya untuk memberi bantuan kepada Riko,
terlihat jelas tangannya gemetar jadi Dion tiba tiba berdiri didepan Kiko lalu Ia yang menggantikan Kiko untuk mengulurkan tangannya.
Riko sebenarnya bisa berdiri sendiri tetapi Ia hanya ingin mendapat perhatian dari Kiko, dan ketika tangannya ingin menggapai tangan Dion.
Dion langsung menarik tangannya sendiri untuk menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan melengos.
"lemah banget sih, cuma kesandung doang!" Dion sengaja bergumam keras untuk mencibir Riko.
jadi akhirnya Riko berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun.
"hayo kita masuk!" Dion merangkul tubuh Kiko memasuki gedung supermarket dan pergi meninggalkan Riko dibelakang
Mereka pun masuk dan berbelanja beberapa kebutuhan untuk dimasak.
"wah daging ini masih begitu segar, enak jika dipanggang dan dimakan dengan sayuran", ucap Kiko
"kau suka daging?" tanya Riko
Kiko mengangguk, "suka"
"sama dong, aku juga suka", Riko menaruh beberapa daging pilihannya kedalam keranjang milik Kiko, "ini semua aku yang bayar, tapi kau yang memasak untukku, bagaimana?"
"bol..."
"gak!", potong Dion, "kita masak sayur saja, kau tidak boleh makan terlalu banyak daging. tidak baik untuk pencernaanmu"
Dion menaruh kembali ke rak beberapa daging yang diberikan oleh Riko tadi, kemudian hanya menaruh beberapa jenis sayur dan mendorong keranjang belanja ke kasir untuk melakukan pembayaran.
Riko melirik kesal, jelas sekali bahwa Dion tak suka pada dirinya.
"Tuan yakin hanya akan makan sayuran?" bisik Kiko
"yakin!" tegas Dion
****
persaingan kedua pemuda itu bukan hanya disupermarket, tetapi saat didalam busway.
dan juga kali ini Dion kalah cepat, Riko terlebih dahulu masuk dan duduk berdua disamping Kiko. sedangkan Dion duduk dibelakang tengah mengawasi pergerakan mereka berdua.
ketika mereka berdua saling mengobrol dan tertawa, Dion berteriak kesal.
"diam, jangan ramai! mengganggu penumpang lain saja", bentaknya
padahal dia sendiri yang mengganggu penumpang dengan suara teriakannya yang keras.
ah sial, kenapa aku merasa kesal jika melihat mereka berdua saling tertawa bersama. ah Papa, apa kau mengutukku?
Dion mengkerut kening kesal, tak mengerti jalan pikirannya. dan membenturkan pelan kepalanya di kursi sebelahnya yang kosong.
"oh ya, nanti malam kau ada acara ga?", tanya Riko
"tidak ada, kenapa memangnya"
"ah itu, aku ingin mengajakmu menonton karena kebetulan aku mendapatkan tiket gratis untuk dua orang"
"oh ya, tiket film apa memang?"
"Midnight Runners" jawab Riko
"Midnight Runners film korea itu?", Kiko terkejut, "pemainnya park seo jun itu kan?"
Riko mengangguk, "iya"
"aku mau, aku mau. aku fans berat park seo jun Oppa (panggilan kakak korea)", Kiko girang, "kau beruntung sekali bisa mendapat tiket gratis, wah"
"ya begitu lah, nanti malam aku akan menjemputmu"
"tidak perlu, kita ketemuan dibioskop saja"
"ah baiklah, aku setuju!"
tak lama Kemudian ada ibu hamil naik Bus dan kebetulan kondisi kursi kosong kecuali milik Dion,
ibu hamil itu hendak duduk disebelah Dion, tapi dengan sigap Dion merentangkan tangannya, "tidak boleh!"
jadi banyak mata yang tertuju dan mencibir Dion pria jahat tak punya hati. dan membuat Riko menyeringai senang.
"Nona sebaiknya duduk disini saja, biar saya yang berdiri!" tawar Kiko
tapi dengan sigap Riko mencegahnya, demi mengambil hati Kiko, Ia rela menggantikan ibu hamil berdiri demi agar Ia terlihat baik.
dan seketika itu pula Dion berdiri menuntun ibu hamil itu untuk duduk dikursinya, sedangkan Dion berganti duduk disebelah Kiko dengan akal bulusnya.
sial, aku tertipu. Riko bergumam kesal
"kau pindah kesini?" tanya Kiko
"iya, aku tak tega jika ibu hamil itu harus duduk disebelahmu"
"hah, memangnya aku kenapa?"
"kan sudah ku bilang, kau itu babi berbahaya"
"apa!" Kiko menepuk lengan Dion kesal, dan Dion hanya tertawa menanggapi nya.
"kau tambah imut jika sedang cemberut" gumam Dion
"hah, kau bilang apa?"
"patung itu", menunjuk patung pahlawan diluar jendela, "imut sekali"
apanya yang imut sih, aneh.
Kiko memutar bola matanya jengah.
"oh ya, apa Tuan tau park seo jun?" tanya Kiko
"hah, siapa itu?"
"itu loh aktor korea yang biasa aku lihat di televisi, kan Tuan juga nonton bareng aku"
"oh iya iya tahu, kenapa?", sahutnya berbohong pasalnya Dion tidak pernah memperhatikan serial drama yang ditonton Kiko, Ia malah fokus untuk menatap Kiko dengan senyum.
"filmnya akan tayang, aku mau nonton"
"dih, apa bagusnya sih? kenapa ga nonton film hollywood saja gitu, lebih seru?"
"ya karena park seo jun, aku fans banget sama dia"
"cih" Dion mendecih, tapi ingat sesuatu..
"oh ya, tadi apa yang sedang kau bicarakan dengan si Riko itu. sepertinya asik sekali?" tanya Dion
"ah itu, dia mengajakku nonton?"
"dan kau mau?"
"ya mau gimana lagi, dia mendapatkan dua tiket gratis"
bodoh, kenapa kau percaya. itu kan hanya trik agar kau mau diajaknya nonton.
"tidak ku ijinkan, kau kan harus memasak makan malam untukku"
"soal itu Tuan tenang saja, aku akan memasak terlebih dahulu sebelum pergi"
"lalu, setelah nonton apa kau akan langsung pulang?"
"sepertinya tidak, dia kan sudah memberiku tiket gratis. apa tidak sebaiknya ku traktir dia?"
sial
"jangan! pemutaran film itu rata rata kan dua jam, jadi film berakhir akan malam sekali. pada waktu itu pencernaan tidak berfungsi dengan baik jika kau masih makan, apa lagi dengan makanan berat"
"oh begitu ya Tuan?" Kiko mengangguk menelaah
"jadi, apa kau masih berpikir untuk mentraktirnya makan?"
"tidak lagi"
akhirnya Dion tersenyum senang walau dirinya masih begitu kesal.
kenapa wanita yang disebelahnya ini begitu lugu dan bodoh ya?
telah lama mereka diperjalanan, kantuk mendera Kiko. Hingga kemudian kepala Kiko kesana kemari karena kantuk.
hendak kepala itu akan menyentuh pundak Dion tapi refleks Dion menghindar, Ia tidak pernah memanjakan atau memberi pundaknya untuk seorang wanita.
kemudian kepala Kiko akan beralih terpukul ke kaca jendela, dan Dion tentu tak ingin Kiko merasakan sakit dan terganggu tidurnya.
pelan pelan, Dion mengambil kepala Kiko dan mau memberikan pundaknya untuk sandaran.
"tidurlah", ucapnya tersenyum sambil memandangi gadis itu yang tengah tertidur
tapi ke harmonisan dan kelembutan hati Dion itu tak bertahan lama ketika Bus way berhenti.
"hei bangun, sudah sampai!" ucap Dion lembut
"ah, sudah sampai ya Tuan?" Kiko bangun dengan kaget karena mendapati dirinya bertopang pada Dion, "maaf Tuan, saya tidak sadar"
dengan wajah merah merona Dion mengatakan, "ah, tidak apa apa kok", Ia tersenyum malu
"ah bukan itu yang saya maksud"
"lalu, maksudmu apa?" Dion tak mengerti
"itu Tuan", menunjuk baju Dion yang basah karena iler Kiko, "maaf?"
Dion membelalak dan menoleh pada titik basah dibaju yang ditunjuk oleh Kiko.
"sial, mati kau, dasar mesum jorok!" teriak Dion kesal hingga Riko yang tertidur juga ikut! terlonjak kaget.
****
BANTU VOTE POIN, MEMALUI NOVELTOON.
Terimakasih :*