Tiga tahun mengabdi sebagai seorang istri yang patuh dan di jadikan pengasuh anaknya. Marissa akhirnya menyerah setelah tahu dia di khianati. Bahkan putra sambung yang dia rawat selama ini tak lagi memihaknya.
Marissa marah, Dia yang seorang artis terkenal takkan akan diam dan akan balas semuanya.
Di sisi lain, Mendengar kakak angkat sekaligus wanita yang di cintainya terkhianati. Tentu saja Dylan murka. Pria itu takkan pernah mengampuni siapapun yang berani menyakiti Marissa, Wanita yang sejak dulu diam-diam ia sukai.
•••••
"Kau mencintaiku? Aku kakak mu..." Marissa Nugroho
" Kita sudah menjadi pasangan kakak beradik, Apa salahnya kita menjadi pasangan suami istri..." Dylan Sean Abraham.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memory Tersembunyi
Berurusan dengan Dylan dan Icha sama halnya dengan bunuh diri. Pasalnya putri angkat dan putra kandung Brian itu menyimpan banyak rahasia yang tak semua orang tahu.
Dalam keluarga Abraham maupun Sanjaya, Dua saudara itu. Mereka selalu hati-hati dalam memilih lawan. Sebelum adanya kerja sama yang akurat, Mereka akan mencari tahu dulu rahasia atau bisa jadi aib mereka. Untuk apa?
Tentu saja untuk data tersembunyi serta menjaga-jaga andai mereka melakukan pengkhianatan kita bisa punya rahasia yang lainnya.
"Mama kenapa cuma diam aja sih Ma? Harusnya Mama cegah dulu Dylan dan kakaknya pulang.. Wanita itu harus minta maaf sama aku.." Meski acara pesta sempat berantakan, Pesta tersebut tetap berjalan walaupun tidak semulus seperti biasanya. Atas kericuhan itu, Banyak tamu yang pulang.
"Gimana Mama mau cegah.. Anak angkat Tuan Brian itu ternyata tahu tentang silsilah keluarga kita. Kalau sampai dia bongkar keseluruh jagat maya, Bukan cuma Mama, Papa dan kamu yang akan celaka.. Tapi perusahaan ini juga.." Zelina terdiam. Kedua tangannya terkepal, Tapi dia belum puas dengan semuanya.
"Tapi aku belum puas Ma.. Wanita itu bukan kakak kandung Dylan.. Andai dia kakak kandung Dylan mungkin aku bisa maklum kalau wanita itu dekat dengan Dylan.. Tapi dia bukan kakak kandung Dylan Ma.. Dylan kalau udah bareng si Icha itu seakan gak mau lepas. Tatapan matanya juga.. Dylan itu kalau udah natap Icha tulus banget..." Mama Zelina tersenyum penuh arti.
"Gini aja.. Gimana kalau kamu jebak Dylan aja..
"Jebak gimana Ma..
"Ya jebak, Supaya kamu dan dia menikah.. Atau kamu pancing Dylan agar datang buat temui kamu. Terus kamu pura-pura di lece-hin sama dia.. Buat orang-orang salah paham.. Mama yakin Dylan pasti akan nikahi kamu.." Zelina tersenyum mendengar ide dari Mamanya itu. Namun..
"Tapi sepertinya tidak semudah itu deh Ma.. Bukannya orang salah paham. Yang ada orang-orang akan yang akan menghina aku Ma.. " Kejadian yang tadi membuat Zelina ekstra hati-hati dalam melawan Dylan. Dylan bukan pria yang mudah di jebak, Bukannya Dylan yang kejebak yang ada mungkin lawannya yang akan kejebak.
Terlebih sekarang, Icha telah kembali. Saingan Zelina semakin menambah saja, Selain harus mendapatkan Dylan dia juga harus mendapatkan restu dari seluruh keluarga besarnya.
"Udah lah... Kamu jangan pikirkan itu dulu. Yang penting kamu usaha dulu untuk dapatkan Dylan.. Jangan gegabah. Kamu harus bisa curi perhatian keluarganya dulu.." Zelina mengangguk-anggukan kepalanya. Sejak dulu dia memang punya impian menjadi istri dari Dylan dan masuk kedalam keluarga Abraham.
"Aku harus bisa masuk kedalam keluarga itu.. Setelah itu aku akan jadi wanita nomor satu yang akan menguasai dunia bisnis..." Batin Zelina dengan kepercayaan diri yang tinggi. Wanita itu tidak tahu saja kalau niatnya itu akan menjadi boomerang
...****************...
Tepat pukul satu tengah malam. Seorang pria datang kerumah Brian, Pria dengan perawakan tinggi besar itu melangkah ke arah pintu utama.
"Ini sudah malam, Mau apa kau Hagan?" Tanya salah satu penjaga disana. Pria yang bernama Hagan itu tersenyum tipis.
"Aku ingin bertemu dengan Nona Icha..
"Apa tidak ada hari esok?" Hagan menggelengkan kepalanya..
"Tidak.. Ini penting dan tidak bisa ditunda lagi.. " Kata Hagan dengan tegas. Dia sudah.buat janji dengan Nona nya, Icha. Mana mungkin bisa dibatalkan begitu saja.
"Iya, Tapi ini sudah malam Hagan.. Kalau sampai Tuan dan Nyonya besar tahu dia akan...
Ceklek..
Pintu utama terbuka. Seorang wanita cantik dengan rambut lurus tergerai muncul. Dia adalah Icha, Sesuai dengan janjinya. Kapanpun orang suruhannya datang, Dan pada saat itulah dia harus menghadap Icha.
"Nona?
"Masuklah.." Hagan masuk tanpa meninggalkan pesan pada penjaga yang sempat menghalanginya tadi.
Rumah besar itu sudah gelap karena para penghuninya memang sudah tidur. Dan di jam tidur ini Icha harus bangun setelah mendapatkan telpon dari Hagan beberapa menit yang lalu.
Sebenarnya memang tidak baik seorang wanita memasukkan pria ke dalam rumah apalagi ini tengah malam. Apalagi Icha baru saja resmi bercerai.
Namun kalau bukan sekarang kapan lagi? Lagipula Hagan tidak akan macam-macam padanya. Pria itu sudah diperintahkan alm. Papanya untuk menjaga Icha.
"Ayo masuk.." Titah Icha pada Hagan. Pria itu mengangguk seraya hendak masuk kedalam ruangan Icha pribadi, Akan tetapi..
"Hagan? Sedang apa kau disini?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jelas saja Brian terkejut melihat pria tampan dan pintar ini masuk kedalam ruangan pribadi Icha. Dan setelah di tanya, Katanya di perintah Icha. Tentu saja Dylan ikut masuk, Dia tidak akan membiarkan siapapun masuk berdua bersama Icha apalagi ini seorang pria.
"Apa yang kau bawa?" Hagan memasukan tangannya kedalam saku jaketnya lalu meraih sesuatu dari dalam sana.
Hagan meletakkan sebuah benda kecil yang di masukan kedalam wadah plastik itu di atas meja.
"Saya menemukan memory ini didalam plastik permen Nona, Di bawah lemari ibu mertua anda." Icha meraih benda memory itu. Tanpa pikir panjang, Icha langsung membersihkan lebih dulu memory tersebut lalu di masukan ke dalam flashdisk yang baru saja do raihnya.
"Lemari, Rumah ibu...
Icha juga meraih laptopnya. Sudah pasti didalam memory ini ada sesuatu yang janggal. Kematian Sari, ibu mertuanya bukan karena kecelakaan semata tapi pasti ada sesuatu.
"Coba kau cek.." Hagan mengangguk. Pria itu menancapkan Flashdisk tersebut pada laptop milik Icha. Tak hanya itu saja, Hagan juga mencari sesuatu dibalik pertemuannya tentang memory ini.
Benda kecil itu berada didalam plastik permen yang siapapun pasti mengira kalau plastik tersebut adalah sampah. Tapi dengan kelihaiannya, Hagan bisa bekerja dengan baik.
Dan benar saja, Tersimpan memory didalamnya. Tak hanya itu saja, Hagan juga kembali melacak cctv di rumah Gilang satu tahun yang lalu. Dimana seorang wanita yang tak dikenal masuk secara diam-diam kedalam kamar Ibu Gilang. Tampaknya Wanita yang berpakaian serba hitam tersebut meraih ponsel milik Sari dan membawanya pergi bersamaan dengan pemakaman dilaksanakan.
Dan saat ini, Icha dan Dylan mulai menonton sebuah rekaman yang kemungkinan murni diambil oleh ibu Gilang sendiri. Kalau di lihat dengan teliti rekaman tersebut di rekaman secara diam-diam.
"Apa yang ingin kau berikan padaku?" Suara seorang pria terdengar. Mata Icha menyipit melihat pria yang sedang bicara dengan Lula itu.
"Aku seperti kenal dengan pria ini? Wajahnya sangat tidak.. asing.. Tapi siapa ya?" Icha masih terdiam, Otaknya terus mengingat siapa pria yang sedang bicara dengan Lula itu.
"Kau tahu sendiri kan? Aku hanya anak seorang anak pembantu.. Aku mana mungkin bisa membayarmu.. Aku hanya bisa membayarmu dengan tubuhku.." Kata Lula dengan lirih.
"Okey.. Tidak apa-apa... Asal kau tetap mau melayaniku dengan baik.. Bukankah itu janjimu dulu?
"Jan.. Janji apa?
"Jangan pura-pura bo-doh Lula.. Ingat! Kalau bukan racun rekomendasi dariku, Kau tidak akan berhasil membu-nuh Nara.. " Lula menghela nafas panjang.
"Kau benar.. Sudah bertahun-tahun aku melenyapkannya.. Tapi sampai sekarang aku belum bisa mendapatkan cinta Gilang..
"Hahaha...Lula, Lula.. Kau tidak akan bisa mendapatkannya.. " Kata pria itu dengan mengejek. Lula mendengus, Tak lama wanita itu tersenyum..
"Kenapa?
"Bagaimana kalau kita bu-nuh saja istri Gilang saja. Kita lenyap-kan wanita itu..Dengan begitu Gilang akan kembali jadi duda.. Dan aku bisa dengan bebas dekat dengannya.." Ucap Lula, Pria itu menarik nafas panjang.
"Tapi semua itu tidak akan mudah Lula.. Istri Gilang yang sekarang itu bukan wanita biasa. Dia juga seorang artis sama seperti ku.. Kalau dicelaka, Awak media pasti akan cari tahu.. Terlebih dia anak orang kaya.. Aku tidak mau karir ku hancur.. Akan lebih baik kau cari lain saja..
Braaak!!
"Siapa itu!!
"Sepertinya itu ibu gilang.. Gawat! Pasti dia dengar apa yang bicarakan tadi..
"KEJAR!!
Camera mulai bergoyang dan suara teriakan Lula dan pria itu terdengar.
Sekarang Icha tahu siapa pria itu. Pria itu adalah seorang aktor terkenal sama seperti dirinya. Dan tidak disangka, Aktor tersebut mengenal Lula dan terlibat dalam kematian Nara, Istri Gilang. Dan tak menutup kemungkinan bahwa kematian Sari, Ibu Gilang pria itu juga terlibat.
"Calvin Abiani... " Icha tersenyum licik, Di otaknya adalah cara apik yang langsung ia susun di otaknya.
•
•
•
TBC