NovelToon NovelToon
Rahasia Milyuner Amnesia

Rahasia Milyuner Amnesia

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25 Rencana Latifa

Mereka pun mengikuti brankar yang membawa Kael ke ruang perawatan vvip dengan berbagai perasaan.

"Maaf, bisa mengganggu sebentar?" cegah Latifa pada Nidya yang akan mengikuti langkah keluarga Kael.

Oma Alena dan Opa Cakra melirik sebentar sebelum melanjutkan langkah mereka.

Adelia dan Ayra yang berada di dekat Nidya juga menghentikan langkahnya.

"Ada apa, ya?" tanya Nidya dengan mimik wajah kurang suka, karena diajak bicara pada waktu yang tidak cepat.

Kenapa tidak sejak tadi saja, saat masih menunggu operasi, batinnya kesal. Karena sebenarnya Nidya menyadari kalo istri Agra ingin berbicara. dengannya sejak tadi.

Tapi anehnya tidak dia lakukan, malah mengganggu waktunya sekarang.

"Ibu Nidya, ya? Saya Latifa, mama sambungnya Kael."

Nidya terpaksa menyambut jabatan tangan Latifa yang sudah telanjur terulur ke arahnya.

"Ini anak saya, Arsa. Ini anak ibu?" Latifa menatap pada Adelia dan Ayra bergantian dengan bibir penuh senyum

"Ini putri saya, Adelia. Yang ini keponakan saya."

"Cantik cantik, ya......, bisa ki---."

"Maaf, bu Latifa, nanti saja. Saya mau melihat keadaan Kael," potong Nidya langsung menolak permintaan Latifa, kemudian tersenyum sangat samar sebelum melangkah pergi.

Nidya paling sulit berpura pura.

Adelia dan Ayra juga bermaksud mengikuti jejak Nidya. Pergi meninggalkan mama dan saudara tiri Kael.

"Kita duluan, tante," pamit Adelia yang diangguki Ayra.

"Oh iya. Saya juga mau ke sana."

Nidya tidak menanggapi dan dia terus melangkah karena suaminya sudah menunggunya di depannya, dengan jarak beberapa langkah kaki saja.

Latifa berdecak pelan melihat keangkuhan Nidya. Dia benar benar ngga dianggap wanita itu.

"Nanti kalo berhasil memikat putrinya, kuasai semua aset perusahaannya," bisik Latifa mendoktrin Arsa.yang masih tetap diam. Tapi pandangannya sesaat terarah pada punggung Ayra yang menjauh. Kemudian menghembuskan nafas panjang.

*

*

*

"Kecelakaan Kael dulu juga separah ini?" tanya Opa Jaya Pangestu sambil melihat wajah cucunya yang masih belum sadar. Sekarang Kael sudah berada di kamarnya yang sangat luas.

Mereka bergantian melihat keadaan Kael. Tapi Oma Hastuti dan Oma Diana tetap bertahan di dalam ruangan untuk menjaga Kael.

Levi tau, pertanyaan Opa Kael ditujukan padanya. Opa Kael dan beberapa keluarga Adelia yang ada di sana juga fokus menatap.Kael.

"Hampir sama, opa. Tapi daya tahan tubuh Kael memang luar biass kuat. Dia bisa bertahan dan melewatinya dengan baik. Saya rasa sekarang juga sama, opa, Kael pasti bisa."

Opa Jaya Pangestu menganggukkan kepala. Opa Adi Nugraha menepuk pelan pundak Levi.

"Kita ngga akan melupakan kebaikan kamu."

Levi tersenyum kikuk.

"Kael sudah membalasnya, opa. Perusahaan saya jadi lebih bertaring karena dia."

Yang mendengarnya jadi tersenyum getir.

"Dia kembali ke stylenya yang dulu," gumam Oma Hastuti sedih.

Sementara Adelia hanya menatap wajah yang nampak tenang dalam ketaksadarannya.

"Semoga besok dia sudah terjaga," bisik Luna.

Adelia menganggukkan kepalanya.

"Semoga." Kemudian tatapnya beralih pada wajah sepupunya, mengamatinya dengan prihatin.

"Kamu tampak lelah sekali."

"Sudah biasa."

Adelia tersenyum.

"Hasan jemput? Kalo ngga, bareng Ayra aja pulangnya."

Luna menutup mulutnya untuk menyembunyikan tawanya yang hampir menyembur. Tiap membicarakan Hasan, senyum dan tawanya spontan saja mengalir.

"Dia sudah menunggu di ruanganku."

"Suami siaga, ya." Adelia juga melebarkan senyumnya.

"Begitulah."

Oma Hastuti mendekati Adelia.

"Adelia, kamu ngga mau ngomong apa apa dengan Kael? Mungkin kalo dengar suara kamu, Kael akan lebih cepat sadar?"

Pipi Adelia jadi merona. Luna dan Ayra mencolek bahunya bergantian dengan senyum lebarnya.

Oma Diana menarik tangannya, mengajaknya mendekati Kael.

Nidya tersenyum melihat putrinya tampak canggung.

Adelia meletakkan buket mawar putih pemberian Kael untuknya.di atas meja di dekat tempat tidurnya. Harapan Adelia, nanti saat sadar dan melihat mawar ini, Kael akan mengingatnya.

Adelia akan mengabaikan masa lalu laki laki itu asal dia tetap mengingat dirinya.

"Ngomong, dong, Adelia, agar Kael cepat sadar," goda Oma Hastuti dengan kedutan di bibirnya.

Adelia tersenyum canggung. Apalagi kini hampir semua yang ada di ruangan ini sedang menatapnya.

"Cepat sembuh, ya, Kael," ucapnya agak perlahan. Tapi dia yakin Kael akan mendengarnya.

Cepat sadar, ya. Kael, batin Adelia penuh harap.

Sementara Latifa menatap sinis pada keakraban keluarga suaminya. Mereka mengacuhkan dirinya dan Arsa. Bahkan suaminya juga dijauhkan darinya dan Arsa, seakan mereka adalah kuman yang harus dib@smi.

Menyebalkan, umpatnya dalam hati.

"Arsa, lebih baik kamu hubungi Nafa, agar dia menjenguk Kael," bisik Latifa dengan wajah mangkel. Dia akan menjegal perjodohan Kael dan Adelia dengan memanfaatkan Nafa.

Arsa menatap mamanya seakan ngga terima.

"Kenapa? Kamu masih mau menerima Nafa? Kamu masih percaya dia ngga pake hati saat bersama Kael?" tuding mamanya penuh geram dengan suara lirih.

Arsa terdiam. Dia juga merasakan kekasihnya agak berbeda setelah bersama Kael. Tapi mungkin juga perasaannya tidak semenggebu dulu terhadap Nafa.

Dengan perasaan kesal Latifa segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang membuatnya merasa sangat kepanasan.

Suaminya juga berada jauh darinya dan Arsa, karena terus menempel pada orang tuanya.

Latifa berjalan cepat dan mencari tempat yang jauh dari keberadaan banyak orang.

Dia segera menelpon pimpinan orang suruhannya.

"Kerjaan kalian tidak beres. Sampah!" makinya langsung begitu telponnya direspon.

Terdengar suara tawa mengekeh.

"Ternyata dia seperti kucing, ya, punya banyak nyawa."

Latifa mendengus kesal.

"Malam ini aku ngga dapat jatah lagi, ya." Kembali laki laki itu tertawa.

"Ngga akan pernah lagi," desis Latifa marah. Padahal dia sudah memberikan servis terbaiknya, tapi masih juga gagal.

"Oke oke....." Tawa itu makin keras membuat Latifa muak hingga dia memutuskan telponnya

Benar benar kurang ajar, makinya lagi.

Kali ini dia harus menyusun rencana yang lebih matang agar perjodohan Kael dan Adelia gagal.

Arsa, kamu harus mendekati Ayra, tekatnya dalam hati.

1
Elizabeth Zulfa
semoga ide jahatmu jdi senjata makan tuan dech 😏😏
anggita
bunga🌹, like👍.
Tri Handayani
thorrr...jangan biarkan rencana nafa berhasil.
Tri Handayani
kael bener tuch kata levi mending yg d ingat-ingat adelia g usah mengingat si'nafa.
Tri Handayani
baca obrolan kael dan levi jadi senyum-senyum sendiri apalagi ternyata kael masih ingat adelia tambah senang q .
Tri Handayani
bener nesie...lama-lama teman kamu berujung d rumah sakt jiwa.
Lusi Hariyani
tu kan bnr kael msh ingat adelia,dasar si nafa g th diri bngt buang aja ke laut
Ariany Sudjana
ga rela kalau Kael malah jadi balik sama Nafa, meskipun Kael belum pulih ingatannya. sudah bagus Kael sama Adelia, sama-sama kaya raya dan sama-sama berkelas
Chici👑👑: Mampir juga yuk kak di novelku judul nya " Menikahi Tuan Muda Kejam "
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar Mak lampir serakah kamu Nafa, kamu pikir meskipun Kael amnesia, Kael masih mau balik dengan jalang murahan seperti kamu? jangan mimpi kamu, lebih baik kamu masuk RSJ, ketemu dengan sesama pasien RSJ, itu baru benar 🤣🤣🤭🤭
Dewi kunti
ketiganya,nich jempol kenapa kelebaren sich
Herman Lim
u aja yg terlalu hidup y klo ga tau gimn solid mereka utk saling membantu apa lagi soal cow yg dah di tandai sama keluarga mereka jgn harap BS dpt balik lagi cow tuh nafa 🤣🤣
Gibran AnamTriyono
Belum Tau diaa ,,, Wanita2 Airlangga Wisesa itu Sadis2 klok udah di senggol 🤣🤣🤣
Rahmawati
hahaha jgn kira adelia dan sepupunya gk bisa ngelawan km ya nafa, mereka bisa melawanmu dengan elegan
Tri Handayani
Next thorrr,semangat triple up
Tri Handayani
ayo oma opa dan keluarga adelia'jangan sampai lengah menjaga kael'si latifa dan nafa masih berkeliaran mengancam keselamatan kael.
sleepyhead
Hoho... u mess with the wrong person 😎, lu kaga tau mereka siapa... 🤣
Tri Handayani
kayanya adel udah bener-bener d hati kael'lihat mawarnya aja langsung tersenyum'semoga kael beneran ingat adel.
Tri Handayani
nafa,,cari tau dulu siapa mereka,bagaimana keluarganya'emang kamu punya apa mau melawan mereka...
Lusi Hariyani
nafa...nafa...km g th aja gmn kluarga mereka yg solid saling membantu,kayak y kael dh ingat semua y tp krn kondisi y msh lemah
🔵MENTARY
Nafa salah nyari lawan nih
Kyknya Kael ingat Adel deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!