Issabella Windia Farhana adalah wanita cantik yang di nikahi oleh seorang bos besar di negara A. entah karena sebab apa, Windia harus rela menikah dengan Denis.
seorang laki laki tampan, dan juga dingin. namun, alih alih di jadikan ratu, Danis malah menjadikan Windia sebagai pelayan.
Setiap hari, Danis akan memperlakukan Windia, bak seorang pelayan. hingga suatu hari. Windia yang merasa geram, mengatakan sesuatu.
"aku bukan pelayanmu," ucapnya dengan sorot mata tajam.
hal itu membuat Danis, seketika naik pitam. mampukah Windia melarikan diri,?
dan apakah yang akan terjadi, jika sebuah penyesalan itu datang? akankan windia luluh dan bersedia kembali,?
yuk simak,...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merawat
Setelah mendengar ucapan dari Denis, Vega tersenyum sinis Soraya menatap ke arah sang Putra." sekarang, gimana istrimu?" tanya Vega dengan nada yang mengejek.
Hal itu tentu saja membuat Denis menghembuskan nafasnya kasar. karena dirinya tahu, Apa yang dimaksud oleh sang ibu." mom please lah, Denis tahu pasti Latika hanya akan merajuk. Dia nggak akan pernah benar-benar pergi dari hidup Denis." ucap laki-laki itu meyakinkan dirinya sendiri.
Vega dan Robert yang mendengarnya, hanya bisa Saling pandang dan saling melempar senyum penuh arti.
" Sudahlah Denis, Jangan pernah berharap dengan wanita itu lagi. lebih baik sekarang kamu fokus dengan keluarga kecilmu." ucap Vega Seraya menatap sama ke arah sang Putra.
" Apa maksud mommy, kalau maksud ingin menyatukan aku dan wanita itu kembali, Aku tidak mau." ucap dengan nada tegas.
Robert dan Vega yang mendengarnya, seketika Saling pandang Seraya menghembuskan nafasnya kasar." lalu, Mau kamu apa? kamu masih mau menunggu wanita itu untuk kembali? sedangkan kami tidak bisa untuk selalu merawatmu." ucap Vega dengan nada tak kalah tegas.
Hal itu tentu saja membuat Denis yang mendengarnya, seketika terdiam. entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki itu, yang jelas, Denis mempunyai rencana yang tidak akan disangka-sangka.
" Oke kalau gitu, Aku mau dirawat oleh dia. Asalkan, kebutuhan batinku juga harus terpenuhi." ucap Denis tersenyum lebar.
Plak
satu pukulan kuat, mendarat mulus di kepala laki-laki itu. hingga si empunya kepala, meringis kesakitan karena pukulan itu terlalu kuat.
"Mom, Kenapa Mommy memukulku?" tanya Denis dengan tatapan bingungnya.
" bagaimana Mommy tidak ingin menamparmu, hah? kau sedang sakit saja Masih memikirkan hal itu?" tanya Vega Seraya menggelengkan kepala. wanita itu Tak habis pikir dengan apa yang ada di dalam otak dari Denis.
Bisa-bisanya, laki-laki itu memikirkan hal nyeleneh seperti itu. Padahal, dirinya baru saja tersadar dari komanya.
"Mom, aku ini manusia normal. Wajar dong kalau aku menginginkan hal itu, apalagi Windia itu masih istri aku." ucap Denis Seraya menatap kedua orang tuanya dengan tetapan yang sulit diartikan.
Pertanyaan itu, sukses membuat Vega dan Robert seketika terdiam. ya memang benar, apa yang dikatakan oleh Denis itu memang ada benarnya. karena memang, Denis dan Windia itu masih pasangan suami istri.
" mungkin ini jalan dari Tuhan. agar Denis dan Windia, bisa saling terbuka. bisa saja kan, mereka akan jatuh cinta." bisik Robert pada telinga sang istri.
Hal itu membuat Vega, lama terdiam. dan setelah beberapa saat, Vega dan Robert akhirnya menyetujui permintaan dari Denis.
Walaupun, dirinya tidak mengatakan melayani Denis di atas ranjang pada Windia. karena pastinya, Gadis itu pasti akan menolak dengan apa yang akan dikatakan oleh kedua orang tua itu.
Sementara Denis tersenyum dengan sangat misterius. dan setelah itu, laki-laki itu segera berbaring kembali di atas Brangkar rumah sakit.
" kau akan kembali lagi gadis bodoh!" umpat Denis dalam hatinya.
****
Setelah hampir 15 menit, Vega dan juga Robert akhirnya memutuskan untuk pulang. karena besok pagi, mereka akan kembali ke sini bersama dengan Windia.
Denis yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. kemudian kembali memejamkan mata. tak lama setelah kedua orang tuanya pergi, Denis segera menghubungi seseorang.
" halo sayang, semuanya beres." ucapnya dengan tersenyum lebar.
"bagus beb, kita pasti akan berhasil," jawab seseorang dengan suara merdu dari seberang sana.