NovelToon NovelToon
Penghubung Tiga Dunia (The Envoy Of Three Realms)

Penghubung Tiga Dunia (The Envoy Of Three Realms)

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di alam semesta, eksistensi terbagi menjadi tiga: Alam Langit (Tempat para Dewa), Alam Manusia, dan Alam Bawah (Tempat Iblis dan Roh). Selama jutaan tahun, ketiga alam ini dipisahkan oleh segel kuno yang kini mulai retak.

Jiangzhu, seorang yatim piatu di desa kecil Alam Manusia, lahir dengan "Nadi Spiritual yang Lumpuh". Namun, ia tidak tahu bahwa di dalam jiwanya tersimpan Segel Tiga Dunia, artefak yang mampu menyerap energi dari ketiga alam sekaligus. Ketika desanya dihancurkan oleh sekte jahat yang mencari artefak tersebut, Jiangzhu bangkit dari kematian dan memulai perjalanan untuk menaklukkan langit, menguasai bumi, dan memimpin neraka. Ia bukan sekadar penguasa; ia adalah jembatan—atau penghancur—tiga dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Lembah Kabut Jiwa dan Janji Darah

Bau busuk dedaunan yang membusuk bercampur dengan aroma amis yang aneh mulai menyengat hidung Jiangzhu saat ia melangkah melewati perbatasan wilayah luar Hutan Kematian. Di depannya, sebuah lembah besar terbentang, tertutup oleh kabut tebal berwarna abu-abu keunguan yang tidak bergerak meski angin bertiup kencang.

"Ini tempatnya?" bisik Jiangzhu. Suaranya terdengar hampa di kesunyian yang mencekam.

"Lembah Kabut Jiwa," Penatua Mo muncul dalam bentuk proyeksi kecil di bahu Jiangzhu. "Kabut ini bukan uap air biasa. Ini adalah sisa-sisa energi jiwa dari ribuan makhluk yang mati di sini selama Perang Tiga Dunia. Bagi orang biasa, ini racun. Tapi bagimu, ini adalah prasmanan."

Jiangzhu melangkah masuk. Seketika, suhu udara turun drastis. Ia bisa merasakan kelembapan yang dingin merembes melalui celah-celah pakaiannya yang compang-camping, menyentuh kulitnya seperti tangan-tangan mayat yang tak terlihat.

Deg. Deg. Deg.

Jantungnya berdetak tidak beraturan. Segel Tiga Dunia di dalam dadanya mulai berputar pelan, bereaksi terhadap kepadatan energi jiwa di sekitarnya. Jiangzhu memejamkan mata sesaat, mencoba menstabilkan napasnya. Setiap kali ia menghirup udara lembah, rasanya seperti menelan pecahan es yang tajam.

"Ugh..." Jiangzhu berlutut, memegangi dadanya.

"Jangan ditahan, Bodoh! Biarkan kabut itu masuk!" teriak Penatua Mo. "Kau harus memurnikan esensi manusiamu agar bisa menyatu dengan frekuensi tempat ini. Jika kau terus menolaknya, paru-parumu akan membeku dalam sepuluh napas!"

Jiangzhu mengertakkan gigi hingga gusi-gusinya berdarah. Ia melepaskan kendali atas Qi-nya. Seketika, kabut ungu itu berpusar ke arahnya, masuk melalui hidung, mulut, dan bahkan pori-pori kulitnya.

Sensasinya seperti dibakar dari dalam oleh api yang sangat dingin. Jiangzhu bisa melihat gambaran-gambaran sekilas dalam benaknya—teriakan prajurit kuno, tangisan wanita, dan raungan binatang buas yang sekarat. Ini adalah memori yang terbawa dalam kabut jiwa. Jika mentalnya tidak cukup kuat, ia akan menjadi gila dan berakhir sebagai salah satu "mayat berjalan" yang menghuni tempat ini.

"Aku... tidak akan... kalah!" Jiangzhu menggeram. Ia memfokuskan pikirannya pada satu titik: Dendam. Wajah Xiao Feng dan para pemburu hadiah yang mengejarnya menjadi bahan bakar untuk mempertahankan kesadarannya.

Setelah beberapa menit yang terasa seperti selamanya, gejolak di tubuhnya mereda. Kulit Jiangzhu yang sebelumnya pucat kini memiliki rona keunguan samar, dan matanya berkilat dengan cahaya yang lebih tajam.

Peringatan: Tubuh beradaptasi dengan Energi Jiwa Terkontaminasi.

Status: Pemurnian Tubuh Tahap 5 (Puncak).

"Hampir tahap enam," gumam Jiangzhu sambil bangkit berdiri. Ia merasa tubuhnya lebih ringan, seolah-olah berat badannya telah berkurang separuh.

Ia melanjutkan perjalanan lebih dalam ke lembah. Tanah di bawah kakinya terasa lunak, hampir seperti berjalan di atas tumpukan daging. Tak lama kemudian, ia sampai di sebuah tanah lapang yang dipenuhi oleh tulang-belulang raksasa—mungkin tulang naga bumi atau binatang kuno lainnya yang sudah punah.

Di tengah-tengah tumpukan tulang itu, duduk seorang gadis.

Di tengah-tengah tumpukan tulang itu, duduk sesosok figur.

Jiangzhu tersentak dan langsung menghunus pedang besi hitam milik pria berkumis tadi. Sosok itu tampak sangat muda. Ia mengenakan gaun putih yang sudah sangat kusam dan compang-camping, rambutnya hitam panjang menutupi sebagian wajahnya. Ia tampak sedang sibuk mengunyah sesuatu.

Bau darah yang sangat kuat tercium dari arah sosok itu.

"Siapa kau?" tanya Jiangzhu dengan nada mengancam. Di tempat seperti ini, tidak ada manusia normal yang bisa bertahan hidup sendirian.

Sosok itu berhenti mengunyah dan menoleh perlahan. Jiangzhu merasakan jantungnya seolah berhenti berdetak. Wajah sosok itu cantik, namun pucat seperti porselen retak. Yang paling mengerikan adalah matanya—sama sekali tidak ada bagian putihnya. Matanya sepenuhnya hitam pekat, seperti dua lubang tak berdasar.

Di tangannya, sosok itu memegang jantung seekor harimau bertaring yang masih berdenyut.

"Manusia... hidup?" suara sosok itu terdengar seperti gesekan dua batu nisan. Kaku, dingin, dan tanpa emosi.

"Lari, Nak," bisik Penatua Mo, suaranya untuk pertama kali terdengar penuh ketakutan. "Itu bukan manusia. Itu adalah Mayat Hidup Tingkat Raja yang baru saja bangkit. Dia adalah perwujudan dari dendam lembah ini!"

Jiangzhu tidak bisa bergerak. Bukan karena takut, tapi karena tekanan aura dari sosok itu mengunci persendiannya. Ini adalah perbedaan tingkat kekuatan yang terlalu jauh. Jika Penatua Gu sebelumnya adalah seekor serigala, sosok di depannya ini adalah seekor naga yang tertidur.

Sosok itu berdiri, menjatuhkan jantung harimau yang sudah separuh dimakan. Ia melayang—benar-benar melayang beberapa inci di atas tanah—mendekati Jiangzhu.

"Kau... punya bau yang sama dengan Ibuku," kata sosok itu tiba-tiba. Tangannya yang dingin seperti es menyentuh pipi Jiangzhu.

Jiangzhu tertegun. Ibu? Apakah sosok ini memiliki hubungan dengan Alam Langit?

Tiba-tiba, dari arah belakang, sebuah ledakan energi besar terjadi. "Ditemukan! Di sana! Pengkhianat Jiangzhu dan monster lembah!"

Sekelompok pria berjubah perak muncul dari balik kabut. Mereka berbeda dari pemburu hadiah sebelumnya. Pakaian mereka dihiasi dengan simbol matahari dan bulan—Sekte Cahaya Suci, salah satu dari tiga sekte terkuat di Benua Longyuan.

"Celaka," desis Penatua Mo. "Mereka adalah faksi garis keras yang memburu energi iblis. Jika mereka melihatmu bersama sosok mayat itu, mereka akan membakar seluruh lembah ini!"

Pemimpin kelompok itu, seorang pria muda dengan wajah tampan namun penuh kesombongan, menatap Jiangzhu dan sosok mayat itu dengan jijik. "Menarik. Seorang sampah nadi lumpuh berteman dengan kotoran mayat. Hari ini, aku, Lu Chen, akan membersihkan dunia ini dari keberadaan kalian!"

Lu Chen menarik pedang panjangnya yang bersinar dengan cahaya keemasan. "Teknik Pedang Penghancur Iblis: Cahaya Penghakiman!"

Sebuah gelombang cahaya besar meluncur ke arah Jiangzhu dan sosok itu.

Jiangzhu tahu ia tidak bisa menahannya. Namun, sosok di sampingnya hanya memiringkan kepala. Ia mengangkat tangan kecilnya yang pucat dan mencengkeram udara.

PRANK!

Gelombang cahaya raksasa itu hancur berkeping-keping seolah-olah hanya terbuat dari kaca murahan.

Lu Chen terbelalak. "Apa?! Bagaimana mungkin monster tingkat rendah bisa..."

Sosok itu menatap Lu Chen. Aura hitam mulai meluap dari tubuhnya, menutupi seluruh lembah. "Kau... mengganggu... waktu makan... Li'er."

Suasana mendadak menjadi sangat mengerikan. Jiangzhu menyadari bahwa ia terjebak di antara dua kekuatan raksasa. Namun, di dalam kepalanya, Penatua Mo memberikan ide gila.

"Bocah! Gunakan kesempatan ini! Jika kau bisa membantu sosok itu membunuh mereka dan menyerap energi pedang cahaya itu, kau bisa menembus Tahap Inti Bumi sekaligus!"

Jiangzhu melihat ke arah pedang besi di tangannya, lalu ke arah Lu Chen yang panik. Sebuah seringai tipis muncul di wajah Jiangzhu yang berlumuran darah.

"Mari kita buat kekacauan ini sedikit lebih menarik," bisik Jiangzhu.

1
Nanik S
Monsternya sekarang Jiangzhu sendiri
christian Defit Karamoy: ikutin terus ya bang🙏
total 1 replies
Nanik S
Jangan sampai tersesat karena hasutan Iblis
christian Defit Karamoy: ikutin terus alur ceritanya bang ,trimakasih
total 2 replies
Nanik S
B urunan langit dan Bumi
christian Defit Karamoy: ikutin terus ya bang🙏
total 1 replies
Nanik S
Awal yang sangat bagus 👍
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!