NovelToon NovelToon
Kala Bos Menggoda

Kala Bos Menggoda

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cerai / Balas Dendam / CEO / Romantis / Office Romance / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi wu

Kehadiran seorang anak adalah kebahagiaan bagi sepasang suami istri, dan hal itu pula-lah yang paling dinanti oleh Haura dan Theo. Tapi sayangnya setelah tiga tahun pernikahan mereka, tangisan bayi tak juga hadir di dalam rumah tangga keduanyanya.

Theo menyalahkan Haura karena wanita itu tidak bisa memberinya seorang anak. Hingga dia tega meninggalkan Haura, dan memilih menikahi wanita yang jauh lebih muda, yang ia anggap bisa memberinya keturunan.

Saat Haura terpuruk, dan ingin mengakhiri hidup dari atas jembatan pusat Kota Tadpole, sebuah tangan hangat seorang pria menyelamatkan dirinya dari ambang kematian.

Setelah perceraian itu, Haura bangkit dan bersumpah akan menuntut balas, pada Theo suaminya. Kemudian ia melamar pekerjaan sebagai Marketing di salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Negara ini. Saat Haura tahu siapa bosnya—wanita dua puluh enam tahun itu sangat terkejut.


"Apakah kau lupa, siapa aku?" tanya lelaki itu dengan ekspresi dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 35 • Tidak Percaya Diri

Pagi ini Haura bangun dengan perasaan yang berbeda, seolah hatinya dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah, ia menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dari sapuan hawa dingin kota Tadpole, pandangannya mata wanita itu mengarah ke gorden hitam yang menutupi kamarnya dari pancaran ultra violet, lalu Haura berjalan perlahan menuju ke arah tirai hitam tersebut, kemudian membukanya membiarkan sinar matahari masuk menyesaki seluruh isi kamarnya dengan cahaya kekuningan. Ponselnya yang tiba-tiba berdering menarik perhatian Haura dan membuat wanita itu menyambar benda berlayar datar yang sejak semalam ia letakkan di atas nakas. Nama kekasihnya terpampang di layar itu.

"Hallo," sahut Haura.

"Kau sudah bangun?"

"Ya... tentu, karena aku bisa menjawab panggilanmu."

"Segerelah mandi! Aku akan mengajakmu sarapan di suatu tempat."

"Sepagi ini?"

"Ya, karena cukup jauh dari kantor."

"Baiklah."

Suasana tiba-tiba hening, tidak ada sambungan telepon yang terputus. Membuat Huara sangat penasaran dan wanita itu sekali lagi memastikan jika Alden sudah menutup teleponnya atau belum.

"Hallo?" Haura bergumam lirih.

"Ya, kau matikan teleponnya!" perintah Alden kepadanya.

"Kau saja."

"Aku tidak tega memutuskan saluran telepon ini, Haura." Pria itu kembali melancarkan rayuannya.

"Kalau begitu biar aku saja," cetus Haura, sembari tersenyum malu.

"Kau tega kepada kekasihmu?" Nada suara Alden memelas, membuat Haura salah tingkah.

"Jika tidak ada yang menutup panggilan ini, lalu kapan kita akan berangkat, sayang?" celetuk Haura.

Alden yang mendengar sang kekasih memanggilnya dengan panggilan 'sayang' hatinya terasa ingin meledak karena begitu senangnya.

"Haura... bisakah kau mengucapkan kembali panggilanmu untukku!" pintanya sembari tersenyum seperti anak-anak.

"Sayangku ... cepatlah mandi!" ucap Haura kembali membuat Alden kembali berbunga-bunga.

Alden yang kembali mendengar itu, merasa seolah ingin lari dan menembus dinding hanya untuk memeluk wanita yang selalu membuat dirinya merasa gemas.

Karena malu, Haura langsung mematikan sambungan teleponnya, dia terlihat tersenyum sendiri--Haura merasa dirinya sudah gila karena ulah dari bosnya yang selalu menggoda dirinya itu.

~•~

Air mata Haura benar-benar sudah berubah menjadi kebahagiaan, dia hanya berharap jika Alden tidak akan kembali membuat dirinya jatuh ke dalam penderitaan tiada akhir.

Haura menyambar tas dari atas meja rias, dan menentengnya tak lupa ia mengganti alas kakinya dengan heels dengan tinggi tujuh sentimeter yang membuatnya begitu jenjang dan benar-benar seperti wanita berkelas. Haura tidak ingin orang-orang berpikir jika dirinya tidak pantas menjadi kekasih Alden yang notabennya adalah bos besar perusahaan kosmetik. Untuk sentuhan akhir wanita itu menatap bayang dirinya di depan cermin. Menarik napas panjang dan kemudian keluar menuju pintu utama. Saat dia membuka pintu utama apartemen dia melihat Alden sudah berdiri di sana.

"Kau? Kenapa tidak masuk?" tanya Haura saat melihat Alden sudah berdiri bersandar di dinding.

"Kau tidak mengizinkanku masuk."

"Bukankah kau tahu kode pintu ini?" Haura menunjuk ke arah pintu.

Alden mengangguk pelan. "Jadi mulai hari ini aku bisa kapan saja masuk? Dan kau sudah mengizinkannya. Jangan tarik kembali ucapanmu, Haura!" Alden tersenyum nakal.

Alden merentangkan tangannya agar Haura bisa menggapai pergelangan tangan Alden. Pria itu ingin Haura menggandeng tangannya agar dia bisa menggenggam tangan Haura dan tidak melepaskannya.

Haura merasa ragu, dalam hatinya benar-benar mulai merasakan pergolakan batin. Bagai mana jika orang-orang membicarakan dirinya yang mendekati Alden karena sebuah harta—dan lagi Haura tidak merasa tidak cukup baik untuk mendampingi pria sehebat Alden.

Keduanya berjalan menuju lift, dan hendak pergi ke tempat di mana Alden ingin mengajak Haura sarapan pagi-pagi buta seperti ini.

"Alden... "

"Ya?"

"Bisakah kita tidak mengungkapkan pada semua orang jika kita memiliki hubungan spesial? Jujur aku takut—"

"Takut dijadikan bahan pergunjingan?"

Alden menghentikan langkahnya, ia menatap wajah Haura lekat-lekat, meraih tengkuk kekasihnya itu dan mengecup bibir kekasihnya.

"Apa yang kau takutkan? Aku tidak peduli jika dunia menolak dirimu, maka aku akan melawan seluruh dunia untuk bersamamu!" Pria itu menarik tubuh Haura ke dalam pelukannya, Alden paham betul kegundahan hati Haura, wanita itu merasa tidak pantas menjadi pendamping Alden, dan Alden maklumi itu. Pekerjaan Rumah terbesar Alden saat ini adalah, meyakinkan Haura—jika dia adalah pasangan tepat dan terbaik untuk Alden.

To be Continue~

1
Ira Widiyastuti
Terima kasih sudah membuat cerita yang bagus
IG __NoviWu: sama2 kakak cantik... Terima kasih.
total 1 replies
kalea rizuky
Josep bawahan terlalu ikut campur
desi
jangan terlalu baik haura karena kita baik belum tentu orang baik pada kita
Jade Meamoure
ya Tauhan akhir yg buruk buat Theo, jika ada kesempatan kedua jangan lagi kyk Theo yg dulu
Jade Meamoure
hayyah dah unboxing aja duh calon anak ng mga sulat
Jade Meamoure
aih Apok kapok deh
Patri Behel
luar biasa
Patri Behel
Buruk
Vien Habib
Luar biasa
Ahsin
dasar bangke sok TDK mau ujung2 mewek
Emy Chumii
Luar biasa
Emy Chumii
mampir kesini karena recommend dari mommy Ar 🙏😊
IG __NoviWu: Terima kasih, Kakak 😘
total 1 replies
Ran Aulia
terimakasih author👍👍👍👍😍😍
Suherni Erni
Sayangnya perempuan binalnya tetep hidup enak ya...ngga ikut mati secara tragis jg.
Surati Surati: iyaya thor kok alila nya ngk ikutan mati aj kaya theo sih ntar jadi penggu rmh tgga haura dan alvin lagi dan jngn sampai itu trjadi ya thorr
total 1 replies
Noor Laila Khairul Isma
Terbaik
.
💕febhy ajah💕
begitulah hasilnya kalau orang tua selalu ingin mencampuri urusan rumah tangga anaknya
💕febhy ajah💕
aku suka gayamu alden
I miss you so much ❤❤❤
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Surati Surati: sq jg suka gayau alden sok jutek, tapi perhatiyan banget /Heart/dan jg bertggung jwb,biarlah haura menyadari akan cintamu alden dan kau trudlah berusaha untk membahagiayakan hauraa lanjut thoorrrr
total 1 replies
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian purnama difavoritkan
IG __NoviWu: terima kasih, Sayangku.
total 1 replies
UTIEE
⭐⭐⭐⭐⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!