NovelToon NovelToon
Married By Incident

Married By Incident

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mamah AllRey..

Devina Renata seorang gadis berusia 25 tahun yang terpaksa harus menjalani hidup mandiri karena ayahnya menikah lagi dengan janda beranak satu. Pengalaman itu membentuk Devina menjadi seorang pekerja keras, mandiri, ceria dan selalu optimis menghadapi setiap tantangan.

Berawal dengan adanya pengkhianatan dari pacarnya, Dev menjadi putus asa dan memutuskan untuk mengambil jalan pintas dengan menerima tawaran pernikahan dari seorang CEO tampan yang bernama Andhi Yudha Baskara. Pernikahan itu menjadi titik balik dan trigger keberhasilan Devina. Hidupnya menjadi sempurna dengan kehadiran buah hati dan suami yang sangat menyayanginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu

Sejak pagi kedatangan Dev, kondisi pak Burhanuddin sedikit lebih membaik. suasana hati pasien sangat berpengaruh terhadap tingkat kesehatannya. seperti tidak mau kehilangan momen kebersamaan dengan putrinya, pak Burhanuddin tidak mau berpisah dengan Dev.

"Bagaimana pekerjaanmu nak."

"Alhamdulillah baik pa, Dev masih bekerja di tempat yang sama. malahan beberapa hari lalu Dev ditawari Direksi Perusahaan untuk dipromosikan pa."

"Trus kamu gimana."

"Dev belum siap pa, Dev lebih suka seperti ini. Dev masih memiliki waktu luang untuk menikmati waktu bermain."

"Jangan kebanyakan main, pikirkan juga masa depanmu nak. Ingat, usiamu saat ini sudah dua puluh lima tahun.Segeralah berpikir untuk mencari jodoh."

"Atau mau papa Carikan anak dari relasi papa."

Dev tersenyum sambil merangkul papanya.

"Pa..,papa ga perlu deh mikirin jodoh untuk Dev."

"Dev masih bisa mencari sendiri pa."

"Tapi papa khawatir Dev, papa ingin segera menimang cucu."

Dev memijat kaki dan tangan pak Burhanuddin, sambil berpikir tentang cara menyampaikan kabar pernikahannya dengan Yudha.

"Pa... gimana kondisi papa sekarang."

"Papa sudah sedikit lebih sehat nak, karena hari ini ditungguin putri pertama papa," jawab pak Burhanuddin sambil mengelus kepala Dev.

"Pa..., Dev mau bercerita kepada papa," ucap Dev lirih.

"Cerita apa nak,"

Tapi Dev takut kalau papa marah." Dev menundukkan kepalanya.

"Ceritakan nak, papa janji tidak akan marah. Papa tidak mau kehilangan putri papa lagi."

"Benar pa." Dev memberanikan diri menatap mata papanya.

Pak Burhanuddin mengangguk.

"Pa, maafkan Dev ya pa. Dev tidak minta ijin papa sebelumnya, saat ini Dev sudah menikah pa."

"Dev....," pak Burhanuddin tidak jadi melanjutkan bicaranya.

Mereka terdiam, dan air mata tampak mengalir membasahi mata pak Burhanuddin. Dev terisak, dan akhirnya turun dari kursinya lalu bersimpuh di bawah ranjang rumah sakit.

"Ampuni Dev pa. Dev anak yang tidak berbakti, Dev telah mengecewakan papa."

"Bangun Nak...., bangunlah. Dev putri papa sudah dewasa. Maafkan papa juga ya nak, papa belum bisa menjadi papa yang baik untuk putri papa."

"Papa tidak akan menyalahkanmu nak. Papa yakin, keadaan yang pasti sudah menjadikan putri papa berani mengambil keputusan ini."

"Mana suamimu Dev, bisakah kamu membawanya ke depan papa."

"Iya pa, Dev akan membawa menantu papa untuk bersimpuh di depan papa."

"Tidak perlu bersimpuh Dev, papa bersyukur sudah ada yang menjagamu, melindungimu"

Dev semakin erat memeluk lengan pak Burhanuddin, kepalanya disandarkan pada sisi ranjang. Tangan pak Burhanuddin tidak ada hentinya mengelus kepala putrinya yang telah lama dia telantarkan. Tak berapa lama Dev tertidur dalam belaian papa yang sudah lama dirindukannya.

Tanpa mereka sadari, sesosok laki-laki penuh rasa haru menatap interaksi seorang papa dan putrinya. Hatinya merasa sakit melihat istrinya tertidur dengan kepala menyandar di sisi ranjang. Dengan penuh kasih Yudha menghampiri Dev, kemudian mengangkat dan membaringkan tubuhnya di atas sofa.

Pak Burhanuddin yang merasa beban di lengannya hilang segera membuka matanya. Dalam pandangannya, dia melihat seorang laki-laki tinggi dengan badan tegap sedang membaringkan putrinya di sofa, menyelimuti dan mencium keningnya.

"Siapa anda," tanya pak Burhanuddin.

Yudha membalikkan badannya, kemudian menghampiri ranjang pak Burhanuddin. Yudha menurunkan badannya yang tinggi dan menjatuhkannya di lantai, dan dengan penuh takzim meraih tangan pak Burhanuddin.

"Maafkan menantu papa yang tidak tahu diri ini pa." ucap Yudha sambil mencium tangan pak Burhanuddin.

Pak Burhanuddin merasa sedikit kaget, kemudian meminta Yudha untuk duduk di kursi.

"Bangunlah nak, jangan buat bapak bingung."

Yudha perlahan bangkit dari lantai, dan pindah duduk di kursi samping pak Burhanuddin. Dengan tetap memegang tangan mertuanya, Yudha memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan nama saya Yudha pa, saya orang yang telah memaksa Dev untuk menikah." ucapnya tertunduk tidak berani mengangkat wajahnya.

Dalam mata tuanya, pak Burhanuddin memandang dekat wajah pria di depannya. Tangannya memegang dagu Yudha dengan gemetar. Yudha perlahan mengangkat wajahnya dan memberanikan diri menatap wajah mertuanya. Mereka beradu pandang sebentar, kemudian pak Burhanuddin mendekatkan badan Yudha ke arahnya.

"Ampuni Yudha pa, Yudha meminta papa memberikan Dev untuk menjadi istri Yudha pa. Mohon restui kami." untuk pertama kalinya Yudha merendahkan dirinya untuk seorang gadis. Bahkan kepada keluarga besarnya, aura kekuasaan dan kekerasan hati tidak pernah pergi meninggalkan.

Pak Burhanuddin terdiam sebentar, dan masih dengan memandangi wajah menantunya, beliau menghela nafas.

"Nak Yudha..., semua terjadi karena kehendak Yang Maha Kuasa, tanpa kuasa Nya semua ini tidak akan dapat terjadi."

"Sebagai orang tua Dev, sebenarnya Papa bisa saja marah, tetapi melihatmu sangat menyayangi putriku, papa mau tidak mau harus ikhlas menerimamu."

"Papa ingin mendengar darimu sendiri nak. Apa yang mendasari keputusan untuk mengajak nikah putriku."

Yudha menceritakan kejadian sampai dia bisa mengajak Dev untuk menikah dengannya kepada pak Burhanuddin. Tak lama Dev terbangun dari tidurnya mendengar suara percakapan Yudha dan papanya.

"Yudh...., kamu sudah disini." Dev berdiri dan menghampiri suamiku.

Yudha berdiri merengkuh bahu istrinya dan keduanya duduk di depan ranjang pak Burhan.

"Ini Yudha suami Dev pa," ucap Dev lirih memberi tahu papanya.

"iya nak, papa sudah mendengar semuanya dari nak Yudha." ucap pak Burhanuddin tersenyum.

"Restui kami ya pa, agar jalan kami ke depan bisa lancar." ucap Dev. Yudha meraih jari-jari tangan Dev, dan mengaitkan di jarinya untuk saling menguatkan.

"Iya nak, papa ridho, papa ikhlas melepaskanmu, Dev putri papa kepada nak Yudha."

"Jaga Dev, bimbing putri papa menjadi seorang istri yang baik ya nak Yudha

"Dev..., jadikan suamimu untuk meraih surgamu ya nak. Taatlah, patuhilah suamimu."

"Nak Yudha, papa titipkan Dev padamu. Sudah lama putri papa ini bertahan sendiri, sekarang papa titip dan menyerahkan putri papa kepadamu nak Yudha."

"Papa mohon, jangan sia-siakan putri papa. Kembalikan Dev pada papa, jika nak Yudha sudah tidak sanggup membimbing putri papa."

Pak Burhanudin memegang tangan Yudha dan Dev, raut bahagia nampak di wajahnya yang tua. Ketiganya terbawa dalam suasana haru yang menyelimuti.

Pintu kamar tiba-tiba di buka dari luar. Seorang dokter didampingi dua perawat terlihat memasuki ruangan.

"Selamat pagi pak Burhanuddin, bagaimana kabarnya, apakah sudah lebih baik hari ini.," sapa Dokter ramah.

"Alhamdulillah jauh lebih baik Dokter Abi, karena hari ini putri dan menantu saya sudah membawakan obat yang mujarab buat saya." jawab pak Burhanuddin .

"Woalah, mereka berdua ini ya pak."

"Iya pak Dokter, ini putri saya yang pertama Devina. Dan ini menantu saya Yudha?"

Dev dan Yudha mengangkat kedua tangannya dan menangkupkan memberi salam kepada Dokter Abi.

"Mbak, mas, papanya sering-sering dijenguk ya. Kehadiran keluarga yang saling menguatkan, memang menjadi obat hati yang bisa menjadi trigger untuk kecepatan kesembuhan."

"Iya dokter, terima kasih sarannya."

*****

******

1
cetom😘😘
baskara torr
cetom😘😘
dona laki-laki atau perempuan torr
Sastri Dalila
👍👍👍
Violet
Biarpun ini sekedar cerita halu tp mon maap Di chapter ini TIDAK ADANYA EMPATI yg tugasnya sbg PERAWAT terus2an blg sang suami lbh mengurus istrinya drpd babynya! Cobalah nonton When Life gives you tangerines liatlah perjuangan sesungguhnya dr seorg Ibu & keluarga ketika adegan melahirkan!!!
Violet
Tdk seharusnya Perawat meledek sprti itu karna melahirkan itu nyawa taruhannya! Sang baby masih bisa diurus oleh dokter & perawat tp apakah mereka bisa mengurus mental sang Ibu yg abis hamil n sakit melahirkan? Ada yg trauma n baby blues. Jelas Yudha lbh mengkhawatirkan istrinya drpd babynya!
Helda Frisca Amelia
agak ga supan yaa devina itu manggil suami sebutannya nama doang
elis farisna
Luar biasa
Yolla
aduh kacian kacian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yolla
asisten lucnut🤣🤣🤣🤣🤣
Yolla
👍👍👍👍👍
ana restu
/Good/ suka
sur yati
bgs bgt
sur yati
udah mas Tama cepet di halalin tar keburu da yg nikung
sur yati
msh da gak tau stok laki Kya Yudha di dunia nyata ngasih dwt walopun perempuan tdk mau di paksakan
sur yati
keren tdk belete" Yudha
Aprilia
baru anak kembar bisa keluar kedua nya bersamaan padahal normal
Febri Ana
mantaapp lanjuuttt
Febri Ana
lanjuutt
SARI MEUTIA
Luar biasa
Nur Lela
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!