NovelToon NovelToon
PESONA IBU DIREKTUR

PESONA IBU DIREKTUR

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Konflik Rumah Tangga - Solidifikasi Tingkat Sosial / Dikelilingi pria tampan
Popularitas:60.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: KRISTINA ANGGRAINI

Pada awalnya nyawa Brigitta bagai diujung tanduk. Namun pertolongan datang dari Tuhan, lewat tangan seorang pria yang kaya raya. Brigitta dapat diselamatkan, meskipun hidup dengan satu ginjal.

Kemudian Brigitta merasa jatuh cinta pada dua pria yang selalu menjaganya, yaitu Rico Sang penolong dan Leo, asistennya.
Kedua pria itu pun sangat mencintai Brigitta.

Dan karena suatu kesalahan dan emosi Rico, membuat Brigitta menikah dengan Leo.
Dengan berbagai konflik asmara dari kedua pria itu, akankah Brigitta kembali kepada Rico?


Mari bersama kita simak cerita ini.
Semoga cerita ini berkenan di hati pembaca.

Ini hanya cerita fiksi, kesamaan nama orang, nama tempat dan lokasi yang ada didalam cerita ini hanya kebetulan saja.

SELAMAT MEMBACA
(SAYANG SELALU - KRIS)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KRISTINA ANGGRAINI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGA PULUH TIGA

"Pak Leo... " banyak sekali koordinator dan pramuniaga yang menyapa Leo, saat sedang menyusuri area toko, baik itu sendiri maupun bersama Brigitta.

Seperti siang itu, saat mereka sedang stock opname, Leo dan Brigitta berpencar mengawasi mereka.

Tiba-tiba Brigitta mendengar,

"Pak Leo, bantuin dong ngitungnya, banyak nih. " lalu terdengar ketawa beberapa orang lainnya.

Brigitta langsung mencari sumber suara itu. Ternyata ada dua orang koordinator dan tiga orang pramuniaga, yang semuanya wanita, sedang menghadang Leo yang lewat di depan mereka.

Terlihat oleh Brigitta, Leo sedang meletakkan jari telunjuk di depan mulutnya yang tersenyum menanggapi mereka.

Namun Brigitta hanya melihat dari jauh lalu melanjutkan aktifitas nya sendiri.

"Pak... dih si Bapak, disuruh bantuin malah jalan aja. " teriak koordinator itu lagi.

"Nanti ya, kerjain aja dulu. " terdengar suara Leo.

"Sayang...." tiba-tiba Leo sudah berbisik di samping Brigitta.

"Sudah puas, tebar pesona?" bisik Brigitta sambil melirik ke Leo.

"Bahagia ya disoraki cewek-cewek." bisik Brigitta lagi.

"Kamu cemburu ya?" goda Leo tetap berbisik.

Brigitta tidak menjawab, malah melangkah pergi, tapi Leo mengikutinya. Sedangkan koordinator dan pramuniaga yang melihat mereka berbisik-bisik tersenyum.

"Takut tidur di luar ya Pak?" celetuk seorang koordinator setengah berbisik.

"Takut gak dikasih jatah ya Pak?" celetuk yang lain juga berbisik.

Celetukan-celetukan itu membuat teman-teman mereka bersorak.

****

"Sayang... " Leo langsung memeluk Brigitta, setelah menutup pintu kamar hotel.

"Aku mau mandi. " Brigitta melepaskan dirinya dari pelukan Leo.

Leo menarik nafas panjang, melihat Brigitta melangkah masuk ke kamar mandi.

Setelah Brigitta selesai mandi, Leo pun masuk ke kamar mandi.

"Sayang, kamu masih marah sama aku?" tanya Leo setelah keluar dari kamar mandi. Brigitta hanya diam.

"Aku kan diam aja di goda sama mereka." Leo membela diri.

"Tapi kamu tebar pesona. " ada emosi di suara Brigitta.

"Mereka yang terpesona sama aku." Leo tetap membela diri.

"Sekarang percaya diri kamu tinggi sekali ya." kata Brigitta sengit, membuat Leo tersenyum.

"Sudah dong Sayang, jangan marah terus." Leo meraih Brigitta, kemudian memeluknya.

"Maafkan aku ya, Sayang. " Leo mengecup kening Brigitta, dan mulai menciumi wajah Brigitta.

Tiba-tiba hp Brigitta berbunyi,

"Biarkan saja dulu, Sayang. " Leo tetap menciumi Brigitta.

"Rico yang video call. " kata Brigitta sambil melihat layar hpnya.

"Terus kamu mau dia lihat kita sedang begini?" Leo meneruskan aktifitasnya, mengecup gunung kembar Brigitta. Kemudian Leo menyatukan tubuh mereka, namun kali ini agak kasar dan dengan hentakan yang lebih kuat, membuat Brigitta kesakitan.

"Aduh... Leo... sakit... ah... "

Leo tidak menjawab, sampai mencapai puncaknya.

"Maafkan aku sayang. " Leo memeluk Brigitta yang menangis menahan sakit.

Leo pindah ke samping Brigitta, tetap memeluk dan menciuminya. Dan mulutnya tidak henti mengucapkan kata maaf.

****

"Selamat pagi Bu. Pak. " sapa Yuni pada Brigitta dan Leo.

"Selamat pagi Bu Yuni. " jawab Brigitta.

"Selamat pagi Bu Brigitta, Pak Leo. " sapa Lukman.

"Selamat pagi Pak Lukman. " jawab Leo.

"Pastikan customer Carenya dijalankan ya Bapak-Ibu. " pesan Brigitta.

"Baik Bu Brigitta. " jawab Lukman dan Yuni.

"Baiklah, kita keliling lagi. " kata Leo mengajak Brigitta mengecek area toko.

"Mari Bapak-Ibu. " pamit Brigitta.

"Iya Bu. " Lukman dan Yuni menganggukkan kepala.

"Lelah Sayang?" Leo mengambilkan air minum Brigitta saat mereka sudah sampai di ruangan kantor.

"Enggak." jawab Brigitta singkat.

"Sayang." Leo duduk disamping Brigitta.

"Masih marah ya?" Leo memeluk Brigitta.

"Enggak." jawab Brigitta sambil mengeluarkan hpnya.

"Kalau sudah gak marah, kenapa jawabnya seperti itu?" tanya Leo memperhatikan wajah Brigitta.

"Gak apa-apa. " Brigitta menatap hpnya.

"Kalau sudah gak marah, cium aku." kata Leo.

Brigitta hanya diam dan terus menatap hpnya.

"Sayang." panggil Leo lebih keras.

"Ya... " Brigitta seperti baru keluar dari lamunannya.

"Kalau kamu sudah tidak marah, cium aku." Brigitta langsung memeluk Leo dan mencium kedua pipi Leo.

Leo menangkup wajah Brigitta dan mengecup bibirnya sekilas.

"Kita mulai kerja?" tanya Brigitta.

"Siap Bu Direktur. " jawab Leo.

Brigitta langsung pindah ke meja kerja dan mengeluarkan berkas-berkas yang kemarin belum selesai dikerjakan.

"Selamat pagi Pak Leo, Bu Brigitta. " sapa Ambar yang masuk ke dalam ruangan.

"Selamat pagi Bu Ambar. " jawab Leo.

"Hari ini Bu Ambar sudah mulai masuk kantor?" tanya Brigitta.

"Iya Bu. Cuti saya sudah selesai. " jawab Ambar.

"Baiklah, selamat atas kelahiran anaknya ya Bu. Semoga anaknya sehat terus dan cepat pintar. " kata Brigitta.

"Amin. Terima kasih Bu. " jawab Ambar.

"Ini laporan stock opname dan laporan keuangan setelah stock opname, Bu." Ambar memberikan beberapa berkas.

"Laporan barang rusak dan hilangnya sudah ada ya Bu?" tanya Leo.

"Sudah Pak. " jawab Ambar.

"Baik Bu Ambar, terima kasih. " kata Brigitta.

Kemudian Ambar keluar ruangan.

"Sayang, aku pikir Pak Lukman cocok jadi Manager toko. dan asistennya tetap Bu Ambar. Sedangkan Pak Irawan kembali ke counter. " kata Brigitta.

"Tapi kita mesti pastikan dulu kompetensi Pak Lukman. " kata Leo.

"Ya, masa percobaan aja. " kata Brigitta.

"Baiklah, aku setuju. " kata Leo.

Lalu mereka meneruskan meneliti laporan sedang dikerjakan.

****

"Sayang, kita pulang sekarang ya, aku gak enak badan. " kata Brigitta.

Leo menatap wajah Brigitta yang pucat.

"Iya Sayang. " Leo segera merapihkan berkas-berkas yang sedang dikerjakan, kemudian memasukkannya ke dalam laci meja.

"Masih kuat jalan?" tanya Leo, sambil memeluk Brigitta.

"Masih." Brigitta mengambil tasnya.

"Aku papah ya, Sayang. " Leo merangkul Brigitta keluar dari ruangan. Namun Brigitta semakin lemas, Leo langsung menggendongnya sampai ke mobil.

"Kita ke rumah sakit ya. " kata Leo.

"Tidak usah Sayang, ke hotel aja. Aku cuma perlu istirahat. " kata Brigitta.

"Kamu yakin?" Leo ragu.

"Iya Sayang. " Leo memeluk Brigitta dan mengecup keningnya.

"Badanmu mulai panas, Sayang. " kata Leo.

Brigitta menempelkan kepalanya di dada Leo, lalu memejamkan matanya.

Setibanya di hotel, Leo merangkul Brigitta menuju kamar.

"Sayang... " terdengar suara Rico memanggil, saat mereka sampai di depan lift.

"Papi." Brigitta langsung menoleh ke arah Rico.

"Apa yang kalian lakukan?" Rico berteriak.

Brigitta langsung memeluk Rico.

"Badanmu panas sekali Sayang." Rico memeluk Brigitta dengan erat. Seketika kemarahan Rico hilang.

Rico menggendong Brigitta masuk lift, menuju ke kamar.

Sampai di kamar, Rico membaringkan Brigitta di tempat tidur.

"Leo tolong carikan obat penurun panas

dan kompresan." kata Rico.

"Baik Pak. " Leo segera keluar dari kamar.

"Kamu kenapa Sayang?" tanya Rico.

"Kamu terlalu lelah ya?" Rico memeluk Brigitta dan mencium kepalanya.

Tak lama Leo kembali ke kamar membawa obat penurun panas, baskom berisi air dan handuk kecil.

"Rico segera memberikan obat itu ke Brigitta, dan mulai mengompresnya.

"Kalau dalam tiga jam panasnya gak turun, kita ke rumah sakit ya Sayang." kata Rico sambil terus mengompres kening Brigitta.

****

Terima kasih ya Sobat yang sedang asyik membaca novel ini...

Ikuti terus ceritanya ya.

Terima kasih juga untuk Sobat yang sudah memberikan LIKE, RATE, VOTE dan KOMENTAR.

Untuk yang belum, jangan lupa LIKE, RATE dan VOTE ya, agar aku bisa meneruskan ceritaku ini.

TERIMA KASIH

(Sayang selalu - KRIS)

1
💜Lin
lanjut kak...
Supriyani
baru Nemu novel ini jd baru sempt baca 🙏🙏
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
mf thor ru mmpir...ijin nyimak y thor🙏
ibah
aku udah mampir thor
Tara
Kapan yach tamat nya.. Buat penasaran nich.. Semangat kak🤗
Sakya
mampir aah keliatanya seru😁😁
Dsmbr happier
Lanjut terus kak tetap semangat dan jaga kesehatan juga yaa
Terra Chi
BOM Like!
aku hadir dan mampir nih...
salam dari BERTEMU DAN JATUH CINTA
mampir yaa
mari kita saling mendukung...
Angela Jasmine
Ayo lanjuuuttt lagi kakak
Salam dari

Bumi Untuk Raina
Lenkzher Thea
Lanjut ka 👍jempol hadir lagi
Whiteyellow
Aku datang..semangat ya..saling dukung🤗🤩
Bintang kejora
10 like dari jodoh tak terduga. semangat
Martina Alfarizqi
semangat
RRR
semoga aja Brigitta sama Rico,,,
kasian Rico sudah banyak berkorban
Alpri prastuti
Fighting, kak author
Lekas sembuh dan kembali beraktifitas seperti biasa. amiiin
Lade eunoia
like mendarat, terus semangat up kak 💪
semakin bagus ceritanya 👍 🥰

salam dari ROSE 💜
Dee Arr
semangat kak
Erni II
next
Thrye
dukungan like mendarat lagi kak 😉😉
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!