NovelToon NovelToon
Little Tiger : Harga Sebuah Penolakan

Little Tiger : Harga Sebuah Penolakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita / Persaingan Mafia
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Kisah Shen Xiao Han dan Colly Shen adalah kelanjutan dari Luka dari Suami, Cinta dari Mafia, yang menyoroti perjalanan orang tua mereka, Holdes Shen dan Janetta Lee.

***

Shen Xiao Han dan Colly Shen, putra-putri Holdes Shen dan Janetta Lee, mewarisi dunia penuh kekuasaan dan bahaya dari orang tua mereka, Holdes dan Janetta.

Shen Xiao Han, alias Little Tiger, menjadi mafia termuda yang memimpin kelompok ayahnya yang sudah pensiun—keberanian dan kekejamannya melebihi siapa pun. Colly Shen, mahasiswi tangguh, terus menghadapi rintangan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

Di dunia di mana kekuasaan, pengkhianatan, dan ancaman mengintai setiap langkah, apakah mereka akan bertahan atau terperangkap oleh bayangan keluarga mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Colly yang baru pulang dari kampus berjalan sendiri di pinggir jalan. Langkahnya pelan, wajahnya muram, seolah seluruh dunia menekan dadanya.

Sementara itu, Dicky dan Monica hanya bisa mengikuti dari kejauhan dengan mobil.

“Suasana hati Nona sangat buruk,” ucap Dicky sambil menatap lurus ke depan.

“Iya,” jawab Monica yang duduk di kursi penumpang. “Nona sendiri yang meminta kita tidak mendekat. Dia butuh ruang untuk menenangkan diri.”

Di pinggir jalan, Colly berhenti sambil menunggu lampu hijau. Tatapannya kosong, pikirannya dipenuhi amarah dan luka.

"Kalau saja wanita itu berani datang mengganggu Mama… aku akan membunuhnya."

Rahangnya mengeras.

"Kalau itu terjadi… apakah Papa akan membelaku? Atau justru membela wanita itu?"

Tanpa disadarinya, langkah Colly bergerak ke depan—melewati batas aman.

Di saat yang sama, sebuah mobil melaju kencang, arahnya lurus ke tubuh Colly. Tidak ada tanda mengerem. Tidak ada klakson.

“Nona!” teriak Monica panik sambil membuka pintu mobil.

Dicky ikut meloncat turun.

Namun semuanya terjadi terlalu cepat.

Tiba-tiba, seorang pria berpakaian hitam tertutup muncul entah dari mana. Ia meraih tubuh Colly dan menariknya kuat ke samping.

BRAK!

Tubuh mereka berdua terhempas ke pinggir jalan. Mobil itu gagal menabrak sasaran dan justru melaju pergi tanpa menoleh sedikit pun.

Dicky segera mengeluarkan ponselnya.

“Lacak mobil itu! Sekarang!” perintahnya dingin.

Sementara itu, pria tak dikenal itu langsung bangkit berdiri. Tanpa sepatah kata pun, ia berbalik dan melangkah pergi.

“Tuan—!” seru Colly sambil bangkit dan hendak mengejarnya.

Namun Monica segera menahan lengannya.

“Nona, jangan! Terlalu berbahaya!”

“Tapi dia menyelamatkanku!” bantah Colly.

Tatapan Colly mengikuti langkah pria itu hingga matanya menangkap sesuatu—telapak tangan kanan pria itu berlumuran darah.

“Dia terluka karena menyelamatkanku…” ucap Colly lirih, dadanya terasa sesak.

“Nona,” ujar Monica lembut namun tegas, “kami akan mencari tahu siapa dia. Sekarang, yang terpenting adalah keselamatan Nona. Kita pulang dulu.”

Colly terdiam. Pandangannya masih tertuju pada sosok pria misterius itu—yang kini semakin menjauh, menyatu dengan keramaian, seolah sengaja menyembunyikan keberadaannya.

Malam hari.

Holdes berada di ruang pribadinya. Cahaya lampu meja menerangi wajahnya yang serius saat ia meneliti tumpukan dokumen di hadapannya. Ruangan itu sunyi, hanya terdengar suara kertas yang dibalik perlahan.

Pintu terbuka pelan.

Lucy melangkah masuk sambil membawa nampan berisi minuman hangat dan camilan malam. Gaun pelayan yang ia kenakan menonjolkan tubuh mudanya yang ramping, sementara wajahnya tampak bersih dan polos.

“Tuan, Anda pasti lapar. Jangan lupa dimakan,” ucap Lucy dengan suara lembut dan hati-hati.

Pandangan Holdes terangkat dari dokumen. Untuk beberapa detik, matanya tertuju pada wanita muda itu—terlalu lama untuk sekadar formalitas.

“Siapa yang memintamu mengantarkan ini ke sini?” tanya Holdes akhirnya.

“Tidak ada, Tuan,” jawab Lucy menunduk sopan. “Saya hanya khawatir Anda belum makan. Nyonya sudah tidur, jadi saya yang membawakannya.”

Holdes meraih cangkir itu. Namun tepat saat hendak menyesapnya, gerakannya terhenti.

“Kau berasal dari mana?” tanyanya.

“Dari desa, Tuan.”

“Desa?” Holdes mengangkat alis. “Usiamu?”

“Dua puluh tahun.”

“Seusia putriku…” gumam Holdes pelan.

Belum sempat keheningan itu berlanjut, suara langkah kaki terdengar dari arah pintu.

“Suamiku,” suara Janetta terdengar dingin. “Kenapa malam-malam begini kau bersama pembantu di ruang pribadimu?”

Janetta melangkah masuk, tatapannya tajam menembus Lucy yang langsung menegang.

“Lucy hanya membawakan makanan dan minuman untukku,” jawab Holdes datar.

Janetta mendekati meja kerja suaminya. Pandangannya lalu beralih ke Lucy, penuh tekanan dan peringatan.

“Ini bukan tugasmu,” ujar Janetta dingin. “Dan ruangan ini juga bukan tempat yang boleh kau masuki.”

“Maaf, Nyonya,” ucap Lucy cepat, menundukkan kepala lebih dalam.

Holdes menggeser cangkir itu ke arah Janetta.

“Istriku, kau ingin minum?”

Janetta menatap minuman itu sesaat, lalu tersenyum tipis—senyum tanpa kehangatan.

“Aku tidak suka,” jawabnya. “Atau… apakah kau yang suka?”

“Tentu saja tidak,” jawab Holdes cepat, disertai senyum tipis.

"Dasar pria pandai berpura-pura, "batin Janetta.

"Tatapan matanya hampir melompat saat melihat gadis ini."

Janetta lalu kembali menatap Lucy dengan dingin.

“Lucy, bawa keluar makanan dan minuman ini. Dan lain kali, kau tidak boleh masuk ke ruangan ini lagi tanpa izinku.”

“Baik, Nyonya,” jawab Lucy lirih.

Lucy mengambil nampan itu dan melangkah pergi. Namun di balik wajah patuhnya, ada kilatan ambisi yang belum sepenuhnya padam.

Lucy yang keluar dari ruangan itu tidak langsung pergi. Ia berdiri tepat di balik pintu, menyandarkan tubuhnya ke dinding sambil menyimak setiap percakapan di dalam. Bibirnya melengkung tipis.

Menarik… batinnya.

Di dalam ruangan, Holdes menarik pergelangan tangan Janetta dan mendudukkannya di pangkuannya.

“Kau cemburu?” tanyanya pelan, suaranya rendah dan dekat dengan telinga istrinya.

Janetta tidak menepis pelukan itu, namun sorot matanya tetap dingin.

“Pria mana yang bisa menjaga mata dan hatinya?” jawabnya datar.

“Istriku,” ucap Holdes sambil mengusap punggung Janetta perlahan, “siapa pun dia, hanya pembantu. Kau boleh mengusirnya kapan saja.”

Janetta tersenyum tipis, senyum yang lebih mirip sindiran.

“Kalau aku mengusirnya, bukankah kau akan lebih leluasa menemuinya dan menjadikannya selingkuhanmu?”

“Istriku, aku tidak akan mengkhianatimu,” jawab Holdes cepat.

Janetta bangkit dari pangkuan suaminya. Tangannya meraih ponsel, lalu ia menyorongkannya ke arah Holdes. Sebuah foto terpampang jelas—Holdes bersama Chimmy.

“Lalu bagaimana dengan wanita ini?” tanya Janetta dingin.

Raut wajah Holdes berubah.

“Bagaimana kau bisa memiliki foto itu?”

Janetta menegakkan tubuhnya. Tatapannya menusuk, penuh tekanan.

“Katakan padaku… berapa kali kau dan dia melakukannya?”

Holdes terdiam sejenak. Keheningan menggantung, berat dan menyesakkan.

“Lebih dari dua puluh kali,” jawabnya akhirnya.

“Selama empat bulan?” tanya Janetta lagi.

“Benar,” jawab Holdes jujur. “Tapi itu hanya sesaat. Kau tahu, aku tidak pernah berhenti mencintaimu.”

Janetta terkekeh pelan, pahit.

“Kalau aku tidak datang tadi, apakah Lucy akan menjadi Chimmy kedua?”

“Istriku, itu tidak mungkin,” jawab Holdes tegas. “Aku dan Chimmy sudah tidak mungkin bertemu lagi. Aku sudah membayarnya.”

Janetta menunduk, lalu perlahan mengangkat wajahnya kembali. Tatapannya kini tenang—terlalu tenang.

“Tapi…” ucapnya pelan, “…aku ingin bertemu dengannya.”

"Untuk apa? Dia bukan lawanmu!" jawab Holdes.

"Dua pilihan untukmu, Holdes Shen. Dia datang sendiri atau aku yang menemukan dia. Kau tahu akibatnya kalau aku yang menemukan dia," ujar Janetta."kalau dia datang sendiri mungkin saja aku akan merestui hubunganmu dengannya. Lagi pula kalian telah melakukannya sebanyak lebih dari dua puluh kali. Tidak mungkin kau membuangnya begitu saja, kan?" Janetta tersenyum namun tatapannya menusuk.

"Istriku, aku tahu kau sedang marah, silakan marah padaku atau ingin melampiaskan emosi," ucap Holdes.

"Aku masih waras, dan tahu cara untuk melampiaskan emosiku. Tidak seperti wanita lain yang diselingkuhi suaminya sampai harus melukai diri sendiri dan menangis di depan suami mereka. Sedangkan aku akan mengunakan cara sendiri," jawab Janetta.

1
Tiara Bella
wah penuh misteri ini propesor Zhou...
Tiara Bella
bagus ceritanya aku suka.....
Tiara Bella
bakalan pada kapok ini mah yg mengusik keluarga mafia satu ini.....
Tiara Bella
gk bisa berkata² aku....mafia dilawan
Bonny Liberty
situ emang orang tua ODGJ,👿
Maria Mariati
hellehhh udah ke tepi jurang ga jadi lahhh,balik lagi takutt ga bisa naik lagi,udah emosi sama authorr masa bikin mafia pekok main perempuan 🤣🤣🤣
Pikachu: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 1 replies
Tiara Bella
plot twist bngt aku suka.....diluar dugaan semua 😍💪
Tiara Bella
siapa yg dimaksud kakak....masa Jacky
Ayu lestari Ayu
sengaja baru baca ceritanya, nunggu episode banyak dulu baru baca,,, ceritanya GK kalah menarik dari yg season 1,,,😘
Bonny Liberty
kamu kira wanita itu apa😏merendahkan diri sendiri,spek Nyonyah besar aja bisa di duain, apa lagi bocil modal ngangkang doang 👿🤪🤭
Maria Mariati
kapokkkk ,baru nyesel kan telattttt 🤣🤣🤣
Mineaa
bravo mommy janetta........💪
Bonny Liberty
kaga usah di pikir,tar pala loe meledak ga kuat mikir perang elit...sok..sokkan nantangin👿👿👿🤪😏
Bonny Liberty
sudah kebayang kaga kalau harga dirimu sudah kaya penyedap rasa saset 😏🤪👿
Maria Mariati
masuk kandang singa semua 🤣🤣🤣
Inez Putri
menarik. br pertm q baca peran utama cwok,selingkuh. biasa akan bucin. apa lg dl mendptkannya,memperjuangkan menentang smua klan. apakah ada peran cwok utama yg akan muncul.
Maria Mariati
bocah ,singa di lawan,makan tuhh mangsamu janete,bodoh tuh anak,mana ada laki2 udah di bayar trus di nikahin,hehhhh bodoh
Bonny Liberty
badan sih kaga tapi ❤️‍🩹😏
Bonny Liberty
kaga perlu mengaum mba,cukup main cakar,sepi,tiba - tiba /Skull//Chuckle/
Bonny Liberty
kan ga kepikiran sampe situ,cuman mikir sampe dalam rok doang🤪 yang penting aku😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!