NovelToon NovelToon
SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

SANG NAGA PURBA (Garis Darah yang Terbuang)

​Di Benua Canglan, garis darah adalah segalanya. Terlahir dari pasangan prajurit kuat Klan Chi, bayi Chi Tian justru dibuang ke kasta terendah karena Altar Naga tidak memberikan respon sedikit pun. Dianggap sampah tak berguna, ia ditinggalkan untuk mati.

​Belasan tahun berlalu, Chi Tian kembali menyamar di balik jubah hitam dan zirah perak, siap membalas dendam di Arena Penyisihan.

​Namun, empat klan agung tak pernah menyadari kebenaran mengerikan ini: Altar Naga hari itu bukannya mati, melainkan darah Chi Tian terlalu tinggi dan agung untuk dijangkau oleh altar biasa.

​Mereka pikir telah membuang sebuah sampah, tanpa tahu telah melepaskan seekor Naga Purba yang siap meruntuhkan seluruh takhta kesombongan benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA BAYANGAN DI KEDALAMAN PURBA

​Hanya dalam waktu kurang dari setengah jam, sisa-sisa daging Harimau Tanduk Purba yang berukuran raksasa itu telah habis tak bersisa.

​Tian Xue mengusap sudut bibirnya. Ia bisa merasakan aliran energi spiritual yang sangat murni dari daging Beast Peringkat 4 itu mulai menyerap ke dalam jaringan otot dan sumsum tulangnya, menggantikan tenaga yang terkuras habis semalam.

​Di seberang perapian, Lu Shi melempar sisa tulang paha sebesar lengan orang dewasa ke atas tanah.

​Gadis itu menepuk-nepuk perutnya dengan wajah puas, sama sekali tidak memedulikan minyak yang menempel di ujung jari lentiknya.

​"Hei, Tian Xue. Apa rencanamu ke depan?" tanya Lu Shi seraya mengusap sudut bibirnya secara asal-asalan.

​Tian Xue, yang sedang memeriksa perban kasar di bahunya, menatap Lu Shi sejenak.

​"Sebenarnya... aku belum punya tujuan yang pasti," jawabnya jujur.

​Tiga bulan adalah waktu yang tersisa sebelum Turnamen Generasi Muda Benua Canglan dimulai. Selama rentang waktu itu, Tian Xue hanya berencana menelusuri Hutan Purba untuk memburu Beast, mencari kristal naga murni, dan mendorong batas fisik Peringkat 3 miliknya hingga pecah ke tingkat selanjutnya.

​Mendengar jawaban itu, Lu Shi menopang dagunya. Sepasang mata indah gadis itu menyipit, memperhatikan Tian Xue dari ujung rambut hingga ujung kaki.

​"Dari penampilan dan caramu bertarung semalam, kau terlihat lumayan terlatih," gumam Lu Shi.

​Ia memiringkan kepalanya, menelisik lebih dalam. "Di usiamu yang masih sangat muda, kau sudah berhasil memicu kekuatan Peringkat 3. Padahal..."

​Lu Shi sengaja menggantung kalimatnya, menatap lekat-lekat pada pakaian kain kasar dan sepatu jerami Tian Xue.

​"...Padahal penampilan dan pakaianmu itu sama persis dengan para kuli tambang Low-Blood yang tidak berguna di kota pengawas. Kau sama sekali tidak terlihat seperti tuan muda dari klan murni."

​Tian Xue balas menatap gadis itu dengan tenang, menyembunyikan getaran kewaspadaan di dasar dadanya. Mata gadis ini terlalu tajam.

​"Apa yang sedang kau lihat dariku?" Tian Xue mengernyitkan dahi. "Apa kau sedang mencari alasan untuk menendang lambung orang sekarat seperti semalam lagi, hah?"

​BRUSSSSHHH!

​Lu Shi yang baru saja menenggak air dari kantong kulitnya seketika menyemburkan minumannya ke udara!

​"HAHAHAHA! Uhuk! Uhuk!"

​Gadis itu terbatuk-batuk, lalu tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perutnya. "Aku kira kau tidak ingat kejadian semalam karena racun itu!"

​Tian Xue menggelengkan kepala pelan.

​Ia benar-benar tidak menyangka ada wanita berparas bidadari yang bisa bersikap se-blakblakan ini. Menyemburkan minuman tanpa rasa malu sedikit pun bukanlah sikap khas seorang wanita anggun, tetapi justru sifat "barbar" inilah yang membuat Lu Shi terasa nyata dan tidak bermuka dua.

​"Pakaianku memang seperti ini karena aku bukan tuan muda dari klan mana pun," ucap Tian Xue kembali ke topik, nadanya datar.

​"Soal pencapaian Peringkat 3... mungkin karena aku cuma beruntung mendapat beberapa kesempatan saat bertarung melawan maut di masa lalu. Tidak perlu terlalu dipikirkan."

​Tian Xue meletakkan sisa ranting kayu ke dalam perapian untuk mematikan api, lalu membalikkan pertanyaan.

​"Lalu kau sendiri bagaimana?"

​Pemuda itu menatap Lu Shi dari jarak dekat.

​"Menyentuh Peringkat 3 di usia muda sepertimu, penampilanmu sangat mirip dengan para jenius elit dari klan atau sekte besar. Tapi sikapmu..."

​Tian Xue menyunggingkan senyum tipis yang penuh ejekan.

​"...Sikapmu sama sekali tidak mencerminkan putri bangsawan terhormat. Kau malah seperti wanita barbar liar yang bersembunyi di balik topeng keanggunan."

​Bukannya marah atau tersinggung, Lu Shi kembali tertawa nyaring mendengar komentar tajam tersebut.

​"Hahaha! Mulutmu tajam juga, Lelaki Bodoh! Asal kau tahu, penampilan luar itu tidak akan pernah bisa mencerminkan kepribadian atau kekuatan sejati seseorang!"

​Lu Shi bangkit berdiri dengan gerakan yang sangat luwes. Ia menepuk-nepuk gaun kasarnya dari debu tanah, lalu berbalik menatap Tian Xue dengan binar mata yang penuh dengan teka-teki.

​"Tapi mari kita lupakan basa-basi membosankan ini." Lu Shi menyunggingkan senyum misterius. "Karena kau belum punya tujuan pasti selama beberapa waktu ke depan, kenapa tidak ikut denganku saja?"

​Tanpa menunggu persetujuan atau jawaban dari Tian Xue, gadis itu langsung berbalik dan melangkah mantap menuju ke arah timur—wilayah yang mengarah semakin dalam menuju jantung kegelapan Hutan Purba.

​Tian Xue menatap punggung gadis itu sejenak.

​Otaknya bekerja cepat. Instingnya mengatakan bahwa gadis ini menyimpan rahasia besar, namun di saat yang sama, Lu Shi tidak memancarkan niat membunuh sedikit pun padanya. Menjelajahi area terdalam hutan bersama seseorang yang tangguh bukanlah pilihan buruk.

​Tanpa ragu-ragu lagi, Tian Xue bangkit dan melangkah menyusul. "Baiklah, aku ikut."

​Mendengar langkah kaki di belakangnya, Lu Shi menghentikan langkahnya sebentar. Ia menoleh dengan raut keheranan.

​"Eh? Kau tidak mau bertanya ke mana tujuan kita? Tempat berbahaya apa yang akan kita tuju?"

​Tian Xue hanya tersenyum tipis—sebuah senyuman sedingin es namun memancarkan aura percaya diri yang mutlak.

​"Kalau kau memang berniat memberi tahu, kau pasti sudah mengatakannya sejak tadi. Tapi karena kau diam saja, untuk apa aku repot-repot membuang tenaga untuk bertanya?"

​Lu Shi tertegun sejenak, sebelum akhirnya terkekeh pelan.

​"Menarik... Jawaban yang sangat bagus, Bodoh."

​Mereka berdua berjalan berdampingan, menyusuri jalan setapak yang semakin lama semakin tertutup oleh lebatnya vegetasi Hutan Purba.

​Hanya dalam waktu satu jam, cahaya matahari pagi yang semula sanggup menembus celah-celah dedaunan kini perlahan memudar, tergantikan oleh remang-remang kegelapan yang pekat.

​Kanopi pohon raksasa di area dalam hutan ini saling merajut, menghalangi cahaya langit.

​Udara di sekeliling mereka terasa jauh lebih dingin, lembap, dan dipenuhi tekanan spiritual yang menekan dada. Suara lenguhan serta raungan Beast yang sebelumnya terdengar riuh kini lenyap, menyisakan kesunyian yang amat mencekam.

​Ini adalah wilayah teritori predator tingkat atas. Beast lemah tidak akan berani bersuara di tempat ini.

​KREK!

​Sebuah suara patahan ranting pohon yang terinjak menggetarkan udara di area yang tak jauh dari posisi mereka berdiri.

​Bunyinya sangat pelan, hampir tak terdengar oleh telinga manusia biasa.

​Namun, langkah Tian Xue sama sekali tidak terhenti. Wajahnya tetap tenang tanpa riak kepanikan sedikit pun.

​Meski begitu, di balik ketenangannya, insting bertarung yang terasah bertahun-tahun di dasar gua tambang seketika aktif seratus persen. Energi fisiknya mulai memadat di ujung jemarinya tanpa terlihat.

​Di sebelahnya, Lu Shi juga sedikit melambatkan ritme jalannya selama seperseratus detik, sebelum kembali berakting normal seolah tidak terjadi apa-apa.

​"Kau tahu..." bisik Lu Shi dengan nada santai, berpura-pura melanjutkan obrolan biasa mereka tanpa menoleh ke belakang.

​"Kalau saja aku tidak melihat kegilaanmu semalam saat mengorbankan tubuh demi membunuh Harimau Tanduk Purba itu, aku pasti tidak akan sudi membuang pil mahalku untuk menolongmu."

​Krek... krek...

​Suara ketukan halus itu kembali terdengar, kali ini terus mengikuti pergerakan mereka dari balik rimbunnya pohon-pohon raksasa di sisi kanan.

​Di dalam benaknya, Tian Xue paham betul taktik Lu Shi.

​Gadis barbar ini hanya sengaja mengalihkan obrolan agar makhluk yang sedang mengintai mereka dari atas dahan tidak sadar bahwa keberadaannya sudah terbongkar sejak detik pertama!

​Tian Xue menyunggingkan senyum pembunuh yang dingin, menyesuaikan langkah kakinya agar sejajar rapat di samping Lu Shi.

​"Aku hanya mengikuti insting berburuku saja," sahut Tian Xue pelan, membalas sandiwara gadis itu. Matanya melirik tipis bak sebilah silet ke arah sudut gelap di atas kanopi pohon.

​"Karena kadang, dalam pertarungan melawan insting Beast... kita juga harus melawannya menggunakan insting Beast itu sendiri."

​KREK! KREK! KREK!

​Suara gesekan benda keras dari balik semak semakin intens dan melaju sangat cepat!

​Tepat ketika Lu Shi hendak membuka mulutnya untuk memberikan aba-aba serangan balik—

​BRUSSSSHHHHH!

​Dedaunan raksasa di atas mereka hancur berantakan dihantam hempasan angin yang sangat kuat!

​Dari kegelapan kanopi pohon setinggi dua puluh meter, sebuah sosok monster berukuran raksasa menerjunkan diri, mendarat dengan suara debuman keras tepat di belakang mereka berdua!

​Monster itu bertubuh tinggi besar, ditutupi bulu hitam lebat yang sekeras jarum besi. Delapan kaki beruas tajam menancap ke tanah dengan stabil, siap mencabik apa pun di dekatnya.

​Namun yang paling mengerikan adalah bagian kepalanya. Wajah monster itu menyerupai paras gorila purba yang amat bengis, dengan sepasang taring melengkung di rahang bawahnya yang terus-menerus meneteskan racun asam pekat!

​Laba-Laba Berwajah Gorila.

​Seekor Beast mutasi mematikan di ranah Peringkat 4 Puncak!

​SHEEEEE... SHEEEEE!

​Tanpa memberikan jeda bagi mangsanya untuk bernapas, rahang gorila monster itu terbuka lebar.

​Semburan jaring sutra tebal berwarna putih kusam meluncur deras secepat anak panah raksasa, menargetkan tubuh Tian Xue dan Lu Shi secara bersamaan!

​WUSH! WUSH!

​Dengan refleks secepat kilat, Tian Xue memicu ledakan tenaga di kakinya, melompat berguling ke arah kiri. Sementara Lu Shi melenting anggun melayang ke udara sebelah kanan.

​Jaring putih beracun itu menghantam tanah tempat mereka berdiri beberapa milidetik yang lalu.

​PSSSHHH!

​Tanah berpasir dan batuan di bawah jaring tersebut seketika meleleh dan mendidih, mengeluarkan asap hitam berbau asam yang sangat menyengat!

​"Oho! Lihat itu! Seekor Laba-Laba Berwajah Gorila!" seru Lu Shi penuh antusias seraya mendarat mulus di atas dahan pohon terdekat.

​Bukannya ketakutan, kedua mata gadis itu justru berbinar terang menatap monster raksasa Peringkat 4 Puncak itu.

​"Woow... besar sekali! Hahaha! Ini akan jadi pemanasan yang luar biasa!"

​Tian Xue yang mendarat agak jauh di sisi lain menghela napas pelan, menatap tak percaya ke arah Lu Shi.

​‘Gadis ini benar-benar tidak punya urat takut atau otaknya memang sudah tidak waras...’ batin pemuda itu.

​SHEEEEEE! SHEEEEEE!

​Merasa diejek oleh mangsa kecil di depannya, Laba-Laba Berwajah Gorila itu meraung marah.

​Delapan matanya yang berwarna merah kehitaman berkilat penuh kebencian. Mulut gorilanya kembali terbuka, menyemburkan serangkaian jaring beracun secara beruntun bagaikan senapan mesin ke arah mereka berdua!

​WUSH! WUSH! WUSH!

​Tian Xue dan Lu Shi terpaksa bergerak memutar, berlarian lincah melompati batang-batang pohon raksasa untuk menghindari rentetan serangan mematikan tersebut.

​Hutan Purba seketika dipenuhi ledakan asam dan pohon yang tumbang.

​Namun, di tengah keriuhan benturan jaring yang melelehkan segalanya, pendengaran tajam Tian Xue menangkap sebuah kejanggalan yang membuat darahnya berdesir dingin.

​Krek... krek... krek... krek!

​Suara gerakan puluhan kaki beruas tajam yang bergetar cepat itu terdengar lagi. Bukan dari arah monster di depan mereka, melainkan datang dari sisi kiri dan kanan!

​Tian Xue menghentikan pijakannya di atas dahan raksasa. Matanya menyipit tajam, menembus kegelapan hutan di sisi utara dan barat.

​Dari balik rimbunnya dedaunan beracun, muncul dua pasang mata merah berukuran besar lainnya yang menyala terang bagaikan lampion kematian.

​Dua sosok raksasa Laba-Laba Berwajah Gorila Peringkat 4 Puncak lainnya perlahan merayap turun dari pepohonan, mengunci seluruh jalur evakuasi mereka dengan sempurna!

​Napas Tian Xue tertahan.

​Laba-Laba Berwajah Gorila ternyata bukanlah predator penyendiri.

​Mereka berdua tidak sedang berhadapan dengan satu monster... melainkan masuk tepat ke tengah-tengah sarang perburuan kelompok Beast Peringkat 4 Puncak!

1
Arni Arlinawati pratiwi
waas eusi na ngaburial peujit hungkul.. /Sweat/
Arni Arlinawati pratiwi: mangga leb ok! 🤣🤣🤣
total 6 replies
Jumadil
jangan lupa mcnya ambil itu hartanya
Kausafiksi.id: 😁 tentu pasti
total 1 replies
Day Chuk
visual gambar nya coooy
Kausafiksi.id: 😁 selanjut setiap bab kedepan di usahain ada 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
hahaha mending l3nyap kan sajah dapat harta nya juga
Kausafiksi.id: tian xue seperti itu memang
total 1 replies
Day Chuk
tian xue mengerikan🫢
Kausafiksi.id: sangat dingin iya kan
total 1 replies
Day Chuk
wih sekarang ada visual gambar nya thor😁
Day Chuk
aku suka karakter lu shi, tetap bar bar
Kausafiksi.id: bayangin cantik anggun tapi bar bar😁
total 1 replies
Day Chuk
semoga menarik😁
helena
?? pasangan kh Thor?
helena: ilang deh image CEO ganteng.. 🤣 jadi CEO Kekar💪
total 7 replies
Anonim
seperti nya tian xue adalah keturuan naga agung
Kausafiksi.id: Mungkin iya mungkin tidak
total 1 replies
Anonim
apa kah mereka akan menjadi pasangan thor
Kausafiksi.id: bisa iya bisa tidak 😁
total 1 replies
Anonim
keputusan uang tepan tian xue, masa bawa bawa ibu kan repot juga kalau ada musuh 🫢
Kausafiksi.id: 😁 benar sekali kaka
total 1 replies
Anonim
Saya menyuka
Kausafiksi.id: terimakasih 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
siap thor 🙏👍 otw
Firmahadi
izin mampir bg😄
Day Chuk
sangat seru, di tunggu updete selanjut nya 🙏
Kausafiksi.id: terimakasih, di tunggu ya 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
karya luarbiasa
Day Chuk
Gokil thor, menantikan bab selanjutnya
Kausafiksi.id: sip bang👍
total 1 replies
Day Chuk
buset 🤣
Day Chuk
hahahaha mau mati malah halusinasi
Day Chuk: ia emang barbar banget😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!