NovelToon NovelToon
Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurmay

Brrruk


"Hei, apa kau tidak punya mata, Hah!" Bentak Daniel pada seorang gadis, yang tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan minuman kejas Daniel.

"Ma-afkan sa-ya tu-an," ucap wanita itu dengan nada gugup dan sedikit gemetar.

Daniel Carroll, adalah seorang CEO yang terkenal sangat dingin, dan Arrogant. Dan bukan hanya itu, Daniel juga terkenal sebagai pria yang tidak tersentuh sama sekali, karena Trauma di masa kecilnya.

Hingga sifat Arogan dan juga dingin Daniel, perlahan bisa pudar akibat tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita, yang merubah hidupnya.

Apakah trauma yang Daniel pernah alami akan hilang? Dan bagaimanakah kisah cinta mereka?

Yuk, simak di novel ini.....

JANGAN LUPA TEKAN LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAV NYA YA😊KARENA ITU SANGAT BERHARGA BUAT AUTHOR

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Devita menghela nafas dengan gusar, dia masih belum mengerti kenapa Daniel tidak suka dengan kedekatan nya bersama Kemal.

Segera Ia mengirimkan letak lokasi keberadaan nya sekarang ke nomor Daniel.

''Dev, kamu kenapa?'' tanya Kemal menghampiri Devita yang sedang termenung.

''Aah tidak, tidak apa-apa,'' jawabnya.

''Bagaimana, kau cocok dengan tempat nya?'' tanya Kemal.

''Aku sih cocok, tapi tidak tau dengan Puspa.'' Jawabnya begitu malas, ya Devita masih memikirkan Daniel yang tengah merajuk.

''Aku setuju.'' Seru Puspa yang ikut bergabung.

''Ya sudah nanti akan aku bantu untuk mengurusnya.'' Ucap Kemal, dan di sambut dua tipe senyuman dari Dua orang yang berbeda.

''Terima kasih ya, Kemal.'' Ucap Devita dengan tulus.

''Iya santai saja, aku hanya membantu saja kok,'' jawabnya.

Kemal melirik ke Puspa yang sedang memainkan ponselnya.

''Ekheemmmm,, ucapan terimakasih dari Devita sudah aku dapat, kok dari si Nona koffie ini belum ya.'' Ucap Kemal dengan nada menyindir.

Puspa yang terasa tersindir memicingkan matanya melirik Kemal. ''Jadi kau tidak ikhlas.'' Tuduh Puspa dengan meninggikan suara.

''Yaa aku sih ikhlas, tapi apa salahnya kan menghargai kebaikan seseorang.'' Kemal terus menggoda Puspa.

''Haisshh, ya ya, Terima kasih.'' Ketus Puspa.

''Berterima kasih saja tidak tulus,'' gerutu Kemal yang masih di dengar Puspa.

Devita terkekeh menyaksikan Puspa dan Kemal berdebat soal ucapan terima kasih.

Puspa menghela nafasnya dengan kasar dan tersenyum dengan di paksakan ke arah kemal.

''Terima kasih ya Kemal, kamu sudah baik sekali.'' Ucap dengan wajah semanis mungkin namun hanya di buat-buat.

''Nah seperti itu kan manis,'' goda Kemal.

Puspa hanya mendengus kesal yang mendengar ucapan Kemal.

''Menyebalkan.'' Ketus Puspa, dan berlalu pergi.

''Issshh cepat sekali merajuk, nanti wajah mu tumbuh keriput mau.'' Teriak Kemal di susul dengan tawanya.

Devita berlalu keluar ruangan itu dengan kepala menoleh ke kanan dan kekiri seperti sedang menunggu seseorang, ya yang Devita tunggu adalah Daniel.

''Dev, aku pamit duluan ya.'' Pamit Kemal.

''Oh iya, Terima kasih sudah membantu ya, Kemal.'' Ucap Devita dengan senyum manisnya.

Kemal pun berlalu begitu saja menggunakan sepeda motor nya.

Tidak lama Kemal pergi mobil hitam berlogo kuda berdiri memasuki arena pertokoan yang di yakini Devita itu adalah Daniel.

Dan benar saja pria yang keluar dari mobil hitam mewah itu adalah Daniel dengan menggunakan setelan jas nya.

Devita yang berdiri di teras ruko di hampiri Daniel dengan langkah gagahnya.

''Dimana dia?'' tanya Daniel dengan tatapan dinginnya.

''Dia siapa?'' ucap Devita balik tanya.

''Kemal.''..

''Oh dia sudah pergi, dia hanya menunjukkan ruko ini saja.'' jawabnya dengan lantang.

''Kau yakin, lalu di dalam ada siapa?''..

''Di dalam ada Puspa dengan Jonathan.'' ..

''Kalau perlu apa-apa, mintalah padaku.'' Ucap Dani dengan suara yang lebih lembut.

Devita hanya tersenyum dan mengangguk.

''Kau ingin membuka usaha apa memangnya.'' tanya Daniel dengan pandangan lembut.

''Aku ingin membuka sebuah toko bunga.'' Lirih Devita dengan wajah polosnya dan itu membuat Daniel gemas melihat nya.

Daniel tersenyum lembut dengan tangan yang membelai pipi Devita dengan lembutnya dan membenamkan kecupan singkat ke puncak kepala Devita.

Adegan mesra itu tak luput dari pandangan seorang pria yang melihat nya dengan pandangan pilu, Ia tersenyum kelu tatkala melihat wanita yang di cintainya telah memiliki tambatan hatinya, Pria itu tak lain adalah Jonathan.

''Lakukan apa yang ingin kau lakukan, asal tidak membuat mu lelah.'' Ucap Daniel dengan tangan mengusap lembut rambut hitam Devita.

''Dan yang pasti jangan sampai kau melupakan aku.'' Ucal Daniel menggoda Devita.

Semburat rona merah di pipi Devita terlihat jelas dimata Daniel, yang membuat Daniel merasa gemas dengan gadisnya itu.

Devita menarik tangan Daniel untuk masuk ke dalam Ruko yang masih kosong itu untuk mengajaknya berkenalan dengan Jonathan yang di anggap sahabat bagi Devita.

''Daniel kenalkan ini sahabat ku, Jonathan.'' Ucap Devita dengan senang.

''Pemuda ini yang dulu aku lihat merangkul pundak Vita.'' Gumam Daniel dalam hati.

''Dan aku Puspa.'' Seperti biasa Puspa akan bertingkah centil di depan Daniel.

''Aku sudah mengenal mu, Nona.'' Jawab Daniel dengan senyum kakunya.

''Oh iya aku lupa.'' Tawa Puspa.

Setelah melihat-lihat keadaan bangunan, Daniel dan Devita pamit untuk undur diri, Puspa meng'iyakan begitu pula Jonathan walau hati terasa sakit melihat kedekatan Devita dengan Daniel.

Mobil Hitam Bright itu sudah berlalu meninggalkan Puspa yang melanjutkan permainan di game-nya dan Jonathan yang tersenyum kelu memandang mobil yang sudah hilang dati pandangan.

''Kau mau pulang atau aku tinggal.'' Ucap Jonathan pada Puspa yang masih asik dengan dunianya sendiri.

''Tanggung Jo, mumpung ada Wifi geratisan dari Ruko sebalah.'' Jawab Puspa dengan tidak memindahkan matanya dari ponselnya.

Jonathan berdecak kesal dan berlalu lebih dulu untuk ke mobilnya, Suara Klakson yang nyaring membuat Puspa berjingkat kaget nyaris menjatuhkan ponselnya.

''Jo kau keterlaluan, kalau aku jantungan bagaimana.'' Omel Puspa dengan menggebu-gebu.

''Salah sendiri, kenapa harus jantungan.'' jawaban nyeleneh Jonathan membuat Puspa kesal dan masuk ke mobil Jonathan dengan membanting pintunya.

''Bisa pelan-pelan tidak, ini mobil buatan Eropa kalau kau mau tahu.'' Ucap Jonathan mengandung unsur kesombongan yang membuat Puspa semakin jengkel.

Di Mobil hitam yang berlogo kuda berdiri, Daniel yang menyetir dengan fokus dan sesekali melirik Devita yang tengah memainkan gawainya merasa terabaikan, Daniel cemburu dengan gawai? entahlah, memang itu sifat aslinya.

''Kau asik sekali dengan ponsel mu itu, apa ada wajah pria tampan di dalamnya.'' Ucapan Daniel berhasil membuat Devita menoleh ke arahnya.

''Pria tampan? dimana?'' Sungguh polos Devita ini, dia tidak menyadari jika Prianya sedang mencemburui nya.

''Di ponsel mu,'' ketus Daniel

''Tidak ada, bahkan potret ku saja hanya ada dua di Galeri.'' Jawaban Devita membuat Daniel menahan senyumnya.

''Dan lepas ini galeri mu akan penuh dengan potret kita berdua.'' Ucap Daniel dengan tangan mengusap lembut Devita.

''Iiissh, aku tidak suka berfoto.'' Timpal Devita, Ya dia tipe gadis yang tidak percaya diri untuk memotret dirinya sendiri, beda halnya dengan Puspa yang memang sangat hobby dengan berfoto.

''Aku pun begitu.'' Tawa Daniel.

''Kau ikut ke kantor ku dulu ya, aku masih ada pekerjaan sedikit.'' Ucapnya lagi.

''Ke kantor mu? tidak Daniel, antarkan saja aku ke Apartemen atau tidak turunkan aku di halte pertigaan sana.'' Tolak Devita dengan cepat.

''Aku tidak ada waktu lagi Nona, hanya sebentar saja, tidak akan lama.'' Daniel yang memang tipekal tidak suka penolakan dan alhasil tidak sama sekali mendengar penolakan dari Devita.

Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Gedung pencakar langit yang menjulang tinggi di antara lainnya.

Sampailah mereka di lobi kantor, penjaga pintu dengan sigap menghampiri Mobil yang di kenalinya adalah mobil CEO tempat Ia bekerja.

Devita terkagum dengan arsitektur bangunan yang ada di hadapannya, Banyak mata para Karyawan yang melihat heran pada wanita yang turun dari mobil CEO.

''Siapa gadis itu.''

''Gadis itu cantik sekali.''

''Ceo bersama siapa?''

Masih banyak lagi gunjingan para karyawan yang sedang berkumpul di depan meja resepsionis, Suara Deheman seseorang membuat para karyawan menoleh ke asal suara.

''Tujuan kalian disini untuk bergosip atau bekerja.'' Suara dingin itu terdengar sangat menyeramkan di telinga para karyawan.

Ya dia adalah Zen, Asisten dari seorang Daniel yang terkenal sangat dingin dan berwibawa serta di segani para karyawan, Zen adalah orang terpenting setelah Ceo Daniel Carroll.

Bersambung..

1
echa purin
/Good/
siti fatimah
Luar biasa
Dewi Fajar
hehehehe maaf ya Thor sampai di sini bacanya..aq skip ya...saya kurang nyaman ceritanya...maaf aktornya teramat murah..maaf
Dewi Fajar
devita belagu..coba hidup bersama lagi dengan keluarga tirinya.. diperlakukan istimewa gitu nggak mau merasa tidak nyaman segala
Dewi Fajar
sombonglah namanya juga CEO penguasa /Grin/
Dewi Fajar
pemain tapi tidak mau di sentuh..ini gimana melakukan nya thor.. namanya tidak mau di sentuh itu ya bersih..kok celap celup
Dewi Fajar
mampir thor
SARI MEUTIA
Luar biasa
Ika Sujarwo
daniel suka marah² nggak jelas ntar gantian devita marah br tau rasa
Me Ta
payah Devitanya lemah😡😡😡
Al Mumtaz
👍👍👍
kinan kinan
Ceritanya bagus..
the🐻
lebih baik gituh ayah mahen,dari pada bersama tapi berantakan tidak gantle😌
Febe Yanuarti
pie to ki...
Bundane Adit
galak amat sih daniel😌😌
Ica Susanti
coba mampir
maredni Jiba
jangan menilai orang seperti itu Zen,kenapa kamu harus marah,hu dasar kulkas
maredni Jiba
awas benci beda tipis ya bang,bisa cinta loh
maredni Jiba
semoga jodoh ya Jo
maredni Jiba
🤣🤣🤣😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!