NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:68.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ghaffar Mengurung Diri

JEDEERRR

BRUGH

Tubuh Abraham dan Danang, jatuh terduduk. Dengan tubuh Arkana, yang masih ada di pangkuan Abraham.

"BOHONG!!! KAMU TAU DARIMANA HAH?!" bentak bang Devan, bu Welas tertawa lirih.

"Tau darimana? Tentu saja lihat sendiri, kalian pikir... aku bisa membawa mereka kenapa? Karena ada alasan-alasan, yang memang menjadi dasar aku membantu mereka." jawab bu Welas

Ya... bu Welas melihat anak-anak tersebut, saat di perlakukan tak adil. Karena itu ia menculik dan menyekap mereka, sampai akhirnya ia buat tewas mereka. Saat Theresia, ia melihat sendiri saat anak itu di bully dan menangis di kamar mandi. Saat Diki di lecehkan oleh temannya, entah teman sekelas atau bukan. Di salah satu gang sempit, ketika ia pulang membeli makan. Saat Arkana, tengah menangis karena di cubit dan sayat lengannya. Oleh supir, yang mengantarnya.

"Lalu kenapa kamu menghabisi mereka? Kenapa kamu tidak melaporkan, kejadian ini pada kami orang tuanya atau ke pihak sekolah?" tanya Matius, dengan suara lemah dan bergetar

"Hah? Melaporkan? Kalian yakin akan mendengar, apa yang akan aku katakan nanti. Pertama, kalian tidak mengenaliku. Kedua, dilihat dari pekerjaanku yang rendah. Apa kalian mau menemui ku? Tidak... aku mengenal orang-orang seperti kalian, orang-orang kaya yang hanya menilai seseorang dari kedudukan dan harta. Seperti anakku, yang pulang dengan penuh luka. Saat aku mengadukannya ke pihak sekolah, mereka tak mengindahkan aduanku. Kalian tau apa yang mereka katakan?....." bu Welas menatap orang-orang, yang ada di sana.

"Jadilah kaya, kalo keluhanmu ingin di dengar. Selama kamu miskin, aduanmu takkan pernah di anggap ada. HAHAHAHA... Bila anakmu terluka, itu sudah takdirnya. Karena dia, terlahir dari ibu miskin sepertimu." lanjut bu Welas, air matanya menetes.

DEG

"Karena itu, aku membantu anakku bertemu Tuhan lebih cepat. Agar ia... tak terlalu lama, merasakan sakitnya. Kalau pun hidup, ia akan menjadi cacat seumur hidupnya. Saat melihat anak-anak, yang di perlakukan tak adil. Aku pun membantu mereka.... HAHAHAHA... membantu mereka, bertemu Tuhan lebih cepat. Aku baik kan? Seharusnya kalian berterima kasih padaku, bukan marah-marah seperti ini. Ck ck ck... HAHAHAHA... " Bu Welas langsung menatap tajam, pada semua orang satu per satu.

"TAPI KALIAN... KALIAN MALAH MENGELUARKAN MEREKA!!! BODOH, KASIAN MEREKA.. nanti... NANTI MEREKA AKAN MENDAPATKAN PERLAKUAN TAK ADIL LAGI, KALIAN HANYA SIBUK MENCARI DUNIA. SAMPAI MELUPAKAN ANAK, YANG MEMBUTUHKAN KASIH SAYANG DAN PERHATIAN DARI KALIAN!!! KALIAN BRENGSEK, ORANG-ORANG KAYA BAJINGAN SEMUANYA!!!" teriak bu Welas

Ghaffar merasakan sesak, apa yang di katakan bu Welas memang tak salah. Tapi, bagaimana pun dia tetaplah bersalah. Karena merenggut nyawa anak-anak, yang tidak tau urusan orang dewasa.

Seharusnya dirangkul, di bimbing ke arah yang benar. Bukan di habisi, dengan alasan menyelamatkan.

"Sebaiknya bawa dia ke Rumah Sakit Jiwa, mentalnya sudah sangat bermasalah. Tapi, itu kembali lagi pada kalian semua. Tugasku sudah selesai, sampai di sini. Bila kalian ingin bertemu dengan Theresia, Diki dan Arkana untuk yang terakhir kalinya. Aku menunggu kalian di kafe, Assalamu'alaikum." Ghaffar pun memilih pergi, ia tak sanggup melihat jasad terlalu lama. Apa lagi, pelakunya pun ada di sana.

Luka yang sudah lama ingin ia lupakan, harus kembali terbuka karena kasus ini. Akbar dan Damar pun berpamitan, mereka menyusul Ghaffar.

.

.

Waktu berlalu, malam berganti pagi. Jenazah anak-anak sudah di makamkan, sebagaimana mestinya. Menurut kepercayaan, keluarga masing-masing. Ghaffar tak masuk sekolah, ia mengurung dirinya di kamar. Otak dan hati nya sedang berperang, antara membalas dendam atau tidak. Atas kematian kedua orang tuanya, kejadian itu kembali terlintas.

Dimana ibunya di seret dari kolong ranjang, terjatuh karena di tampar. Dan berakhir di tembak, lebih dari sekali. Begitu juga dengan kondisi sang ayah, yang tak kalah sadisnya. Karena ada tembakan di kepala dan tubuhnya, kedua tangan Ghaffar mengepal erat.

"AAAAAARRRRGGGGHHHHTTTT" Ghaffar berteriak sekeras mungkin, ia membanting semua barang yang ada di kamarnya. Menghancurkan apapun, yang ada di depan matanya.

BUAGH

PRAAANG

Cermin yang tingginya hampir sama, dengan tinggi badannya pun pecah. Karena Ghaffar menonjok cermin itu, sekeras mungkin. Darah menetes dari tangan, namun Ghaffar seolah tak merasakan sakit sama sekali. Tanpa Ghaffar tau, di luar salah satu pelayan nya menghubungi Akbar.

'Assalamu'alaikum... Kenapa teh?'

"Wa'alaikum salam... A Akbar bisa ke kafe? Si bos ngamuk, tadi dia teriak kenceng banget. Terus ga lama kedenger, suara barang-barang di banting sama kaca pecah. Untung kafe belum buka, jadi cuma kita aja yang denger." jawab salah satu pelayan kafe, sembari sesekali melihat ke arah tangga. Takut banget, tiba-tiba bosnya muncul.

'Iya atuh, aku ijin dulu sama guru. Titip sebentar ya.. Assalamu'alaikum'

"Wa'alaikum salam" panggilan pun terputus

BRAAAKK

"KYAAAA" pegawai itu kembali berteriak

"Si bos banting apa itu? Mudah-mudahan ga kenapa-kenapa sama si bos" ucap Naura

"Sebenernya ada apa, kenapa si bos bisa sampe ngamuk-ngamuk? Pertama kalinya ini, selama kita kerja di sini." balas Halimah, serentak yang lainnya mengiyakan. Tentu saja mereka tidak tau, mana mungkin mereka kepo urusan atasan mereka.

.

"Ya Allah, a Akbar akhirnya datang juga." ucap Naura, dengan wajah cemas.

"Ghaffar belum keluar?" tanya Akbar, seraya melangkahkan kakinya

"Belum a, malah sekarang sepi banget. Saya takut terjadi apa-apa sama si bos" Akbar mempercepat langkah nya, bahkan ia menaiki dua anak tangga sekaligus.

"BAR" Akbar menoleh

"Bang Abraham, kebetulan bang. Tolong bantu Akbar, dobrak pintu kamar Ghaffar." tanpa bertanya, bang Abraham langsung berlari menyusul Akbar. Dan benar saja, pintu kamar Ghaffar terkunci.

"DOBRAK AJA, BANG!!!" teriak Akbar panik, keduanya pun mendobrak pintu. Pintu terbuka, saat dobrakan yang kedua kalinya. Begitu pintu terbuka, Akbar dan bang Abraham tertegun dengan kondisi kamar Ghaffar. Sangat sangat berantakan, bahkan kapal pecah pun mungkin kalah. Akbar tak peduli dengan itu, ia mencari keberadaan Ghaffar.

"GHAFF" teriak Akbar, saat melihat Ghaffar tergeletak tak sadarkan diri. Dengan darah mengalir dari tangan, yang bekas menonjok cermin. Ternyata pecahan cermin, ada yang menggores punggung tangannya cukup dalam. Sehingga membuat Ghaffar, harus kehilangan cukup banyak darah. Apalagi Akbar datang, 35 menit setelah Naura menghubunginya.

Guru piketnya, merupakan guru baru. Sehingga mempersulit Akbar, saat ia meminta ijin untuk pulang. Sampai akhirnya kepala sekolah lewat, Akbar langsung menahan dan menjelaskan niatnya. Kepala sekolah menatap tajam guru piket tersebut, dan memberinya peringatan, Akbar langsung di ijinkan keluar.

"Kita langsung ke rumah sakit Bar, darah nya banyak ini yang keluar." ucap bang Abraham, Akbar mengangguk. Bang Abraham, yang memang memiliki fisik bagus. Mudah baginya mengangkat tubuh Ghaffar, mereka langsung keluar kamar dan bergegas menuruni tangga.

"A Akbar, kamar si bos...

"Biar ibu nanti yang ke sini, jangan ada yang masuk ke sana. Teteh kerja aja kaya biasa, pokonya jangan ada yang ke atas." Naura mengangguk paham, Naura dan yang lainnya tak berani naik ke atas. Selain ada CCtv, mereka tentu menghormati privasi Ghaffar.

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
Kristal Offical
widih tambah banyak aja personilnya
Hasnawiyah Ansar
kendaraan umur apaan itu teh🤔🤔🤔
ule_keke (IG: ule_keke26): typo, harusnya umum
total 1 replies
Hasnawiyah Ansar
aku juga HADIIIRRRR 🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
akhirnya Ghaffar punya temen buat membantu hal-hal yang baik
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cover baru ya thor🫶
ule_keke (IG: ule_keke26): betuuuullll😌
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waah namana lucu 🤗 Mingyu
Zahbid Inonk
ah Mak othor gantung turuyeun 🤭🙏
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mingyu? panggilan na Aming nya mak 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ule_keke (IG: ule_keke26): ngajak ribut sih, tapi ok lah
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
Ayuk Witanto
kendaraan umum maksudnya mak
ule_keke (IG: ule_keke26): iya kaaaaakkkk
total 1 replies
Ayuk Witanto
namanya unik ya bulan
Eliermswati
kirain slh satu keluarga zandra eh bukan pdhl q kangen bngt sm aa sama dede🤣🤣🤣🤣
Aquarius26
kirang thoooorrrr,,, sikik kalee
Aquarius26
keren lah author 1 ini,,kendaraan ada umurnya jg ya👏👏
Aquarius26: aq gk nyindir thor,tp ngmng lngsung itu🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
nisa
makk lanjutttt,,,,
☕️nya emak😘
mama_im
anjaaayy si gapura desa nyasar kesini, mana indihome pula 🤣🤣🤣
ismi🌹🌹
mingyu namanya kayak cewek gk taunya cowok
mama_im
kirain cowok mak 🤣🤣🤣
ule_keke (IG: ule_keke26): blm kepikiran
total 4 replies
mama_im
nu kumaha kendaraan umur mak? di pisah kitu anak anak jeung kolot? 🤣🤣🤣🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 8 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wah seru nih tpi pasti mak gk akan nambah lagi kan🫠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!