NovelToon NovelToon
Manisnya Madu

Manisnya Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Poligami / Fantasi / Patahhati / Tamat
Popularitas:776.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sadar T'mora

"Tidak akan, aku menyukai kamu sejak pandangan pertama." yakin Johan.

'Karena aku mirip ibu? Tuan, apakah kamu tidak tau bahwa aku ini adalah putrimu.'

Akhirnya aku bertemu orang yang sering disebut-sebut namanya di setiap pertengkaran ayah dan ibu, hah!

Karunia , 19 tahun.

*

Dewi pelangi, 28 tahun.


Selesai makan mereka duduk santai di ruang tengah menonton televisi. Dewi bersandar di dada Johan, dagu Johan di pucuk kepala istrinya.
"Mas, bagaimana kalau kita cari seorang perempuan yang mau dihamili." suara Dewi tiba-tiba mendongak pada Johan.

"Maksudnya apa sayang?" tanya Johan merasa aneh dengan perkataan istrinya, Dewi.


*


Kedua perempuan diatas adalah isteri Johan Alamsyah 37 tahun, Pria matang itu berniat poligami agar terhindar dari masksiat.

Apakah niatnya akan tercapai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sadar T'mora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Sudah pukul 01.00wib dini hari, penghuni rumah Johan belum ada yang tidur. Apalagi Johan dan Devan lagi semangat bantu ngabisin mie instan masakan Niah.

"Arkkhh, enaknya." Johan menyedot kuah mienya, hatinya benar benar bahagia seolah kembali remaja.

"Niah kamu masak nya enak, terima kasih ya." ucap Devan juga ikutan mengangkat mangkoknya ke mulut ingin menyedot kuah juga.

"Biasa aja kali, cuma mie instan ini." jawab Niah, memajukan mulutnya.

"Gak pernah makan, apa?" tanya Niah.

"Kamu jangan sering makan makanan instan Niah, tidak baik untuk kesehatan." Johan suara lembut pada Karunia.

Karunia mencibir, "itu kenapa ikut makan." ketus nya.

"Makanya jangan lagi, ngerti!" sergah Johan akhirnya dikasi tau ngelawan.

Hm, "Tadi katanya enak sekarang gak boleh lagi." gumam Niah pelan tapi masih bisa didengar Johan dan Devan.

Karunia menatap sinis Johan yang tersenyum devil memandang nya. Pandangan yang menurut Niah, lebih kepada mesum daripada sayang seorang ayah pada anaknya.

Sebodo! Suka suka aku lah, yang penting besok get out dari sini.

Batin Karunia buang muka, terpandang Bibinya yang tersenyum tawar. Karunia menarik ujung bibirnya kilas sambil berdiri membawa bekas mangkok kotor ke wastafel.

Melihat Johan makan duduk di bawah beralas karpet, sesuatu yang belum pernah dilakukan Tuannya itu sepenglihatan si mbok selama bekerja dengan keluarga Johan.

Benarkah Niah anak Tuan Johan?

Apa karena dulu si Kurni (panggilan ibu Niah dulu) hamil makanya diusir?

Sudah ketahuan gini, akankah Nyonya besar menerima Niah sebagai cucunya?

Kalau dilihat lihat apanya dari Niah yang mirip Tuan, mata coklatnya. Wajahnya benar benar si Kurni, sepertinya mirip juga sama si Sukri (nama ayah Niah).

Lalu kenapa hasil test jadi anak Tuan Johan?

Berbagai pertanyaan timbul di pikiran mbok Senah. Kejadian ini juga sangat mengejutkan baginya.

Hah! Si mbok menghela nafas ikutan sesak. Apalagi tadi saat ia bantuin packing baju Dewi, gak tega melihat air matanya.

"Kamu istirahatlah, besok jadwalkan pagi ke pulau reklamasi lebih dulu, Devan." Johan memerintah Devan.

"Baiklah, pergilah sana!" jawab Devan gerah, cis dengus Johan merasa diusir.

"Kalian dua, jangan banyak ngobrol. Niah, cepat tidur!" Johan suara keras agar kedengaran Niah yang lagi nyuci piring di wastafel, hatinya gak tenang meninggalkan Niah bersama Devan.

"Bibi, awasi Niah. Jangan kemana mana, besok pagi. Ngerti Bi."

"Iya, Tuan." jawab mbok Senah lemah, sebenarnya ia sudah ngantuk. Namun masih nalar, saat mendengar Johan manggil nya bibi.

Johan bangun dari duduknya, badannya berat gak biasa duduk bersila di bawah, kaki rasanya keram.

"Sudah tua, maklum." sindir Devan melihat Johan memukul mukul kakinya yang kebas.

"Dasar kau, coba aku mau lihat kamu berdiri." ujar Johan nada kesal.

"Sudahlah sana, aku mau duduk sebentar. Bibi sudah ngantuk itu, kalau kamu gak pergi pergi kapan dia mau tidur." sergah Devan meluruskan kakinya.

"Pergilah tidur, Bi."

Ujar Johan pada mbok Senah, sambil tersenyum sinis pada Devan yang juga jelas jelas menahan kebas.

"Devan, mulai minggu ini atur jadwal kita nge-gym." titah nya.

"Baik, Bos!" jawab Devan sedikit ketus, kesal dari tadi si Johan gak pergi pergi.

~

Dewi di bathtub sedang berpikir, mau lanjut atau tidak program hamil.

Cklekk.

Kedengaran pintu kamar dibuka lalu handle pintu kamar mandinya ada yang memutar mutar, gak lama terdengar lagi pintu kamar ditutup.

Hm, mas Johan. Biasanya gedor gedor khawatir, sekarang...hah!

Desah Dewi menyudahi berendam nya.

~

Johan keluar dari kamar membawa baju tidur.

Gimana mau tidur kalau gak mandi, aku mandi di kamar Niah saja.

Siapa suruh lama lama di kamar mandi, jadi jangan salahkan aku mandi di kamar Niah, heh!

Seringai Johan turun ke lantai bawah, berpapasan dengan Devan di tangga yang hendak naik ke kamarnya di lantai dua.

"Dewi mengunci diri di kamar mandi, jadi aku mau mandi di kamar bawah." Johan alasan padahal Devan gak nanya.

Ck ck ck ck, Devan hanya berdecak.

Di atas kamar mandi banyak, mesti kali ke bawah.

~

Selesai nyuci piring, Niah di kamarnya baring terlentang di kasur, mengusap perutnya yang kekenyangan.

Besok pagi kabur ah, bahaya kalau lama lama di sini.

Cklekk. Pintu kamar nya di buka.

"Eh, copot!" Niah terlonjak kaget Johan masuk kamarnya, menutup pintunya.

"Tuan ngapain masuk kamar saya?!" sergah Karunia gelisah.

Aih, cari mampus namanya ini.

"Mau numpang mandi. Berikan handuk kamu, aku cuma bawa baju ganti." jawab Johan santai tanpa beban.

"Tuan, di rumah ini banyak kamar mandi, ngapain mesti di sini!" bentak Karunia.

"Shutt, jangan berisik. Kamu mau Dewi dengar."

"Makanya Tuan keluar, apa di kamar Tuan gak ada kamar mandinya?"

"Dewi di dalam, tau ngapain. Di kamar lain gak ada sabun, ayo cepat sini handuk kalau kamu mau aku cepat keluar." Johan alasan.

Hais, "Walaupun kita ayah dan anak, gak pantes kalau begini."

Karunia mengomel sambil mengambil handuk lalu memberikan nya pada Johan.

"Gak pake lama!" sergah nya.

"Makasih sayang." ucap Johan, tangannya cepat menekan tengkuk Niah seketika bibirnya menyambar, uumph!

"Arghh." pekik Niah, mendorong Johan.

Johan terkekeh segera masuk ke kamar mandi. Terpaksa Niah keluar dari kamarnya sambil mengumpat kesal.

Sialan!

Papi?

Hah!

Alesan!

Gerutu Niah, menutup pintu kamarnya berjalan menuju dapur.

"Kenapa Niah?"

"Eh, ada setan!" Niah terlonjak kaget memegang dadanya.

Ternyata Dewi di tangga pakai jubah mandi dan tutup kepala serba putih, wajahnya pucat.

***♥️ Jumpa lagi.

Trima kasih yang sudah like, vote dan juga hadiah ya guys, 👍

1
Yati Syahira
laki doyan slengki lain jgn dipercaya akan ulangi dgn yg lain
Yati Syahira
dewj muna juga
Yati Syahira
smpi bucin begitu sama nia jon
Yati Syahira
sdh iklasin wi jihan buat niaj pergi dan cerai
Yati Syahira
laki laknat bikin dewi hamil yrus pergi dan cerai
Yati Syahira
kapan dewi cerai ,nikah sama demian punya anak
Yati Syahira
klu johan bener anak biologis johan terkutuk
Yati Syahira
johan srakah doyan juga semoga nia tdk bisa diketemukan ,dewi cerai berjodoh dgn yg lain
Yati Syahira
kho shopie tdk bunting juga apa johan mandul
Emy Sudarwati
hi
rita ratnawati
ni ceritanya Sofi ko hilang ya
kemana sofinya Thor
Jupilin Kaitang
disini semua menyala kan niah namun ini semua tidak akan terjadi kalau bukan dewi punyi cedangan.
Jupilin Kaitang
sudah dibagi yang segar si jon apa lagi naik buluh lah,lebih baik bagi tau nona besar selasai semuanya
Jupilin Kaitang
semua bermula dari penikahan kernah anak,dewi sendiri yang mengatur maka itu iklas kan saja dewi yang silap itu si nia yang sama dengan cinta lama si jon maka itu dia tegila2
Jupilin Kaitang
dasar lelaki miang tidak cukup 2 mau lagi apa lelaki memang gitu yah.nafsu diturut2
Jupilin Kaitang
sendiri juga sakit dewi atas apa yang kamu lakukan ,kenapa juga kamu sangup buat suami nika
Jupilin Kaitang
bukan tujuan si nia minta nika hanya ingin kepastian siapa ayahnya kenapa juga salakan nia itu juga kehandak si dewi,lelaki mnah juga yang tidak gila bila dibagi nika sama dengan wanita masalalunya si jon
Jupilin Kaitang
rancangan mu sendiri dewi nyuru suami nika ,kan sendiri makan hati lelaki mnah yang tahan kalau sudah didapan ini sah isteri lagi.sebelum buat ko tidak ingat sakitnya kan
Jupilin Kaitang
kehandak kamu sendiri dewi ,kamu rancang semuanya gara2 anak kenapa sekarang merasa sakit ,apa lagi kalau kau tau suamimu itu sudah lama selinku sama sopia
Jupilin Kaitang
buat ranjangan gila2 sendiri sakit hati bukan kah bodoh namanya,ne lagi suami si dewi gatal sangat gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!