Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Sam melajukan mobilnya dengan kencang, pikiran nya saat ini kalut tidak bisa berpikir jernih. Ia tidak bisa membayangkan saat kakaknya menggerayangi tubuh istrinya.
Ah!
Sam memukul setir mobilnya, tiba-tiba dari arah depan sebuah truk besar melaju kencang menyalip di tikungan menuju arus jalan yang berbeda.
Duar.
Kecelakaan tidak bisa di hindari saat truk besar itu bertemu mobil Sam yang sama-sama melaju dengan kecepatan kencang, Sam belum sempat membelokkan mobilnya karena ia sibuk dengan pikiran nya yang masih kacau.
Sementara di dapur, Meilani tampak meringis kesakitan. Tadi saat ia sedang memotong sayuran, tangannya tidak sengaja teriris pisau kecil, namun sebenarnya bukan karena luka di jarinya yang membuat khawatir, tiba-tiba ada rasa takut yang menghampiri relung hatinya.
"Ya Allah bu istirahat dulu" Aini menyodorkan segelas air dan membawa kotak obat.
"Terimakasih" kata Meilani kepada Aini yang tengah mengobati lukanya.
"Sudah ibu duduk saja, sebentar lagi beres tinggal masak sayur nya saja untuk ngisi kotak nasi"
"Sam sudah datang belum ya? " Meilani bergumam namun masih dapat di dengar oleh Aini.
"Sudah, ada di kamarnya Khaira" Aini menjawab lalu kembali bekerja dengan beberapa tetangganya yang ikut membantu.
Akhirnya pekerjaan telah selesai, tampak kotak-kotak nasi sudah siap tersusun rapi untuk di bagikan kepada para tetangganya yang sudah di undang untuk acara pengajian.
"Bu, aku mau lihat anak ku dulu" kata Meilani pada Aini.
Aini terkekeh, melihat besannya itu begitu perhatian meskipun anak nya laki-laki.
"Orang kaya mah gak akan kesel sama anak laki-laki nya ya bu meskipun belum kerja, beda sama kita-kita ya" salah satu tetangga terdengar berbicara.
Aini tampak mendelik kesal.
"Menantu saya kerja kok ibu-ibu, dia mengelola bisnis makanan milik kakaknya. Uang untuk pengajian hari ini pemberian menantu saya" Aini tidak mengada-ada karena sebelumnya nya suaminya menemui Sam untuk merencanakan acara empat bulanan.
Para ibu-ibu ber oh ria.
"Maaf ya bu Aini, saya kira gak kerja soalnya kan Khaira di ajak tinggal di rumah orang tuanya" ibu yang berbicara tadi tampak merasa bersalah.
"Nama nya pengantin baru, ekonomi nya juga pasti baru merintis tidak langsung punya segalanya" kata bu RT menimpali.
Aini tersenyum tipis.
Melani mengetuk pintu kamar milik Khaira, terlihat Khaira membuka pintu dengan mata yang sembab.
"Sam mana?"
Khaira menggelengkan kepalanya.
"Kalian bertengkar"
Khaira diam tidak mengiyakan pertanyaan mertuanya.
"Ya sudah mungkin Sam menenangkan diri dulu, kamu siap-siap selepas Ashar pengajiannya akan di mulai"
Namun saat akan berbalik, tiba-tiba ponsel milik Meilani berdering dari tas nya, terlihat kontak suaminya yang menghubungi.
"APA?" Meilani berteriak sesaat setelah mengangkat telepon.
"Ada apa mam?" Khaira ikut terkejut, tiba-tiba rasa khawatir menyelinap ke relung hatinya.
"Sam kecelakaan" kata Meilani nampak mulai menggenang air mata.
"Tidak mam, jangan bercanda" Khaira ikut berteriak.
"Ada apa ini?" Bayu menghampiri dari arah depan rumah, Aini dan ibu-ibu pun ikut menghampiri.
"Anak saya, Sam kecelakaan" Meilani terduduk lesu di atas lantai.
"Bagaimana bisa tadi kan masuk ke kamar mu, Khaira?" tanya Bayu.
"Tadi kak Sam keluar, ada keperluan" Khaira tidak ingin membicarakan masalah rumah tangga nya di hadapan para tetangga orang tuanya.
"Ya sudah kita harus ke rumah sakit mana sekarang, ayah minta tolong cari mobil" Aini memapah Meilani untuk keluar rumah.
"Bu RT saya minta tolong pada pak RT untuk menggantikan saya sebagai tuan rumah" kata Bayu yang sudah kembali, tak lama sebuah mobil angkutan umum tiba di halaman rumah.
"Iya saya akan sampaikan, pak Bayu dan bu Aini"
"Khaira, kamu di rumah bersama ibu RT ya" Aini masuk ke dalam mobil.
Selepas kepergian orangtuanya mengantar ibu mertuanya ke rumah sakit, Khaira ber siap-siap untuk acara pengajian.