NovelToon NovelToon
Mafia Bucin

Mafia Bucin

Status: tamat
Genre:Mafia / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Cinta Terlarang / Roman-Angst Mafia / Obsesi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aam aminah

Yt : Aam Aminah

IG : Aamaminah45

Aurin dan Nanda menjalin hubungan asmara sejak SMA sementara keluarga nanda tidak setuju karna aurin anak dari seorang pelacur karna dijual ayahnya.
ibunya bekerja di Bar sementara ayah nya pemabuk dan selalu menyakiti Aurin serta ibunya kehidupan yang menderita sering Aurin rasakan ditambah kisah cinta Asmaranya.
Suatu ketika ayahnya Aurin menjualnya saat itu Raka ketua Mafia sedang ada disitu saat itu Aurin meminta tolong ke Raka orang asing tapi karna keadaan mendesak aurin dengan sangat ceroboh nya meminta bantuan dengan orang asing tidak lain Raka.
Raka pun membantu aurin dengan syarat tanpa berfikir lagi aurin menyetujui persayaratanya.
Padahal Raka dan Nanda musuh sementara Nanda tidak tau Aurin dijual.
akan kah aurin bertahan dengan siksaannya atau malah bertahan dengan keganasan Raka yang setiap saat menyiksanya tanpa henti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aam aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Perhatian

Detik itu, menit itu, jam itu serta hari itu perubahan Raka makin bertambah dia bahkan hanya menyuruh Aurin tidur istirahat Serta makan yang cukup lebih rewel Dari ibunya.

"Kau harus makan buah." ucap Raka yang melihat Aurin duduk di taman belakang menghirup udara pagi di temenin sama Rara.

Bahkan Raka menyuruh Rara 24 jam di samping Aurin takut terjadi sesuatu dengan janin nya, Aurin melihat Raka dia selalu tepat dalam memberinya makan serta vitamin seperti Saat ini.

"Baik Oppa." ucap Aurin ingin mengambil buah di tangan Raka tapi di larang Raka.

"Biar aku yang ngupas." ucap Raka dia melangkah duduk di samping Aurin.

Rara yang melihat perubahan Raka tersenyum dia sekarang lebih menjadi manusia yang normal secara keseluruhan.

Raka begitu santai mengupas buah Apel saat itu Max masih setia berdiri di belakang Raka tetapi mata nya melirik yang lain dia memperhatikan Rara yang menatap Aurin.

Ternyata kamu cantik luar dalam. Max.

Tiba tiba mata Rara melihat Max yang sama melihat nya mereka bertatapan cukup lama tiba tiba Rara sangat takut dengan Tatapan Max dia pun menunduk tak berani menatap Max.

Kenapa dia menunduk perasaan Mata ku udah mengeluarkan balon lope lope dasar cewek tidak peka. Max.

Rara tangan nya gemetar Aurin yang melihat Rara keringat dingin menyuruhnya duduk mata Raka memperhatikan Rara dia seperti ke takutan.

"Rara, kamu sakit." ucap Aurin melihat sikap Rara berubah.

"Tidak Nona." ucap Rara suara nya seperti tertekan.

Raka melirik Max yang memperhatikan Rara dengan tatapan tajam seperti ingin membunuh Rara.

"Hey, jangan ngelihat dia seperti itu." ucap Raka kepada Max Aurin langsung melihat Max.

Perasaan Max biasa Aja tapi kenapa Rara begitu takut pada Max. Aurin.

"Maaf Tuan." ucap Max dia mengalihkan pandangan nya menuju arah lain.

Raka kembali mengupas buah Appel itu tak lama dia selesai lalu menyuruh Aurin memakanya.

"Makan yang banyak Nyamuk Ku." ucap Raka mengelus kepala Aurin seperti anak dan bapak.

"Oppa, coba deh ini enak banget." ucap Aurin menyuruh Raka mencoba nya.

Raka pun memegang tangan Aurin mengambil irisan apel itu dan menyuapinya sementara Rara dan Max memandangi keduanya begitu serasi.

Aurin melihat wajah Raka dia begitu tampan tapi kadang nyebelin entah perasaan Aurin mulai tumbuh tapi sejujurnya dia sangat nyaman di samping Raka.

"Oppa, boleh tidak kalo saya menemui Ibu." ucap Aurin menatap Raka dia sudah lama tak melihat Ibunya.

"Boleh habis makan buah ini kamu boleh menemuinya. Rara tolong jaga dia jangan sampai dia tergores sedikit pun." ucap Raka bukan menasehati lebih tepatnya mengancam.

"Baik Tuan." ucap Rara.

Raka pun mengecup kening Aurin begitu lama Mata jomblo para pelayan nya melihat dengan mata tak berkedip lalu melangkah pergi meninggalkan Aurin di taman Max mengikuti dari belakang Raka.

Suasana pun kembali seperti biasanya Aurin menatap Rara dia seperti mengembuskan nafas lega.

"Kau tidak apa apa." ucap Aurin khawatir saat melihat Rara barusan.

"Tidak Nona, ohh yah Nona beruntung sekali yah Nona dicintai Tuan Raka sudah ganteng perhatian sama Nona." ucap Rara.

"Kau mau aku jodoh kan dengan seketaris Max." ucap Aurin seperti meledek Rara.

"Jangan Nona, aku gak suka sama tatapan nya." ucap Rara.

Aurin tersenyum melihat tingkah Rara waktu dulu dia juga merasakan seperti Rara entah kenapa mengingatkan awal di saat dia melihat Raka bahkan Sekarang dia sedang mengandung anak Raka sambil memegang perut nya yang masih rata.

"Non, sudah waktunya masuk kedalam matahari sudah bersinar terang." ucap Rara seperti biasanya.

Aurin berdiri Rara membawa buah nya dia pun masuk tapi saat akan melewati ruangan kerja Raka dia mendengar pembicaraan Raka dan Max.

Apa Bu Mawar kabur.?? dan tadi Raka bilang dia menyuruh para lelaki memperkosa nya. Aurin.

Aurin terdiam di pintu tempat kerja Raka dia sedikit sok dengan perkataan Raka barusan dia tidak ingin Raka menjadi kejam menyiksa orang orang itu.

"Non." ucap Rara yang melihat wajah pucat Aurin.

Walau bagaimana pun Aurin tidak ingin melihat Raka membunuh orang tapi sepertinya Raka Sudah terbiasa dengan tangan nya yang sering sekali memukuli orang bahkan itu wanita.

Tiba tiba pintu itu terbuka Raka melihat Aurin pucat dia langsung menuju Aurin.

"Kau sakit." ucap Raka megang kening Aurin.

"Kenapa Tuan, memperlakukan Bu Mawar seperti bianatang aku sebagai seorang wanita tau perasaan nya." ucap Aurin matanya sudah mengeluarkan air Mata.

Raka hanya diam membiarkan Aurin berbicara tentang nya tanpa pernah tau alasan kenapa dirinya bisa seperti ini.

"Kau tau Ibu dijual melayani banyak lelaki hidung belang. tapi aku sebagai anaknya tak bisa menolong sekarang kau memperlakukan wanita layaknya seperti binatang." ucap Aurin sambil menangis.

Raka ingin mengapus air Mata Aurin tapi Aurin menepisnya dia merasa tangan Raka kotor membunuh banyak orang yang tak bersalah.

"Biarkan dia pergi jangan mencarinya." ucap Aurin lagi.

"Maaf aku tidak bisa." ucap Raka lalu melangkah pergi Dari situ meninggalkan Aurin yang menangis.

Max dan semua orang yang mendengarkan Raka meminta maaf terdiam dia sebelumnya tidak pernah meminta maaf duluan tapi ini dia bahkan membiarkan Aurin mengatai nya.

"Tuan." panggil Aurin sementara Raka berjalan keluar.

"Seketaris Max, aku mohon hentikan semua ini." ucap Aurin menatap Max.

"Maaf Nona, saya hanya menjalankan perintah Tuan." ucap Max lalu pergi dari situ mengikuti Raka yang sudah keluar dari tadi.

Rara melihat Aurin menangis dia tau Aurin khawatir pada Raka tapi jika Raka membiarkannya kabur itu akan membuat bahaya bagi dirinya dan juga Aurin.

"Non, sebaiknya Non istirahat." ucap Rara menuntun Aurin masuk kedalam kamar nya.

Aurin melangkah kan kakinya menuju kamar sesampainya disana dia merebahkan diri terasa pusing di kepalanya.

"Ra, aku mau tidur kamu bisa pergi." ucap Aurin menyuruh Rara pergi tapi wajahnya tak menatap Rara.

"Non, saya akan menunggu Nona tidur." ucap Rara kalo dia sampai pergi saat Aurin tidur bisa bisa Tuan Raka langsung membunuh nya.

Aurin tak menjawab omongan Rara dia bahkan masih patuh pada aturan Raka padahal orang nya Sudah pergi.

Sementara Raka dan Max keluar menuju Club Mamih Lola Max dengan cepat mengendari mobilnya Mereka pun akhirnya sampai di club Mamih Lola dengan cepat Max membuka pintu belakang Raka keluar dia pun masuk kedalam Club itu.

Sepertinya di siang hari Club nya terasa aneh mereka pun masuk kedalam club itu semua penjaga mengenal Raka dia menunduk takut saat itu dia melihat Mamih Lola yang duduk sambil menikmati sentuhan pria di belakang nya.

Karna tidak tau kedatangan Raka Mamih Lola terkejut dia sungguh malu harus di lihat Raka dalam keadaan seperti itu.

"Tuan." ucap Mamih Lola membetulkan Gaun nya yang berantakan.

"Kau seperti nya bersenang senang." ucap Raka tegas Mamih Lola terdiam dia mengerti arah pembicaraan Raka.

"Maaf Tuan. saya sudah menjaga nya 24 jam tapi sepertinya dia kabur karna orang itu." ucap Mamih Lola ucapannya sepertii marah.

"Siapa." ucap Raka menatap tajam Mamih Lola.

"Ayah nya Laura." ucap Mamih Lola dia seperti mengenal keluarga Laura.

"Max, cari perempuan ****** itu dan bawa kemari, aku ingin tau seberapa lama para penghianat itu bersembunyi." ucap Raka matanya menatap Mamih Lola.

"Silahkan berkhianat sesuka kalian tapi ingat jika ketauan oleh ku nyawa kalian jadi taruhan nya." ucap Raka bukan sekedar omong kosong tapi seperti perintah yang harus di patuhi.

Raka pun melangkah keluar dari ruangan itu menuju mobil nya Max membuka kan mobil nya saat Raka mau masuk mereka pergi dari situ.

1
Chabby_45
bagus
Dewi Fajar
baru mampir Thor..sampai di bab ini ceritanya bagus..cuma agak sedikit terburu buru kesannya
Puput Sary
suka SM ceritanya
Thalitha Ulva
ini Rey sama Rara goblok,, nggak bisa bedain yg benar dan salah,, apa mereka sudah menyelidiki nya????
Thalitha Ulva
Raka mending jujur sama istri mu
Thalitha Ulva
Maxi sebenarnya baik,, tp dia sangat takut sama raka
Thalitha Ulva
Raka ini manusia seperti apa sich..karena biasanya walaupun mafia tp nggak akan tega nyakiti keluarga dan seluruh bawahannya
Thalitha Ulva
Raka sama sekali tidak mencintai aurin,,kalo cinta ,nggak gitu sikapnya,kasar banget ...
Thalitha Ulva
Raka ini kejam tp konyol juga ya thor...jadi nggak terlalu merinding bacanya 😂😂
threecreat
bgus
Erlin Sylvianna
harimau dan macan apa bedanya tor
Lina Maulina Bintang Libra
ini nm nya bucin, obsesi, posesif lengkap dirimu raka
Lina Maulina Bintang Libra
ayahmu membunuh k dua orang tua Raka
Lina Maulina Bintang Libra
😁😁😁😁 datang ga d undang y
Lina Maulina Bintang Libra
CK ternyata ska celap celup
Selene
imut sama cakepan nanda kok 🤣
Lhady Uriyama
koq gak sesuai judul thor
Lhady Uriyama
apa sih blm ngerti ceritanya sampai di sini
Iin
mampir
Solehan Abdy
hahahaha.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!