Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.
Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.
Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.
Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketindihan
Anne menggeliat semakin liar, dia membalas ciuman yang di berikan Viktor.
Betapa kini pria itu semakin gila, dia tidak dapat menahan lebih lama hasratnya.
Dia langsung melepas kemeja Anne yang sudah terbuka seluru kancingnya, juga kait
dalamannya.
Kemudian menekan tuas jok di sebelahnya
menjadi berbaring dan menyandarkan Anne di sana.
Viktor pun lalu melakukan hal yang sama pada kemejanya membuka seluruh kancingnya, juga semua yang melekat di
tubuhnya dan gadis itu.
la mengurung Anne dan mendaratkan ciuman-ciuman di sekujur tubuh Anne, bahkan tak melewatkannya seinchi pun.
Gadis itu menggeliat, tubuhnya tampak berkilau sangat menggoda, lenguhan dan
erangan terdengar dari Anne.
"Kau sangat cantik Anne, aku menyukainya," racau Viktor tak sadar bibirnya berucap.
Viktor menengadah menikmati detik berlalu saat ia berusaha melakukan penyatuan itu.
Anne terdengar mengerang saat tubuhnya
terasa di penuhi.
Kemudian sebait senyum pun merekah.
Tangannya terkalung di leher pria itu.
Dan membuat Viktor kembali melakukan hisapan pada tubuh itu, sambil terus memacu.
Kulit mereka saling bersentuhan berkilau di sirami cahaya rembulan.
***
Tidak terasa berapa lama mereka melakukannya, kapan mereka selesai, sebab yang ada hanyalah kenikmatan yang harus di tuntaskan.
Semalam suntuk mereka menghabiskan waktu di dalam mobil itu, hingga kini hari
sudah pagi, matahari bersorot menyilaukan Anne.
la mengerjap, dan perlahan-lahan bangun
dari tidurnya, saat itu matanya langsung
tertuju ke depan seseorang yang tak asing
tampak duduk di atas kap mobil sambil meniupkan asap rokok.
Kemeja pria itu tak sepenuhnya terkancing, hingga dapat membuat Anne melihat tato di pundaknya.
Barulah saat itu Anne menyadari jika pria itu adalah gigolonya.
Saat menyadari keanehan dalam dirinya, Anne menengok ke bawah tubuhnya, dia
terbalut mantel panjang berwarna hitam, ada rasa nyeri di bagian bawah tubuhnya.
Kemudian memberanikan diri menyibak mantel itu dan tercengang, ia tak mengenakan apapun.
la mematung dalam beberapa saat mengumpulkan kesadarannya, barulah
setelah itu kesadarannya pulih, ia ingat ia
pergi ke cafe, dan minum alkohol yang di beri Feline kemudian ia ke toilet dan setelah itu ia mabuk ia tak ingat apapun, tapi pagi ini ia bangun dalam kondisi seperti ini bersama gigolonya.
Artinya semalam dia telah menghabiskan
malam bersamanya, seketika itu dada Anne berdebar kencang, dan ia pun berteriak dengan kencang juga.
"'Aaa ..." hatinya menjerit penuh tangis saat ini.
Suara teriakan itu memecahkan ketenangan Viktor di pagi itu.
Viktor yang menyadari pun langsung menekan puntung rokoknya dan berjalan ke belakang mendekati Anne.
Gadis itu melihat pria gigolo itu mendekat dengan topeng yang biasa ia kenakan di wajahnya.
"'Apa yang sudah kamu lakukan padaku semalam? Katakan?" cecar Anne.
Viktor berdiri dengan tenang, dia malah mengembalikan pertanyaan Anne, "apa yang aku lakukan padamu? Semalam kau yang menggodaku, kamu duluan yang mencium ku,"
"Aku melakukan hal yang kamu minta, seharusnya kamu bersyukur, karena orang-
orang rela membayarku, tapi kamu mendapatkannya dengan gratis," goda Viktor dengan senyum smirknya.
Anne terbelalak bagaimana bisa pria ini malah berkata seperti ini, "pembohong
handal! Dasar pria hidung belang!" Anne
berkata dengan kesal, dia mengangkat tangannya ingin memukul pria itu, tapi tangannya buru-buru di cekal oleh Viktor.
"Setelah menyentuhku semalam, kamu malah ingin bermain tangan? Benar-benar
tidak berotak!" geram Viktor.
"Jangan mencoba memfitnah ku aku tidak
mungkin melakukan itu .." Anne berbicara
dengan suara meraung.
Amarah serta rasa kesalnya bercampur, sampai-sampai mantel yang menutup tubuhnya kini terperosot, kembali menampilkan dua puncak ranumnya yang indah dan sintal.
Viktor memandangnya kesana dengan penuh damba, namun ia segera memalingkan wajahnya tak ingin kembali terasuki nafsu.
Dia mengambil ponselnya dan menunjukan rekaman vidio yang terpasang di depan dashboard setiap saat.
"Lihat sendiri siapa yang memulai?" Viktor menunjukan ke arah Anne.
Dan Anne langsung terbelalak, begitu mengenali dirinya di dalam vidio itu meski di ambil dari posisi belakang tubuhnya, dia
tampak duduk di atas pangkuan Viktor, memeluknya dan menciumnya dengan penuh nafsu.
Wajah Viktor tak tampak karena tertutup oleh Anne namun ia benar-benar malu melihatnya, karena ia terlihat dominan di sana.
Anne mengembalikan ponsel pria itu menatap penuh sesal.
"Tidak ingat?" ucap Viktor.
Anne menggeleng dengan masam.
"Semalam kamu mabuk karena di kerjai
teman kerjamu," terang Viktor.
"Aku hanya minum satu sloki bagaimana
bisa sampai seperti itu? Kamu pasti memanfaatkanku kan?" Viktor menatap Anne dengan tajam, "minumanmu telah di beri obat? Kamu masih bisa bilang aku yang memanfaatkanmu? Ingin mu putar lagi vidionya?'
Anne tercengang ada yang sengaja memasukan obat ke dalam minumannya.
"Lalu siapa yang melakukan itu?"
"Yang melakukan itu temanmu yang bernama Feline dan Selina," terang Viktor mengingatkan Anne dengan kesal, padahal
seharusnya ia bisa berfikir sendiri jika orang itu lah yang pasti melakukannya.
'dasar bodoh! cantik-cantik tapi otak udang, maki Viktor dalam hati.
Saat itu Anne langsung teringat, ya ia semalam melihat Selina dan ia menjamunya sebagai bentuk permintaan maafnya, tapi tak ia sangka jika ia akan kembali menjebaknya seperti empat tahun lalu, dan kenapa juga ia harus kembali melakukannya dengan pria yang sama di empat tahun ke depan? Ini seperti bukan kebetulan.
"Mereka berdua memberimu obat dalam minuman itu lalu mendatangkan tiga pria
hidung belang untuk memperkosamu, beruntungnya aku datang tepat waktu," ucap pria itu.
Anne tercengang, tiga pria? Jika saja gigolonya ini tak menolongnya mungkin
nasibnya sudah tamat di tangan tiga pria itu.
"Lalu bagaimana kamu bisa menemukan ku di sana?" Anne penasaran.
"Karena ..." Viktor bingung, "karena aku
sedang berkunjung di sana lalu tak sengaja melihatmu," jawabnya asal.
"Kamu sangat liar sekali malam tadi melebihi empat tahun yang lalu," imbuh Viktor mengalihkan fokus Anne.
Anne gelisah, ia kemudian menggeleng,
"aku tidak tahu, aku lupa, dan tidak ingat apapun!" berondongnya.
"Jika kamu ingin mengulangnya dengan senang hati aku akan memperagakannya lagi," balas Viktor menggoda dengan senyum iblisnya.
Anne memelototkan matanya, "tidak, tidak jangan aneh-aneh,"
Setelah itu, ia teringat dengan sebuah
pertanyaan, dan ia langsung mendorong
tubuh pria itu.
"Bajingan! Jangan bilang jika semalam kamu tidak menggunakan pengaman lagi?"
seketika saja bayangan tiga anaknya melintas, ia tak ingin mengandung lagi.
Viktor langsung terkejut, ia tak kepikiran sama sekali.
"Jadi benar? Sangat menjijikan," Anne menggelengkan kepalanya, saat ingat bahwa pria ini sehari-harinya bekerja untuk melayani wanita.
Viktor merasa sangat marah dengan kata-kata Anne, tapi ia juga hampir lupa
bahwa perannya saat ini adalah seorang gigolo bukan Viktor.
Mendengar itu ia serasa ingin mencekiknya, sebab setelah ia menyentuhnya empat tahun yang lalu ia tak pernah dekat dengan wanita manapun lagi.
Tapi Anne berkata seakan-akan ia adalah makhluk terhina di bumi.
Saat merutuki, sebuah bisikan muncul di
telinga kirinya, 'siapa suruh menggunakan
peran lain saat bermain dengannya?' Viktor menggeleng, ia belum ingin mengakhiri drama ini.
"Kan sudah di sentuh yasudah!"
Viktor menutup pintu mobil di sebelah Anne kemudian berputar masuk ke bangku kemudi.
Anne memelotot saat pria itu bicara dengan gampang, ia lantas menoyor kepala Viktor dengan geram, bahkan ingin memukulinya namun segera ia tahan.
Viktor menatap Anne dengan kesal.
"Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu? Mamu yang menang banyak tapi aku? Aku
yang dapat getahnya," Anne sangat emosi.
"Kalau kamu bawel terus aku akan melemparmu dari sini!" balas Viktor kehabisan kesabarannya.
Viktor tidak tahan, dia menggertakkan rahangnya, seandainya saja orang lain yang sudah memarahinya seperti ini bahkan menoyor kepalanya seperti tadi ia yakin ia sudah mencekiknya.
'wanita idiot ini memang tidak tahu untung!" 'batin Viktor kesal.
Anne tercengang, ia merasakan sesak yang dalam.
Viktor menoleh dan melihat ekspresi di wajah Anne berubah, dia tampak panik
mendengar ancamannya tadi sehingga ia
langsung diam dalam seketika.
Wajah teduh dengan rona merah yang perlahan meneteskan air mata itu berhasil
membuat perasaan iba Viktor muncul.
"Kenapa kamu menangis? Seolah-olah aku sudah memperkosamu!"
Anne bernafas sesenggukan kemudian, menatapnya dengan kilapan marah, "jika
kamu tahu aku mabuk karena di beri obat,
seharusnya kamu tidak meladeniku? Tapi
kenapa kamu malah melakukannya! Harusnya kamu membawaku ke rumah sakit, kamu pasti sengaja ingin memanfaatkan ku dalam kesempatan sempit ini kan!"
"Apa perlu ke rumah sakit karena masalah
seperti ini? Dan kamu ingin kejadian ini di
ketahui banyak orang?".
Anne langsung membisu, bibirnya terkatup.
"Jika sudah tidur ya sudah! Seperti tidak
pernah saja, sampai harus menangis!" balas Viktor dengan entengnya karena kesal.
Anne memicingkan matanya, "sepertinya benar ucapanmu, "anggap saja aku ditindih setan!"