NovelToon NovelToon
Dia Istri Pilihan Nenek

Dia Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Nikah muda
Popularitas:123.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gelora Hati

Halo semua. Saya penulis pemula.
Mohon dilike dan diberi masukan, supaya saya semangat menulis.

Saya tidak pernah pacaran, saya tidak tahu apa itu jatuh cinta. Yang jelas saya tahu, sekarang kamu istri saya. Itu berarti saya bertanggung jawab menjaga dan melindungi kamu.
- Gerald Alexandro Bramasta

Kamu ganteng tapi kamu begitu dingin. Aku tidak akan menaruh cinta di atas pernikahan ini.
- Gita Ayu Berlian

Cerita ini mengisahkan sepasang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di universitas yang sama.
Mereka dinikahkan oleh nenek kandung Gerald yang sudah dianggap nenek sendiri oleh Gita. Nenek baik, begitu Gita menyebutnya. Nenek yang memberi namanya.

Akankah Gita bertahan dengan kesalahpahahamannya di awal pernikahan ini? Atau apakah nanti justru dia yang terlebih dahulu mencintai Gerald?

Selamat menikmati!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gelora Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buat anak yok.

Gerald mencium kening Gita dengan lembut seraya berkata " Ayo belajar mengerti untuk mencintai. Kita bisa jika kita bersama Git ", Gita hanya mengangguk mendengar perkataan Gerald. Melihat itu Gerald mencoel hidung Gita, menurutnya selain cantik Gita juga menggemaskan.

" Tapi Git... Ada yang tidak kamu ketahui tentang hari ini.... ", Gerald kembali angkat bicara. Gita menaikkan alisnya sembari menatap wajah Gerald berusaha menemukan jawaban.

" Ahha aku tau, pasti kau mau bilang kau sudah mengakui aku cantik kan? Kan kan kan, ngaku deh ", tangan nakal Gita kini mencoel coel wajah tampan suaminya itu.

Hanya senyuman yang tulus yang terpancar dari pipi merah Gerald. Dia senang melihat Gita tertawa lepas bersamanya.

" Sebentar Git, saya mau mengambil sesuatu. Kamu disini dulu. "

" Kemana sih "

Kini giliran Gerald yang mencoel hidung Gita. Ekspresinya begitu menggemaskan.

" Ke kamar saya sebentar, hanya 20 detik "

Gita baru saja ingin mencegah namun tubuh Gerald yang begitu tinggi memudahkannya untuk melangkah lebih cepat, bayangannya berlalu dari balik pintu.

Seperginya Gerald, ponsel yang dia letakkan di kamar Gita berbunyi. Telepon masuk dari bunda, Gita menilik lalu mengangkatnya.

" Halo nak happy birthday yaaaa. Semoga anak bunda sehat selalu, bisa menjadi suami yang bertanggung jawab untuk mantu bunda. Jangan lupa cucu bunda jangan lama dibuat ya hihihi. Dapat salam dari ayah ya Ger "

Gita begitu terkejut mendengar ucapan dari bunda Gerald. Dia sama sekali tidak tahu tentang hari lahir suaminya yang ternyata sama dengannya. Belum lagi kata kata jangan lupa buat cucu seolah menjadi ancaman untuknya. Dia merinding, tidak sanggup menjawab bunda, asik dengan pikiran sendiri.

" Halo nak... Kok gak dijawab? "

" Sabar bunda. Mungkin Gerald sedang merayakannya dengan Gita, nanti coba telepon lagi "

Suara ayah juga terdengar dari seberang, mereka sedang duduk bersama menunggu balasan dari Gerald.

Sementara Gerald sudah kembali dari kamarnya. Membawa sesuatu di tangannya.

" Heii kok diam? Maaf lebih dari 20 detik, tadi... ", belum juga Gerald melanjutkan bicaranya Gita sudah menarik tubuhnya lebih dekat ke wajahnya. Gerald terkejut dengan apa yang dilakukan istrinya.

" Kamu marah Git? "

Tidak ada balasan dari Gita hanya mata melotot yang dia tunjukkan pada Gerald.

" Maaf Git, kayaknya saya memang mesti pindah deh kesini. Supaya tidak terulang lagi. Jadi kalau ada yang perlu tinggal ambil tanpa harus keluar ke sebelah, bagaimana menurutmu nona? ", Gerald berbisik di telinga Gita.

Gita spontan melepas cengkraman tangannya dari dada Gerald. Dia berniat mewawancarai suaminya lagi namun dia sudah terlanjur takut dengan godaan-godaan Gerald.

" Kenapa? Saya terlalu tampan? Kamu gak kuat liatin saya lama-lama? "

Gita menoleh ke samping, melihat Gerald dengan tatapan tajam.

" Saya ingin menunjukkan sesuatu Git "

Gerald membuka sebuah album berisi foto-foto yang dicetak dengan warna hitam putih.

Terlihat jelas foto itu sudah lama, namun tetap disimpan rapi dibuktikan dengan tidak adanya debu yang menempel disana.

" Ini saya, Gerald Alexandro Bramasta. Foto ini diambil saat saya masih baru bisa jalan, kira-kira waktu itu saya berumur satu tahun. Hmmm, ternyata saya sudah tampan sejak dulu ya Git ", Gerald tersenyum memandangi Gita yang begitu antusias melihat isi album itu.

" Ini siapa? ", Gita melihat bayi perempuan berbando pink, mengenakan dress putih dengan pita biru yang semakin membuatnya menggemaskan. Pipi embulnya maju ke depan, membuat siapapun yang melihatnya ingin sekali mencubitnya.

" Ini adik saya, dia cantik ya. Tidak kalah jauh darimu hehe. Sayangnya dia tidak lama di dunia Git, dia lebih dulu dipanggil. ", Gita mewek sendiri mendengar penjelasan Gerald.

" Eh tunggu sebentar. Kalau saat itu umurmu masih satu tahun, berarti dia kakakmu dong? Bukan adikmu, bayi ini kelihatannya sudah mampu berbicara di foto ini. "

" Hahaha. Lucu kamu Git. Ini fotonya sudah beda kan ya. Disini saya sudah 4 tahun, kamu lihat saya yang ini? Sudah pakai jas lho, sudah kayak anak muda hahaha ", Gerald tak kuasa menahan tawa mendengar komentar Gita.

" Masih 4 tahun juga, bisa bisanya ngaku jadi anak muda. Dasar aneh, den Alex ", Gita menirukan suara Bu Nina saat memanggil nama majikannya itu.

" Ger, aku mau nanya sesuatu. ", Gita menutup album itu lalu mendekapnya dengan kedua tangannya. " Apa sesuatu yang tidak kuketahui hari ini, heh? ", Gita menatap langsung manik Gerald, sengaja menampilkan wajah garang untuk menambah kesan keseriusan pertanyaannya saat ini.

" Iya akan saya tunjukkan. Kamu buka lagi almbumnya, disitu ada jawabannya ", Gita sedikit tak percaya dengan apa yang dikatakan Gerald, namun dia ingin mencoba.

" Awas aja kalau kau bohong "

" Iya istri saya yang bawel. Saya pinjam ya albumnya? ", Gerald mengambilnya dengan sangat lembut dari dekapan Gita.

Gerald asik membolak-balik isi album itu. Dia mencari sebuah foto yang ingin dia tunjukkan pada Gita. Gita yang sudah bosan menunggunya, tidak sabaran sedari tadi ingin mengatakannya.

" Ah lama, sini lihat aku ", Gita menarik paksa dagu Gerald ke arahnya.

Dengan begitu agresif dia mencium wajah Gerald. Itu membuat Gerald seperti bermimpi.

" Un...tuk? ", kini suara Gerald terdengar sangat pelan, seolah masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan Gita padanya.

" Selamat ulang tahun Ger, maaf gak bisa jadi istri yang baik. Ulang tahunmu saja aku gak tau. Aku memang istri yang tidak tahu apa apa. Tapi apapun itu aku gak sengaja. Aku minta maaf. Aku berharap kau bahagia selalu meski harus mendengar semua celotehku.

Seperti katamu tadi kita akan terus bersama Ger tak peduli apapun yang terjadi, kita pasti bisa. Ger, terimakasih sudah jadi suami terbaik. Aku sangat bersyukur bisa jadi istrimu. Tetaplah baik hati ya Ger, dinginnya dikurangi "

Kini tangan Gita sudah melingkar di tubuh kekar Gerald. Gerald merasa sangat tenang dipeluk olehnya.

" Apa saat kita lahir nenek tidak melihatmu Ger? Karna saat aku lahir nenek berada di Medan membantu persalinannya mamah. ", terdengar pertanyaan dari balik tubuh Gerald.

" Hahaha, kita lahir di tanggal dan bulan yang sama, namun di tahun yang berbeda. Saat kamu lahir saya sudah bisa berjalan. Tadinya saya ingin menunjukkan foto kamu, baru saya ingat ternyata sudah saya pindahkan ke dompet saya. Kamu adik saya, jadi harus patuh pada yang lebih tua ", Gerald mengusap kepala Gita yang menempel di dadanya.

" Ohhhhh... Baik deh orangtua. Siap laksanakan. Anda juga harus siap melindungi yang lebih muda ", Gita berlagak seperti anak kecil yang menghormati kakak kelasnya.

" Siap 86 nona, saya akan selalu menjaga anda, tetaplah bersama saya "

" Selamat ulang tahun untuk kita Ger "

" Selamat ulang tahun untuk kita Git, buat anak yok. Kan udah lulus? "

1
Yeni Anggraini
bagus
Maryati Horti
mulai bucin
Ika Indayani
kok maceeet
Ika Indayani
lanjutkannya mna
Diana Puntian
hahaha asyiknya ultah barengan.... lanjutkan thorrr
Srilestari Srilestari
smngt thor
Netty Ellyana M Tobing
berulang -ulang su baca, novel ini, nyata banget, kpn dilanjutkan thor, udh sethn Thot, apakah Thor sehat,
Netty Ellyana M Tobing
bacanya selalu, selalu, takut sy td kebagian ceritanya, ayo Thor, semangat, tulisan mu, sederhana, kpn di lanjutkan. misyou Thor.
Netty Ellyana M Tobing
knp tdk dilanjutkan thor
aurora
lanjut thor
Author SUPERSTAR
Semangat thor lanjutnya, ditungguin readernya...
Lina Supriyadi
lanjut
Neng Win
kpn lanjutannya ?jngan lama"!
Baki Wahi
Lanjutkan
Netty Ellyana M Tobing
kpn ya dilanjut nya,
Ibnatus Sakdiyah
wau keren ceritanya
Bunga Syakila
😆😆😆😆
Bunga Syakila
menyimak
putr!
lanjut dong kak
Nita
lanjut up kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!