Di semesta tanpa akhir, tempat miliaran ras tak berujung hidup berdampingan, berdiri banyak kekuatan tertinggi yang menguasai aliran reinkarnasi, berbicara langsung dengan Dao Agung, dan menekan seluruh era tanpa batas. Di antara semua kekuatan itu, hanya beberapa yang benar-benar mengguncang seluruh multisemesta.
Rumah Ilahi Ungu, sebuah kekuatan misterius dengan aura tak terbandingkan, hanya dengan sedikit gerakan saja mampu membuat tak terhitung banyaknya semesta bergetar ketakutan.
Keluarga Gu, keluarga kuno yang menyimpan rahasia tabu paling menakutkan. Mereka mengendalikan rahasia yang menekan seluruh era, dari masa lalu hingga masa depan.
Sekte Pedang Wuji, penguasa Dao Pedang tertinggi. Sekali pedang mereka terhunus, surga dan neraka tak terhitung jumlahnya gemetar dan bertekuk lutut.
dan anak muda bernama lu feng memiliki peradaban yang mengguncang seluruh multisemesta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menyusuri warisan sekte kaisar pil
.
Su Mei Yao melangkah anggun ke sisi Lu Feng sembari mendengus bosan. "Baiklah, aku ikut Adik Kecil saja. Malas sekali rasanya harus terus mendengar para hantu tua itu bicara tidak jelas," ucapnya sembari menebar senyum manis yang sanggup membuat surga kehilangan warnanya dan bunga-bunga di istana surgawi seolah mekar seketika.
.
Pemandangan itu membuat Yao Xun, Feng Hua, dan Ling Yu secara refleks menelan ludah. "Terlalu menawan," batin mereka serentak, mencoba sekuat tenaga menjaga fokus agar tidak tersesat dalam pesona sang dewi rubah. Sementara itu, Bai You You juga berjalan mendekat ke sisi Lu Feng lainnya. Ia melipat tangan di depan dada, menunjukkan reaksi dingin namun tegas bahwa ia tidak akan membiarkan Lu Feng pergi sendirian.
.
"Baiklah, mari lewat sini. Saya akan membawa Tuan Muda dan para Nona ke Tebing Kemauan Pil," ajak Yao Xun sembari memimpin jalan. Di belakang mereka, atmosfer istana mulai berubah serius saat Kaisar Kun Di bersama tiga Kaisar leluhur—Yao Cheng, Yao Chu, dan Yao Chen—mulai menutup pintu aula untuk membahas urusan bisnis skala besar.
.
Rombongan Lu Feng akhirnya tiba di sebuah lokasi yang dikenal sebagai Tebing Kemauan Pil. Tempat itu sangat ramai; banyak murid berjubah sekte berlalu-lalang dengan wajah penuh konsentrasi. Tebing itu menjulang setinggi 10.000 meter, menembus awan dengan kemegahan yang luar biasa. Sebuah air terjun jernih memancarkan aura keabadian, jatuh ke lembah bawah dengan pelangi delapan warna yang melengkung indah di puncaknya.
.
"Oh? Sosok yang menciptakan tebing ini pasti sudah naik ke Alam Abadi," komentar Su Mei Yao setelah merasakan sisa-sisa energi yang tertinggal di udara.
.
"Aha, tebakan Nona sangat tepat," sahut Yao Xun dengan nada bangga. "Yang membangun tebing ini adalah leluhur pertama kami bernama Yao Di. Seratus juta tahun yang lalu, sebelum naik ke Alam Abadi, beliau meninggalkan warisan ini untuk menilai pil yang dibuat oleh para penerusnya."
.
Yao Xun kemudian menjelaskan mekanisme unik dari tempat sakral tersebut. "Tebing ini akan menilai apakah pil dibuat dengan hati yang bersih atau dengan niat jahat. Ini adalah ujian kemurnian pil hati. Jika seorang kultivator mampu bertahan selama 30 hari merenung di sini sembari memegang pilnya siang dan malam, mereka akan mendapatkan pengakuan dari leluhur. Sebagai imbalannya, sekte akan memberikan teknik kultivasi tingkat Kekaisaran untuk dipelajari."
.
Lu Feng menatap tebing curam itu dengan penuh minat, merasakan tekanan spiritual yang lembut namun sangat dalam terpancar dari dinding batu yang kuno.
.
.
"Wah, aku ingin mencobanya!" Lu Feng berujar penuh semangat, kakinya nyaris melangkah maju untuk mendekati tebing yang memancarkan aura keabadian itu.
.
Namun, Yao Xun segera mengangkat tangannya dengan sopan untuk menahan langkah sang tamu. "Maaf, Tuan Muda Lu. Kecuali mereka yang telah bersumpah menjadi murid Sekte Kaisar Pil atau merupakan bagian dari klan kami, tebing ini akan menolak siapa pun yang mendekat," jelas Yao Xun dengan nada lembut namun tegas.
.
"Oh, begitu ya," sahut Lu Feng dengan nada yang sedikit kecewa. Ia pun mengurungkan niatnya dan kembali mengikuti Yao Xun yang membawanya menuju destinasi berikutnya: Perpustakaan Agung Sekte.
.
Di depan pintu masuk perpustakaan yang menjulang, terlihat seorang lelaki tua yang sedang duduk santai di atas kursi goyang. Tangannya perlahan menggerakkan kipas, menciptakan angin sepoi-sepoi yang tenang di tengah keheningan area tersebut. Yao Xun segera membungkuk memberikan hormat yang sangat dalam.
.
"Ini adalah Tetua Yao Lao. Beliau telah melayani sekte selama hampir satu juta tahun," bisik Yao Xun dengan nada penuh takzim. "Beliau adalah ahli kaisar tersembunyi di sekte kami. Di dunia luar, mungkin kami dikenal hanya memiliki tiga kaisar yang sudah uzur, tapi kenyataannya ada satu kaisar lagi, yaitu Tetua Yao Lao. Beliau menjaga tempat ini karena di lantai empat tersimpan dua Seni Kekaisaran yang hanya boleh dipelajari oleh Putra Suci dan Pemimpin Sekte."
.
Lu Feng segera merapikan sikapnya dan memberi hormat. "Salam, Senior."
.
"Hoho, anak muda, jangan sungkan," sahut lelaki tua itu tanpa membuka matanya, suaranya terdengar parau namun berwibawa. "Saya hanyalah orang tua yang menunggu waktu. Kamu dari Rumah Dagang Pastoral, kan? Silakan masuk."
.
Lelaki tua itu melambaikan tangan perlahan. Namun, saat Lu Feng melangkah masuk, ia sempat melirik kembali ke arah sang penjaga. "Kenapa vitalitas beliau terasa sangat lemah?" gumam Lu Feng dalam batin setelah berada di dalam gedung.
.
"Tetua ini sudah mendekati masa akhirnya," jawab Yao Xun dengan raut wajah sedih. "Leluhur Yao Chu dan Tetua Yao Lao hampir mencapai usia satu juta tahun. Hanya sisa beberapa tahun lagi sebelum mereka meninggal dunia. Jika itu terjadi, sekte kami hanya akan memiliki dua Kaisar Agung yang tersisa, dan posisi kami dalam jajaran 20 besar kekuatan kaisar akan terancam runtuh."
.
Mendengar hal itu, Lu Feng terdiam, menyadari beban berat yang dipikul oleh sekte alkimia ini. Untuk mengalihkan suasana, Yao Xun mulai membawa Lu Feng berkeliling rak-rak buku kuno. Ia memperkenalkan berbagai teknik hebat dan seni alkimia yang rumit, membuat Lu Feng mendapatkan banyak wawasan baru mengenai struktur dasar energi dalam meracik pil.
Lu Feng sempat mencoba menanyakan perihal Seni Kekaisaran yang dijaga ketat di lantai empat, namun Yao Xun tampak enggan membicarakannya dan memilih mengalihkan topik. Menyadari bahwa itu adalah rahasia terdalam sekte yang bersifat tabu bagi orang luar, Lu Feng pun mengerti dan tidak melanjutkan pertanyaannya lagi.
.
Setelah menyelesaikan kunjungannya di dalam perpustakaan, mereka melangkah keluar. Lu Feng kembali memberikan hormat takzim kepada Tetua Yao Lao yang masih setia di kursi goyangnya, meski Su Mei Yao dan Bai You You tetap dengan sikap angkuh mereka, enggan menundukkan kepala sedikit pun.
.
Perjalanan berlanjut saat Yao Xun membawa mereka mengunjungi berbagai alam rahasia yang dikelola oleh sekte. Pemandangan di sana sungguh kontras dan unik; setiap gerbang alam rahasia dijaga oleh tetua yang memegang perangkat pemindai. "Karena kita sudah masuk ke era modern, metode masuk ke alam rahasia kini menggunakan sistem transfer atau QRIS. Sungguh efisien," ujar Yao Xun dengan nada kagum.
.
"Rumah Dagang Pastoral Anda benar-benar telah mengubah dunia kami menjadi luar biasa," tambah Yao Xun memberikan pujian tulus.
.
Lu Feng hanya bisa tersenyum simpul melihat antrean panjang murid Sekte Kaisar Pil yang memegang HP mereka masing-masing untuk melakukan pembayaran daring. Fenomena ini telah menyebar ke seluruh Benua Utara berkat video tutorial Putri Shen Ling Er yang viral, membuat transaksi ekonomi menjadi jauh lebih praktis.
.
Destinasi terakhir mereka adalah aula pembuatan pil utama. Di sana, ratusan jenius alkimia sedang berkonsentrasi penuh meramu obat di depan tungku mereka masing-masing. Lu Feng menonton dengan saksama selama satu jam, mencoba menyerap setiap gerakan dan metode yang mereka gunakan.
.
Namun, lama-kelamaan rasa tertariknya memudar. Dibandingkan dengan teknik alkimia tingkat tinggi milik kakak Su Mei Yao yang pernah ia lihat, teknik para jenius murid ini terasa terlalu kasar dan kurang presisi. "Sepertinya cukup sampai di sini, Saudara Yao. Teknik mereka memang hebat, tapi aku sudah mendapatkan gambaran yang cukup," ucap Lu Feng sembari mengajak rombongannya beranjak pergi.