Keyra Alzein terpaksa mengubah penampilannya menjadi cupu, merelakan diri menjadi bahan bully-an di SMA Dirgantara demi misi kebebasan dan kejanggalan kematian saudara kembarnya yang bunuh diri satu tahun yang lalu.
Namun, siapa sangka ia malah jatuh cinta pada sosok Ketos seperti Devano.
Disaat Keyra yakin akan perasaannya, satu kenyataan pahit mengusik dimana ia tahu bahwa Devano adalah cinta pertama Arin.
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mimah e Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Tercyduk
Tok tok tok, suara ketukan pintu terdengar. Sepi, itulah yang Keyra dapati setelah menemukan alamat rumah Devano. Rumah minimalis dua lantai itu tampak sepi apalagi di jam pulang sekolah. Papanya bilang, keluarga Devano tak memiliki Art apalagi supir seperti di rumahnya. Jadi bisa dipastikan kalau Devano gak ada, kemungkinan rumah itu penghuninya masih dil luar semua mengingat Rafael bekerja di perusahaan dan Momy Devano sendiri mengurus toko kue.
"Ada nggak neng?" tanya Mang Rud.
"Bentar mang, tungguin bentar!" pinta Keyra. Ia mengetuk-ngetuk lagi pintu rumah Devano. Melihat motor yang berada di teras seharusnya laki-laki itu ada di rumah.
Ceklek...
Pintu terbuka, Keyra mengusap dadanya saking terkejut melihat Devano keluar dengan muka bantal karena menahan kantuk.
"Dev, gue kesini mau..."
"Masuk yuk, gak enak di depan pintu!" ujar Devano.
Devano lantas menoleh pada supir Keyra, "Mang turun sini," ajak Devano.
Mang Rud mendekat dan turun dari mobil.
"Tapi, Mas! Boleh titip si neng bentar gak? Saya mau anter Bi Sumi Belanja bulanan." Mang Rud menatap Devano tak enak, tapi bagaimana lagi?
"Boleh, Mang! Tapi emang Keyra-nya mau?" tanya Devano. Ia menatap Keyra sebentar, gadis itu mengangguk.
"Gue yang minta anter kesini, karena ada perlu."
"Oh oke, Mang! Yaudah tinggal aja gak papa. Aman kok aman," kelakar Devano.
Mang Rud lega, ia yakin Devano bukan orang dengan bad attitude yang akan kurang ajar dengan orang yang disukainya. Ya, mang Rud sendiri tau kalau pemuda itu sangat menyukai anak majikannya bahkan sampai rela mengantar jemput sekolah beberapa waktu yang lalu.
Keyra masuk, sementara Devano membiiarkan pintu terbuka agar kekasihnya itu merasa nyaman meski hanya berdua berada di rumahnya.
"Mau minum apa? Biar gue buatin!"
"Apa aja deh!"
Devano mengangguk, ia ke dapur untuk membuatkan Keyra minum. Sesaat Keyra terdiam memandangi punggung tegap itu dari belakang. Dari jauh saja, pesona Devano sudah membuatnya ketar ketir apalagi kalau dari dekat?
Keyra menyadari ia terlalu egois, terlalu memupuk tinggi gengsi dan labil tapi tidak dengan Devano! Laki-laki itu membuktikan konsistennya dalam mencintai seorang wanita.
"Ini, adanya cuma ini!" Devano meletakkan dua orange jus di atas meja. Tentu saja made in buatannya sendiri. Tak lupa beberapa camilan ringan seisi kulkas ia keluarkan.
"Dev, gak perlu repot-repot ih!"
"Mumpung ada, kalau gak ada ya gak bakalan!"
"Makasih, gue kesini mau minta maaf! Gue terlalu naif buat ngakuin kalau gue sayang banget sama lo, kangen banget sama lo, bahkan setiap detik mata gue terpejam, gue selalu berharap lo adalah salah satu dari orang-orang yang bakalan gue liat saat bangun! Tuhan terlalu baik sampai ngabulin itu semua," akunya menunduk.
"Gue pikir lo beneran amnesia," gumam Devano menatap lurus ke depan. Suaranya terdengar berat bersama helaan napas panjang. Devano menoleh, tepatnya menatap Keyra.
"Gue takut kehilangan lo! Mungkin terdengar aneh, apalagi usia kita belum pas buat ngomongin hal yang serius! Tapi gue gak pernah main-main sayang sama lo, Key!"
"Dev! Gue,--"
"Sttt...! Kan gue dah bilang jangan dipaksain," ujar Devano.
"Ishhh dengerin dulu," rengek Keyra.
Devano tak bisa menahan tawanya, ia terkekeh mendengar suara manja Keyra yang akhir-akhir ini selalu Devano rindukan.
"Lo mau bilang kalau sayang sama gue kan?" Devano tersenyum jumawa.
"Emang gue diatas segalanya dibanding Aron," sambungnya langsung mendapat cubitan di perut oleh Keyra.
"Aron terus! Kapan sih lo nggak cemburu sama Aron, dia itu sahabat gue."
"Nggak ada persahabatan cewek cowok," kekeh Devano.
"Adain, tar gue yang adain!" desis Keyra.
Devano mengajak Keyra makan, tentu dengan menu yang sudah ada di rumahnya. Menu sederhana masakan Mom Key memang tak diragukan rasanya. Setelah kenyang mereka kembali ke ruang tamu. Canda dan tawa mewarnai keduanya hingga Keyra tanpa sadar berulang kali menguap.
"Mau gue anter pulang atau?"
"Nunggu Mang Rud jemput aja, Dev! kepalaku masih suka pusing kalau kena angin," alibi Keyra. Padahal itu hanyalah alasan agar ia bisa berlama-lama disana sambil menunggu kedatangan sopirnya.
"Yaudah tidur aja, biar gue yang jaga! Tar kalau Sopir dateng gue bangunin."
Keyra mengangguk, sebenarnya niat hati ingin tidur tapi penasaran dengan kelakuan Devano alhasil ia ingin sekali lagi memastikan Devano bukan laki-laki bad attitude yang akan memanfaatkan keadaan saat ia tidur.
"Emang ya, penampilan bukan tolak ukur melihat baik buruk seseorang! Pertama liat lo itu urakan, resek, nyebelin, tengil dan badboy gitu, tapi ternyata di balik semua keburukan yang lo perlihatkan. Lo ternyata orang yang baik, penyayang dan hangat," batin Keyra. Saking nyamannya ia malah beneran tertidur.
***
"O M G !!!" pekikan momy Key nyaring terdengar hingga membuat sepasang muda mudi terlelap seketika bangun dan panik. Padahal mereka hanya ketiduran, tapi berasa tercyduk sedang melakukan me sum.
"Momy, astaga!" keluh Devano. Sementara Keyra hanya bisa meringis.
"Momy udah ambil fotonya! Gak mau tau, udah Momy kirim ke Om Bram!" kekeh Momy Key.
"Astaga, Tante! Maaf, tapi kita nggak ngapa-ngapain lho," aku Keyra panik.
"Iya Tante tau, tapi anak tante tuh yang kurang ajar!" Momy Key mencebik ke arah Devano. Ia menelpon sang suami dengan segera. Bukan Momy Key kalau tak berhasil membuat semua orang heboh termasuk Bram dan Rafael yang saat ini sedang otw ke TKP.
"Ada apa ini, Ay?" tanya Rafael yang terburu-buru masuk ke dalam rumah. Devano dan Keyra pasrah menunduk sementara Momy Key duduk di sofa berseberangan dengan putranya dengan tangan terus meminjat pelipis pusing.
"Anak kamu, ay! tidur bareng sama Keyra," lirik Mom Key.
"Bohong, om, pa!" jawab Keyra dan Devano serentak.
Momy Key tersenyum sinis, lalu membuka ponselnya.
"Nih, liat nih!" tunjuknya pada suami tercinta.
Belum selesai perdebatan itu, Bram masuk terseok-seok karena buru-buru.
"Ada apa Key, kau bikin panik saja," decak Bram.
"Ini, mereka!"
Dua bapak-bapak itu sontak menatap Devano dan Keyra yang terciduk ketiduran di ruang tamu dengan kepala saling bersandar.
"Aduh, Mom! Orang kita cuma ketiduran! langsung panik, heboh bikin spot jantung aja!" gerutu Devano.
"Cuma kamu bilang, gimana kalau yang masuk warga? Bisa langsung dinikahin kalian."
"Maaf, Tante! Tapi Devano nggak salah tadi Keyra yang maksa disini karena nunggu Mang Rud!" cicit Keyra.
"Kamu nggak salah sayang, yang salah itu Devano!" ujar Momy Key.
"Sudah-sudah! Key, ayo pulang sama Papa," ajak Bram.
Rafael menggaruk kepalanya, "nanti kalau hamil bilang aja, kami siap datang melamar!" ujar Rafael langsung mendapat pelototan dari istri dan anaknya.
manissss bangeeeet 😘😘😘😘
terima kasih ka
maaf ya ka mimah aku banyak nuntut.abis suka bgt sama sama devano dan keyra.pokoknya novel2 ka mimah keren2 semua 👍👍👍👍👍
Key ngmbeknya jangn lama2 keburu Devano di gondol yg lain😁😁🤣
seperti temen ku yang kembar. ya begitu sikap dan sifatnya. 🤭🤭🤭
kalau ngambek suka ngilang ya, 😁😁😁
CATAT ITU!!!!!!