Kisah ini mengisahkan seorang perempuan yang ditakdirkan menjadi istri ketiga untuk murid kesayangan abahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Permata_Indah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part-34 Obrolan Reyza
Keesokan harinya Lizza sudah berada dikampung, tidak ada kelas hari ini dan akhirnya memutuskan pergi keperpustakaan. Lizza mengambil buku yang akan dia baca, mencari kursi yang kosong namun tidak ada kursi kosong untuk dia tempati. Setelah berjalan akhirnya dia menemukan kursi kosong, Lizza segera menghampiri kursi itu.
Namum langkahnya terhenti karena melihat disebelah kursi itu adalah pak Reyza dosen Zaynab, tidak ada pilihan langkahnya mulai mendekat.
“Pak, boleh aku duduk disebelah bapak karena tidak ada kursi kosong lagi” ucap Lizza.
“Ini tempat umum jadi silahkan saja” jawab Reyza masih fokus pada bukunya.
“Terimakasi” ucap Lizza langsung duduk disebelah Reyza.
“Kalian sejak kapan berteman?” tanya Reyza sambil membaca bukunya.
“Hah? Maksud bapak apa ya?” Lizza tanya balik.
“Kamu dan Zaynab” jawab Reyza.
“Oh itu, kami cukup lama awal-awal pas masuk kuliah pak” jelas Lizza.
“Emangnya kenapa ya pak?” tanya Lizza.
“Engga papa Cuma nanya aja” jawab Reyza.
“Oh gitu” ucap Lizza mulai membaca buku yang ada didepannya.
“Apa dia pernah cerita sesuatu?” tanya lagi Reyza.
“Cerita apa ya pak?” tanya balik Lizza.
“Cerita apa gitu” jawab Reyza.
“Oh cerita orang yang Zaynab suka ya pak?” tanya Lizza.
“Iya mungkin itu” jawab Reyza.
“Zaynab bukan orang yang suka cerita tentang dirinya pak jadi engga banyak cerita gitu, tapi soal laki-laki yang dia sukai aku sempat nanya sih” jelas Lizza.
“Apa yang dia katakan?” tanya Reyza.
“Bapak suka sama Zaynab ya?” tanya Lizza penasaran.
“Engga gitu, saya nanya karena saya penasaran aja. Keliatannya Zaynab tidak pernah deket dengan laki-laki mana pun sebab itu saya tanya” jelaa Reyza.
“Oh gitu” jawab Lizza.
“Kamu belum jawab pertanyaan saya, apa yang Zaynab ceritakan ke kamu?” tanya lagi Reyza.
“Oh itu, Zaynab bilang kalau dia...” jawab Lizza terputus karena kehadirahan Zaynab.
“Aku cari-cari taunya lagi pdkt ya” ucap Zaynab.
“Kekantin yuk aku laper” ajak Zaynab.
“Kamu engga liat yaa Lizza sedang baca” ucap Reyza.
“Dia lagi baca atau kalian lagi pdkt?” tanya Zaynab tertawa.
“Udah ah hayo Lizz” renggek Zaynab menarik pergelangan tangan Lizza.
“Iya iya ntar dulu” jawab Lizza.
“Pak saya duluan” ucap Lizza.
“Jangan bahas yang tadi sama temen kamu itu” pinta Reyza.
“Oh iya pak baik” jawab Lizza tersenyum.
Lizza bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar perpustakan bersama Zaynab menuju kantin kampus.
“Emang apa yang kalian bahas Lizz tadi serius banget kayanya” tanya Zaynab disela-sela jalannya.
“Engga ada Zaa, lupain aja” jawab Lizza.
“Oh udah ada rahasia-rahasiaan nih sama aku okee” ucap Zaynab.
“Bukan gitu Zaa nanti dehh aku ceritain tapi aku mau mastiin dulu” jawab Lizza.
“Mastiin apaan sih Lizz?” tanya Zaynab penasaran.
Mastiin kalau sebenarnya Reyza menyukai kamu atau tidak Zaa biar aku berhenti dari sekarang untuk tidak menyukainya lagi apa lagi berharap bisa hidup bareng sama dia, ucap Lizza dalam hati.
“Nanti bakal aku kasih tau ke kamu Zaa tapi engga sekarang” jawab Lizza.
“Oke oke deh, ngomong-ngomong hari ini kamu yang teraktir yaa” ucap Zaynab.
“Iya iya oke” jawab Lizza.
Rasanya menyakitkan kalau menyukai seseorang ternyata dia tidak pernah menyukaiku apa lagi sampai aku tahu kalau dia ternyata menyukai temanku sendiri, yang sudah aku anggap sahabat dan juga keluarga. Tapi aku tidak mau hubungan pertemananku dengan Zaynab berakhir cuma karena seorang laki-laki, ucap Lizza melirik kearah Zaynab.
Keduanya melangkah sejajar menuju kantin tawa keduanya terlihat lebih berharga dari apapun, bahagia yang dirasakan keduanya karena hadir didalam hidup keduanya. Teman yang baik adalah dia yang faham apa yang temannya rasakan, dan dia adalah Zaynab dan Lizza.
Notes!!
Jangan lupa like and comment, 🤗 insyaallah up nanti malam ya pulang kerja☺
thanks bt author dan jg NT uda ksih bacaan grts