NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Karin terbangun dalam novel medioker sebagai istri idiot CEO dingin, Arlan. Mengetahui nasib tragis tokoh aslinya, Karin memutuskan berpura-pura tetap idiot agar tidak diceraikan dan dibuang.

Namun, tingkah konyolnya justru membuat Arlan yang biasanya kaku mulai merasa bingung sekaligus tertarik.

Di tengah intrik keluarga besar dan ancaman pelakor, Karin harus menyeimbangkan aktingnya yang absurd dengan rasa cinta yang mulai tumbuh nyata.

Apakah rahasia transmigrasinya akan terungkap, ataukah ia akan selamanya menjadi istri kesayangan sang CEO dalam topeng kebodohan yang lucu dan menggemaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Selama tiga hari berikutnya, Karin hidup dalam mimpi buruk yang berkedok kemewahan. Arlan, dengan dedikasi seorang dosen pembimbing skripsi yang sadis, benar-benar berniat mengajarkannya cara membaca laporan keuangan.

"Jadi, aset adalah sesuatu yang nilainya bertambah, dan liabilitas adalah sesuatu yang mengambil uangmu," jelas Arlan, menunjuk sebuah grafik di tabletnya.

Karin mengangguk-angguk paham, lalu menunjuk gambar mobil sport di layar. "Jadi mobil ini liabilitas ya, Kak? Soalnya dia makan bensin, makan pajak, dan kalau baret, hatinya Kak Arlan yang sakit. Berarti mobil ini ngambil uang dan kebahagiaan Kak Arlan!"

Arlan terdiam. Ia menatap mobil sportnya, lalu menatap istrinya. "Secara teknis... ya. Kau benar."

"Terus Kak Arlan kenapa beli liabilitas?" tanya Karin polos. "Mending beli aset. Aset itu apa? Kucing? Kucing kan bisa beranak, jadi nilainya nambah."

Arlan memijat pelipisnya, menghela napas panjang. "Karin, kucing bukan aset keuangan. Tapi... logikamu tentang liabilitas tidak salah."

Karin tersenyum bangga di dalam hati. Langkah kedua belas berhasil! Mengalihkan perhatian CEO dengan logika kucing!

Namun, kebahagiaannya tidak bertahan lama, karena hari yang paling ia takuti akhirnya tiba yaitu hari rapat direksi triwulanan.

***

Ruang rapat utama Dirgantara Group terletak di lantai lima puluh. Ruangan itu luas, dengan meja melingkar dari kayu mahoni yang bisa menampung dua puluh orang. Udara di dalamnya terasa dingin, bukan karena AC, tapi karena tatapan tajam para direktur yang tidak menyukai kehadiran seorang "istri idiot" di tengah rapat serius mereka.

Karin duduk di sebelah Arlan, mengenakan blazer pastel yang membuatnya terlihat seperti anak SMA yang tersesat ke ruang rapat. Di tangannya, ia tidak memegang pulpen mahal, melainkan sebuah kalkulator solar murah berwarna kuning yang ia beli dari minimarket.

Rapat dimulai dengan presentasi yang membosankan. Hingga akhirnya, giliran Direktur Operasional, Pak Wijaya, maju ke depan. Pak Wijaya adalah pria paruh baya dengan kumis tipis dan senyum yang licik. Dalam novel, dialah otak di balik penggelapan dana anak perusahaan yang baru akan terungkap di bab tiga puluh.

"Seperti yang Bapak dan Ibu lihat," ucap Pak Wijaya, menunjuk layar proyektor yang menampilkan grafik merah menyala. "Anak perusahaan kita di sektor logistik mengalami defisit sebesar dua puluh miliar. Ini adalah penyesuaian likuiditas strategis. Untuk menutupinya, kita perlu melakukan injeksi modal dari dividen pemegang saham minoritas."

Pak Wijaya melirik ke arah Karin, lalu menggeser sebuah dokumen tebal ke hadapannya. "Nyonya Karin, sebagai pemegang saham lima persen, persetujuan Ibu sangat kami butuhkan untuk mencairkan dividen Ibu guna menutup defisit ini. Ini demi kebaikan perusahaan."

Ruangan menjadi hening. Semua mata tertuju pada Karin. Arlan menatap Pak Wijaya dengan tatapan membunuh, tapi ia tidak bisa langsung menolak tanpa bukti audit yang jelas. Jika Karin menolak, ia akan dianggap tidak kooperatif dan menghambat perusahaan. Jika ia menandatangani, uang triliunan miliknya akan masuk ke kantong korup Pak Wijaya.

Karin menatap dokumen itu. Ini jebakan! Kalau aku tanda tangan, aku rugi. Kalau aku nggak tanda tangan dengan alasan pintar, mereka bakal bilang aku nggak paham bisnis dan Arlan bakal malu.

Oke, Karin. Saatnya mengeluarkan jurus andalan. Logika idiot tingkat dewa.

Karin tidak mengambil pulpen. Ia justru meletakkan kalkulator kuningnya di atas meja, lalu mulai menekan tombol-tombolnya dengan keras.

Cekrek! Cekrek! Cekrek!

Suara kalkulator itu terdengar sangat nyaring di ruangan yang hening. Beberapa direktur mengerutkan kening. Pak Wijaya terlihat kesal. "Nyonya Karin? Ada masalah dengan kalkulatornya?"

"Pak Wijaya," ucap Karin, mendongak dengan wajah sangat serius. "Aku tadi hitung pakai kalkulator ajaibku. Dua puluh miliar itu kalau dituker sama bakso, bisa dapat berapa ya? Terus, kalau uang perusahaan hilang, berarti uang itu kabur ya?"

Pak Wijaya menahan napas, berusaha sabar. "Eh... bukan kabur, Nyonya. Ini defisit operasional."

"Defisit itu bahasa alien ya, Pak?" potong Karin, matanya berbinar polos. "Tapi menurutku, ini kayak ember bocor. Kalau embernya bocor, kita harus tambal lubangnya, Pak. Bukan terus-terusan isi airnya! Nanti kebanjiran!"

Karin menunjuk layar proyektor, tepat ke kolom Biaya Operasional Lainnya yang nilainya membengkak tidak wajar. "Ini lubangnya gede banget! Pak Wijaya beli apa sih di sini? Beli kapal selam buat main di kolam renang? Soalnya kalau cuma buat operasional logistik, kok uangnya ngilang terus? Jangan-jangan uangnya disembunyiin di bawah meja, Pak? Nanti semutnya datang, lho!"

1
Susi Nugroho
Lanjut
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Susi Nugroho
Lanjut
ALEXIS A.😇
up kak
Susi Nugroho
Lanjut
Kucingku Hitam
seruu😍
lanjut kn thor💪
Susi Nugroho
,Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!