NovelToon NovelToon
Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?

Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.

Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!

Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 4

Nyeri menusuk yang kerap menyergap pelipisnya di setiap fajar bukanlah sekadar kelelahan mengurus pilar pemerintahan, melainkan reaksi racun terselubung yang mengikis kesehatannya secara perlahan.

Bagaimana mungkin seorang permaisuri yang terisolasi di tempat kumuh ini mampu membaca gejala fisiknya secara tepat tanpa menyentuhkan jemari ke pergelangan tangannya sedikit pun?

"Bagaimana kau..." Suara Kaisar Tian tertahan di tenggorokan, terselimut oleh kejutan mendalam yang tak sanggup ia sembunyikan dari sepasang mata elangnya.

"Saya adalah Permaisuri Anda, Yang Mulia," potong Anran tenang, jemari tangannya yang pucat bertaut rapi di atas pangkuan gaun sutranya. "Dan sebagai seorang ahli dalam bidang pengobatan, Saya tidak perlu menyentuh kulit Anda untuk memahami penyakit apa yang sedang menggerogoti kesehatan Anda dari dalam."

Anran menyorotkan pandangannya yang jernih, mengimbangi tatapan tajam Kaisar Tian tanpa sedikit pun rasa gentar. "Uap racun racikan ini tidak dirancang untuk membunuh Anda seketika. Racun ini dibuat untuk membuat pikiran Anda kabur, emosi Anda mudah tersulut, dan daya tahan tubuh Anda merosot tajam dalam hitungan bulan. Pada saat yang sama, Saya dijadikan kambing hitam agar fokus Anda teralih sepenuhnya pada kekacauan di istana belakang."

Suasana di dalam kamar Istana Dingin terasa kian menghimpit. Hawa dingin malam berembus menembus celah papan jendela yang lapuk, menggoyangkan lidah api lilin di sudut ruangan hingga memancarkan bayangan meliuk-liuk di atas dinding batu yang lembap.

Lian yang masih berlutut di atas ubin batu yang keras menahan napasnya rapat-rapat. Pelayan setia itu hampir tak percaya melihat bagaimana junjungannya yang dulu sangat penakut kini sanggup memojokkan penguasa tertinggi Kerajaan Great Yan hanya dengan bermodalkan logika dan kata-kata yang tajam.

Kaisar Tian mengepalkan jemarinya di dalam lipatan jubah naga hitamnya. Hawa kepemimpinan yang dingin dan pekat memancar kuat dari tubuh tegapnya. Ia melangkah satu tapak lebih dekat ke tepi ranjang, menundukkan pandangannya tepat ke arah bibir Anran yang masih menyisakan jejak bercak darah kering.

"Jika apa yang kau katakan malam ini terbukti benar," ujar Kaisar Tian dengan suara bergaung rendah, "siapa pun yang merancang intrik jahat ini di balik punggungku akan membayarnya dengan nyawa mereka. Namun, jika ini semua hanyalah kebohongan cerdas yang kau karang untuk menyelamatkan lehermu..."

"Maka Yang Mulia bisa memenggal kepala Saya detik ini juga," potong Anran tanpa ragu, diiringi seulas senyum tipis yang sarat akan rasa percaya diri. "Saya tidak akan lari. Namun sebelum pedang Anda menyentuh leher Saya, biarkan fakta berbicara."

Tepat saat kalimat itu terucap, derap langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar bergema dari arah lorong luar.

Kasim Zhao kembali muncul di ambang pintu yang terbuka. Wajah kasim tua itu tampak pucat pasi, peluh dingin membasahi pelipisnya meski hawa malam di luar terasa membekukan. Di belakangnya, berdiri seorang pria paruh baya berbusana tabib kerajaan yang membawa kotak kayu obat dengan tangan bergetar—Tabib Zhou.

"Yang... Yang Mulia!" Kasim Zhao bersimpuh dengan tubuh gemetaran di ubin batu. "Tabib Zhou telah memeriksa sisa cairan obat di dalam mangkuk tersebut menggunakan jarum perak dan ekstrak daun cendana, sesuai perintah Yang Mulia."

Kaisar Tian tidak memindahkan pandangannya dari Anran, namun suaranya terdengar kaku bagaikan bilah es. "Bagaimana hasilnya, Tabib

1
Murni Dewita
👣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
nah kan, sekalian aja itu si kaisar meninggoy mendadak
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar pikun yg kebanyakan selir sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!