NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:466.6k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembelaan Danu

"Wah wah wah, kamu benar-benar memanjakan dia ya Nu?"

Suara Bu Broto yang menggema memecah suasana hangat dan romantis yang terjadi di meja makan.

"Wajar kalau aku memanjakannya Bu, karena Sekar istriku!" Danu menatap Ibunya sekilas kemudian kembali pada Sekar yang hanya bisa menunduk ketakutan.

Bu Broto mendengus tak suka. Menurutnya apa yang dilakukan Danu pada Sekar itu terlalu berlebihan. Danu membawa Sekar tinggal di rumahnya saja sudah sangat bagus untuk Sekar.

"Tapi kamu itu terlalu berlebihan Danu. Dia jadi besar kepala, nanti lama-lama dia ngelunjak!"

"Ngelunjak bagaimna Bu? Aku suaminya, aku tau betul bagaimana Sekar. Justru Ibu yang selalu mencari masalah dan tidak ada hentinya menghina Sekar!"

Segala pembelaan yang Danu lakukan untuk Sekar, selalu di anggap Bu Broto sebagai hasutan dari Sekar.

"Kamu itu ya Nu, susah dikasih tau!"

Bu Broto mengambil alih kursi yang ada di ujung meja. Tempat dulu Pak Broto duduk sebagai kepala keluarga.

"Kamu harus ingat Danu, kamu menikahinya hanya karena dia hamil, bukan karena kamu menyukainya. Kalau dia tidak hamil, harusnya kamu masih bersama Lidya!"

Sekar mencoba menguatkan hatinya, sebisa mungkin dia tetap menjaga matanya agar tidak mengeluarkan air mata. Meski mendengar ucapan Ibu mertuanya yang mengingatkan tentang penyebab pernikahannya dengan Danu, tentu saja rasanya sangat sakit.

"Aku memang menikahinya karena dia hamil Bu!"

Deg...

Tapi jawaban Danu menghancurkan perasaannya. Air mata yang ia tahan sejak tadi karena ucapan Ibu mertuanya, sekarang tak bisa ditahan lagi oleh Sekar karena jawaban dari Danu. Pria itu terang-terangan mengatakan jika menikahinya hanya karena hamil.

"Tapi aku menerima pernikahan ini dengan ikhlas. Aku menganggap Sekar benar-benar sebagai istri dan ibu dari anakku, bukan hanya sekedar wanita yang aku nikahi hanya karena dia hamil anakku Bu. Jadi berhenti mengaitkan aku dengan Lidya lagi. Dia hanya masa lalu, dan sekarang Sekar adalah masa depanku!" Lanjut Danu.

Sekar mendongak menatap pria tinggi di sampingnya. Ternyata dia salah paham. Dia sudah berprasangka buruk pada Danu.

Sekar memang tidak mau Danu melawan Bu Broto hanya karena membelanya. Tapi jujur saja, mendapat pembelaan seperti itu dari Danu, membuat hari Sekar menghangat.

"Kamu ya Nu, semenjak menikah dengan buruh penimbang paku ini, kamu jadi berubah. Kamu terus-terusan melawan Ibu!" Bu Broto menatap Danu dengan tajam.

"Kau tidak akan melawan kalau Ibu tidak mengusik Sekar!" Jawab Danu dengan tenang.

"Ibu tidak mengusiknya, Ibu cuma melihat perubahan kamu yang begitu besar karena dia. Bukan cuma sama Ibu, tapi juga sama Lidya. Kemarin Lidya bilang sama Ibu, kalau kamu sudah tidak mau lagi membantunya. Dia sedang kesusahan malam-malam, tapi kamu sama sekali tidak peduli sama dia!"

Danu mengusap wajahnya dengan kasar. Dia sepertinya sudah muak dengan sikap Ibunya yang masih saja mendorongnya ke arah Lidya

"Bukan tidak mau membantu Bu, sekarang aku sudah punya tanggung jawab lain. Aku tidak mau menyakiti Sekar karena masih berhubungan dengan Lidya dalam bentuk apa pun. Masalah malam itu, aku juga sudah berusaha membantu Lidya tapi tidak secara langsung. Aku mengirim Pak Bejo ke rumah Lidya untuk melihat keadaan Lidya yang katanya sedang butuh bantuan"

Sekar menebak apa yang Danu bicarakan adalah beberapa hari yang lalu saat Danu menerima telepon dari Lidya malam-malam.

"Tapi apa yang terjadi Bu? Kata Pak Bejo, Lidya baik-baik saja. Tidak ada apa pun yang terjadi di sana. Itu cuma akal-akalan Lidya saja untuk mengusikku. Entah apa yang Lidya ceritakan sama Ibu, sampai Ibu percaya begitu saja!"

Sekarang Sekar paham, telepon malam itu pasti Lidya ingin Danu datang sendiri ke tempat Lidya. Mungkin Lidya mencari cara untuk menarik perhatian Danu. Tapi sayangnya yang datang justru Pak Bejo.

"Tapi Nu, dia..."

"Sudah Bu, aku harus ke depan karena sebentar lagi truk semen datang" Potong Danu tak ingin lagi meladeni ocehan Ibunya yang pastinya hanya berisi tentang Lidya dan penolakannya pada Sekar.

"Ayo, Mas antar kamu ke kamar saja!" Tangan kanan Danu menggenggam tangan Sekar, kemudian tangan kirinya menyambar bingkisan berisi sepatu bayi yang tunjukkan pada Sekar tadi.

Sekar hanya menurut, dia mengikuti langkah Danu yang lebar namun pelan. Dia menatap bahu Danu yang tegap di depannya.

Hati Sekar terasa begitu hangat karena pembelaan tegas dari suaminya. Selama ini dia mendapatkan penghinaan dan cibiran dari orang-orang tanpa ada yang membela. Tapi sekarang, amas Danu, pria itu berdiri dengan tegak dihadapannya, membelanya dengan tegas dan berani. Bolehkah Sekar sedikit percaya diri mulai sekarang, karena ada Danu yang akan selalu melindunginya.

"Istirahatlah" Danu melepaskan tangan Sekar saat sudah mengantar Sekar sampai duduk di tepi ranjang.

"Mas ke depan dulu!" Pamit Danu.

"Tunggu Mas!" Sekar menahan pergelangan tangan Danu.

"Kenapa? Kamu mau sesuatu?"

"Sekar minta maaf Mas, karena Mas Danu membela Sekar, Mas jadi melawan Ibu"

Danu tersenyum, sepertinya dia senang dengan cara bicara Sekar yang manis kali ini.

"Tidak perlu minta maaf. Sekali-kali Ibu memang perlu dikerasi. Mas tidak akan membiarkan kamu dihina sekalipun itu Ibu Mas sendiri!"

"Terima kasih Mas" Sekar terharu saat ini.

"Sudah jangan menangis" Danu mengusap air mata Sekar dengan lembut.

"Kamu di kamar saja sampai Mas pulang makan siang nanti. jangan keluar-keluar. Kalau kamu butuh sesuatu panggil saja Mbok Sum atau hubungi Mas!"

"Iya Mas" Sekar mengangguk patuh.

"Mas kerja dulu"

Cup...

Sekar membeku. Dia tidak menduga dan belum siap apa-apa saat Danu tiba-tiba saja mengecup keningnya.

Sekar bahkan masih terdiam walau sekarang pintu kamar sudah kembali tertutup pertanda Danu sudah pergi dari Sana.

"Ya Allah Mas Danu, aku takut benar-benar jatuh cinta sama kamu Mas" Sekar memegang kedua pipinya yang memanas. Bahkan setelah beberapa menit berlalu, bibir Danu yang lembut saat mengecupnya masih terasa di kening Sekar.

1
zheny pudji
saya bukan sok tahu dan saya sangat tahu dan kamu perlu tahu, dachhhh ngunu Riana jadi jngan jadi Sekar yg suka tebak2 perasaan orang
Nureliya Yajid
lanjut
Agnezz
I see krn pengalaman masa lalu Ibas yg tidak mengenakkan, Ibas lebih baik memendam sendiri perasaan cinta. Apalagi sikap Riana yg angkuh. Tapi Danu melihatnya beda. Dimata Danu Ibas lelaki yg bertanggung jawab dan bisa dipercaya. Danu lebih mempercayakan Riana pada Ibas daripada pria lain. apalagi Danu tau kalo Ibas menaruh hati pada Riana.
citra marwah
Ya ini udh takdir kamu tau...kalau kamu gak kabur kamu gak bakal tau yg seseungguh nya kan,jadi ada hikmah di setiap kejadian...mulai sekarang minta maaf sama suami mu,terima dia dg tulus dan pupuk cinta kamu buat dia,,,hargai perasaan dan cinta nya,hormati suami mu danu juga menerima sekar yg hnya penimbang paku,di cintai secara ugal2an adalah anugerah riana,,,kalau mencintai kita capek hati tapi kalau di cintai kita gak capek...apalagi kalau saling mencintai hidup bahagia,
Eva Tigan
ahh..gak sabaran ibas sama Riana ketemuan..ini gimana skenario nya..Riana yg pulang sendiri atau Ibas yg menyusul.Riana😊
Hanima
😍😍
💐💞NingsihQuatroEspada🌻
makanya jangan sok tau ri🤣🤣🤣kena mental sama kak santi kn jadinya🤭
Linda Gunawan
Udah, tunggu aja ntar sore mas Ibas datang jemput kamu sambil nyatain cinta. cie.. cie.. Riana cie..🤣
Alyka Raveena
makanya jangan sok tau ri
tanya dl SM kak Santi,dia tau semuanya ri🤭
E Putra
cukup bagus banget ceritanya
Ikaaa1605
Oohh gitu ceritaanyaaa, itu kan riana kamu sih sok tau
Cahaya
lanjut
Hanima
😍😍
Popo Hanipo
kandani to riiiii riii nggak mungkin mas babas mau nikahin kamu kalo nggak cinta ,,,,ya kali dia bilang cinta sama kamu secara kamu itu majikannya apa lagi kalo ketemu kyak orang ngajak brantem makanya dia suka bilang jangan sok tau 🤣🤣🤣
Yhenny Pudji
jwb balik riana
mas danu sok tahu🤣
gondokkk banget rasanya dkatain orang sok tahu
Nureliya Yajid
lanjut thor
Maharani Rani
lanjuttt😍😍🤣🤣🤣🤣
Agnezz
tapi kalo ibunya Dewi sudah sekarat sebelum wafat minta Ibas menikahi Dewi trus gimana? Apa Ibas tetap bisa menolak permintaan orang yg mau MD? Bisa runyam ini.
Herman Lim
nah Lo nah Lo Riana terkejut kan klo tau Ibas cinta kamu dari dl disuka curi² pandang padamu buka sekat 🤣🤣
mmh nengmuti
typo danu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!