NovelToon NovelToon
KISAH TIO DAN BIBI LUNA

KISAH TIO DAN BIBI LUNA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: HF. Rajak

Tio Alberto Widodo seorang remaja 13 tahun, yang selamat dari tragedi pembunuhan keluarganya yang dilakukan genk pembunuh bayaran.
Sejak saat itu Tio harus disembunyikan oleh pihak kepolisian dari kejaran genk pembunuh bayaran.

Adalah Inspektur Dua Luna Ginaya Budianto seorang polisi wanita berparas cantik berusia 22 tahun yang ditugaskan untuk menjaga selama masa persembunyian Tio.

Dua tokoh ini akan mencoba untuk bertahan hidup dari kejaran genk pembunuh bayaran yang kejam. Banyak nyawa tak berdosa ikut menjadi sasaran kekejam genk tersebut selama mengejar Tio.

Lama bertemu dalam penderitaan perjuangan hidup menumbuhkan rasa cinta dihati kedua insan beda usia ini.

Selamat menikmati ketegangan dan romantisme dalam novel "KISAH TIO DAN BIBI LUNA"

HF. RAJAK

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HF. Rajak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 34

“Darimana Ra?” Tanya Tio dengan suara parau khas orang baru tidur.

“Haus, minum.” Jawab Rara. “Kenapa kamu bangun?”

“Lapar.”

“Lapar? Tadi kan dah makan barengan?”

“Iya sih, tapi ga tahu nih tiba tiba perutku lapar lagi.”

“Oke kubuatin ya. aku lihat dulu apa yang bisa kubuat.” Rara langsung pegi kearah kulkas. “Kubuatin nasi goreng aja ya?” Tawar Rara kemudian.

“Terserah deh. Yang penting makan.” Jawab Tio.

“Ya udah tunggu sebentar.”

Setengah jam kemudian, nasi goreng dengan dengan hiasan irisan telur goreng tersaji didepan Tio.

“Lah, kok cuma satu? Kamu ga makan?” Tanya Tio.

Rara hanya menggeleng dan tersenyum. Tio mangut dan langsung makan dengan lahap.

“Enak banget Ra.” Tio memuji.

Rara tersenyum senang mendengarnya.

“Kamu makan sendiri ya, aku ngantuk mau balik tidur lagi.”

Rio tak menjawab, hanya mengangguk kepalanya sambil terus menikmati nasi gorengnya dengan asyik.

Flashback off

“Aku langsung berangkat Tio, Rara.” Pamit Luna dingin. Dia lalu segera keluar.

“Ga sarapan dulu bi?” Teriak Rara, dan dijawab dengan lambaian tangan tanpa menoleh.

Luna bergegas turun ke basement, segera diambilnya mobil dan meluncur.

Dalam perjalanan, sembab mata yang ditahannya sejak didalam lift kini deras mengucur kebawah. Kenapa sesakit ini? Keluh Luna dalam hati. Apa yang kalian lakukan semalam? Tanya Luna dalam hatinya. Tetapi dia tak   menemukan jawaban. Hanya sakit dan sakit hati yang semakin terasa.

Luna telah sampai dikantornya. Segera dirapikan riasannya, dia tidak ingin rekan kerjanya tahu suasana hatinya. Luna masih duduk dimobilnya, dia sedikit menunggu lebih lama, berharap matanya yang memerah sedikit  berkurang.

Tuk, tuk, sebuah ketukan dikaca mobilnya membuat Luna mendongak keluar. Terlihat Gita tersenyum lebar. Luna lalu keluar.

“Pagi senior.” Seru Gita dengan ceria. Senyumnya lebar.

“Pagi juga.” Jawab Luna datar. Dicobanya tersenyum. Gita yang melihat mengernyit heran.

“Ada apa senior?”

“Ga ada apa apa kok. Hanya malas dikit.” Jawab Luna sambil menunjukkan isyarat dengan jarinya.

“Oke, tapi kalau ingin cerita, Anggita siap mendengarkan. Kalau tidak ingin cerita, berarti nanti siang harus traktir makan siang.” Gita dengan cengengesan memberi hormat pada seniornya itu.

“Bilang saja pengen ditraktir makan siang. Belagu mau dengerin curhatku.” Cibir Luna sambil berjalan menuju kantornya.

“Hehehe, syukurlah kalo senior mengerti dan  memahami diriku.” Seloroh Gita dengan santainya. Dia memang dikenal paling supel diantara rekan wanita dikantornya.

Sementara itu di griya tawang. Tio dan Rara telah selesai sarapan. Mereka kini sedang menunggu guru pembimbing.

Alfredo datang melaporkan kalau guru pembimbing telah tiba. Tio menyuruhnya untuk membawa masuk.

“Selamat pagi tuan muda Tio, nama saya Tomi. Mulai hari saya akan memberikan bimbingan belajar pada anda.” Seorang lelaki muda seumuran bibi Luna memperkenalkan diri. Lelaki ini mempunyai paras cukup tampan dengan kulit kecoklatan. Tubuhnya cukup gagah menunjukkan dia rajin berolahraga.

“Oke, sebelum kita mulai saya minta pak guru panggil saya dengan sebutan nama saja. Tanpa memakai tuan muda. Dan yang anda ajar disini bukan hanya saya, tapi juga ada teman saya ini. Rara namanya.” Tio  mempersilahkan guru pembimbingnya itu sekaligus memperkenalkan Rara.

“Baiklah tuan, eh Tio dan Rara. Bisakah kita mulai sekarang?” Kata Tomi sambil memperlihatkan senyum lebar hingga menunjukkah giginya yang putih dan rapi.

Tio dan Rara menangguk dan berkata siap dengan serempak.

Ditempat lain, dikantor kepolisian dimana Luna berkantor.

“Pagi Senior Luna.” Sapa Ipda Bella.

“Pagi juga Bel.”

“Senior mau tanya nih.”

“Hmm..”

“Kak Marco gimana senior?” Tanya Bella dengan wajah bersemu merah.

“Loh, kok tanya ke aku? Kamu bisa tanya langsung kan?” Luna heran tak menyangka Bella terlihat jatuh hati pada Marco.

“Malu senior.” Jawab Bella lirih.

“Ma bandit aja kamu berani, ma Marco takut?” Cibir Luna sedikit menggoda. Sakit hatinya sedikit terlupakan.

“Beda lah senior, kalo ma bandit kan tinggal sikat aja. Beres.” Elak Bella.

“Lah terus kalo ma Marco?”

Bella hanya tersenyum. Pipinya semakin memerah blushing. Bahunya mengerdik tanda bingung tidak tahu harus mengatakan apa.

Luna tertawa keras melihat ekspresi Bella. Bella manyun melihat seniornya itu mentertawakan dirinya.

“Ish, senior.” Bibir Bella manyun.

“Maaf, maaf Bel.” Kata Luna sambil menahan tawanya. “Kamu mau dicomblangin ato gimana nih?”

Bella mengangguk anggukkan kepala dengan cepat, matanya melebar. Luna kembali tertawa keras.

“Kamu beneran suka ma Marco? Apa yang kamu lihat dari dia?” Tanya Luna setelah bisa menghentikan tawanya. Hatinya semakin tenang karena bisa melupakan emosi dihatinya.

Bella yang ditanya mengagguk. Matanya melirik keatas seolah berpikir.

“Dia ganteng.” Jawab Bella pendek.

“Masa hanya itu?”

“Dia jago jujitsu senior. Aku ingin berlatih bareng dia.” Kata Bella dengan semangat. Terlihat jelas matanya menerawang membayangkan.

“Cih, kalo nikah ama siapa saja ga usah jujitsu lah. Kamu nantinya juga akan dijujitsu suami kamu sendiri.” Ledek Luna.

Jujitsu adalah teknik beladiri perkembangan dari olahraga judo. Tapi jjujitsu lebih mengandalkan teknik kuncian pada pertarungan dilantai. Olahraga ini banyak diminati karena orang dengan perawakan kecil pun bisa  mengalahkan orang yang berbadan jauh lebih besar.

“Ish, senior mesum.” Kata Bella sambil terkekeh.

“Hahahah, tapi benerkan omonganku?” Jawab Luna sambil tertawa.

“Iya juga sih, tapi maksud aku kan bukan begitu senior.” Rajuk Bella lagi. “Aku kagum karena tekniknya itu bagus banget. Apalagi waktu dia mengalahkan orang yang lebih besar dihotel. Orang itu dikunci sampe klenger. Pingsan.”

“Oke. oke. aku coba bantu deh.” Jawab Luna.

Hari telah siang menjelang sore. Tio mulai gelisah. Luna tidak membalas chat yang dia kirim. Telepon pun diabaikan. Bimbingan belajar hari itu telah selesai.

Tio makin gelisah. Dia mulai berpikir yang aneh aneh perihal membisunya Luna. Hari semakin gelap. Jam delapan malam, Tio memutuskan berangkat seorang diri tanpa pengawalan mencari Luna.

Dia arahkan mobilnya kearah kantor Luna. Tetapi setelah ditanyakan, ternyata Luna sudah pulang dari kantor, tepat pukul delapan malam.

“Xi, tolong kamu lacak keberadaan bibi Luna.” Tio menelepon Xi Jiang.

Beberapa saat kemudian Xi Jiang memberitahukan hape Luna terakhir aktif jam sembilan disebuah tempat hiburan.

“Mungkin bibi sedang melakukan razia.” Gumam Tio. “Tapi, kan petugas piket tadi bilang pulang. Apa yang dilakukan bibi disana? Jangan-jangan?”

Tio bergegas menuju alamat yang ditunjukkan Xi Jiang tadi. Sesampainya disana dia langsung masuk, mencari tahu keberadaan Luna. Tapi dia tidak menemukannya.

Tio kalut dengan pemikirannya sendiri. Dia kebingungan.

“Aku ke apartemen bibi saja. Barangkali dia sudah pulang.” Tio memutuskan untuk mendatangi apartemen Luna yang tempatnya lumayan jauh dari situ. Dilihatnya jam tangan yang melingkar dilengannya. Hampir pukul dua belas.

Sesampainya Tio diapartemen Luna dia bergegas menuju ke lantai tujuh tempat apartemen Luna berada. Diketuknya pintu apartemen. Lama diketuk hingga akhirnya Tio menggedornya. Tapi tetap tidak ada jawaban apalagi dibukakan.

Tio menyandarkan punggung didinding. Bingung. Tubuhnya lalu merosot dan kini terduduk dilantai dengan posisi masih bersandar dinding. Setelah sekian lama, tanpa sadar Tio tertidur.

Bersambung…

==============

Tolong tinggalkan jejak kalian para pembaca tercinta

Komentar dan jempol kalian semangat author

1
Nusa thotz
tapi biasa emang itu yg jadi masalah nya di nikah age gap untuk wanita yg lbh tua umurnya...tinggal ke dewasaan si pria aja
Nini Tipah
deg deg degan baca ny 🤭🤣🤣🤣
Nini Tipah
yaa Allah 😭😭😭😭
Nini Tipah
tidak segampang itu itu Ferguso 😭😭🤣🤣🤣
Nini Tipah
cerita ny mengingat kan q dg kisah q d nikah kan dg laki laki yg ga d kenal tp akhir ny pernikahan q berakhir dg perceraian 😭😭😭
Nini Tipah
😭😭😭😭😭
Nini Tipah
waduuhh bisa ada perang dunia k 3 neh 🤭🤣🤣🤣
Nini Tipah
masyaallah tabarakallah thor 😘😘😘
Nini Tipah
cieee cieee si luna 😁😁😁
Nini Tipah
lope you sekebun buat thor 😘😘😘
Nini Tipah
enggak pp thor bnyk typo ny krn enggak gampang nulis cerita novel 😘😘😘💪💪💪
Nini Tipah
kereeen bngt thor cerita ny 😘😘😘
Nini Tipah
uhhh 🤭😁😁
Nini Tipah
lanjut thor 😘😘😘
Ulifatun Nafirotin Nafirotin
Luar biasa
Yueh En Setiowati
keren
Qta Aini
semangat berkarya thor.... sehat... sehat dan sukses selalu
Qta Aini
keren thor....
Trisna Tris
lanjut Thor.... gk pakai lama.... semangat......
Mutmainah Cherbond
kereeeen..demen banget kalau ceritanya macam nonton film detektif..jadi ikut tegang bacanya..🧐🧐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!