Kisah seorang wanita karier Eriska yang dijodohkan oleh ayahnya birowo dengan seorang lelaki yang baik hati namun sederhana.
Eriska yang seorang wanita karier menolak dijodohkan hanya dengan lelaki biasa sedangkan dia adalah pemilik hotel bintang 5 yang begitu terkenal. Namun, sebelum Papa nya meninggal, Ia ingin melihat anaknya menikah dengan pria pilihannya yaitu Dito Aditya anak sahabat lamanya. Dito hanyalah seorang anak pemilik peternakan sapi.
Namun Papa nya tidak habis ide untuk membuat Eriska setuju dengan perjodohan ini hingga akhirnya Eriska mau menikah dengan Dito.
Awal pernikahan Eriska begitu tidak perduli pada Dito bahkan tidak menghargainya sebagai suami. Ia hanya menganggap pernikahan nya sangat Terpaksa. Namun Dito sangat sabar menghadapi Istrinya yang angkuh.
Setelah menikah banyak kejadian yang membuat nya berubah menjadi lebih baik dengan bantuan Dito.
Bagaimana kisah cinta antara Eriska & Dito ??? Jangan lewatkan setiap episode nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 34
Dito tidak pergi menuju Restaurant namun pergi menuju dapur restaurant.
"Selamat Pagi". ujar Dito menyapa para chef.
"Eh Tuan Dito kenapa datang ke kitchen?". Tanya Senior chef.
"Saya mau masak untuk istri saya boleh?". Tanya Dito.
"Ahhh tidak perlu repot Tuan biar kami yang membuat nya". ujar Senior chef
"Saya ingin memberi Istri saya hadiah dengan memasak sarapannya". ujar Dito tersenyum.
"Baiklah Tuan. Silahkan". ujar Chef lalu Ia pergi mengambil sesuatu. "ini celemek nya Tuan Dito". Senior chef memberikan celemek baru untuk Dito.
" Terimakasih Chef ". ujar Dito menerima celemek nya lalu menggunakan nya.
Dito ingin membuat sarapan ala perancis. Ia tahu Eriska lama tinggal di perancis namun sudah jarang memakan makanan perancis.
Dito telah selesai membuat sarapan untuk Eriska.
"Wah Tuan Dito hebat sekali bisa membuat sarapan ala Perancis. Garnish nya juga sangat rapi. Apa Tuan Dito seorang chef ?". Tanya Senior Chef.
"hehehehehe saya hanya chef dirumah ". ujar Dito tersenyum. " Yasudah saya keluar dulu. terimakasih Karen sudah mengizinkan saya mengotori dapur nya". ujar Dito.
"Tuan jangan sungkan ini kan hotel milik Nona Eriska". ujar Senior chef.
Dito tersenyum. " Yasudah saya keluar dulu. permisi ". Dito membawa nampan makanan berisi makanan perancis yang Ia buat.
ditempat lain Eriska kesal karena tidak ada makanan yang membuat nya berselera.
"Ada berapa chef pagi ini di dapur?". Tanya Eriska kesal.
"Ada 5 Nona". ujar Pelayan.
"Ada 5 Tapi membuat makanan yang tidak membuatku berselera". ketus Eriska.
" Sabar Eriska. kenapa harus marah-marah". ujar Birowo.
"Iya kan bisa Kamu bilang mau makan apa tidak perlu marah". ujar Vita.
" semua gak berguna". gerutu Eriska.
"kenapa prilaku mu masih sama saja Eriska?". Tanya Stefanie.
" Prilakunya tambah buruk jika Kamu ingin tahu". Ujar Jessica.
"Just shut up (Diam)". ujar Eriska kesal.
" Panggil kepala Chef nya". ujar Eriska kesal.
"Baik nona". pelayan segera pergi.
"Tidak perlu memanggil Chef, Ini Aku sudah buatkan Sarapan untukmu". ujar Dito membawa nampan makanan.
Semua bersorak saat Dito membawa makanan untuk Eriska.
berbeda dengan yang lainnya, wajah Eriska terlihat kesal.
Dito menaruh makanan yang Ia buat di hadapan Eriska.
"wow sarapan ala perancis". ujar Stefanie. "Eriska, itu makanan favorite mu. Dito Kamu memang suami yang hebat". Ujar Stefanie memberikan 2 jempol.
makanan perancis ??? Bagaimana Dia bisa membuat nya?". Eriska bertanya dalam hati.
"Gak perlu dipandang gitu, makanlah tenang aja Aku gak nambahin racun". ujar Dito duduk disamping Eriska.
Eriska mulai mencoba makanan yang Dito buat. awalnya Ia merasa tidak yakin dengan rasanya namun saat dicoba Ia cukup terkejut dengan rasa yang sama seperti di perancis.
Bagaimana Dia bisa membuat nya?". Eriska terkejut dengan keahlian memasak Dito.
" Bagaimana???". Tanya Dito.
"Biasa aja". ujar Eriska ketus.
"Ah masa sih? dari bentuk nya enak kayanya". ujar Jessica.
Jessica mencoba nya. " Wah ini sih enak Banget. Chef mu saja tidak seenak ini". ujar Jessica. "Stevie, Try it". Jessica menyuapi Stefanie.
"Dito, bagaimana kamu membuat nya? ini sangat enak dan Rasanya pun original". ujar Stefanie.
Dito hanya tersenyum. "Tapi istriku tidak menyukai makanan yang Aku buat". ujar Dito melirik Eriska.
Aku merasakan sesuatu tentang Dito. Dia bukan hanya pria biasa. Stefanie merasa sesuatu yang beda di dalam diri Dito