NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: tamat
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:728.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 16

"Rum, ada mertua kamu di depan," kata Asti sambil melirik khawatir.

Arumi mengusap tangan di celemek, menenangkan debar di dadanya. Sejak tahu akan kehamilannya, emosinya memang gampang naik turun.

Di depan toko, Bu Sri berdiri dengan wajah merah padam. Matanya menatap nyalang saat melihat keberadaan Rumi di sana.

"Ada apa Bu? Tumben ibu datang ke sini? Apa ada hal penting yang ingin ibu bicarakan?" tanya Rumi.

PLAK!

PLAAK!

Tamparan itu mendarat telak di kedua pipi Arumi. Beberapa pelanggan yang sedang membeli roti langsung menoleh kaget. Apalagi Bu Sri menam-par Arumi di depan toko.

"Kamu sudah guna-guna Fathur ya? Sampai dia berani lawan Ibunya sendiri! Sampai dia hina Dona, calon menantu yang Ibu pilih!" Bu Sri menjambak tudung celemek Arumi.

"Dengar ya, wanita miskin! Sampai kapanpun aku tak akan pernah menerima kamu menjadi menantuku! Karena kamu bukan levelku! Sekarang kamu bisa senang karena Fathur memilih kamu dan menolak Dona! Tapi akan aku pastikan kamu akan di bu-ang oleh Fathur! Kamu tak pernah pantas menjadi menantuku!" geram Bu Sri.

Asti langsung maju menarik Bu Sri. "Bu! Ini tempat umum! Lepasin Rumi! Dia lagi hamil!"

"Hamil? Hamil anak siapa? Wanita mandul seperti dia tak mungkin hamil! Dia pasti sedang berpura-pura mencari perhatian Fathur! Lihat aja, Fathur makin kurus, makin pucat! Pasti karena stres ngurusin kamu!" emosi Bu Sri.

Kata-kata itu lebih sakit dari tamparan. Air mata Arumi jatuh. Bukan karena sedih, tapi karena marah. Selama ini dia diam. Mengalah. Menganggap Bu Sri orang tua. Tapi sekarang Bu Sri menghina anaknya. Anak Fathur.

"Terserah apa yang ibu katakan! Namun yang jelas kali ini aku tak akan membiarkan ibu kembali mem-bu-nuh anakku seperti dulu ibu mem-bu-nuh anak pertamaku!" sorot mata Rumi berubah.

Rumi menatap nyalang ibu mertuanya yang melotot tak percaya jika Rumi bisa bicara seperti itu padanya. Semakin berani saja.

"Kurang ajar!" Bu Sri kembali melayangkan tangannya namun di tahan oleh Rumi.

"Mulai detik ini, saya nggak akan manggil Ibu dengan sebutan 'Ibu' lagi. Karena seorang Ibu nggak akan nyuruh anaknya ninggalin istri yang lagi hamil. Seorang Ibu nggak akan maksa anaknya nikah sama mantan yang udah khianatin dia. Ibu... Ibu cuma wanita egois yang takut kehilangan kendali." ucapan Rumi benar-benar menampar harga diri Bu Sri.

"JAGA MULUT KAMU, PEREMPUAN HI-NA TAK BERGUNA!"

"SAYA ARUMI!" Bentak Arumi semakin membuat Bu Sri kaget dari mana Arumi punya keberanian melawannya? Selama ini dia selalu diam dan menurut.

"Saya Istri sah Fathur! Dan saya nggak takut! Ibu mau saya dicerai? Silakan suruh anak Ibu talak saya sekarang. Tapi ingat, Bu Sri. Kalau Mas Fathur nurut sama Ibu, dia bukan laki-laki yang saya kenal. Dan kalau dia pilih saya, Ibu akan kehilangan dia selamanya. Jadi pilih, mau kehilangan menantu atau kehilangan anak?"

Bu Sri terdiam. Napasnya tersengal. Dia tidak menyangka menantu 'kampung' yang selalu diam itu bisa bicara setegas ini.

Dari arah pintu, suara deheman berat terdengar.

Fathur.

Wajahnya pucat pasi. Kemeja kerjanya kusut, keringat membasahi pelipis. Di tangannya ada tumbler berisi teh jahe lemon yang sudah dingin. Sejak dapat telepon dari Asti 10 menit lalu, dia lari dari kantor tanpa izin bos.

Matanya langsung menangkap pipi Rumi yang merah, bekas dua tamparan. Menangkap tangan istrinya yang menahan pergelangan Bu Sri. Menangkap tubuh istrinya yang gemetar, bukan karena takut, tapi karena menahan amarah demi anak di kandungannya.

Dan matanya, berhenti di wajah ibunya. Wajah yang selama ini selalu dia bela.

"Mas..." suara Rumi tercekat. Dia takut. Takut Fathur marah padanya karena berani melawan ibunya. Takut Fathur suruh dia minta maaf.

"Fathur, Nak! Lihat istri kamu! Dia kurang ajar sama Ibu! Dia nuduh Ibu macam-macam! Katanya Ibu yang gugurin anak kalian dulu! Padahal Ibu..." Bu Sri langsung pasang muka iba.

"CUKUP, BU!"

Suara Fathur meledak. Bukan bentakan. Tapi raungan. Raungan laki-laki yang sudah terlalu lama menimbun marah.

Bu Sri tersentak. Ini pertama kalinya Fathur membentaknya. Di depan umum.

Fathur jalan mendekat. Melewati Rumi, menarik istrinya ke belakang badannya. Memposisikan dirinya jadi tameng. Dulu dia selalu diam di belakang. Sekarang, tidak lagi.

"Ibu yang bilang Rumi mandul?" Suara Fathur dingin. "Ibu yang bilang Rumi pura-pura hamil? Ibu yang bilang saya kurus karena stres ngurus Rumi?"

Bu Sri gugup. "Ibu... Ibu cuma..."

"Saya yang ngidam, Bu. Saya yang mual muntah dari subuh. Saya yang tiap malam bangun minta dibuatin teh jahe lemon sama Rumi. Saya yang kurus karena saya yang ngidam anak saya sendiri!" Fathur menunjuk ke perut Rumi.

"Dan istri saya? Dia kerja dari pagi. Dia yang masakin saya. Dia yang urus kontrakan. Dia yang jagain anak Ibu dari kemarin sampai hari ini!"

Rumi menutup mulutnya. Air matanya jatuh. Bukan karena sedih. Karena lega. _Akhirnya._

Fathur menoleh ke Asti. "Mbak Asti, tolong rekam."

 "Karena Ibu udah keterlaluan! Ibu tampar istri saya! Di depan umum! Ibu hina anak saya! Ibu tuduh istri saya mandul padahal Ibu yang... Ibu yang kasih jamu gugurin kandungan Rumi 2 tahun lalu!"

DEG!

Pengakuan itu meledak seperti bom. Bu Sri mundur, wajahnya pucat. Rumi menutup matanya. Luka lama itu akhirnya dibuka Fathur sendiri. Dia kira suaminya selama ini diam karena tidak tahu dan lebih percaya kepada ibunya jika dia tak sanggup menjaga anak dalam kandungan mereka.

"Iya, Bu. Saya tahu. Saya periksa ke dokter waktu itu. Dokter bilang ada sisa zat peluruh di darah Rumi. Dan setelahnya ibu malah minta dia melakukan banyak pekerjaan di rumah ibu!" Fathur menangis

Bu Sri jatuh terduduk di lantai toko. "Ibu... Ibu cuma mau yang terbaik buat kamu, Nak..."

"Yang terbaik buat saya adalah Rumi, Bu!" Fathur berlutut, sejajar dengan ibunya. Tapi suaranya tidak lagi memohon.

Fathur menggenggam tangan Rumi, lalu menatap ibunya lekat.

"Tolong Bu, aku mohon hentikan rasa benci dan tidak suka ibu kepada Rumi. Dan jangan pernah memiliki niat untuk menghadirkan orang ketiga di antara kami, Dona! Dona masa lalu aku, dan aku tak lagi memiliki perasaan kepada dia! Apalagi sekarang Rumi sedang hamil cucu ibu," ucap Fathur membuat Rumi tak kuasa menahan tangisnya.

pertama kalinya mendengar Fathur membela dirinya di depan Bu Sri. Biasanya Fathur akan diam saja ketika istrinya di perlakukan tak baik oleh Bu Sri dan anggota keluarganya yang lain.

Bu Sri menatap Rumi. Gengsinya setinggi langit, bahkan tatapan kebencian semakin bertambah untuk menantunya itu. Bu Sri memilih pergi naik mobil Dona, tanpa ucapan maaf kepada Rumi atas semua yang dia lakukan tadi.

1
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus cuma kadang ada typo nama, terimakasih KK,Untu ceritanya 🙏tetap semangat dan selalu jaga kesehatan 🙏
Farida Dalle
Klu nunggak BPJS itu tinggal byr tunggakannya, emang brp tahun sih gak byr? klu cumn setahun, mending byr krn lbh murah drpd hrs pake umum, hehe
Farida Dalle
knp pada sibuk cari kendaraan?, Fikri dn Fajar kan punya mobil? Donna jg, heran🤔
Wardah Saiful
baguus critanya
Mazree Gati
allah maha pemaaf,,ending yg buruk
Atiah arini
good
aryuu
bagus
Ranny
Hadeh gak sadar² juga kalian Hana sdh cacat begitu tapi masih juga si Rumi yg kalian minta dia yg menyelesaikan masalah kalian nyantol di mana otak kalian ya...
Ranny
Akhirnya terwujud kan apa yg kalian mainkan peran stroke pada ibu kalian menjadi kenyataan tapi sayang nya meleset jauh malah istrimu Fajar yg merasakan duluan 💪
Ranny
loh kok berubah jadi bu Tari lagi 🤦🏻‍♀️
Dewi Eka
Bagus
Ranny
Semoga kalian semua kena karma ya
Ranny
Semoga Allah benar² mencabut nyawamu ya bu Sri
Choirun Nisa
bagus
Zaleha Abdullah
bawa lah pergi kerumah kebajikan kan senang
Rickielessta
bagus...ceritanyaaa...semangat berkaryaaa
Game Semut
keluarga edan
Game Semut
percuma pilih pasangan yg dinilai dari bobot bibit bebet klo sm keluarga tuding2an gk mau sm2 adil yg ada pd pelit jitet merketet
Game Semut
udhlah semoga menemukan suami baru yg bener2 bertanggung jawab
Game Semut
sebel bngt sm fathur ngmng boleh lembut sok bertanggung jwb .mana ada gaji dibagi 2sm ortu nya.ya pantes soal makan sering macet seblm tgl gajian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!