NovelToon NovelToon
Abi Baik, Abi Gak Jahat

Abi Baik, Abi Gak Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:637
Nilai: 5
Nama Author: Eritasyofia

Pertemanan medsos membuat wanita yang sudah berusia senja jatuh cinta pada seorang pria muda yang pantas menjadi anaknya.
Dia tidak bertepuk sebelah tangan keduanya saling jatuh cinta, saling sayang, saling memberi dan merima.
" umi gak mau melanjutkan hubungan ini, kalau umi tahu Abi punya istri."
" gak Abi sudah sepuluh tahun menduda.."
Ketika akhirnya dia tahu bahwa si pria punya istri, dia ingin mundur tapi ...
"'Umi, kita jalani aja hubungan ini, apa umi mau, Abi sayang umi.."
Dia menyerah, cinta terlarang itu berlanjut..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eritasyofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Winta Dirawat

Di tempat lain, Rangga yang sedang bermain bersama Viona dan anaknya tiba² perasaannya gak enak.

Dia memegang dadanya sebelah kiri seperti sesak.

" Kenapa pa ?"

" Gak tahu tiba² sesak gini."

" Papa istirahat dulu aja ke kamar, perlu mama antar ?"

" Gak usah."

Rangga berjalan pelan ke kamar dan rebahan.

" Akh ini bukan jantung, pasti ada sesuatu terjadi pada Winta."

Pelan pelan Rangga membuka tas kerjanya dan mengambil handphone spesial Winta.

Ternyata banyak sekali chat dari Winta,salah satu mengatakan kalau Dinda mendapatkan handphone nya dan membaca chat mereka berdua, Dinda marah

Rangga memandangi layar ponselnya dengan dada yang makin bergemuruh. Pesan-pesan terakhir dari Winta terasa seperti pukulan keras yang menghantam kesadarannya.

Rasa bersalah yang selama ini disembunyikannya mendadak membuncah, menyisakan kepanikan yang sulit ia kendalikan. Tanpa berpikir panjang, ia menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, jemarinya bergerak cepat mengetik balasan, berharap Winta bisa membaca pesan itu walau ia tahu situasi di rumah wanita itu pasti sedang kacau luar biasa.

​Sementara itu, di ruang Instalasi Gawat Darurat rumah sakit, suasana tegang menyelimuti Widi dan Dinda. Widi tak berhenti berjalan bolak-balik di depan tirai pembatas, sementara Dinda duduk membisu di kursi penunggu dengan telapak tangan yang saling bertaut erat.

 Bayangan tubuh mamanya yang ambruk seketika menyingkirkan seluruh amarah yang tadi membakar dadanya.

​Tak lama kemudian, dokter keluar menyibak tirai. Widi langsung menghampiri dengan wajah cemas. Dokter menjelaskan bahwa Winta mengalami krisis hipertensi akibat tekanan emosional yang sangat berat, disertai kelelahan fisik. Kondisinya kini sudah stabil setelah diberikan obat penurun tekanan darah dan penenang, tetapi ia harus menjalani rawat inap untuk pemantauan ketat.

​Dinda melangkah masuk ke dalam ruangan isolasi sementara. Melihat mamanya terbaring lemah dengan selang infus terpasang di punggung tangan dan wajah yang begitu pucat, pertahanan dirinya runtuh. Air mata Dinda menetes tanpa suara.

Di satu sisi, kekecewaan atas perbuatan sang mama masih membekas, tetapi rasa takut kehilangan sang ibu jauh lebih besar daripada rasa benci yang sempat ia rasakan.

​Widi menghampiri Dinda dan merangkul bahu adiknya dengan lembut. Ia menegaskan bahwa masalah ini harus diselesaikan secara baik-baik demi kesehatan mama mereka, tanpa harus menghancurkan ikatan keluarga. Dinda hanya bisa mengangguk pelan, menyadari bahwa emosinya yang meledak-ledak tadi turut memicu kondisi mamanya.

​Di rumahnya, Rangga tidak bisa tenang. Ia memutuskan untuk berpura-pura harus kembali ke kantor dengan alasan dokumen mendadak yang harus diselesaikan. Viona sempat menatapnya dengan curiga karena perubahan sikap suaminya yang mendadak gelisah, namun akhirnya membiarkannya pergi.

Dengan hati yang diburu kecemasan, Rangga mengendarai mobilnya membelah jalanan malam, berniat mencari tahu keberadaan Winta dan memastikan wanita yang dicintainya itu baik-baik saja, tanpa menyadari bahwa keputusannya malam itu justru akan membawanya ke pusaran masalah yang jauh lebih besar.

Rangga memacu mobilnya membelah jalan, sampai di rumah Winta pintu tertutup, dia mencoba menggetoknya tapi tak ada sahutan.

Akhirnya Rangga meminta sekretarisnya pura pura menelpon Dinda mau main kerumah.

Disitulah Rangga tahu kalau Winta sedang di rawat.

Bergegas Rangga melaju menuju Rumah Sakit.

Sampai disana di dapatinya Dinda ,suaminya dan Widi sedang duduk di ruang tunggu.

" Dinda, ada apa dengan mamamu ."

Sebagai seorang bawahan di Perusahaan Rangga Dinda dapat menahan emosinya.

" Tensi mama tinggi, pak Rangga tahu dari mana mama sakit ?"

" Maaf Dinda , saya selalu tahu keadaan mama kamu, karena saya dan dia saling cinta."

Dinda, suaminya dan Widi hanya dapat tertunduk.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!