NovelToon NovelToon
SUATU HARI NANTI

SUATU HARI NANTI

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:92k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Neng

Suatu hari nanti, anganmu akan menjadi nyata, mimpimu akan terwujud, dan do’amu akan terkabul.

Liliana Pramesti, seorang gadis yatim piatu yang hidup dalam sebuah kemiskinan, menjadi tulang punggung bagi adik semata wayangnya yang menderita penyakit down syndrom, tentu saja adalah hal sulit baginya.

Namun, kerasnya hidup, tidak lantas menyurutkan keyakinan dan perjuangannya untuk tetap bertahan.

Hingga ... suatu hari, dia terpaksa harus menikah dengan cinta pertamanya sedari kecil, semenjak itu, dunianya berubah, jungkir balik, kedamaiannya terenggut begitu saja.

“Bang Ilham itu, seperti batu, dan aku seperti air, batu dan air bisa hidup berdampingan, meski batu memang memiliki karakter yang keras, dan air memiliki karakter yang lembut, namun tidak tersentuh. Tapi suatu hari nanti ... air mampu menghancurkan batu”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Neng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Ini Istrimu Bang!

Cinta itu indah, jika kamu mau merasakannya, jika kamu mau meresapinya. Bahkan Allah menuliskan firmannya dalam beberapa ayat sucinya tentang cinta. Lalu kenapa?? Sejauh ini hanya aku yang terus merasakan cinta itu? Kenapa tidak dengan pangeranku?.

Bang Ilham ... aku masih setia menunggumu, menunggumu untuk bisa mencintaiku. Dua puluh empat jam dalam sehari semalam, enam puluh menit dalam satu jam, enam puluh detik dalam satu menit, aku masih tetap di sini, setia menunggumu.

“Jadi, ketika kita akan mulai memasukan bahan masakan ini, silahkan di cuci terlebih dahulu sampai bersih, usahakan makanan apapun yang akan kita olah agar higienis, jangan sampai masih kotor”

Lambat terdengar suara Chef yang mengajariku memasak terdengar, tapi sayang, aku masih belum bisa fokus. Tanganku masih setia menggenggam pisau, karena hari ini kita akan praktek membuat makanan yang sedang viral dan kekinian itu.

Brreettt!

“Aaawwww!!” tanpa sadar, ternyata pisau itu mengenai jari telunjukku, segera aku sadar, meraih tissue, lalu menekan lukaku dengan tissue itu, darah mulai mengalir, tapi aku tidak merasakan sakit sama sekali.

Semua orang tengah menatapku, tanpa terkecuali Chef yang mengajari kami.

“Kenapa kamu??” tiba-tiba dia datang dengan kotak P3K di tangannya, mengeluarkan betadine, dan plester.

Aku berusaha menepis tangannya, kala dia menggenggam lenganku, mencoba mengobati lukaku.

“Tidak perlu, terimakasih, aku bisa sendiri” pintaku sambil meringis menahan perih yang baru terasa.

“Diamlah” perintahnya, dengan fokus masih pada jari telunjukku.

“Ini sama sekali tidak sakit” ucapku, setengah berbisik.

“Aku tahu” dia mulai menempelkan plesternya.

“Maksudnya??” aku mengerutkan keningku bingung.

“Hatimu yang jauh lebih sakit. Tapi sayang, kamu tidak bisa mengobati luka hatimu sendiri” plester selesai di pasangkan, dan dia kembali ke depan kelas, sementara teman-teman yang lain kembali ke posisinya masing-masing.

Aku hanya bisa terdiam, lalu mulai kembali memotong wortel.

Kelas selesai, semua peserta sudah bubar, meninggalkan aku sendiri yang masih membereskan barang-barangku, aku melipat apron, lalu mencuci tanganku hingga bersih. Lalu aku menyambar tas, berniat bergegas menuju pulang.

“Lia, bisa kita bicara sebentar??” Rudi sudah ada di belakangku, rupanya dia menungguiku dari tadi.

“Maaf tidak bisa” ucapku sambil menunduk, menyelempangkan tas, lalu beranjak melangkahkan kakiku.

“Ssssssttt ... ini rahasia”

Deg!

Aku menatap Rudi, yang kini tepat berada di belakangku, terlihat dia tengah menempelkan telunjuknya di tengah bibirnya.

“Pertemuan kita ini rahasia, kita masih sahabat bukan??” Rudi menatapku lekat, kembali bayangan masa SMA itu terkenang kembali.

Aku menarik napas pelan, “Baiklah, tapi nanti, setelah suamiku memberiku izin”

“Suami?? Suami yang mana?? Suami yang tidak pernah mencintaimu??” tanyanya sinis. Dan jujur, ucapannya membuat hatiku terasa tercubit. Sakit.

“Semua itu bukan urusanmu!” jawabku tegas.

“Janji??” dia menjentikkan jari kelingkingnya, aku semakin tidak mengerti.

“Untuk??” tanyaku.

“Kamu akan menemaniku makan-makan dan ngobrol, setelah suamimu mengizinkanmu” seketika kulihat matanya berbinar, penuh harap.

“Janji” jawabku, sambil melenggang, meninggalkan kelas yang sudah sepi.

Berkali-kali aku menghela napas berat, kenapa Rudi harus datang dengan cara seperti itu?? Jujur kedatangannya sangat menggangguku.

Aku segera menaiki taksi online yang sudah ku pesan dari tadi.

Sepanjang jalan, aku menatap jalanan yang amat ramai, cuaca hari ini cukup panas. Hingga mobil melewati sebuah restourant. Aku menatap pemandangan yang amat aku benci.

Deg!

“Pak berhenti sebentar” pintaku pada sopir taksi online.

“Iya Mbak” mobil berhenti, lalu menepi di jalanan yang tidak terlalu ramai

“Pak saya sampai sini aja” pintaku sambil memeberikan ongkos sesuai aplikasi.

“Tapi kita belum tiba di tujuan Mbak” ucapnya, tapi aku tidak peduli, aku masih tetap fokus pada pandangan tadi.

Aku berjalan mendekati sebuah meja tempat di mana orang yang paling aku cintai tengah bercengkrama, dengan seorang perempuan cantik, dan seksi, perempuan yang tempo hari pernah aku lihat.

“Haha ... aku rasa pekerjaan di kantor akhir-akhir ini membuatku lupa cara tertawa” ucap perempuan yang menggunakan rok di atas lutut itu.

‘Jadi, perempuan ini temen kerjanya Bang Ilham?’ batinku.

“Haha ... aku masih bisa tertawa, dan itu berkat dirimu” jawaban dari pangeranku yang membuat dadaku hampir meledak.

“Bisa saja, makanya cepet nikah sanah, biar ada istri yang bisa menghiburmu siang dan malam” ejeknya sambil tertawa lepas.

Jadi, dia tidak tahu, kalau Bang Ilham sudah menikah?? Ya bagaimana mungkin ada oranglain yang tahu, bukankah pernikahan kita diadakan dengan amat sangat sederhana, hanya keluarga dia yang menjadi saksi pernikahan kita, itupun hanya beberapa orang, tempatnya di rumah sakit pula, memangnya siapa yang akan tahu pernikahan kami? Terlebih pernikahan ini sama sekali tidak di inginkan oleh lain pihak.

“Nikah?? Belum kepikiran ah, aku kan masih muda” ucapnya tanpa beban, tertawa lepas seolah dia mengatakan sesuatu yang menyenangkan, tanpa dia sadari ada sebongkah hati yang merasa begitu nyeri.

‘Aku ini istrimu Bang!’

“Yaaaa sih, ya udahlah balik kantor yuk, udah siang nih” perempuan itu beranjak dari duduknya di ikuti Bang Ilham, kemudian mereka berjalan beriringan.

Sementara aku menghela napas berat, dari kursi yang berada tepat di belakang kursi Bang Ilham tadi.

Tahu rasanya tidak di akui seperti apa?? Sakit pastinya.

Aku memutuskan untuk segera pulang ke rumah, setibanya di rumah, aku segera membersihkan diri lalu menunaikan shalat dzuhur, ku rebahkan diriku di atas ranjang, lalu mungkin aku mulai terlelap, seiring dengan kesadaranku yang mulai menghilang.

***

“Allahu Akbar ... Allahu Akbar!!”

Sayup, terdengar suara adzan Ashar, aku terperanjat kaget, ternyata aku ketiduran lumayan lama, aku segera kembali berwudhu, lalu menunaikan shalat ashar.

Setelahnya, aku segera menuju dapur, berniat memasak, mempraktekan pelajaran yang di berikan Rudi tadi.

Aku memasak makanan sama seperti yang di masak tadi di kelas, semoga saja Bang Ilham suka.

Hampir satu jam aku bergelut dengan masakanku, hingga pada akhirnya, semuanya selesai. Rasanya cukup menggugah selera, ketika aku mencobanya, resep dari Rudi sangat bermanfaat juga. Aku segera menatanya di meja makan, berharap Bang Ilham segera pulang, lalu dia akan mencoba masakanku.

Tapi yang di tunggu tak kunjung datang, apa dia masih bersama wanita itu?? Kenapa dia bisa bersama perempuan itu? Apa mereka memiliki hubungan khusus?? Memikirkan mereka, membuat dadaku kembali memanas.

Maghrib sudah lewat, adzan isya sudah berlalu, entah sudah berapa kali aku memanaskan makanan yang aku buat, hingga kuah makanan itu hampir mengering dan sayurannya mulai menimbulkan gosong, tapi hingga pukul sepuluh malam, aku masih setia menunggunya.

Hampir pukul sebelas malam, tapi Bang Ilham masih juga belum datang, lelah, akhirnya aku membuang semua makanan yang telah susah payah aku buat ke dalam tong sampah, yang berada di dekat wastafel.

Ku tatap makanan itu dengan kebencian, sungguh aku sudah hampir muak dengan semua ini!.

Bersambung ....

Next???

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Ai Oncom
luar biasa.. Bagus banget ceritanya..
Beauty JK
😘
elen situmorang
tetap semangat thor..senang dgn karyamu..suatu hari nanti..akan ada ribuan like untuk mu..jgn menyerah..teruslah buat cerita baru
elen situmorang
cerita bagus kog jempol dikit...
elen situmorang
jatuh cinta di kepalsuan cinta..aku mampir ya thor
Nani Desmiwati
keren
Mirfatin Khanani
dibodohi trs
Hersus
jgn ambil Lia Thor poko y Ending y harus happy jgn ky Mira ending y bikin nyesek 😭😭😭
Hersus
😭😭😭😭
Risfa
siapp teteh 🤗🤗
Kadek Bella: lanjut thoor
total 1 replies
sitiazzahra
di tunggu novel berikut nya
Yuna Rahma Azaria
makasih teh untuk cerita2nya...

jujur saya lbh suka cerita yg real life drpd yg haluu....


semua cerita teteh bagus2 kok. semangat terus ya teh....🥰🥰🥰🥰
Risfa
Makasih tetehh sudah buat cerita yang buat aku selalu terharu, nggak pernah berhenti mengucap syukur. Pelajaran hidup yang sangat berarti, lewat sosok perempuan muda bernama Lia. Ketegarannya, kesabarannya, keikhlasannya dalam mnjalani hidupnya yang sangat sangat tidak mudah, sampai tiba suatu hari Lia menerima, menikmati, hasil manis perjuangan hidupnya selama ini.

Sehat terus tetehku, terus lah berkarya. Love you 🤗🤗🤗
ᵇᵃˢᵉ™
wa'alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh...
semangat berkarya Teteh, ttp sehat & bahagia, maafin para readers yg suka komplen ky netizen😌
tapi percayalah, aku menikmati cerita Lia yg bnyk bgt beri pelajaran bt kita. makasih Teteh🤗
ᵇᵃˢᵉ™Ꭼ𝔩𝔦𝔫⌥
Waalikumussalam.... Terimakasih sudah memberikan cerita-cerita yang membuka mata hati kita, bahwa kita harus terus bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan.. Semoga Teteh, sehat terus. Dan terus menulis di manapun...
...
ᵇᵃˢᵉ™Ꭼ𝔩𝔦𝔫⌥
kalau jodoh g akan kemana.. Yang penting iklas. Perbaiki diri. Allah akan memantaskan diri kita dengan jodoh kita..
Risfa
Tidaklah Allah mengambil sebuah nikmat, kecuali Allah akan siapkan pengganti yang lebih baik selama ia bersabar dalam mnghadapi musibah 🤗🤗🤗
Risfa
Mimpimu sudah terwujud Rudi, jadi Chef ternama dan bertemu dengan Lia.
ᵇᵃˢᵉ™𝒔𝒂𝒎𝒚
bakal up judul baru kah teh 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!