Cerita ini diambil dari kisah nyata, dan sudah mendapatkan persetujuan dari sang pemilik kisah. Hingga novel ini bisa aku buat dan up disini.
Sudah pasti ceritanya ada yang aku tambahin dan pelesetin ya sahabat, baik itu dari nama tokoh juga profesi para tokoh dalam cerita ini.
Novel ini mengisahkan tentang rumah tangga yang tidak selayaknya disebut sebagai rumah tangga harus rela dijalani oleh Elang Dirgantara, seorang CEO muda berusia dua puluh lima tahun.
Pria tampan yang memiliki segudang cinta dan kesetiaan.Namun memiliki sisi ketegasan dan juga keegoisan tikat tinggi.Sifat tempramentalnya pun menjadi satu dari sekian banyak kekurangnya
Cintanya yang begitu besar kepada sang istri,dan masa pacaran yang terlewati selama tiga tahun lamanya.Nyatanya tidak cukup untuk menjadikan rumah tangga yang ia bina,berjalan dengan baik.
Konflik pun acap kali terjadi diusia pernikahannya yang baru seumur jagung.Kesabaran dan cinta selalu menjadi pedoman bagi Elang untuk bertahan ditengah keegoisan dirinya dan sang istri.
Hingga akhirnya satu cinta hadir menghampirinya.Cinta dari seorang wanita berhati mulia dan juga memiliki jiwa penyabar.Cinta seorang gadis yatim piatu yang mampu membuat Elang terjerambah kedalam dosa.
Sampai hari dimana ia harus rela memilih,istrinya atau cinta barunya.?
Airmata dan luka,tak ayal menghiasi hari harinya.Siapakah yang akan Elang pilih nantinya.?
Dan rentetan konflik apa yang akan Elang hadapi.? serta dosa apa.? yang Elang perbuat.
Inilah kisah ISTRI PILIHAN
Harap bijak dalam membaca cerita ini, karena ada beberapa part myang menceritakan adegan dewasa serta sedikikit kekerasan, serta umpatan kasar.
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya untuk karya ini ya sahabat,dan selamat membaca.! 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Punya anak
"Pegangin yank...!" kata Elang sembari menyerahkan benda pipih berwarna hitam miliknya kepada Keyra, sebelum mereka menuruni pesawat.
Keyra pun langsung menyambut dan menyimpan kedalam tas jinjing yang terkalung dilengannya.
Setelahnya mereka menuju keresort yang sudah mereka sewa dan sudah pasti bersama Jerry juga Rena. Setibanya dilokasi, Keyra dan Rena langsung menikmati pemandangan sore hari dibibir pantai sembari bermain air. Tawa canda kedua wanita itu seketika saja menjadi pemandangan paling menyejukan dimata Elang dan Jerry.
Setelah puas bermain main, mereka pun memasuki villa masing masing dan hal yang mengejutkan tertangkap oleh indra pengelihatan Jerry, sampai membuat pria itu berulang kali mengucapkan rapalan doa dan menepuk nepuk dadanya.
"Apaan sih yank.? aku merinding nih." seru Rena sembari merengkuh lengan Jerry dengan posesifnya.
"Aku juga merinding yang, buanget." jawab Jerry yang masih menelisik keseluruh penjuru villa.
"Kamu lihat apa sih.? gimana wujud penampakannya.?" tanya Rena.
"Nyiksa iman yank." jawab Jerry dan lagi lagi dia bergumam mengucap doa saat melihat kesisi kamar mandi.
"Ada kitab suci enggak, untuk bebacaan entar..?" tanya Jerry kemudian.
"Ayank yang bener lah, pulang nih." Rena semakin ketakutan.
"Aku bener banget yank, ini nyiksa iman dan takwa tau enggak. Secara kita belum sah, dikasih kamar bentukan begini. Mereka mau pada punya bayi.? bikin sendiri jangan nyuruh kita bikin sekarang." jelas Jerry
Ya, Jerry terkejut melihat penampakan kamar yang bertaburkan kelopak bunga mawar merah. Handuk dengan bentuk angsa tepat berada ditengah ranjang beralaskan lembaran kain putih, yang juga bertebaran kelopak bunga berbentuk hati. Belum lagi pemandangan yang langsung mengarah kepantai.
Bak pemandian besar dengan wewangian terapi beraneka macam serta kelopak bunga bececeran dilantai, semakin membuat suasana kamar itu terlihat menyeramkan bagi Jerry. Untung saja pria lajang yang masih suci itu tidak sampai kehilangan kesadarannya.
"Kamu mah, kirain apaan.?" protes Rena sembari memukul lengan Jerry.
"Kamu kan beda kamar yank, sono kamu sama brewok, aku sama bengek." sambungnya
"Mana mau brewok.? justru dia ngajak Keyra kesini mau bulan madu sekalian." tolak Jerry secara tak langsung.
"Ya udah kamu ambil villa lagi aja." saran Rena
"Enggak mau ah, aku disofa aja. Entar aku nyari kitab suci untuk bebacaan kalau roh halus mulai dateng." balas Jerry.
Sementara divilla pasangan pembuat dosa justru terjadi hal yang sebaliknya, mereka acuh dengan keadaan kamar yang hampir serupa dengan kamar Jerry dan Rena.
"Ponsel mana yank..?" tanya Elang.
"Ditas." jawab Keyra yang tengah sibuk mengeluarkan isi koper mereka.
Elang pun langsung merogoh tas wanita itu yang terletak diatas meja, tapi sesuatu yang membangkitkan amarah Elang dapatkan dari dalam tas itu.
"Ini maksud kamu apa.?" tanya Elang tanpa mau berbasa basi. Matanya sudah terhunus tajam kepada Keyra.
Keyra menghentikan aktifitasnya dan memutar badan menghadap Elang. Dilihat oleh matanya benda yang ada ditangan kanan Elang.
"Kalau kamu udah tau, kenapa mesti tanya lagi.?" jawab Keyra enteng.
"Kamu minum kaya gini biar apa.? biar enggak hamil, gitu.?" tanya Elang geram dan Keyra bungkam.
"KAMU ENGGAK MAU PUNYA ANAK DARI AKU.?" murka Elang sudah sampai pada puncaknya.
"JAWAB...!" teriak Elang kembali.
Jerry dan Rena yang mendengar teriakan Elang, spontan saja menghampiri kamar pasangan pembuat dosa itu dan tanpa permisi langsung membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci.
"SPEAKER LOE KENAPA BREWOK...?" tanya Jerry dan Rena bersamaan.
"NIH...!" kata Elang seraya melempar benda yang berada ditangannya tepat mengenai dada Jerry.
Jerry dan Rena yang tau apa benda yang kini tergeletak dibawah kaki mereka, seketika saja saling bertukar pandang, sebelum akhirnya mereka kembali secara bersamaan bertanya kepada Elang. "TERUS KENAPA.?"
"Kok kenapa.? itu dia" tunjuk Elang kepada Keyra "minum begituan buat apa.? enggak mau gitu punya anak dari gue.?"
"EH BREWOK PEAK.!" Jerry dan Rena pun saling memadang.
"Kok barengan aja sih yank.?" ucap mereka bersamaan lagi.
"Ih kamu mah." kesal Rena sembari mendorong pelan bahu Jerry. "Kamu aja lah yang ngomong." sambungnya.
"Udah enggak apa apa barengan, kita kan sehati, sehidup dan semati." balas Jerry sembari merangkul pundak Rena dengan manja.
"EH DUO PEAK..!" seru Elang dan Keyra bersamaan.
🍓Yoh LIKE dan VOTE. Kirim bunga sama ladang ladangnya sekalian boleh juga ya.🍓
lang, kaLAu mau cerai lagsung aj. tdk prlu minta ijin