NovelToon NovelToon
Mendadak Menjadi Mama Muda

Mendadak Menjadi Mama Muda

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Van Theglang Town

Sebuah kecelakaan besar membuat hidup Ajeng berubah total. Karena sebuah balas budi dan intrik dari keluarga Demian dan Mahesa dia harus menikah dengan Raka, laki-laki yang diselamatkannya dengan seorang anak kecil.

Ajeng harus terjebak dalam konflik keluarga kaya. Kehadiran Ajeng membuatnya harus menjadi seorang mama untuk anak kecil yang dia selamatkan.

Apakah Ajeng bisa menemukan kebahagiaan dengan menjadi Mama anak itu. Atau dia justru terperangkap masalah dan konflik keluarga kaya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van Theglang Town, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Style Hollywood Genre Bollywood

Raka keluar kamar  Ajeng dan terlihat semuanya sudah bangun di jam lima subuh. Raka yang terbiasa bangun siang melihat semua penghuni rumah sudah bangun dan mandi. Bang Arya juga sudah rapi habis shalat subuh memakai baju koko dan sarung duduk di ruang tengah sambil menikmati secangkir kopi. Melihat Raka yang baru bangun Arya pun segera mengajaknya.

"Sini Tung, kita ngopi bareng!" ajak Arya sambil memamerkan kopi buatan istrinya.

"Iya bang, tar aku mandi dulu sama shalat subuh!" ucap Raka.

"Oke good, kamu bisa shalat ngaji nggak?" tanya Arya ragu.

"Bang, gini-gini aku pernah pesantren tiga tahun waktu di SMP di jawa," kata Raka.

"Masa sih, kok nggak ada tampang-tampang bekas santrinya loe?" tanya Arya.

"Hehheee, habisnya aku kabur mulu bang dari pesantren, maklum dulu kurang motivasi dari keluarga,dulu papaku meninggal jadinya ya begitu, terus mamaku juga cuek aja, jadi ya gitu deh," kata Raka sambil berlalu menuju kamar mandi.

Di dapur ada bunda dan Mbak Merry sedang membuat sarapan pagi. Dari arah kamar mandi Ajeng keluar kamar mandi dengan rambut yang  basah. Raka mesem melihatnya. Kesal karena sudah becandain dia.

"Eh sebentar, kalau mau  mandi, aku ambil handukmu dulu!" seru Ajeng kemudian berlari ke kamarnya dan kembali lagi membawa handuk baru untuk Raka.

"Nih, handuknya, awas ada kecoa ya!"kata Ajeng sambil tersenyum geli.

 

 

Raka menerimanya dengan mendengus kesal. Ternyata Ajeng masih ingat aja tragedi di kamar mandi beberapa minggu yang lalu. Saat dia harus buang air kecil dibantu Ajeng.

"Temenin aku, nanti kalau ada kecoa lagi gimana?" tanya Raka sambil berbisik di telinga Ajeng.

Ajeng tidak menjawab hanya berlalu begitu saja dan meninggalkan Raka di depan pintu kamar mandi. Dan menghampiri bunda yang sedang mengupas bawang. Raka hanya tersenyum melihat wajah Ajeng kalau habis dia goda.

 

 

Setelah mandi dan shalat Raka kemudian menghampiri Arya yang masih duduk minum kopi sambil melihat tayangan televisi. Melihat Raka datang Arya langsung teriak.

"Nyet, mana kopi buat laki loe?" teriak Arya supaya terdengar sampai ke dapur.

"Biarlah bang, jangan nyuruh dia buatin kopi!" kata Raka dengan malu-malu.

"Loe temenin gue ngopi, sambil nunggu sarapan jadi, oh iya ada yang mau gue tanya sama loe?" kata Arya mulai serius.

"Setelah loe nikah, terus adik gue mau dibawa kemana, di rumah mamah loe, atau loe punya rumah sendiri?" tanya Arya.

"Maunya sih Ajeng ikut aku ke LA bang, bulan depan kayaknya aku punya proyek film dengan salah satu produsen film di sana."

"Apa ke LA, emangnya kerjaan loe apa Tung di sana?" tanya Arya.

"Wah adek kakak sama-sama kompak nggak kenal saya," sungut Raka heran.

"Emangnya loe siapa, artis,gue kira loe cuma anak orang kaya aja yang langsung punya anak perusahaan," kata Arya melihat Raka dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Sutradara bang, emang abang tidak mengenal Raka Mahesa, Sutradara film Hollywood dari Indonesia," jawab Raka mencoba membanggakan diri.

"Wah, aku sih jarang nonton film Hollywood, sering nontonnya film Bollywood, dan tahunya Rajkumar Hirani, Aditya Chopra mereka sutradara Bollywood yang keren," jawab Arya membuat Raka melongo. Style bang Arya tidak sesuai dengan tontonannya ternyata.

"Abang pernah nggak nonton film Hollywood yang judulnya Fake Love, Black Hammer, Sweet Police," kata Raka mencoba memberi petunjuk tentang film yang pernah dia sutradarai.

"Waah, satu-satunya film hollywood yang pernah abang tonton cuma Titanic doang. Itu pun nontonnya di layar televisi," kata Arya membuat Raka menjadi gereget.

 

 

Lalu Ajeng muncul membawa secangkir kopi untuk Raka. Raka kemudian menyuruh Ajeng duduk di sampingnya.

"Lagi bahas apa bang?" tanya Ajeng.

"Nyet, katanya dia sutradara film, bener itu?" tanya Bang Arya.

"Katanya sih bang, Ajeng juga nggak tahu."

 

 

Kemudian Raka mengeluarkan ponselnya. Mencari sebuah videodi Youtude tentang di balik layar pembuatan film terakhirnya. Lalu memberikannya pada Arya dan Ajeng.

Arya dan Ajeng kemudian mereka menonton video itu. Di video itu ada sesi wawancara dengan sutradara film itu dan dia itu adalah Raka Mahesa.

Arya dan Ajeng bergantian menatap layar ponsel dengan wajah Raka yang di depannya. Maksudnya mungkin mencari tahu apakah wajah di video itu mirip dengan wajah yang ada di depannya.

 

 

"Wah Tung, gue nggak nyangka bakal punya adik ipar seorang sutradara film, nanti kalau loe mau buat film, ajak-ajak gue ya, nggak apa-apa deh jadi pemeran figuran juga," kata bang Arya ngarep.

"Apaan sih bang, tugas abang aja jadi polisi sibuk banget, pake sok-sok an segala pengen ikutan syuting," sahut Ajeng.

"Ya siapa tahu gitu, abang bisa jadi aktor beneran dari figuran jadi aktor hebat, nanti abang mau pensiun muda jadi polisi," jawab Arya enteng.

"Ya, siapa tahu juga ada lowongan figuran ya bang," jawab Raka.

"Eh nyet, emangnya loe siap kalau dibawa dia ke LA?" tanya Arya pada Ajeng.

"Apa? ke LA?" tanya Ajeng kaget baru tahu.

"Gimana? kamu mau kan kita tinggal di sana?" tanya Raka.

"Aduuuhh, aku belum kepikiran ke situ," jawab Ajeng. Dia pun merasa hal itu mustahil buatnya.

"Ya kalau bisa sih, kamu jangan jauh, kasihan bunda kalau kamu ke LA, itu kan jauh," kata Arya.

"Ya itu bisa dipikirkan lagi," sambung Raka tidak mau memaksa.

"Eh, ngomong-ngomong semalam kenapa kalian? kok kayak ada suara yang aneh?"tanya Arya akhirnya menginvestigasi kejadian malam tadi.

"Ranjang Ajeng roboh, karena terlalu kecil dan nggak muat buat kita berdua tidur," jawab Raka mewakili Ajeng.

"Lagian tahu sendiri kagak  muat, kenapa maksa begitu?" kata Arya sambil tertawa terbahak-bahak.

 

 

Sementara Ajeng tak mampu menjawab apa pun karena malu. Pasti Bang Arya anggapnya dia dan Raka sedang gituan. Padahal kejadian sebenarnya bukan begitu.

Raka kemudian tersenyum jail melihat wajah Ajeng yang memerah malu.

 

 

Terdengar suara bel pintu berbunyi. Kemudian Arya bangun dan hendak membukakan pintu. Ajeng langsung menyubit pinggang Raka karena merasa sudah dipermalukan di depan abangnya. Raka hanya mengaduh tanpa berusaha membalas cubitan Ajeng. Dia hanya tertawa-tawa geli. Karena bukan kesakitan malah seperti keenakan Ajeng pun berhenti mencubitnya.Kali ini Raka dengan cepat mencium pipi Ajeng tanpa izin. Ajeng hanya menyentuh pipinya yang dicium Raka lalu melotot padanya yang sudah sembarangan mencium pipinya.

"Ajeng! Gea datang sama papanya nih!" teriak Arya di depan rumah.

Ajeng dan Raka pun saling pandang karena kaget. Gea dan Bayu sepagi ini datang ke rumah Ajeng. Darimana Bayu tahu alamat rumah Ajeng. Ajeng menjadi panik karena Bayu belun tahu tentang pernikahannya dengan Raka malam tadi. Sementara Raka hanya terlihat tenang tanpa beban. Dia pun berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan menuju ke depan rumah.

 

 

 

 

Bersambung ....

 

 

Author baru saja menutup laptop setelah mengetik naskah tapi dikejutkan dengan kemunculan Arya di depannya.

"Thor, kira-kira kapan dong penjahat aslinya muncul?" tanya Arya penasaran.

"Jangan suka duluin author ya, penjahat asli masih menyamar dulu,jadi sabar napa!" jawab Author kesal.

"Habisnya, banyak pembaca kali yang bertanya-tanya?" kata Arya sok tahu.

"Yang penting mereka setia membaca dan menunggu dengan sabar, Oke sekarang seperti biasa dulu sana promo lagi sama readerku!"suruh Author.

"Siap Mak Kong." Kali ini mode nggak asyiknya Arya malah ke author. Please jangan Kong. "Bisa tidak jangan jenis primata lagi," batin Author.

"Reader setia dan yang baru muncul ke mari, jangan lupa untuk dukung karya Author kesayangan ini  dengan like, komen, vote yang banyak agar dia lebih semangat buat lanjutin ceritanya tiap hari."

 

I Love you Readers

Wo Ai ni

Aishiteru

Sarangheo

1
janah bibah
Kecewa
DianaCintaTiara
💯👍🏻
Sandrina
👍
Ruth Khoiriyah
muter2 kemana lagi ceritanya bokin sebel thor hidupmu begitu ya thor
Ruth Khoiriyah
seorang ibuk yg g jelas
Ruth Khoiriyah
kos mestiiii ada peganggu sih thor selalu selalu bikin jengkel aja
Mayang
kyknya ank kk raka deh???
Lj19
jangan mau jeng
Lj19
lebih baik raka jujur di awal, dari pada dengar dari orng lain jdi ajeng tidak tambah kecewa
mungkin dengan raka jujur di awal ajeng akan mengerti tidak salah paham begini
Lj19
moga saja pas ajeng pinsang, bayu gak manfaatin siatuasi, yang membuat konflik tmbah panas 😇
Margaretha Sukmawati
ajeng lo gampang di hasut.seharusnya lo sama raka saling terbuka dan saling menguatkan dlm rumah tangga. lo ajeng nek liat lo. gampang di hasut bayu
mudahlia
hahahah
Muniroh Mumun
nyesek jd Ajeng n Raka ....korban keegoisan klrg besar Raka, kasihan Ajeng tak ngerti apa" jg bukan gila harta .....tp kena imbasnya
Muniroh Mumun
khaaann ...jd Ajeng yg terkesan selingkuuuuh .....g rela aku ......😭😭😭😭😭
Muniroh Mumun
kasihan Ajeng thoor .....kebaikan hatinya ketulusannya di putar balik seperti ini ......sial kali nasibnya Ajeng .....semua org menilai dg harta
Ismu Srifah
ojok d tinggal ajeng ka
Ismu Srifah
suit banget raka lopeyu
Ismu Srifah
jahat juga bayu ternyala lbh licik, berarti rendy juga sama kayak bayu licik terhadap raka
Ismu Srifah
nenek yg gak tau kebahagiaan cucunya itu hanya ajeng seorang
Ismu Srifah
thor bawangnya terlalu banyak yaa..... sampek dada sesak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!