Karena di jebak oleh Ibu tiri , Lisa melakukan cinta satu malam dengan Seorang Ceo yang sombong , terkenal kejam dan arogan.
Tujuh tahun telah berlalu , Lisa mengandung anak dari Pria yang memperkosanya.
Siapa sangka Tujuh tahun kemudian Takdir mempertemukan Mereka kembali .
Dan ternyata Ayah dari anaknya adalah seorang mafia yang tidak berperasaan dan memiliki Hati sedingin Es.
Bagaimana cara Si kembar menyatukan Mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aiia angelis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 : KE RUMAH JADE
...Ke Rumah Jade...
Sepanjang perjalanan Sam dan Joni setiap sepuluh menit sekali saling lirik melirik.
Sepuluh menit yang lalu
" Ada apa " Kata Joni melirik Sam.
" Tidak ada apa-apa " Jawab Sam membuang muka.
Sepuluh menit kemudian
" Kenapa Paman ? " Kata Sam balik bertanya.
" Tidak ada apa-apa " Jawab Joni menatap mata Sam.
Setelah akhirnya Mereka lelah dengan pertanyaan yang sama Kenapa , Ada Apa , dan Mengapa.
Sam dan Joni menghela napas panjang.
" Huft "
Rumah Jordan Shing
Walau Jordan berada di urutan ke dua , tetapi rumah Jordan lebih mewah dari pada rumah Kelvin.
Sam membelalakan matanya , ternyata ada rumah yang lebih basar dari pada rumahnya sendiri.
" Paman ini rumah siapa ? " Sam sangat terpesona melihat rumah Jade.
" Tentu saja rumah ini milik Tuan muda Jordan " Serunya dengan suara yang lantang.
" Rumahnya besar sekali , sangat berbeda dengan rumah ku. " Sam bergumam pelan.
" Apa ? " Kata Joni yang tidak mendengar perkataan Sam.
" Aku bilang rumahnya sangat besar seperti Istana " Jawab Sam polos.
Joni bangga sekali mendengar ucapan Sam , Ia tersenyum sambil menyentuh kacamatanya.
" Tuan Muda sepertinya Tuan mendapatkan nilai plus dari anaknya Nona Lisa " Seru Joni di dalam hatinya , Joni adalah orang pertama yang mendukung Jade untuk mendekati Liaa
" Tentu saja dan pemilik rumah ini adalah orang yang sangat kaya juga sangat......sangat tampan " Celetuk Joni sambil menowel hidung Sam.
" Tapi Pa......" Sam menghentikan perkataannya.
" Apa " Tanya Joni menatap tajam ke wajah Sam.
" Tapi pasti orangnya berbadan besar yang kerjaannya hanya makan terus " Sahut Sam mengalihkan perkataannya.
" Hahahahahha......Nanti Kamu akan melihatnya sendiri bocah , jangan sampai terpesona ya." Joni mengoda Sam.
Sebenarnya Sam ingin mengatakan " Papinya lebih tampan dari siapapun "
Hampir saja Sam merusak semua rencananya , Ia hampir tepancing dengan permaianan Joni.
Rumah Jade memiliki halaman yang sangat luas , di ujung kanan ada kolam renang yang sangat besar.
Sam memasuki rumah Jade di dalam rumahnya tidak kalah dengan halamannya , orang yang masuk ke rumah ini pasti akan mengira ini adalah hotel bintang lima.
" Wooowww "Celoteh Sam terkagum-kagum.
" Tuan kecil silahkan menunggu di sini , Saya akan memanggil Tuan Muda " Kata Joni .
" Pelayan......bawalan makanan dan minuman untuk tamu spesial kita " Joni memerintahkan Pelayan untuk melayani Sam dengan baik.
" Tunggu sebentar ya dan nikmati saja makana yang akan kami sajikan " Kata Joni , lalu pergi meninggalkan Sam di ruang tamu.
Pelayan membawakan banyak makanan untuk Sam , ada coklat , ice cream , kue blackflorest , puding coklat , puding strowberry , dan berbagai macam juice.
" Mereka kira Aku ini babi , memberikan makanan sebanyak itu " Gerutu Sam
" Silahkan Tuan kecil pilih makanan yang Tuan sukai , kalau ada yang ingin Tuan makan katakan saja , nanti koki kami akan menyiapkannya." Kata Pelayan sambil menundukan kepalanya.
" Tidak usah , ini lebih dari cukup " Seru Sam , Sam mengambil puding coklat di depan matanya.
Tiba-tiba Jade datang menghampiri Sam yang sedang menikmati memakan puding coklatnya.
" Hey Sam , kita berjumpa lagi " Kata Jade menyapa Sam.
" Hahahahha , halo paman " Jawab Sam sok mengenali Jade ( padahal Thalia belum pernah bertemu dengan orang itu ).
" Kamu sangat manis saat memakan puding itu " Jade membersihkan mulut Sam yang belepotan dengan tangannya.
Sam tersipu malu membuat wajahnya sedikit memerah karena Jade menyentuh wajahnya.
" Sikap mu sangat berbeda saat pertama kali kita bertemu , waktu itu kau terlihat sangat sinis sekarang kamu sangat manis seperti orang lain saja " Kata Jade sambil mengacak-acak rambut Sam .
Dengan sekali Lihat Jade sudah tahu kalau Sam sangat menyukai Puding coklat sama persis dengan Lisa.
" Kamu ingin memakan puding coklat lagi ? " Seru Jade yang melihat piring Sam sudah bersih.
" Tidak usah , Aku sudah kenyang " Jawab Sam.
" Ada perlu apa Paman menyuruh Aku datang kemari ? " Kata Sam bertanya.
Jade mengangakat tangannya memberikan kode kepada Pelayan untuk segera membersihkan kamar tamu.
" Ayo ikuti Aku " Seru Jade berjalan ke kamar Lisa , Sam mengikutinya dari belakang.
...♡♡♡♡♡♡...
" Mami " Sam berlari menghamiri Lisa yang sedang tertidur di atas ranjang.
" Mami bangun , Sam ada di sini " Kata Sam berbisik di telinga Sam.
" Paman......sebenarnya ada apa dengan Mami , kenapa Mami tidak bergerak sedikitpun padahal Aku sudah menguncangkan tubuhnya " Kata Sam dengan wajah yang pucat.
" Paman apain Mami , sampai Mami seperti itu ? " Sam berlari mendekati Jade dan memukuli perutnya.
Pengawal yang melihat perbuatan Jade ingin menghampiri mereka namun Jade melarangnya untuk mendekat.
" Sam...Sam tenanglah , lihat Aku. Bukan Aku yang membuat Lisa jadi seperti itu tapi para sampah yang tidak berguna yang telah menyakitinya." Jade memegang kedua tangan Sam.
Jade menceritakan semua yang Ia ketahui , bahkan Jade memperlihatkan sebuah Video.
Bagaimana cara Jade menghukum para sampah itu , Sam bergidik ketakutan saat menonton Video itu .
Sam menatap wajah Jade dengan tatapan yang mengerikan , dalam hatinya bergumam.
" Paman ini bukan manusia , Ia monster berhati kejam.Meskipun Mereka semua bersalah tapi bagaimana mungkin Ia bisa melakukan perbuatan sekeji itu ."
" Jangan takut , Mereka semua pantas menerimanya " Seru Jade yang menyadari perubahan wajah Sam.
" Lebih baik Kamu istirahat dulu di sini , Aku telah mempersiapkan kamar untuk Kamu " Kata Jade mengelus rambut Sam.
Sam menggelengkan kepalanya , Ia tidak ingin berada di kamar yang berbeda dengan Lisa.
" Aku ingin di sini menemani Mami , Aku mau berada di sampingnya " Seru Sam memohon kepada Jade.
" Baiklah , Kamu boleh di sini. Jika terjadi sesuatu silahkan panggil Aku , Aku ada di kamar sebelah." Jade mengizinkan Sam untuk menemani Lisa.
Mungkin saat ini hanya Sam yang bisa membuat Lisa kembali sadar , biar bagaimanapun hubungan antara Ibu dan anak sangatlah kuat.
" Aku pergi dulu , Ingat segera panggil Aku kalau Lisa sudah siuman." Seru Jade berpesan.
" Oke " Jawab Sam
Jade meninggalkan Sam berdua dengan Lisa , di depan pintu kamar Lisa ada dua orang pengawal yang menjaganya.
Thalia segera mengirimkan pesan kepada Sam untuk memberikan informasi yang sangat penting .
Kak Sam Aku sudah menemukan Mami . Mami berada di rumah Paman Jade , tapi kondisi Mami sangat buruk.
Kakak tidak perlu Khawatir , Aku akan segera membawa Mami keluar dari rumah ini.
Aku akan mengabari kakak kembali , see you
Adik mu yang Cantik.
Sam meletakan ponselnya di atas meja , Ia Mengelus pipi Lisa dengan lembut.
" Mami cepatlah sehat kembali " Sam memeluk Lisa dengan erat.
...♡♡♡♡♡♡...
Sam yang menerima pesan dari Thalia segera menyelidiki identitas Jade yang sesungguhnya.
Sam berhasil memasuki ke situs yang tersembunyi , sangat mudah bagi Sam .
Di layar monitor terpampang profil Jade beserta foto Jade.
Nama Lengkap : Jordan Shing
Jabatan di Naga Hitam : Sebagai Ketua
Umur : 30 Tahun
Status : Belum Menikah
Sifat. : Kejam dan tidak mengenal belas kasihan
Sam membaca dengan teliti situs gelap yang Ia masuki.
" Jade bukan orang yang sembarangan" Gumam Sam menatap ke arah monitor komputernya.
" Mungkin saja Thalia dan Mami bisa dalam bahaya " Seru Sam tampak mengkhawatirkan Mereka yang berada di sana.
...****************...
Siapa Orang yang Jade benci di masa Lalu ?
tunggu di Chapter selanjutnya 😉😉
Terima kasih sudah mampir dan membaca Novel ku
Yuk terus baca Anak Genius : Ayah sedingin es.....😊😉
dan jangan lupa meninggalkan jejak dengan Like , Vote , Komen , dan Favorit ☺
Aku sangat beeTerima Kasih untuk semua dukungan Kalian 🤩🤩
dia selalu ceroboh 🙈🙈🙈