Ardila gadis yang selama ini mendapatkan pilih kasih dari keluarganya, harus kembali berhadapan dengan sang kakak ketika dirinya telah berumah tangga.
Sang kakak mengambil dan berselingkuh dengan suami yang begitu dia cintai
Mampukah dia melewati badai dari semua permasalahan yang tengah menghimpitnua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabur Dari Rumah
Jam 2 pagi. Ruko Tebet sudah sepi. Naya masih di rooftop, belum tidur karena ada yang mengganggu pikirannya
Tiba-tiba, dari bawah ada yang melempar kerikil kecil ke atas!
_tuk... tuk..._
Naya lihat ke bawah mendengar suara itu, matanya membesar melihat siapa yang ada dibawah.
Ada Raka, dia membawa tas ransel besar, baju koko masih lepek kena hujan!
"NAYA! AYO TURUN DULU! AKU KABUR DARI KAMPUNG!".
Naya kaget kemudian berlari untuk segera turun menemui pemuda itu apalagi setelah mendengar jika Raka kabur dari rumah
"Ya Ampun Raka! Kamu ngapain sih kabur-kaburan seperti ini?".
Raka ngos-ngosan karena berlari dari halte bis untuk menemui Naya.
"Aku... Aku ditarik Mama ke kampung, mau dijodohin sama Siti jam 8 malam tadi. Pas acara lamaran, aku bilang 'Maaf, Siti, hati Raka sudah ada yang punya, namanya Naya, janda yang paling kuat sedunia'. Kemudian Siti nangis dan keluarganya Siti ngamuk pada keluarga Aku, Mama pingsan karena merasa malu! Aku langsung naik bus malam balik ke Jakarta! Aku pilih kamu, Nay!".
Belum selesai Raka beebicara, dari belakang ada cahaya Alphard yang menyilaukan mata, mereka sangat tahu siapa pemilik mobil itu.
Naya menarik nafasnya dalam-dalam, dia tidak menyangka jika semua ini akan menjadi berantakan seperti ini, dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa pada mereka
Arka turun!, dia Juga membawa koper seperti orang mau pergi, entah mau kemana
"Raka? kamu ngapain di sini, dan bawa koper besar seperti itu?". Tanya Naya dengan khawatir
Arka melihat Naya dengan sendu, dia berharap perempuan yang dia cintai ini bisa membalas perasaan dirinya tapi ternyata sangat sulit apalagi dia juga memiliki banyak pesaing sekarang
"Naya, aku kabur dari bandara! Mama mau bawa aku ke Singapura jam 11 malam, tiket sudah dibeli. Di ruang tunggu, aku bilang ke Mama Papa 'Kalau kalian bekukan donasi yayasan Naya, berarti kalian bekukan hati aku juga'. Aku keluar dari bandara, naik mobil aku yang aku titipkan ke teman untuk bisa ke sini. aku pilih kamu, Nay! aku pilih yayasan kamu!"
Naya mau nangis, tapi tiba-tiba...
_TEK! TEK! TEK!_ Suara koper ditarik mendekati ketiganya!
Reza!, dia datang bawa 2 koper besar, rambutnya sangat berantakan!
"Guys? Kalian ngapain di sini jam 2 pagi?". Tanyanya sambil melihat kearah Naya dengan tatapan sendu
"Naya, Mama Papa pesenin aku tiket ke Melbourne jam 6 pagi besok. aku sudah di hotel, koper sudah siap. Tapi aku gak bisa. aku lihat foto kita waktu SMA, waktu kamu ajarin aku matematika. Aku sadar, Aku jadi psikolog karena kamu. aku gak bisa pergi tanpa kamu jadi aku kabur dari hotel! Aku pilih kamu, Nay!"
Jam 2 pagi, depan ruko Tebet, 3 cowok, 3 tas, 3 koper, kehujanan, rebutan 1 cewek!
Naya hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menghela nafasnya kasar, sejak awal dia sudah mengatakan pada ketiga lelaki ini untuk tidak berharap kepadanya, dia masih ingin sendiri dan belum ingin menikah tapi mereka malah melakukan hal yang tidak pernah dia duga dengan kabur seperti ini, dan dia yakin ketiga ibu mereka nanti pasti akan menyalahkannya.
"Harusnya kalian bertiga tidak seperti ini, aku sudah katakan pada kalian, aku sungguh minta maaf".
Belum juga Naya selesai mengatakan hal yang ingin dia sampaikan terdengar langkah kaki yang banyak dari arah belakang mereka.
Sari, Tari, Bagas, Diandra, Lastri, Vania, Kak Maya yang dengar ribut-ribut didepan ruko, langsung turun semua!
Lastri lihat 3 cowok basah kuyup.
"Ya Allah, 3 calon mantu aku basah semua! Masuk! Masuk!". Ajaknya dengan penuh perhatian
Di ruko, 3 cowok duduk berjejer dikasih teh hangat sama Vania (sekarang Vania paling rajin).
"Nay, Mama aku ngamuk, tapi aku gak peduli. aku akan tunggu 1 tahun yang lo minta". Ucap Raka dengan mantap
"Mama aku ancam bekukan donasi, tapi aku sudah transfer 100 juta dari tabungan gue pribadi ke yayasan kamu tadi di taksi". Arka ikut mengatakan apa yang dia alami
"Mama aku nangis, tapi aku bilang, aku akan S2 di Indonesia aja, gak usah di Melbourne, biar dekat sama kamu".
Naya... yang dari tadi kuat, akhirnya jebol nangisnya! Nangis kencang karena melihat ketulusan ketiga lelaki itu padahal dia tidak pernah berharap mereka akan memperebutkannya seperti ini
"Kenapa?, kenapa kalian sebodoh ini, kabur dari rumah demi aku, aku cuma janda.".
Raka, Arka, Reza jawab barengan dengan mantap
"Karena kamu bukan cuma janda, Nay.Kamu rumah!"
Sari yang lihat, langsung ambil HP dan video call 3 mama!
Sari call Bu Yanti, Mama Arka, Mama Reza barengan via video call grup!
Sari teriak ke 3 mama di HP.
"Tante Yanti! Tante Arka! Tante Reza! Lihat! Anak tante di sini! Basah! Nungguin Kak Naya! Kalau tante masih maksa jodohin anak tante, anak tante akan tidur di ruko ini selamanya!"
Bu Yanti di kampung lihat Raka basah, langsung nangis.
"Raka! Anak Mama! Pulang!"
Mama Arka di Alphard yang masih di tol bandara lihat Arka basah, langsung nangis juga.
"Arka! Mama minta maaf! Mama gak akan bekukan donasi! Pulang, Sayang!"
Mama Reza di hotel lihat Reza basah, juga nangis.
"Reza! My baby! Mama sorry! Mama tunggu kamu 1 tahun!"
3 mama akhirnya luluh! Karena lihat anaknya beneran cinta mati sama Naya!
Malam itu, 3 mama balik lagi ke ruko jam 3 pagi!
Bu Yanti bawa ayam goreng kampung 2 ekor!
Mama Arka bawa selimut mahal!
Mama Reza bawa pizza!
6 orang tua, 3 cowok, Naya dan keluarganya makan bareng di lantai ruko jam 3 pagi, basah-basahan, tapi ketawa bahagia!
Bu Yanti peluk Naya.
"Naya, Mama minta maaf ya... Mama kasih kamu 1 tahun... Mama tunggu..."
Mama Arka peluk Naya.
"Naya, donasi Mama lanjut, bahkan Mama tambah jadi 1 miliar... asal Arka bahagia..."
Mama Reza peluk Naya.
"Naya, Mama tunggu kamu di Melbourne kapan pun, gak harus sekarang..."
Naya akhirnya dapat 3 calon mertua yang setuju!
Tapi Naya tetap pada pendiriannya.
"Terima kasih, Tante semua... kasih aku 1 tahun ya... 1 tahun aku mau besarkan yayasan ini jadi 10 cabang!"
Raka, Arka, Reza teriak barengan.
"KAMI TUNGGU!"
Vania yang di pojok bisik ke Diandra.
"Kak, kalau 1 tahun lagi Naya gak pilih mereka bertiga, gue daftar jadi calon keempat ya?"
Diandra: "Minggir, gue dulu!"
Semua ngakak jam 3 pagi!
*Bersambung Bammm
semoga dpt jodoh yg bner bner baik ya, gk kayak Raka Dan Arka.
mending yg kaya sekalian kn 😁
Bimo juga bukan orang kaya selingkuh juga kan😄🤣.
jgn nyerah ya nay...
salam kenal