NovelToon NovelToon
Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Angst
Popularitas:32.4k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Riven Daylon Chamron adalah pria yang memiliki segalanya. Terlahir sebagai putra sulung Thomas Chamron dan Hellary Chamron, ia tumbuh di tengah kemewahan, kekuasaan, dan lingkaran pergaulan elit yang membuat namanya dikenal di banyak kalangan.

Namun, ada satu hal yang tidak pernah diajarkan oleh dunia bisnis, kekuasaan, ataupun pendidikan terbaik yang pernah ia terima: cinta.

Angelina Angie, seorang gadis yang terlihat polos dan pekerja keras demi mencapai impiannya mampu meluluhkan hati Riven.

Namun, saat perasaannya semakin dalam, Riven mulai menyadari bahwa wanita yang dicintainya mungkin tidak mencintainya dengan alasan yang sama.

Angelina Angie yang tak memiliki apapun tak membawa apapun hingga akhirnya menjadi Ratu Instagram berkat Riven, ternyata memiliki kehidupan yang penuh kontroversi. Di balik senyumnya yang memikat, tersimpan ambisi, drama, intrik, serta rahasia yang tak di ketahui.

Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, ambisi, dan harga yang harus dibayar ketika seorang pewaris konglomerat jatuh hati pada wanita yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 13

Riven berjalan memasuki ruang ganti yang terhubung langsung dengan kamarnya setelah ia membersihkan diri.

Ruangan itu hampir sebesar sebuah apartemen kecil, dipenuhi deretan lemari pakaian yang tersusun rapi. Berbagai setelan jas dari merek-merek ternama dunia tergantung dengan sempurna di balik pintu kaca.

Tanpa ragu, Riven memilih setelan jas berwarna donker yang selama ini menjadi salah satu favoritnya. Kemeja putih bersih. Dasi hitam elegan.

Jas donker dengan potongan sempurna yang mengikuti bentuk tubuhnya.

Setelah itu, ia mengenakan jam tangan mewah yang melingkar pas di pergelangan tangan kirinya.

Beberapa menit kemudian, Riven berdiri di depan cermin besar yang membentang dari lantai hingga langit-langit. Tatapannya menelusuri pantulan dirinya sendiri.

Tubuhnya yang tinggi dan tegap dibalut jas mahal yang membuat auranya semakin menonjol. Bahunya lebar, posturnya lurus, dan setiap gerakannya memancarkan kepercayaan diri.

Wajah tampannya tampak lebih dewasa dibanding beberapa tahun lalu. Garis rahangnya tegas.

Mata tajamnya memancarkan ketenangan sekaligus kewibawaan.

Pria yang berdiri di depan cermin saat ini adalah seseorang yang telah membangun reputasinya sendiri di Jepang dan berhasil membawa perusahaan cabang keluarga mereka menuju puncak kesuksesan. Riven merapikan dasinya sekali lagi. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya.

Setelah selesai bersiap, Riven melangkah keluar dari kamarnya. Ia menuruni anak tangga satu per satu dengan langkah tenang dan penuh wibawa.

Setelan jas donker yang membalut tubuh tegapnya membuat auranya semakin mencolok. Jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya berkilau samar terkena pantulan cahaya pagi.

Namun, saat baru menuruni beberapa anak tangga, tiba-tiba seseorang berlari dan memotong jalannya.

“Minta uang.”

Riven langsung menghentikan langkah dan menatap dengan santai gadis yang sedang menghalangi jalannya.

Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana saat ia menatap sosok yang berdiri satu anak tangga di bawahnya.

Elena Ruby Chamron.

Adik perempuannya yang sebentar lagi menginjak usia 19 tahun.

Manja, keras kepala, dan selalu membawa kejutan yang entah menghibur atau membuat orang pusing.

Riven menatap gadis itu dari atas ke bawah.

“Kau sadar tidak?” katanya. “Tubuhmu sekecil itu, tapi berani-beraninya mencoba memalak.”

Elena mendengus.

“Tahu tidak? Aku sudah beli obat peninggi badan.”

“Jangan macam-macam minum obat aneh.”

Riven kembali melangkah turun, menerobos penghalang yang dibuat adiknya.

Namun Elena tidak menyerah. Dengan gesit ia kembali mencegat di anak tangga berikutnya.

“Aku akan bilang pada Ibu kalau semalam kau tidak menginap di rumah Nana.”

Riven mengangkat sebelah alis.

“Oh?”

“Kau pacaran.” Kata Elena.

Riven menatapnya beberapa detik sebelum tertawa kecil. Pria itu tahu dari mana info tersebut beredar. Pasti dari grup perbincangan dengan teman-temannya, yang di buat oleh sang adik tanpa dirinya.

“Sekarang kau menuduhku pacaran?”

“Tentu.”

“Gadis mana yang cukup beruntung mendapatkan pria setampan aku?” Kata Riven percaya diri.

Elena memutar bola matanya.

“Aku baru pulang setelah bertahun-tahun, dan yang kau incar cuma uangku?” lanjut Riven. “Aku benar-benar tersinggung. Kau tidak merindukanku sama sekali?”

“Tidak.”

“Sedikit pun?”

“Tidak.”

“Kau lebih cinta uangku?”

“Tentu saja. Memangnya ada pilihan lain?”

Riven meletakkan satu telapak tangan di dada sedang tangan satu masih di dalam saku celana, seolah ia baru saja menerima luka batin.

“Kau tidak merindukanku?”

“Untuk apa? Lebih baik aku merindukan laki-laki yang benar-benar tampan. Kau saja yang menganggap dirimu tampan.”

Riven menunjuk dirinya sendiri.

“Aku tidak tampan?”

“Tampan.”

“Nah.”

“Seperti musang.”

Riven terdiam.

Kemudian ia menggeleng pelan.

“Aku tidak akan memberimu uang. Mana ada orang meminta uang namun tidak mengatakan satu pujian pun. Lagi pula kau nakal lagi.”

Senyum Elena langsung menghilang.

“Kenapa?”

“Karena semalam kau memakai mobilku dan menggores bodinya.”

“Eerrr…” Elena langsung memalingkan wajah. “Itu sedikit di luar kendaliku.”

Riven menyipitkan mata.

“Sangat sedikit.”

Namun tiba-tiba Riven mengingat sesuatu. Beberapa detik kemudian, senyum tipis muncul di bibirnya.

“Aku akan memberimu uang.”

Wajah Elena langsung berbinar.

“Asal kau melakukan sesuatu untukku.”

“Apa itu?”

Ekspresi penuh harap di wajah adiknya membuat Riven hampir tertawa.

“Ada setelan kemeja yang kupakai semalam. Setelah selesai dicuci pelayan, antarkan ke kafe baru milik Jack.”

“Kafe yang baru dibuka semalam?”

Riven mengangguk.

“Cabang baru?”

“Ya.”

Elena langsung menepuk dadanya.

“Tenang saja. Aku akan mengantarnya seaman mengantar seragam kerajaan.”

“Bagus.”

“Jadi jangan bohong ya!”

Riven menghela napas panjang. “Memang tidak ada yang gratis darimu.” Riven kembali hendak melangkah turun.

Namun Elena kembali menarik lengan jas milik Riven. “Eh, tunggu!”

“Apa lagi?”

“Transfer sekarang.”

“Nanti.”

“Tidak bisa.”

“Kenapa?”

“Hari ini kau mulai bekerja di bawah Ayah. Setelah masuk kantor, pasti susah dihubungi. Aku kenal kau… Dan juga ayah.” Kata Elena kesal saat membicarakan ayahnya, satu kata yang keluar dari mulutnya membuat Elena menyunggingkan sudut bibirnya. Ia cemberut.

Riven memejamkan mata sesaat. Ancaman itu masuk akal. Akhirnya ia mengeluarkan ponselnya, membuka aplikasi perbankan, lalu mengetik beberapa angka.

Tak lama kemudian, layar ponsel Elena berbunyi. Mata gadis itu langsung membesar. Riven memperlihatkan bukti transfer di depan mata Elena.

“Puas?”

Senyum Elena langsung merekah seperti bunga yang baru mekar.

“Terima kasih. Senang berbisnis dengan Anda.”

Sambil berkata demikian, ia menepuk lengan kakaknya dengan sangat profesional. Riven hanya bisa menggeleng.

“Benar-benar tidak tahu harus bangga atau khawatir memiliki adik seperti ini.”

Beberapa saat kemudian, Elena berlari kembali menaiki tangga sambil tersenyum lebar. Sementara itu, Riven melanjutkan langkahnya menuju lantai bawah.

Baru saja ia sampai di ruang utama, suara Hellary terdengar.

“Kau tidak sarapan dulu?”

Riven menoleh. Ibunya berdiri sambil membawa nampan berisi roti panggang dan segelas susu hangat kemudian Riven melirik jam tangannya.

“Sepertinya tidak sempat.”

“Itulah kenapa Ibumu ini sudah menyiapkannya.” Hellary mengangkat sepotong roti.

“Buka mulut.”

Riven bahkan tidak sempat menolak.

Potongan roti itu sudah lebih dulu masuk ke mulutnya.

“Ibu… itu kan sarapan Elena.”

Hellary mengabaikannya.

“Aku bisa membuat yang baru.”

Lalu Hellary hendak mengambil gelas susu.

Riven langsung mundur satu langkah.

“Tidak.”

“Apa?”

“Aku tidak minum susu. Ibu tahu itu.”

Hellary terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menyerah.

“Baiklah.” Ia kemudian merapikan kerah jas putranya.

“Hati-hati di jalan. Jangan ngebut.”

“Iya, aku tahu.”

“Kau tidak tahu.”

Riven tersenyum.

“Kau selalu melupakan bagian itu.”

Riven tertawa kecil.

“Baiklah. Aku berangkat.”

Riven kemudian memeluk ibunya sebentar dan Hellary membalas pelukan itu dengan hangat sebelum akhirnya melepaskannya.

Dengan senyum lembut, ia memperhatikan putra sulungnya berjalan menuju pintu utama mansion.

Di luar, Oakley sudah berdiri menunggu di samping mobil.

“Tuan.”

Pria tua itu membungkukkan badan lalu Riven mengangkat kunci mobil. Kode bahwa ia akan memakai mobilnya sendiri untuk pergi ke perusahaan.

“Aku yang menyetir. Tidak perlu ada iring-iringan pengawalan. Membosankan.”

“Saya tahu, Tuan.”

Namun tanpa ragu, Oakley langsung berjalan memutari mobil dan duduk di kursi penumpang. Riven memperhatikannya beberapa saat. Lalu tawa kecil keluar dari bibirnya.

“Haha… dasar.”

Oakley hanya tersenyum tipis, pria paruh baya itu bahkan sudah seperti teman bagi Riven.

Bersambung

1
Hanima
Lanjut Rivvv
Hanima
😍😍
evanindia
paham, paham tpi d blkang lain lagii nihh c angie....
evanindia
iya wajar klo loyal am adek sndri mh....
act service riven bnr² bkin meleyott wkw
btw angie mau k rumah tmn yg mana yaa ??
afifah
Seru
evanindia
panggilan utk kaka.a luar biasa nii elana 😄
nah kan ditnyain kmu kenapa blum ke kantor
wiliss
salting kk?
wiliss
😅😅
wiliss
perhatian bgt ya riv...
Rudy satria
nama "musang"begitu cocok untuk riven emak kelakuannya kaya musang🤣🤣🤣
Rahmat Soiku: bls apaan sih g terbaca dilayar hp
total 11 replies
Rudy satria
antara Maruk dan rakus beda dikit ya Riv,tapi entah kenapa dari awal nggk respek Ama pasangan yang satu ini,bang author bisa nggk sih di ganti alurnya tentang Gavin dengan cwe yang di jodohkan 😔😓
evanindia: wow baru tau gue sejak kapan dy ilang arah 🤣
total 26 replies
Rudy satria
boleh nggk si bilang" KAMU ITU MURAHAN RIF DUAKALI KETEMU DI RAYU DIKIT LANGSUNG BILANG SAYANG" kesel aku😓
afifah: aku mengakak so hard denger kata murahan🙏🤣
murahan itu kalau gonta ganti pasangan terus cowo nya mokondo miskin . ini gentle gini dikata murahan. tolong ya allah lulusan apa kak sskolahnya? 🙏🙏🙏
lagi pula ini cerita tidak tahu alurnya di percepat atau nggak. terus kalau boleh tanya kenapa lama kelamaan komenn nya nggak nyambung dan nggak mutu? nggak berdasar 🥲
total 4 replies
wiliss
merasa di cintai bgt sm riven aku klo jd angie
wiliss
😋😘😘😘😘
wiliss
gk papaa bang santae aja
Hanima
Lanjuttt
evanindia
Riven kerja² jgn kokopan trus am angie 🙊🙊
evanindia
ps tmen q juga samaa wehh 0 4x 😵😵😵
Hanima
🔥🔥
Hanima
Lanjut Akak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!