NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Sekolah

Sistem Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

"Woy sampah rendahan."

"Sampah? Sampah? Sampah seperti ku masih bisa di daur ulang, tapi sampah seperti mu pantasnya dihancurkan."

Juna Adiwiyata hanya siswa beasiswa yang datang dengan tangan kosong ke Akademi Arcapolis—sekolah elite tempat nama keluarga menentukan siapa yang berhak menunduk dan siapa yang berhak menginjak.

Di sana, tidak ada yang peduli seberapa keras kau belajar. Yang ada hanya empat faksi, empat Raja, dan satu aturan tak tertulis: yang lemah akan diinjak sampai lupa cara berdiri.

Juna pernah jadi bagian dari yang lemah itu. Dihina, dipukuli, diseret ke gudang gelap sampai tubuhnya nyaris tak bernyawa—sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dari titik matinya sendiri dan mengubah segalanya.

Bukan sistem yang memberi kekuatan cuma-cuma. Sistem yang mengukur kekuasaan.

"Aku bangkit bersama orang-orang terbuang, dan akan menghancurkan mereka yang membuang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Angin malam berembus dingin membawa bau karat dan garam laut saat Juna melangkah masuk ke area gudang besi tua dekat pelabuhan sekolah. Bangunan itu sudah lama tidak terpakai, dindingnya penuh karat kemerahan, beberapa bagian atapnya berlubang membiarkan cahaya bulan menembus masuk membentuk garis-garis pucat di lantai semen yang retak.

Langkah kakinya berdenting pelan di atas lantai logam, menggema ke seluruh ruangan kosong yang hanya diterangi oleh sorot lampu pelabuhan dari kejauhan.

"Akhirnya kau sampai juga, Blacky." Suara itu menggema dari kegelapan di sudut gudang, disusul sosok Kaisar Dirgantara yang melangkah keluar dengan bandana merah yang sama, kali ini membawa sebatang tongkat kayu panjang di tangannya.

"Udah nunggu lama?" Juna membalas, suaranya tenang meski matanya waspada mengamati setiap gerakan lawannya.

"Nggak terlalu," Kaisar Dirgantara menyeringai, matanya berkilat di bawah cahaya temaram. "Tapi cukup lama buat mikirin cara yang pas buat bikin lu nyesel."

"Nyesel kenapa?" Juna melipat tangan di dada, nadanya sengaja dibuat meremehkan.

"Kali ini," Kaisar Dirgantara melangkah maju beberapa langkah, suaranya berubah lebih dingin, lebih berat dari biasanya, "karena lu udah berani bikin kekacauan di faksi gue. Bikin gue keliatan kayak pemimpin yang payah di depan anak buah gue sendiri. Gue bakal bikin lu ngerasain luka yang paling sakit yang pernah lu rasain seumur hidup."

Juna tidak menjawab, matanya mengamati tongkat kayu di tangan Kaisar Dirgantara yang kini diangkat tinggi. Dari balik jaketnya, Kaisar Dirgantara mengeluarkan sebotol kecil cairan kental berwarna cokelat gelap, lalu menuangkannya perlahan ke sepanjang tongkat kayu itu, melumurinya hingga merata.

'Minyak,' batin Juna, rahangnya mengeras menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya. 'Sialan, dia emang nggak main-main kali ini.'

"Lu kira gue nungguin lu di sini cuma buat ngobrol?" Kaisar Dirgantara menyeringai sambil terus melumuri tongkatnya, matanya tidak lepas dari Juna seolah menikmati ketegangan yang mulai terasa di udara. "Gue udah mikirin ini dari kemarin malem. Karena lu udah bikin anak buah gue terluka secara tidak langsung, dan mereka malah nyalahin gue, lu gue kasih pelajaran."

"Jadi anak buah lu sendiri yang mulai ragu," Juna membalas, sengaja memancing, "dan solusinya malah bakar-bakaran? Keren banget caranya mimpin."

Rahang Kaisar Dirgantara mengeras mendengar sindiran itu, namun ia tidak membalas dengan kata-kata, hanya mengeluarkan korek api dari saku celananya, menyalakannya dengan satu gerakan cepat, lalu menyentuhkan apinya ke ujung tongkat yang sudah berlumur minyak.

WUUSSH!!

Api langsung menyala besar, menjilat ke atas dengan cepat, menerangi seluruh ruangan gudang dengan cahaya jingga yang bergerak liar mengikuti embusan angin laut yang masuk lewat celah dinding.

"Sekarang kita bisa main lebih seru," Kaisar Dirgantara menyeringai lebar, obor dadakan itu berkobar di tangannya, bayangan apinya menari-nari di wajahnya yang penuh dendam.

Juna mundur selangkah, panas dari api itu sudah bisa ia rasakan meski jaraknya yang masih cukup jauh.

'Ini beda level,' batinnya, mengatur napas cepat. 'Kalau galah besi kemarin bisa dihindarin, obor ini bisa bikin aku cacat seumur hidup kalau kena.'

Tanpa aba-aba, Kaisar Dirgantara melesat maju, mengayunkan obor menyala itu dalam gerakan horizontal yang cepat, mengincar wajah Juna.

WUSSHH!!

Juna melompat mundur, merasakan panas yang menyengat melewati wajahnya hanya dalam jarak beberapa senti. Bau rambutnya yang nyaris terbakar menguar tajam di udara.

'Gila,' batin Juna, jantungnya berdebar kencang. 'Selisih dikit lagi, mukaku bisa gosong.'

Kaisar Dirgantara tidak memberi jeda, kembali mengayunkan obor itu dari arah berlawanan, kali ini mengincar kaki Juna untuk membuatnya kehilangan keseimbangan.

Juna melompat ke samping, namun gerak geriknya kini jauh lebih terbatas dari sebelumnya, bergerak di ruangan sempit yang dipenuhi tumpukan drum besi dan peti kayu tua, ditambah kesadaran bahwa satu kesalahan kecil bisa berarti luka bakar permanen.

"Kenapa, Blacky?" Kaisar Dirgantara mengejek, mengayunkan obor itu lagi dengan gerakan memutar yang membuat percikan api berhamburan ke segala arah. "Mulut lu biasanya ngomong terus. Sekarang kok diem aja?"

"Lagi mikir," Juna menjawab singkat, matanya tidak lepas dari ujung obor yang terus bergerak, "gimana caranya bikin lu nyesel udah mancing-mancing gue pake api segala."

"Sok banget lu, ngentot." Kaisar Dirgantara tertawa keras, "udah kepojok gini masih aja belagu."

Juna tidak menjawab lagi, seluruh konsentrasinya tertuju pada obor yang terus bergerak liar di hadapannya, cahaya apinya memantul di matanya yang menyipit tajam, menghitung setiap kemungkinan gerakan yang bisa ia ambil di tengah ruangan yang dipenuhi bahaya kebakaran itu.

1
NayiRiyyy
"Alur yang mungkin Anda kenal"🤭
Notdrick: iya kak🤣
total 1 replies
Riyyyyyyy
ada lolinya gak thor?
Riyyyyyyy: asiiik😍 ingat pepatah, banyak loli banyak rezeki🤭
total 2 replies
Notdrick
Bukan novel BL yahh /Hey/
Feri
novel baru lagi,bisa tamat gak ini/Sly/
Feri: ku tunggu ya/Sly//Sly/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!