NovelToon NovelToon
Menyesal Telah Selingkuh

Menyesal Telah Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: yani 11

Enam tahun pernikahan yang terlihat sempurna ternyata menyimpan luka yang tak pernah diketahui siapa pun.

Selama enam tahun, Alena dan suaminya, Rendra, terus berjuang untuk mendapatkan buah hati. Berbagai cara telah mereka lakukan, mulai dari pengobatan hingga program kehamilan yang menguras tenaga dan air mata.

Namun, hasilnya tetap sama tidak ada tangisan bayi yang hadir di tengah rumah tangga mereka.

Di saat Alena masih berusaha bertahan dan berharap, Rendra justru memilih jalan yang paling menyakitkan.
Ia berselingkuh dengan sekretaris pribadinya sendiri.

Pengkhianatan itu semakin menghancurkan ketika Alena mengetahui bahwa wanita tersebut sedang mengandung anak suaminya.

Dunia Alena seakan runtuh dalam sekejap. Pria yang selama ini dicintainya ternyata telah memberikan semua yang ia impikan kepada wanita lain.

Saat Alena memilih pergi dan membangun hidup baru, Rendra mengira dirinya akan bahagia bersama selingkuhannya. Namun, semakin jauh Alena melangkah, semakin ia menya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25_Kehancuran Arsenio

"Pak Arsenio... saya membawa kabar yang sangat buruk." ucap asisten pribadi Arsenio dengan suara lirih dari balik ruang kunjungan penjara. Wajahnya pucat pasi, matanya sembap seperti baru saja menangis, sementara kedua tangannya saling menggenggam erat untuk menahan kegelisahan.

Arsenio yang duduk di balik meja besi langsung mengangkat kepalanya. Sorot matanya masih menyimpan kesombongan yang tersisa, meski seragam tahanan kini melekat di tubuhnya.

"Kabar apa?" tanyanya datar. Alisnya bertaut, rahangnya mengeras, tatapannya tajam menuntut jawaban.

Asisten itu menelan ludah berkali-kali.

Ia tampak kesulitan mengucapkan kalimat berikutnya.

"Pak... sejak kejadian di hotel, ketika bukti bahwa Bapak meretas sistem perusahaan milik Bu Elvara diputar di hadapan para klien, investor, media, dan pihak berwenang... keadaan perusahaan berubah sangat cepat." Suaranya bergetar, matanya tertunduk penuh rasa iba.

Arsenio mengembuskan napas pendek.

"Itu hanya sementara. Mereka pasti akan kembali. Mereka membutuhkan perusahaan kita," ujarnya dengan senyum tipis yang dipaksakan. Meski berusaha terlihat tenang, ujung jarinya mulai bergetar tanpa ia sadari.

Asisten itu perlahan menggeleng.

"Tidak, Pak..." ucapnya lirih. Bibirnya bergetar, air matanya mulai menggenang.

Senyum tipis di wajah Arsenio perlahan menghilang.

"Apa maksudmu?" tanyanya pelan. Dahinya mulai dipenuhi kerutan, sementara ada rasa cemas yang perlahan menyusup ke dalam dadanya.

"Hampir seluruh klien resmi membatalkan kerja sama. Mereka menyatakan tidak ingin mempertaruhkan reputasi perusahaan mereka dengan tetap bekerja sama bersama perusahaan yang dipimpin pelaku kejahatan siber." jelas Asisten pribadi itu pada Arsenio.

Kalimat itu terasa menghantam kepala Arsenio seperti palu godam.

Ia mematung. Matanya membelalak.

"Tidak..." gumamnya lirih. Bibirnya bergetar pelan.

Asisten itu membuka map yang sejak tadi dibawanya.

"Saya membawa seluruh surat pembatalan kontrak, Pak." ucap Asisten itu pelan.

Satu demi satu surat diletakkan di atas meja.

Setiap lembar terasa seperti vonis yang mematikan.

"Klien dari Singapura membatalkan proyek."

"Klien dari Jepang mengakhiri kontrak lebih awal."

"Seluruh mitra dalam negeri menarik investasi."

"Beberapa vendor menghentikan pasokan."

"Bank membekukan fasilitas kredit perusahaan."

Setiap kalimat membuat napas Arsenio semakin sesak. Tangannya yang semula menggenggam meja kini mulai gemetar hebat.

"Tidak mungkin..." bisiknya. Tatapannya kosong menatap tumpukan surat di depannya.

Asisten itu menarik napas panjang sebelum kembali berbicara.

"Pak... setelah video kejadian di hotel viral, semua media memberitakan kasus peretasan yang Bapak lakukan. Nama perusahaan ikut hancur. Investor kehilangan kepercayaan. Tidak ada lagi yang mau bekerja sama." ujar Asisten pribadi Arsenio

Air mata mulai mengalir di pipi sang asisten.

"Saya sudah berusaha mempertahankan mereka, Pak. Saya mendatangi satu per satu klien. Saya memohon agar mereka memberi kesempatan. Tapi... mereka semua memberikan jawaban yang sama." lanjutnya. Walaupun begitu sulit ia ungkapkan.

Arsenio menelan ludah.

"Apa jawabannya?" tanyanya lirih. Suaranya serak, seolah tenggorokannya tercekat oleh rasa takut.

"Mereka berkata..." Asisten itu memejamkan mata sejenak, lalu melanjutkan dengan suara yang nyaris tak terdengar.

"Kami tidak akan pernah mempercayakan bisnis kami kepada perusahaan yang dibangun di atas kebohongan dan kejahatan." lanjutnya lagi.

Kalimat itu menjadi pukulan paling telak.

Arsenio memejamkan mata rapat. Dadanya terasa sesak.

Ia baru menyadari bahwa kepercayaan yang hilang jauh lebih sulit dikembalikan daripada membangun sebuah perusahaan.

Asisten itu kembali membuka map terakhir.

"Masih ada satu kabar lagi, Pak." Suaranya semakin lirih, wajahnya dipenuhi kesedihan.

Arsenio mengangkat wajahnya perlahan.

"Apa lagi yang tersisa untuk dihancurkan?" tanyanya dengan senyum pahit. Matanya memerah, wajahnya tampak jauh lebih tua dalam hitungan hari.

"Pengadilan Niaga telah menetapkan perusahaan Bapak dalam proses kepailitan. Seluruh aset perusahaan akan disita untuk membayar utang kepada kreditur." ujar Asisten pribadi itu dengan jelas.

Dunia Arsenio seakan berhenti berputar.

Ia membeku. Tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya.

Gedung megah yang dahulu ia banggakan. Mobil-mobil mewah. Ruang kerja eksklusif. Seluruh proyek bernilai miliaran rupiah. Semuanya lenyap dalam sekejap.

Bukan karena bencana alam. Bukan karena krisis ekonomi. Melainkan karena satu keputusan yang lahir dari keserakahan dan kebenciannya kepada Elvara.

"As... aset pribadi Bapak juga mulai diajukan untuk penyitaan karena dijadikan jaminan pinjaman perusahaan," lanjut sang asisten dengan suara bergetar. Ia menundukkan kepala, tak sanggup melihat wajah atasannya yang perlahan runtuh.

Arsenio menatap kedua telapak tangannya.

Dulu...

Tangan itu begitu bangga menandatangani kontrak bernilai miliaran rupiah.

Kini...

Tangan yang sama hanya mampu menggenggam udara di balik jeruji besi.

Air mata akhirnya jatuh tanpa bisa ia tahan.

Untuk pertama kalinya sejak ditahan, Arsenio menangis.

Bukan karena dinginnya sel penjara. Bukan karena vonis yang menantinya. Melainkan karena ia menyadari bahwa semua yang pernah ia miliki telah hilang.

Ia kehilangan kebebasan. Ia kehilangan perusahaan. Ia kehilangan kekayaan. Ia kehilangan kehormatan.

Dan yang paling menyakitkan...

Ia kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan terhadap wanita yang dulu begitu tulus mencintainya.

Di luar ruang kunjungan, pintu besi kembali ditutup dengan bunyi yang menggema.

Brak!

Suara itu terdengar seperti penutup dari seluruh kehidupan mewah Arsenio.

Kini, yang tersisa hanyalah sebuah sel sempit, penyesalan yang tak berkesudahan, dan bayang-bayang kehancuran yang ia ciptakan dengan tangannya sendiri.

1
Lee Mba Young
nasib selingkuh an nya gimana itu.
Anne Soraya
lanjut
Ifana
sok²an selingkuh eh ternyata punya jabatan krn istri nya
Sulati Cus
hrsnya g kaget dr awal kan udah tau, istrinya akan mencabut semuanya aneh bgt
Sulati Cus
lah kata nya semua aset di cabut trus di usir kok msh takut 🤔cerita rada nggak nyambung
Sulati Cus
kok gak nyambung udah di usir pdhl🤔msh mencintaimu tp sanggup berkhianat omong kosong👿
sunaryati jarum
Arsenio hanya akan meratapi nasibnya
sunaryati jarum
Hidup dari kekayaan istri saja belagu, selingkuh .Edgar adikmu sudah dewasa dan berumah tangga,sudah bukan tanggung jawab sepenuhnya,namun jika kamu masih merasa itu kewajiban kamu melindunginya baguslah,biar Arsenio tahu siapa yang dikhianatinya.
sunaryati jarum
Sokoor
sunaryati jarum
Kok masih di rumah Elvara
sunaryati jarum
Bukankah Arsenio sudah di usir
sunaryati jarum
Baru mampir semoga suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!