NovelToon NovelToon
Kebangkitan Naga Astral

Kebangkitan Naga Astral

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Seorang murid sekte luar yang dihina karena akar spiritualnya yang cacat secara tidak sengaja membangkitkan sebuah pusaka kuno di lembah terlarang. Pusaka tersebut tidak memberinya kekuatan instan, melainkan sebuah metode kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap dan memurnikan Qi dari garis keturunan binatang buas mitologis. Untuk mencapai puncak, ia harus menempuh jalur yang penuh darah dan memburu eksistensi terkuat di langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panen Darah dan Ancaman Zhao Hai

​Aroma darah di dalam gua semakin pekat. Lin Tian menatap bangkai Ular Sisik Batu dengan tatapan tajam. Di dunia kultivasi, bangkai binatang buas tingkat tiga adalah harta karun, namun ia tidak memiliki cincin penyimpanan spasial untuk membawa seluruh tubuh raksasa ini. Ia harus mengambil bagian terpentingnya saja.

​Lin Tian mengambil belati karatannya dan mencoba membelah perut ular tersebut. Trak! Bilah rapuh itu langsung patah menjadi dua saat bergesekan dengan sisik keras sang monster.

​Sambil mendecakkan lidah, Lin Tian beralih ke rahang ular yang telah ia hancurkan sebelumnya. Dengan mengerahkan tenaga fisik tingkat dua ranah Mortal, ia berhasil mencabut salah satu taring mematikan itu dan menggunakannya sebagai pisau darurat. Ketajaman taring monster jauh melampaui belati besi biasa.

​Dalam waktu singkat, ia berhasil membedah dada ular tersebut dan mengeluarkan sebuah kristal bundar berwarna hijau kusam seukuran telur ayam. Itu adalah inti binatang buas tingkat tiga. Energinya sepuluh kali lipat lebih buas dari inti babi hutan sebelumnya. Lin Tian menyimpan kristal itu ke dalam kantong kain di balik bajunya. Ia belum berani menyerapnya sekarang; meridiannya baru saja menembus tingkat dua dan membutuhkan waktu untuk menstabilkan fondasi.

​Selanjutnya, ia menguliti selusin sisik batu yang paling tebal dari punggung ular tersebut, mengikatnya menjadi satu dengan akar-akar rambat di dalam gua, dan menjadikannya semacam pelindung lengan darurat yang ia lilitkan di balik lengan bajunya.

​Setelah memastikan tidak ada jejak yang tertinggal, Lin Tian segera bergegas keluar dari gua rahasia itu. Langit di luar Hutan Hitam sudah mulai menampakkan semburat senja. Ia telah menghabiskan hampir satu hari penuh di dalam sana.

​"Chen'er..." gumam Lin Tian. Firasat buruk tiba-tiba menyergap perasaannya. Insting naga di dalam dirinya membuat intuisinya jauh lebih peka terhadap bahaya.

​Tanpa membuang waktu, Lin Tian mengerahkan Qi ungu keemasan ke kedua kakinya. Kecepatannya kini melonjak drastis, melesat menembus semak belukar bagaikan bayangan angin. Hutan Hitam yang berbahaya seolah menjadi jalur lari yang mulus baginya.

​Sementara itu, di pelataran pelayan Sekte Pedang Langit.

​Suasana sangat mencekam. Para murid pelayan lainnya bersembunyi di balik pintu pondok mereka masing-masing, tak berani mengeluarkan suara. Di ujung pelataran, pondok kayu milik Lin Tian telah hancur rata dengan tanah, dinding dan atapnya dihancurkan menjadi kayu bakar.

​Di tengah puing-puing itu, Lin Chen berlutut di tanah dengan napas tersengal. Sudut bibirnya mengalirkan darah segar, dan wajahnya dipenuhi lebam. Dua orang pengikut murid luar menekan bahu remaja lima belas tahun itu agar tidak bisa berdiri.

​Di hadapan Lin Chen, berdiri seorang pemuda bertubuh tegap dengan wajah arogan yang sangat mirip dengan Zhao Feng, namun memancarkan aura Qi yang jauh lebih tebal dan menekan. Dia adalah Zhao Hai, murid luar ranah Mortal tingkat lima. Di tangannya, ia memegang sebilah cambuk kulit berekor sembilan.

​"Aku akan bertanya untuk terakhir kalinya, Tikus Kecil," desis Zhao Hai dengan nada dingin. "Ke mana Lin Tian pergi? Dan pusaka apa yang dia temukan hingga bisa mematahkan jari adikku?"

​Lin Chen meludah ke tanah, menatap Zhao Hai dengan sorot mata pantang menyerah meski tubuhnya gemetar menahan sakit. "Aku sudah bilang... Kakak Tian tidak punya pusaka apa-apa! Dia mengalahkan adikmu karena adikmu itu lemah!"

​Wajah Zhao Hai mengeras. "Bocah keras kepala. Sepertinya kau memang ingin menyusul orang tuamu ke neraka. Aku akan mematahkan kedua kakimu dulu. Mari kita lihat apakah Lin Tian akan keluar dari sarangnya setelah mendengar teriakanmu."

​Zhao Hai mengangkat cambuknya tinggi-tinggi. Qi berwarna abu-abu mengalir ke sepanjang cambuk tersebut, membuatnya berderak layaknya aliran listrik. Jika cambukan berkekuatan tingkat lima itu mengenai tubuh Lin Chen yang belum berkultivasi, tulang punggung anak itu pasti akan hancur seketika.

​Cambuk itu berayun turun dengan suara membelah udara yang mengerikan. Lin Chen memejamkan matanya rapat-rapat.

​Namun, rasa sakit yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang.

​BAM!

​Sebuah dentuman keras menggetarkan pelataran. Debu berterbangan ke udara. Saat Lin Chen membuka mata, ia melihat sebuah sosok punggung yang tak asing berdiri tegak di hadapannya seperti perisai baja.

​Cambuk berkekuatan Qi tingkat lima itu telah ditangkap dengan tangan kosong oleh sosok tersebut. Ujung cambuk melilit kuat di lengan yang dilindungi sisik batu di balik kain bajunya.

​"Kau mencariku, Zhao Hai?" Suara Lin Tian terdengar sangat datar, namun membawa hawa dingin membunuh yang membuat suhu di sekitar pelataran seolah turun beberapa derajat. Matanya menatap Zhao Hai bagaikan predator purba yang sedang menatap mangsanya.

1
Samadi Kelana
Lanjutkan ...
yos helmi
😍😍
yos helmi
ntuk semua pembaca .. mari kita bersatu.. author yg up nya satu dua bab.. jgn beri like.. komen.. dll.. cukup baca aj.. biar mampus tu author .. 🤣🤣🤣
Gege
gaasss 100k kata diluncurkan saja jangan disimpen Thor...🤭💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!